Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2011

KALAULAH INGIN..

Kalaulah ingin diberi petunjuk oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin diberi cahaya dadanya oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin diberi cinta oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin disucikan oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin dibahagiakan oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin diampuni oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin dilembutkan oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin dikhusyukkan oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin dicerdaskan oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin dirahmati oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin diberkati oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin disalami oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah.
Kalaulah ingin ……. oleh Allah, maka buatlah hubungan dengan Allah….

Kalaulah ingin membuat hubungan dengan Allah, maka terimalah Allah sebagai Tuhan kita.
Kalaulah kita sudah menerima Allah sebagai Tuhan kita, maka kita tinggal memanggil nama Allah.
Kalaulah kita sudah memangngil nama Allah, maka kita tinggal datang kepada Allah.
Kalaulah kita sudah datang kepada Allah, maka kita tinggal tunduk kepada Allah.

Dan dengan mencengangkan akan ada TALI yang menghubungkan kita dengan Allah.
Kalau sudah ada TALI itu, maka kita tinggal bergantung kepada Allah dengan TALI itu.
Kalau sudah ada TALI itu kita tinggal berpegangan kepada Allah dengan TALI itu.
Wa’tashimuBIHABlillah…
Wa’tashimuBILLAH…

Kalaulah kita tidak mau membuat hubungan dengan Allah, lhaa…kita mau berhubungan dengan siapa?.
Kalaulah kita masih nekad untuk tidak mau membuat hubungan dengan Allah, maka syaitanpun seketika itu juga akan menemani kita membuat hubungan dengan segala sesuatu yang selain Allah.
Dan itu ternyata adalah NESTAPA…

SALAM
DEKA…

Read Full Post »

Dalamnya Dalam…

Malam itu…
Pak Haji Slamet Utomo bertanya kepadaku: “Maukah kamu menerima Allah sebagai Tuhanmu?…
Kujawab dengan ta’zim: “Mau…”

Berdirilah dengan rileks…
Katakanlah kepada dirimu: “aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
Kutepuk lembut dadaku dan berkata:
“aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
“aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
“aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”

Kurasakan ada aliran daya yang sangat dahsyat menerima kesediaanku itu.
Kerongkonganku rasa tercekat…
Mata terasa cair…
Dadaku mulai bergelombang…

Kemudian Pak Haji berkata:
Katakan kepada Allah: “Ya Allah…, aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
Kukatakan dengan penuh semangat:
“Ya Allah…, aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
“Ya Allah…, aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
“Ya Allah…, aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”

Suaraku mulai parau…
Ada yang ingin meloncat keluar dari dalam dadaku yang membuatku terpekik.
“Ya Allah…, aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
“Ya Allah…, aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”
“Ya Allah…, aku menerima Allah sebagai Tuhanku…”

Sekarang tundukkan kepalamu kepada Allah… sambil memanggil Allah…
Kutundukkan kepalaku…
Ya Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…

Sujudkan pikiranmu ke Allah… sambil memanggil Allah…
Kusujudkan pikiranku ke Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…

Sujudkan dadamu keAllah… sambil memanggil Allah…
Kusujudkan dadaku ke Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…

Sujudkan jantungmu ke Allah… sambil memanggil Allah
Kusujudkan jantungku ke Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…

Sujudkan hatimu ke Allah… sambil memanggil Allah…
Kusujudkan hatiku ke Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…

Sujudkan darahmu, ginjalmu, ke Allah… sambil memanggil Allah…
Kusujudkan darahku dan ginjalku ke Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…

Sujudkan seluruh tubuhmu ke Allah… sambil memanggil Allah…
Kusujudkan seluruh tubuhku ke Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…
Ya Allah…

Semua ku serahkan kepada Allah….
Ya Allah…
Semua kusujudkan ke Allah…
Ya Allah…
Kurasakan saat itu bahwa ternyata aku tidak bisa membuat diriku..
Ya Allah…
Semuanya adalah dari Allah, milik Allah, dan kembali ke Allah…
Ya Allah…

Sekarang aku seperti seorang yang kalah perang…
Aku tersungkur…, tersujud…, takluk…, dan menyerah…
Tiba-tiba aku merasakan rasa sujud yang sedang sujud kepada Allah…
Ya Allah…, Ya Allah…, Ya Allah…
Ada tali hubungan dengan Allah…
Aku dipahamkan tentang arti sujud yang sebenarnya…
Aku dipahamkan tentang arti menerima Allah yang sebenarnya…
Aku dipahamkan tentang arti ikhlas yang sebenarnya…

Tiba-tiba semua proses seperti terhenti…
Ada rasa selesai dalam proses itu…

Akupun duduk…
Buat sesaat aku dipahamkan bahwa beginilah cara Allah:
Mengambil rasa keakuanku…
Menghilangkan rasa aku paling pintar, aku paling hebat, aku paling kaya…, aku paling…
Rasa-rasa yang selama ini telah menjadi hijabku dengan Allah…

Lalu akupun bergegas memperbaharui syahadatku:
Asyhaduan la ilaha illallah…, wa asyhaduanna muhammadan rasulullah…

Dengan sukacita yang pekat akupun bersiap untuk langkah berikutnya
Langkah perjalanan diri untuk hadir dihadapan Allah…

Deka
Sebuah Kenangan Terindah disaat menghayati Makna Maulid Nabi Muhammad SAW…
15 Februari 2011, jam 01:00
Jl. KH. Santani No 31, Cilegon…

Read Full Post »

Hidup yang kita jalani ini sebenarnya tidaklah serumit dan seberbelit seperti yang kita kira. Dalam hidup ini, kita masing-masing sebenarnya cukup mengamati dan membaca (IQRAA) DADA kita masing-masing dari waktu kewaktu.

Sebab suasana didalam DADA kita itulah realitas Al Qur’an yang sebenarnya:

“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Ankabut:49) .

Jelas sekali sebenarnya ayat Al qur’an itu menyatakannya.

Akan tapi begitu kita membaca dan diberi tahu tentang “orang yang diberi ilmu”, kita selalu saja dibawa kearah yang rumit dan pelit. Untuk bisa menjadi “orang yang diberi ilmu itu”, kita harus punya ilmu ini, ilmu itu dulu. Misalnya ilmu hadist, ilmu nahu saraf, ilmu balagah, ilmu hafal sekian ribu hadist ini dan itu, tahu bagaimana pendapat ulama-ulama salaf, dan sebagainya.

Akibatnya, hampir-hampir saja kita tidak mampu lagi untuk paham dan mendapatkan suasana dari ayat-ayat Al Qur’an yang telah ada didepan mata kita. Yaitu ilmu membaca apa yang ada didalam dada kita, Ilmu membaca SUDUR.

Salam

Deka

Read Full Post »

Beliau meminta kita untuk senantiasa belajar…

Belajar menghadapkan diri kepada Allah…

Belajar memasrahkan diri kepada Allah…

Belajar kembali kepada Allah…

Teguhkan niat…

Kuatkan keyakinan…

Sambungkanlah silaturahim dengan sahabat-sahabat, juga dengan para Auliya…

Para Auliya berpisah menjalankan tugas masing-masing…

Sesungguhnya mereka tidak berpisah, hanya menjalankan tugas masing-masing…

Bilamana para Auliya sudah bergabung, maka dayanya akan sangat besar…, sangat bermanfaat buat umat…

Ilmu Pengetahuan akan terbeber…

Dikutip oleh Deka

Dari CIKAL BAKAL Buku karya Bapak Haji Slamet Utomo “PATRAP”

Read Full Post »

MENGHIRUP GERAK HIDUP

Saat ku terbangun dari tidur lelap.
Mataku terpaku pada Wujud Yang Maha Meliputi.
Kurasakan Sang Wujud mengalirkan Hidup kedalam paru-paruku.

Sejenak kupadang Gerak itu.
Dua jenak kurasakan Hidup itu.

Gerak Hidup itu ada didalam nafasku.
Berirama begitu lembut.
Selembut nafas bayi.
Selembut desahan angin.

Kucoba bersandar pada kelembutan itu.
Gerak Hidup itu mengalir begitu ringannya.
Seringan kapas.
Seringan awan beriringan.

Aku mencoba selaras dengan kelembutan itu.
Ooo…, kelembutan itu juga mengalir bersama nafas istriku.
Mengalir bersama nafas anakku.
Mengalir bersama nafas ibu bapakku.

Oooh.., Gerak Hidup dalam nafas istriku,
Gerak hidup dalam nafas anakku,
Gerak hidup dalam nafas ibu bapakku…
Ternyata sama dengan Gerak Hidup dalam nafasku.

Ah…, ternyata kami semua disatukan dalam sebuah kelembutan yang sama.
Karena ADA Sang Maha Lembut yang meliputi segala sesuatu.
Ya lathiif…, Ya lathiif…, Ya lathiif…

Aaah…, ternyata kami sama-sama dipegang oleh sebuah Gerak Hidup yang sama.
Karena ADA Sang Maha Hidup yang meliputi segala sesuatu.
Ya Hayyu…, Ya Hayyu…, Ya Hayyu…

Pantas…, pantas…, pantas…, aku mengasihi dan menyayangi mereka semua.
Karena ADA Sang Maha Rahman dan Maha Rahim yang meliputi kami semua.
Ya Rahman…, Ya Rahim…, Ya Rahman…, Ya Rahim…,

Kupandang Sang Maha Meliputi…
Lalu akupun berbisik…

Alhamdulillahilladzi AHYAANA ba’da ma AMAATANA wa ilaihinnusyuur…

YA Allah…, ijinkan hamba mengirup udara milikmu ini
Ya Allah…, ijinkan hamba untuk memakai Gerak Hidup ini untuk beramal…
YA Allah…, ijinkan hamba untuk memakai Gerak Hidup ini untuk berkarya…

Kuhirup Gerak Hidup itu melalui nafasku sekali lagi dengan dalam dan perlahan.
Ahhh…

Lalu akupun BERGEGAS dengan penuh KESUKACITAAN untuk shalat sepertiga malam…

Salam
Deka

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: