Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2010

Yth. Pa Deka, ga terasa sudah satu minggu berlalu…ini hanya penasaran aja kalau tidak cerita Pa Deka..

Seharusnya saya dan suami ada shilatun malam ini di tempat yang sama akan tetapi kami sekeluarga lagi mendapat berkah terkena sakit mata semua….

Pa Deka saya bertanya ke temen2 deket apa setiap shilatun atau penguatan apa selalu diberi sensasi ? rata2 jawabnya tidak !, tapi saya tidak mempermasalahkan ini karena niatnya juga karna Allah semata waktu di Pakuhaji bulan lalu semua lagi asyik tiba2 saya seperti berada duduk di ombak putih, gelombang dahsyat tapi saya merasa tenang aja ga ada rasa takut.

Akan tetapi kemarin waktu sama Pa Deka (saya duduk paling depan ditengah) dari awal hingga akhir selalu merasa ingin menggapai Allah SWT terlebih lagi tambah dahsyat di session ke dua dan sensasi ini terjadi pada saat Pa Deka mengumandangkan Adzan dhuhur disitu terjadi. Biasanya saya memejamkan mata tapi kemarin buka mata.

Subhannallah saya melihat sebuah pintu besar sekali warna putih… berhurufkan bahasa Arab tapi saya tidak mengerti artinya dan pintu itu tiba2 terbuka satu pintu (maksud saya satu pintu, tapi pintunya dua) pelan-pelan terbuka dan seluruh pintu itu diliputi seperti asap, dan mengalir air seperti air bah tapi bukan air. Lebih tepat air yg berupa sinar, cahaya mengalir deras sementara kita…..dibawahnya semua orang berdesakkan ingin mencapai dan menggapai pintu itu.

Ya… Alhamdullilah saya hanya bisa memaknainya sebagai pintu Illahi yg penuh dengan sinar kebahagiaan dari Allah, dan itu berlangsung cukup lama selama Pa Deka mengumandangkan Adzan.

Alhamdullilah setiap denger Adzan saya selalu teringat pintu itu dan cepet2 ambil air wudhlu biasanya kalau kagok yaa….. last minutes he…he… ada pergerakan disitu lebih baik ….sedikit… bagaimana menurut Pa Deka ?

Hamba Allah, Bandung.

Komentar Deka;

Alhamdulillah, Ibu telah diperkenankan oleh Allah untuk mendapatkan bonus “penglihatan” dalam acara tersebut. Bersyukurlah kepada Allah.

Namun selajutnya tetaplah berada pada pakem bahwa:

“Lewati semua yang datang dan yang pergi…
Abaikan apapun yang datang melambai-lambai kepadamu.
Karena semua itu akan menghalangimu untuk saling pandang memandang dengan Tuhanmu.

Teruslah engkau berjalan, dan merendah.
Teruslah…
Sampai Allah memberi izin kepadamu untuk memangil-Nya dengan sebutan yang sangat menggetarkan: Ya Ilaahi…, Ya Ilaahi.
Dan kemudian Allah pun berkenan pula memanggilmu dengan panggilan yang sangat mesra: Ya Ruhii…, Ya Ruhii…, Wahai Ruh-Ku…, Wahai Ruh-Ku…”

Allahumma shalli ‘ala Muhammad
Wa ‘ala ali Muhammad…

Salam
Deka…

Iklan

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: