Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2012

Participants:
————-
Yusdeka aja, IB

Messages:
———
IB: Pertanyaan sederhana: Apakah cahaya bergerak?. Rasanya tidak!. Coba kita renungkan. Cahaya kecepatannya tetap. Dan hanya melambat ketika melalui materi. Semakin padat materinya semakin lambat. Dan lenyap ketika melalui benda hitam.
IB: Jadi cahaya itu diam saja. Dan memang ada dan meliputi semuanya.
IB: Jadi cahaya hanya ditarik atau diserap oleh kegelapan yaitu ketidaktahuan kita.
IB: Kalau bayangkan balon semesta ditiup atau dipompa dengan kekuatan tolakan “Big Bang”. Yang mengembang adalah balonnya. Sedangkan “udara” yg mengisi balon tadi. Sebetulnya tidak berubah. Udara di luar sama dengan udara di dalam balon. Udara itu kita sebut cahaya alam semesta.
IB: Cahaya itu tidak berubah. Namun ketika materi dibentuk maka cahaya ditarik masuk ke pemilik materi atau kembali ke asalnya.
IB: Sehingga cahaya itu meliputi cahaya yang tampak dan tidak tampak.
IB: Cahaya mengalirkan materi.
IB: Cahaya membawa panas (sinar matahari misalnya).
IB: Cahaya membawa informasi, bahkan semua informasi ada di dalam cahaya.
IB: Cahaya mampu melintasi apa saja. Nyata dan gaib.
IB: Cahaya… Tanpa ini kehidupan mati.
IB: Cahaya tanpa ini semua tidak tampak.
IB: Cahaya begitu ajaibnya cahaya ini. Bisa muncul dari ketiadaan. Bisa tiada dari keadaan.

Yusdeka aja: Az Zumar 22-23), yang tafsiran bebasnya: “maka apakah sama orang-orang yang telah Allah bukakan dan lapangkan dadanya untuk menerima (informasi) tentang islam, lalu dia hidup diatas naungan CAHAYA petunjuk dari Tuhannya dengan orang-orang yang tidak seperti itu. Tentu saja tidak. Sebab kalau tidak dilapangkan Allah, tidak diberi informasi melalui cahaya Allah seperti itu, maka JANTUNG orang-orang itu akan jadi membatu, menjadi gelap gulita. Dan sungguh celakalah bagi orang-orang yang jantungnya telah membatu seperti itu. Karena saat itu juga, dia tidak akan bisa lagi untuk mengingat Allah, dia tidak mampu lagi menerima pengajaran dari Allah.
Padahal Allah telah (dan selalu setiap saat) akan MENURUNKAN sebaik-baiknya perkataan, yaitu berupa KITAB yang serupa ayat-ayatnya sepanjang masa lagi berulang-ulang (tentang kisah, peringatan, keadaan, suasana). Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya ketika menerima turunnya perkataan dari Allah itu, turunnya informasi dari Allah itu, turunnya Cahaya petunjuk dari Allah itu. Debaran jantungnya juga menjadi lebih cepat. Kemudian setelah itu, kulitnya yang tadinya gemetar dan jantungnya yang tadinya berdebar keras menjadi TALINU (tenang, lembut, condong) setiap kali dia mengingat Allah. Selalu dan selalu begitu.
Keadaan dan proses yang demikian itu, gemetar, lalu talinu, adalah proses menerima petunjuk dari Allah. Begitulah cara Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang selalu mengingat Allah. Dia selalu akan memberi petunjuk kepada siapa-siapa yang Dia Kehendaki. Dan barang siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat memberinya petunjuk. Karena dalam keadaan tidak adanya petunjuk dari Allah itu, tidak ada informasi dari Allah, tidak ada cahaya petunjuk Allah yang masuk kedalam ceruk dadanya, maka dadanya akan tetap gelap gulita, jantungnya keras membatu. Oleh sebab itu, siapapun yang mencoba memberinya petunjuk, maka hasilnya tetap akan tidak ada, dan tidak berbekas.
Yusdeka aja: Pas sekali mas IB

IB: Wah nyambung ya…
IB: Akhirnya bicara ilmu dan agama ngga ada bedanya ya?
IB: Jadi aneh ngomong agama atau ngomong fisika?.

Yusdeka aja: Bedanya hanya ada yang tersungkur sujud ada yang nggak ya mas 🙂

IB: Kok sama persis.
IB: 🙂 iya.
IB: Oke. Merenung dulu. Sujud dulu ya.

Yusdeka aja: Sama mas, disini baru saja masuk waktu isya. Ah jadi kangen untuk sujud lama….

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

Participants:
————-
Yusdeka aja, IB

Messages:
———
IB: Assalamualaikum wr.wb.
IB: Melanjutkan kajian atau tafakur. Sedikit demi sedikit ternyata kajian bertambah berat. Dan kok saya semakin tidak tahu. Seperti tidak tahu mengapa sudah berapa hari ini tidak mampu menyapa. Sekali lagi assalamualaikum wr. wb.

Yusdeka aja: Alaikum salam mas IB

IB: Boleh melanjutkan lagi? Tdk banyak kok.

Yusdeka aja: Boleh mas sAya sdh istirahat dirumah ni

IB: Menelusuri kesadaran dan memasuki alam materi. Alam gelombang. Alam energy. Anehkah?. Lalu masuk ke alam ilmu?. Anehkah?. Seolah aneh dan tidak biasa. Padahal satu hal yg lumrah sangat biasa dan teramat biasa.
IB: Hal itu sudah saya lakukan bertahun-tahun. Yaitu ketika belajar ilmu Fisika. Aneh kan?. Lho kok saya sudah kenal sekali. Sudah berulang kali kesadaran saya memasuki alam ilmu. Yaitu ilmu Fisika. Kesadaran ini juga berurut ketika mempelajari materi. Yaitu mengenal materi dan zat yg meliputinya.
IB: Fisika materi melihat alam semesta sebagai kumpulan materi yg terjadi berurutan teratur sebagai sebab akibat. Bisa diibaratkan alam ini seperti jam raksasa.
IB: Kesadaran inilah kesadaran memasuki alam materi. Benda-benda harus mengikuti Hukum disini. Yang disebut Fisika Klasik. Atau mekanika klasik dg Hukum Newton. Hkm Kepler. Semua perhitungan hanya melihat Mekanika.
IB: Dalam alam material ini satu penampakan yg aneh atau gaib yg disebut gelombang. Kesadaran memasuki alam Gelombang ini melanjutkan Fisika Klasik dg teori Gelombang misalnya Snellius. Huygen. Hooke dll.
IB: Hukum Newton tdk bisa dipakai di alam Gelombang. Dan hk gelombang juga tidak berlaku. Masing-masing sesuai ketentuan.
IB: Hukum gelombang hanya menjelaskan gelombang. Seolah kedua hal tersebut dua hal yg beda. Bertolak belakang.
IB: Melanjutkan ilmu maka Fisika berkembang menjadi Fisika Modern. Yang bercabang dua yaitu Fisika Quantum, dan Relativitas Einstein.
IB: Relativitas Einstein mampu menjelaskan alam semesta. Menjelaskan perubahan materi dan energy. Dengan postulat Einstein maka kesadaran kita mampu memasuki alam energy.
IB: Materi pada hakekatnya merupakan bentuk-bentuk energy.
IB: Disisi lain Fisika Kuantum lebih menggebrak kesadaran. Memporak-porandakan pondasi ilmu.
IB: Fisika kuantum mengubah peradaban ilmu manusia. Melahirkan perubahan teknology yg luar biasa.
IB: Prinsipnya kita memasuki kesadaran atau alam sub atomik. Alam yg sangat kecil. Lalu mengamati benda yg terkecil disitu. Ternyata benda itu bisa real dan bisa gaib. Tergantung kesadaran pengamat yg mengamatinya.
IB: Pengamat menetukan hasil pengamatan. Atau hasil itu tidak ada kalau tidak diamati. Dan dipilih.
IB: Secara sederhana bisa dikatakan. Sesuatu itu tidak ada sebelum ada pengamat. Lalu mendadak muncul dari ketiadaan ketika mulai diamati.
IB: Kondisi ini yang saya maksudkan sebagai alam informasi. Atau alam kehendak. Sesuatu ada, dan yang ada adalah potensi menjadi ada. Atau seperti muncul tiba-tiba dari ketiadaan.

Yusdeka aja: Exactly mas IB.

IB: Sampai disini fisika kebingungan dg istilah.
IB: Jadi kesadaran kitalah yg menentukan mau diletakkan dimana. So…it is simple.
IB: Tdk ada bedanya antara teori Fisika dan makrifat.
IB: Kesadaran alam fisika dan alam-alam makrifat. Padahal waktu belajar fisika nanut dan nurut. Waktu diberi tahu lewat agama kok ngotot nggak percaya ya?.

Yusdeka aja: Ha ha ha…, biasanya karena saling jaga gengsi masing-masing. Ahli agama jaga gengsi, dan ahli fisika juga jaga gengsi. Padahal yang terlihat dan yang akan dibicarakan hal dan keadaan yang sama…

Bersambung…

Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

Participants:
————-
Â¥usdeka aja, IB

Messages:

———
IB: Assalamualaikum wr.wb. Sore sore menjelang malam. Tidak seperti biasanya sore ini ada sedikit daya untuk melanjutkan. Sedikit saja. Tapi bisa juga banyak. Mari kita lanjutkan saja perjalanan menembus alam-alam itu.
IB: Setiap ada ada dualitas yg meliputinya. Materi ada siang malam gelap terang dsb. Energy ada panas dingin dsb. Demikian pula alam ilmu ada dualitas baik buruk.

Â¥usdeka aja: Lanjut mas
IB: Ilmu dimana ilmu itu?. Milik siapa?. Bagaimana bentuknya, dimensinya. Namun lihat realitas alam ilmu ini. Peradaban manusia telah digelar.
IB: Realitas ilmu menjadi sebuah teknologi. Kemajuan. Perkembangan ilmu pengetahuan luar biasa.
IB: Namun akhirnya mengerucut menjadi dualitas lagi positif negatif. Baik buruk.
IB: Dua sisi berlawanan yg kadang sulit dibedakan. Maka peperangan peradaban mulai digelar. Perang kesadaran. Yang berujung kepada material dan spiritual. Dua kutub yang selalu berperang dengan cara dan metode beda.
IB: Lalu bagaimana ketika kita masuk ke alam ilmu?. Lalu kita jumpai ilham kefasikan dan ilham ketakwaan?. Maka tinggalkan alam ilmu. Masuki alam lebih tinggi seperti cerita saya kemarin. Hanya mampu dengan bantuan sholawat memasuki alam sebelum menjadi ilmu atau sebelum membentuk informasi.
IB: Kemarin mas Deka menjelaskan alam ini. Saya lupa namanya. Alam ini harus dimasuki dengan syahadat. Alam syahadat. Namun saya pakai istilah alam kehendak atau alam potensi. Dimana akan mampu terbaca kun atau kehendak Allah yang belum membentuk dualitas.
IB: Kalau kita berada di alam dualitas maka akan memiliki rasa tergantung yg kita hadapkan. Baik buruk. Benar salah. Yang akan memiliki kutub dan akan menyebarkan radiasi.
IB: Kita ingat informasi menjalar dlm bentuk energy. Energy elektromagnetis misalnya ketika menguat bisa menjadi Laser. Bisa membawa jutaan informasi serat optis dsb.
IB: Ketika kita masuk di alam ilmu untuk membaca informasi maka sudah terlambat untuk melepas pengaruh radiasi kutub positif negatif dan kita terbawa radiasi rasa.
IB: Maka harus masuk ke alam kun atau kehendak yg masih berupa kode. Entah itu kode DNA atau kode atom. Atau lebih kecil lagi.
IB: Kesadaran ketika masuk kesini. Seperti yg saya rasakan kemarin. Tidak mendapatkan rasa apapun. Tidak ada lagi dualitas. Tidak ada apapun.
IB: Namun setelah kembali dari alam ini masuk terbawa oleh energy. Seolah kita tidak merasakan apapun.
IB: Berubah menjadi getaran dan meliputi seluruh kesadaran. Meliputi alam energy kita. Meliputi alam materi kita. Berada di semua kesadaran. Baik itu kesadaran akal. Kesadaran jiwa dan kesadaran ruh. Informasi ini ada dalam sebuah dimensi “keyakinan”.
IB: Meliputi semua kesadaran dan diatas semua alam.
IB: Kira-kira demikian perjalanan kemarin. Dan informasi itu berupa rasa tahu yang selaras dengan kehendak Allah.
IB: Ada orang yang tidak tahu dan dia tidak tahu kalau tidak tahu. Ada yang tahu kalau tidak tahu.
IB: Ada yang tidak tahu kalau dia tahu. Dan ada yang tahu kalau dia tahu. Diatas itu ada yang tahu dan sadar kalau dia selaras dengan kehendak Allah.
IB: Dengan masuk ke alam kun (kehendak) ini kita bisa selaras tanpa perlu usaha apapun. Karena belum ada dualitas. Yang ada adalah selaras.
IB: Sayang rasa tahu atau informasi (kun) ini bukan kehendak kita. Jadi kita hanya diperjalankan atau dipersilahkan masuk dan diberi kun ini. Dan tidak memiliki arti atau rasa apapun ketika diterima. Namun ketika keluar dari alam tersebut baru berwujud energy.
IB: Inilah modal dasar kita dalam era perang informasi yg sedang akan mulai terjadi atau tengah terjadi. Perang kesadaran yang akan menghancurkan jiwa. Saya pernah mengalaminya dahulu.
IB: Oke. Kira-kira bagaimana pandangan mas Deka. Ini saya coba menulis ulang perjalanan kemarin itu.
IB: Ada satu sisi yang belum mampu saya amati yaitu ketika kun akan berubah menjadi sebuah informasi. Bagaimana mengamatinya karena tdk ada apa-apa.
Â¥usdeka aja: Inilah yang namanya refreshing mas IB. Saya membaca uraian mas IB ini, seperti ikut arus sungai menuju lautan saja. Ikut arus yang pernah saya alami. Tapi masuknya kok lebih dalam gitu ya.
IB: Mungkin karena saya mengamatinya dg serius.
IB: Atau mungkin karena saya baru kali ini mengamatinya. Banyak kemungkinan. Mungkin juga tidak seperti itu.

Â¥usdeka aja: Iqraa itu artinya membaca sesuatu sampai kita dimengertikan ‘keadaannya’ dengan tepat, sehingga kemudian kita bisa membahasakannya dengan bahasa kita sendiri,
Â¥usdeka aja: Syaratnya hanya dengan tidak membawa bawa pengetahuan kita yang sudah ada. Harus mulai dari wilayah ketidaktahuan murni yang seperti mas IB lalui. Lalu Allah sendiri menganugerahkan pengetahuan itu kepada kita dengan jalan memasukkan kita kedalam keadaan tentang apa yang akan diajarkan Allah kepada kita. Dan setelah itu selalu ada pertanyaan yang sangat mendasar: “bukankah Aku Tuhanmu???”. Sehingga jawaban kita mau tidak mau ‘benar ya Allah..’
Â¥usdeka aja: Sesederhana itu islam sekarang yang saya pahami mas IB.

IB: Benar. Saya menyaksikan hal yg sama.
IB: Oke. Besok dilanjutkan lagi mas. Terima kasih.

Â¥usdeka aja: Oke disini juga sdh mau magrib. Salam buat keluarga semua::)

IB: 🙂

Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

IB: Saya coba menceritakan kejadian kemarin saat terakhir kita chating.
IB: Diam menunggu….
IB: Mendadak timbul sebuah kejutan. Getaran yang mengguncang…. Saya ikuti tenang… Terasa tubuh melayang…
IB: Terus….terus…nyaman..
IB: Beberapa kali diam… Tidak mampu naik. Lalu kembali berguncang oleh getaran… Dan mampu naik. Terasa adalah ketenangan dan kesejukan. Kekosongan. Tapi terasa masih di alam materi. Sampai di ujung alam tidak mampu naik. Lalu ada yg berbisik untuk sholawat. Lalu saya ikuti. Tubuh kembali bergetar oleh sebuah energy. Lalu seolah yang ada hanya energy dan energy. Rasa dan rasa. Lalu seperti ada bisikan untuk mensucikan Allah…
IB: Lalu entah apa yg ada. Namun saya hanya tahu muncul sebuah keyakinan kuat akan tugas saya.
IB: Kehendak itu mampu dikenali dan diamati dalam wujud energy yg berupa getar atau gelombang dan ada di dalam hati.
IB: Tugas khusus yg harus saya lakukan. Sebuah keyakinan yang jauuuh menghujam jantung. Hati. Atau apapun itu dalam sebuah tekan. Ini tugas “khusus” untukku. Disamping tugas sebagai hamba yg umum tentunya yaitu menyembahNya. Tetapi tugas ini seolah sebuah desain yg hanya pas untukku. Dan untuk itulah aku diciptakan.
IB: Tugas itu hanya sebuah tugas biasa yg sangat biasa. Betul-betul biasa. Tapi seolah ada serah terima khusus untuk melaksanakan tugas itu dengan suka rela.
IB: Dan tugas khusus ini rasanya pernah kita diskusikan dahulu namun saat itu saya tidak tahu (tidak yakin). Mungkin saja masih sama tapi yg beda adalah “keyakinan”.
IB: Demikian kisah kemarin saat terakhir chat itu.
IB: Setelah proses penerimaan selesai. Disaat tenang. Diam. Pasrah. Menyerah. Ada sebuah energy yang muncul. Tapi anehnya seperti mengurut seluruh tubuh. Saya dipaksa “ngulet” atau meregang atau menggeliatkan seluruh tubuh beberapa menit. Lalu terasa sebuah kesegaran jasmani yg luar biasa.
IB: Saya mengucap syukur Alhamdulillah.
IB: Demikian kisah kemarin dan sebagian kecil perbincangan saya dg anak saya. Oke.
IB: Tersebut mas.

Â¥usdeka aja: Itulah alam tahiyat, alam syahadah. Alam yang sudah sangat lama tidak dimasuki oleh umat manusia.

IB: Boleh cerita tentang alam~
IB: Alam tahiyat dan alam syahadah.
IB: Memang setelah sholawat saya bersyahadat dan tasbih.

Â¥usdeka aja: Kalau sudah begitu kita manusia ini seharusnya masing masing punya MIHRAB. Tempat dimana kita berduaan dengan Allah, tapi secara ruhani sebenarnya kita sedang bersama sama dengan Rasul-rasul Allah dan orang-orang shaleh.
Â¥usdeka aja: Untuk saling beresonansi, saling mendoakan, saling tolong menolong, semuanya untuk membesarkan Allah…
Â¥usdeka aja: Saat itu juga sebenarnya akan ada proses serah terima tugas kita dari Allah dengan sangat santun, penuh keridhoan, dan cegleg, sehingga kitapun bisa menjalankan tugas itu dengan penuh kesukacitaan.

IB: Ternyata yg saya fahami sama dg yg dijelaskan ini. Tidak aneh-aneh. Dan sederhana saja.
IB: Sekali lagi benar itu yg saya rasakan.

Â¥usdeka aja: Satu jam lagi, saya ‎اِنْشَآءَاللّهُ akan mengadakan pelatihan shalat di Cilegon mas IB. Doa kan saya…

IB: Selamat bertugas. Doa saya selalu. Apa yg saya tulis juga sudah selesai.

¥usdeka aja: 🙂

Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

IB: Ijinkan kembali melanjutkan kontemplasi/tafakur alam ini. Dan ijinkan saya untuk membahas hasil perbincangan dengan anak saya. Karena cukup banyak maka saya ambil yang penting dan yang sesuai dg bahasan kita.
IB: Ass.wr.wb. Memulai hari baru. Alhamdulillah. Nafas masih digerakkan. Kesadaran masih ditiupkan bersama keberadaan nafas. Menyaksikan seluruh semesta. Dari benda yang paling besar dari keberadaan alam ini sampai benda terkecil. Dari benda-benda yang diketahui sampai benda-benda yang tidak diketahui. Semua benda menjadi nyata ketika ada dalam kesadaran dan disadari keberadaannya.
IB: Mengulang sekilas yg kita bahas kemarin tentang alam (dimensi) dan perwujudan dimensi lebih tinggi di dimensi lebih rendah untuk membahas apa yg akan disajikan pagi ini.
IB: Apa yang nampak di alam ini ada dua dimensi yaitu materi dan energy. Hanya belakang ini dimasukkan satu dimensi terpenting dalam ilmu pengetahuan yaitu: informasi.
IB: Penampakan energy di alam materi dalam wujud gelombang. Karena gelombang inilah wujud energy di alam materi.
IB: Dimensi lebih tinggi dari energy adalah dimensi atau alam ruh. Penampakan alam ruh ini di dimensi energy adalah berwujud informasi. Informasi yang dikumpulkan dan dibakukan kita sebut ilmu. Maka perwujudan alam ruh ini adalah ilmu atau alam ilmu. Alam ilmu inilah yg terus dikembangkan. Inilah yg terus dijaga oleh Sang Pencipta.

Â¥usdeka aja: Nyimak mas IB:)

IB: Oke.
IB: Dia akan memberi petunjuk kepada hambaNya yg merelakan diri untuk menjadi “juru bicara”.
IB: Sekedar info saja dahulu. Posisi belajar dan posisi mengajar bukanlah siapa yg banyak bicara dan bukan siapa yg sedikit bicara. Tetapi siapa yg mampu menempatkan posisi jiwanya sebagai pelajar di hadapan Allah. Bisa jadi yg bicara akan lupa dan yg mendengar akan ingat karena Allah yg akan menempatkan posisi ilmuNya berdasarkan bagaimana jiwa kita berada di hadapanNya. Menjadi guru atau murid. Karena Dialah Pembimbing Sejati.
IB: Oke dilanjutkan dahulu.
IB: Di atas informasi yang ada adalah kemungkinan dalam bahasa pemrograman 0 dan 1 yang akan menjadi bahasa binner.
IB: Dari 0 dan 1 ini muncul bahasa-bahasa yg ada Fortran, unix dsb. Dimensi kemungkinan ini atau lebih enak dan pasnya disebut: Potensi.
IB: Potensi ini adalah wujud dari sebuah: Maha Kehendak. Yang disebut KUN. Maka alam yg lebih tinggi adalah Alam Kehendak atau Alam KUN. Alam KUN ini meliputi seluruh alam-alam yg ada. Alam Malaikat. Alam Ruh. Alam Energy. Alam-alam lain di bawahnya.
IB: Kalau urutan dibalik maka adanya Alam Kehendak mampu diketahui atau ada ketika ada Alam Potensi atau mewujud alam potensi-potensi yang ada di alam-alam di bawahnya. Adanya potensi ini terjadi karena sebuah kehendak.
IB: Adanya potensi ini yang membuat informasi atau pembeda yang mewujud dalam alam ilmu.
IB: Informasi yang ada di alam yang sudah memiliki program awal (kehendak asal) akan mewujud menjadi energy ketika mengalir (atau berpindah atau dibedakan atau apapun istilahnya).
IB: Perpindahan energy ini akan berwujud dalam bentuk gelombang di alam materi.
IB: Ketika kita memasuki alam lebih tinggi mau tidak mau mengikuti urutan. Tentu saja apapun istilahnya. Namun intinya tingkat perubahan dimensi ke dimensi lebih tinggi. Berdasarkan pemahaman. Karena ini juga hanya sebuah penyederhanaan. Dan ketika mampu mencapai alam kehendak (artinya mampu menerima kehendak Allah) maka proses kembalinya juga melewati alam yg sama yaitu melalui alam energy dalam bentuk getaran atau gelombang dan mampu diamati atau dirasakan.
IB: Demikian sekilas mengulas pembahasan kemarin.
IB: Dan sekarang saya mau kembali memasuki pembicaraan dg anak saya. Kali ini dia membicarakan sebuah kejadian atau benda atau apapun istilahnya yaitu “black hole”.

Â¥usdeka aja: Oke nyimak terus nih mas IB

IB: Dia tanya apa itu dan pernahkan kita mencoba tahu. Ada sesuatu yg menarik.
IB: Oke saya lanjutkan ya.
IB: Black hole adalah batas ketidaktahuan dan tahu kita tentang alam. Batas yg bisa kita tahu dan tidak mungkin tahu. Setelah saya simak dan renungkan maka banyak sekali yg bisa kita misalkan dg jiwa kita. Oke saya lanjutkan perbincangan itu sebelum masuk ke masalah jiwa ya.
IB: Black hole adalah sebuah materi yg tidak memiliki ruang. Dan tidak memiliki energy panas. Dia bisa jadi bintang yg mati.
IB: contoh sederhana kalau bumi karena sebuah kekuatan lalu mengkerut menjadi sebesar kacang maka akan menjadi black hole. Kalau matahari kehilangan panasnya maka akan menjadi black hole. Ketika telah menjadi materi semua maka tiada lagi ruang. Karena mampat.
IB: Yang dimilikinya adalah gaya gravitasi atau gaya tarik atau gaya hisap sehingga apapun yang masuk akan terhisap dan tidak ada informasi yang keluar.
IB: Termasuk cahaya yang melewatinya akan masuk dan tidak akan mampu keluar. Karena telah menjadi inti materi.
IB: Bayangkan kondisi ini. Maka cahaya apapun akan lenyap. Tidak mampu lagi memantulkan cahaya ini. Saya pernah membahas sebelum ini dalam tulisan bayang-bayang dan benda hitam. Namun tidak tahu bagaimana jiwa berubah menjadi benda hitam.
IB: Itu yg dijelaskan. Lalu saya sedikit merenung persamaan jiwa kita. Ketika jiwa kita telah kehilangan “energy asli” atau panas bawaan yg disebut ruh. Maka jiwa telah menjadi materi atau inti materi. Sehingga jiwa telah membentuk menjadi black hole.
IB: Ternyata inilah penjelasannya. Ketika jiwa mulai kehilangan “fuel” panas atau ruh-nya tertutup maka seperti matinya matahari. Akan menjadi “black hole”. Kalau sudah terjadi seperti itu siapa lagi yg mampu menghidupkan matahari yg mati?.
IB: Oke sekilas mengaitkan diskusi dg anak saya dg pemahaman “benda hitam” dahulu. Ternyata sebuah kelanjutan pemahaman.
IB: Dia melanjutkan. Ketika cahaya melalui black hole maka cahaya itu seolah melambat dan berubah menjadi merah memudar dan hilang. Atau dimisalkan lagi kalau ada seorang astronot terbang menembus blackhole maka dalam pengamat orang yg melihat seolah melambat dan melambat lalu berubah menjadi cahaya merah dan perlahan meredup sedikit demi sedikit.
IB: Saya coba mengkaitkan dengan pemahaman saya yg pernah kita diskusikan tentang cahaya merah di waktu senja. Mungkin masih ingat. Cahaya merah itu adalah cahaya matahari yang sedang menghilang menuju kegelapan. Cahaya yang menuju ketiadaan dari pandangan pengamat. Saya tuliskan saat itu sebagai sebuah pertanda akan hilangnya cahaya.
IB: Apa yg tengah dijelaskan ini adalah hilangnya cahaya menuju blackhole.
Â¥usdeka aja: Ingat sekali mas IB.

IB: Alhamdulillah.
IB: Kalau dimisalkan hati/jiwa yg menghitam?. Bayangkan. Maka pertanda awalnya adalah cahaya merah.
IB: Apakah cahaya merah itu?.
IB: Ternyata cahaya putih yang akan menghilang. Yang akan terserap dan lenyap.
IB: Cahaya merah jiwa saat itu saya misalkan adalah kesombongab. Dan bentuk lainnya adalah kemarahan. Atau panasnya jiwa. Cahaya merah adalah panas. Disini sedang musim dingin dan saya pakai heater (pemanas ruangan) pakai lampu neon merah …ha..ha….
IB: Oke demikian sekilas dahulu.

Bersambung…
Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

Participants:

Â¥usdeka aja, IB

Messages:

IB: cerita ini terkait dengan cerita kemarin tentang anak saya yg mendapat “aliran informasi”.
IB: Kalau saya duduk di alam materi. Maka saya meyakini bahwa anak saya telah belajar dari tv. Dia anak yg cerdas. Mampu memahami sesuatu. Saya saja yg tidak pernah tahu. Selama sebelas tahun kok baru sekarang tahu.
IB: Lalu kalau saya meningkat memasuki alam energy maka saya meyakini adanya JIN atau MAKHLUK HALUS atau REINKARNASI. Dll.
IB: Kalau memasuki alam ruh. Nah alam ruh ini ketika memasuki alam yang lebih rendah harus juga mewujud. Kalau energi menjadi gelombang. Maka alam ruh ini menjadi ilmu atau informasi.
IB: Kesadaran ketika dimasuki ilmu sebetulnya sedang memasuki dimensi ruh.
IB: Jadi ketika saya memasuki alam ruh. Maka saya meyakini adanya aliran informasi yg sedang diturunkan melalui anak saya.
IB: Demikian pula apa yang sedang kita lakukan. Aliran informasi.
IB: Ilmu itu diatas dualitas yaitu baik buruk. Dualitas ada dalam dimensi atau alam energi. Panas dingin, dsb.
IB: Ketika ilmu mewujud dalam dimensi atau alam energy. Maka terjadi dualitas. Informasi positif dan informasi negatif atau pembeda.
IB: Sesuatu yang membedakan energy adalah ilmu.
IB: Jadi ketika alam ilmu mewujud dalam alam energy maka menjadi pembeda.
IB: Yang membedakan energy angin. Energy panas. Energy matahari dan masih banyak pembeda lainnya. Padahal hakekat energy hanya satu. Hanya berubah bentuk saja.
IB: Alam ilmu ketika mewujud ke alam energylah yang “seolah” merubah bentuk energy ke bentuk lain.
IB: Kesadaran kita mampu berada di alam ini. Sayangnya dualitas materi dan energy merupakan hijab yg sulit ditembus.
IB: Ketika kesadaran memilih alam materi. Maka energy akan lenyap dari pengamatan.
IB: Ketika kesadaran memilih alam energy maka materi akan lenyap dari hadapannya.
IB: Maka seharusnya memilih alam ruh (dalam wujudnya alam ilmu).
IB: Karena alam ruh inilah yang mampu berada dalam keseimbangan sebagaimana cahaya dan dualitas partikel-gelombangnya.
IB: Dia bisa berubah menjadi gelombang ketika lewat hampa udara. Dan berubah menjadi partikel ketika melewati air.
IB: Atau melewati udara dan media-media yang lain.
IB: Kita masuki diri kita. Kalau saya memilih raga (materi) sebagai jati diri maka jiwa (energy) akan hilang dari kesadaran saya.
IB: Maka akibatnya saya menjadi materialis sejati. Melupakan spiritual.
IB: Kalau saya hanya memilih jiwa (spirit) sebagai diri saya. Maka materi hilang dari kesadaran saya. Maka saya akan menjadi seperti Bu Kek Siansu yg mas Deka katakan kemarin. Atau menjadi pertapa. Dsb.
IB: Kita sangat sulit melepas dualitas materi-energy ini. Tidak mungkin atas usaha sendiri. Hanya atas pertolongan Allah. Karena harus masuk ke alam ruh.
IB: Sedangkan alam ruh adalah “misteri” atau ilmu yang hanya Allah yang tahu.
IB: Dan sifatnya juga privacy. Atau hubungan pribadi jiwa kita kepada Allah.
IB: Agar Allah mampu mempersilahkan menangkap hakekat dari sesuatu yg terjadi baik di alam materi maupun di alam gelombang.
IB: Jadi saya memasuki alam ruh untuk memahami fenomena atau akibat yg terjadi pada anak saya. Jawabnya sederhana. Aliran informasi. Ketika receiver mampu menangkap signal (gelombang) pada frekuensi yg pas. Maka itulah yg terjadi. Dia bisa bercerita apa saja dari signal itu. Persis seperti radio dan tivi. Dan sebaiknya ada yg merekam. Lebih baik lagi dia sendiri ikut merekam (menjadi saksi).

Â¥usdeka aja: Dan juga untuk berhubungan dengan alam ruh itu sendiri. Alam malaikat dan alam orang orang shaleh

IB: Menarik pemahaman. Tujuan utama Tuhan adalah Alam ruh ini. Seperti yg dijelaskan alam malaikat dan alam orang shaleh. Yaitu sebuah alam tanpa waktu.
IB: Dimensi yang lebih tinggi diatas dimensi ruang-waktu. Kita sudah membahas ini.
IB: Bisa jadi dimensi ruang-waktu. Yaitu materi-energi ini hanya sebesar bola pingpong dalam dimensi ruh.
IB: Jadi keseluruhan pemahaman ini sepertinya saya didudukkan untuk memahami semua tulisan mas Deka yg terakhir.
IB: Lalu sayapun jadi ingin mengucap Assalamualaikum pada ruang atau alam ruh yang tengah mas Deka masuki ini. Semoga sayapun bisa sering mampir disini. Insya Allah.
IB: Demikian semua garis besar pemahaman yg saya dapat pagi ini sampai kejang kesetrum.
IB: Ada tanggapan?. Ada yang salah? Atau kurang tepat?. Silahkan dan mohon dijelaskan.

Â¥usdeka aja: Ucapannya hanya “SALAMUN QAULAN MIRRABBIRRAHIM”. Coba mas IB terima ucapan saya ini.

IB: Setelah saya terima. Badan mengejang lagi. Seperti kesetrum. Lalu ada rasa tenang. Damai sejuk mengalir di dada. Dan selanjutnya diminta menunggu.

Â¥usdeka aja: Saya juga tinggal diam mas

IB: Selesai. Mau mendengar apa yang terjadi baru saja?.
IB: Akan kita sambung nanti. Untuk sementara ini selesai dahulu. Hanya ada yg mendorong saya memberi contoh nyata bagaimana realitas orang yg berada di alam tsb. Dalam contoh bidang kerja saya. Yaitu explorasi minyak dengan menggunakan gelombang seismik. Yaitu menggunakan dinamit sebagi sumber gempa buatan yang gempa kecil menjalar dalam bentuk gelombang yang disebut gelombang seismik. Yang menjalar menembus perut bumi dan dipantulkan lagi ke perut bumi dan direkam.
IB: Realitas materi adalah gempa. Perubahan bentuk bumi akibat aliran (penjalaran) energy yang ketika bergerak menembus bumi disebut gelombang seismik.
IB: Ada beberapa orang yg bekerja di lapangan sebagai pengamat. Masing-masing mengamati hal yang sama. Dari pengamatan materi. Pengamatan gelombang. Dan terakhir informasi.
IB: Pengamat kasar (kuli) hanya merekam jam kejadian dan merasa ada getaran. Itu bagian observer. Merekam apa yg mampu dilihat.
IB: Lalu ada processing geofisis yaitu bagian yg mengamati gelombang. Menganalisa. Memproses dan menggambarkan bentuk gelombang yg mampu dibaca (kebetulan ini bidang keakhlian saya). Dan yang terakhir adalah interpreter atau bisa geologis. Yaitu seorang yang mampu membaca informasi dari gelombang ini. Bagaimana bentuk bumi. Apa kandungan isinya. Bagaimana sejarah terjadinya. Apa manfaat yg bisa diambil. Sehingga ditentukan di bor untuk menggali minyak bumi.
IB: Ketiga contoh orang tersebut adalah contoh orang yg mengambil jati diri materi. Gelombang. Atau ilmu. Tentu ada jembatan yang mampu melintas diantara mereka dlm sebuah harmoni.
IB: Nah contoh ini yg harus dikaji. Allah memberikan pengajaran melalui hal yang bisa diterima akal kita. Apabila tidak maka akan didustakan. Jadi pengajaran pasti melalui hal yang nyata dan biasa saja. Terima kasih sudah berjalan bersama dalam pengajaran Allah ini. Untuk kisah yang terjadi akan dikisahkan nanti. Insya Allah.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

Participants:

Â¥usdeka aja, IB

Messages:

IB: Segala puji bagi Allah yg masih memberi kesadaran menghirup nafas pagi ini. Salam sejahtera mas Deka. Semoga Allah masih menurunkan ketenangan, keteduhan dan kedamaian hati.
IB: Tadi malam ada yg aneh yaitu “keinginan diri” untuk melanjutkan chat dg mas kuat namun ada yg “kosong” ada yang tidak ada, sehingga saya tidak mampu menulis. Bahkan tidak mampu memegang hp untuk chat. Yaah lalu lebih baik saya tidur. Namun keanehan itu masih ada dlm fikiran saya.
IB: Bangun pagi ini. Segar dan nyaman penuh kesadaran. Namun mendadak badan seperti kena strum listrik tegangan tinggi. Mungkin dua kali atau mungkin lebih. Badan seperti bergetar atau menggeletar keras. Seluruh tubuh kejang.
IB: Anehnya lalu mengalir pemahaman. Benar mengalir. Seperti aliran air yg lembut. Mengalir perlahan. Dan anehnya yg dialirkan kali ini semua hal tentang mas Deka atau yg telah mas deka tuliskan belakangan ini. Yaitu mengenai beberapa dimensi atau alam. Alam materi. Alam gelombang. Alam ruh dan alam ilmu.
IB: Kesadaran saya seperti didudukkan pada keadaan masing-masing alam tersebut. Merasakan. Mengalami. Dan pemahaman itu langsung der…der..der. Saya tahu. Saya mengerti. Saya faham. Apakah kefahaman saya sama dg mas Deka tidak menjadi soal. Bagi saya tentu yg pas dan sesuai dengan kondisi dan keadaan saya. Keperluan dan tujuan keberadaan saya yg akan diberikan Allah sekarang atau nanti.
IB: Der….der…der saya telah duduk di ruang mas Deka. Oh begitu… Oh itu maksud sebenarnya.
IB: Agar lebih jelas maka lebih baik saya jelaskan urutan kejadian dan pertambahan pemahaman. Mungkin berguna bagi yg lain. Mungkin inilah tujuan pembelajaran kita. Akan saya mulai.
IB: Seperti saya jelaskan saya tidak mampu menuliskan apapun kpd mas Deka semalam. Sementara kehendak ada dan daya atau energy ada. Namun ternyata ada yg kosong yaitu aliran informasi.
IB: Tidak ada ilmu atau pembelajaran yg diperlukan malam tadi. Akhirnya saya baru benar-benar menyadari satu hal. Yaitu ternyata ada “sesuatu” yg yg membuat saya menulis untuk chat ini. Sesuatu itu bisa dimaknai sesuai alam yg akan saya masuki. Sesuatu itu seolah saya tapi sepertinya juga bukan saya. Dan itu tergantung alam yg saya masuki.
IB: Akan saya masuki alam-alam yg saya maksudkan ini dahulu. Agar lebih jelas apa yg saya maksudkan. Ternyata diri saya ini paling tidak berada di tiga alam. Dan saya bisa masuk di tiga alam ini. Pertama alam materi. Kedua alam gelombang menurut istilah mas Deka tetapi saya lebih sreg dan lebih pas dengan istilah alam energi.

IB: Diatasnya lagi adalah alam ruh.
IB: Alam lebih tinggi ini bisa meliputi alam lebih rendah. Alam gelombang (energi) bisa meliputi alam materi.

IB: Alam ruh meliputi dua alam dibawahnya. Alam energi dan alam materi. Diatas alam ruh ini adalah alam kesadaran atau alam ilmu menurut mas Deka.

Â¥usdeka aja: Betul mas, energi, tapi saya masuknya dari gelombang. Seperti masuk ke ujung gelombang

IB: Iya. Tepat.
IB: Di ujungnya gelombang yg membuat gelombang ada adalah energy.
IB: Gelombang ada dalam alam materi.
IB: Jadi gelombang adalah penampakan materi atau akibat yg terjadi pada materi karena energy. Misalnya energy batu jatuh di air tenang melimbulkan gelombang air.

Â¥usdeka aja: Yap…:)

IB: Ketika alam energi memasuki alam materi harus berubah wujud.
IB: Oke. Melanjutkan cerita dahulu ya.

Â¥usdeka aja: Nyimak saya mas

Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: