Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2013

http://quranicaudio.com/quran/1

Subhanallah…

The best reciter I have ever heard…

Read Full Post »

Sekilas Jalan Pulang…

Aku hanya melantunkan kidung
Kidung yang kudengar dari alam…
Kadang kudengar tangisan alam
Kudengar keluhan atas sikap manusia kepadanya..
Sadarkan manusia telah menyakitinya
Alam semesta adalah makhluk juga
Hanya kita tak mendengar suara mereka
Tak mendengar tasbih mereka
Tak mendengar pujian atau keluhan mereka
Atau tepatnya tak memperdulikan mereka
Pernahkah kita perduli dan terusik
Saat binatang dibantai dan disiksa
Saat alam dihancurkan dan dinodai
Bahkan sesama manusia dibantai
Tak meninggalkan rasa sedikitpun
Hanya karena mereka berbeda cara
Berbeda cara menyembah Tuhan

Bukan kita yang memberi petunjuk (hidayah).
Tetapi tugas sang pencipta yang memberi hidayah…
Kita hanya mengabarkan…
Kita hanya memberi contoh
Memberi suri tauladan..
Menerapkan jalan Tuhan
Yaitu budi pekerti dan akhlak mulia
Kepada diri sendiri dan sesama
Dan juga alam semesta

Sedangkan semua syariat dan ibadah
Adalah cara atau metode atau latihan
Atau langkah hidup kita untuk
Mendapatkan jalan lurus untuk kembali
Maka hanya bersyukur
Dan berusaha sepenuh keyakinan
Bahwa itulah jalan terbaik
Jalan pulang..jalan kembali sang nafas..
Dalam setiap gerak nafas… dalam kesadaran seperti proses tidur..

Tidur adalah pulang…
Tidur memang tidak ada rasa apapun..
Namun saat sadar atau bangun terasa nikmatnya tidur..
Tapi bila ditanya tak ada yang bisa menjelaskan seperti apa rasanya…
Namun bila tidak bisa kembali tidur
Maka terasalah semua siksa derita…
Rasanya hanya ingin kembali tidur..
Sadar sekian lama justru sangat menyiksa
Rasanya ingin kembali..
Maka semua jiwa yang sakit rasanya ingin kembali..
Semua yang tersiksa ingin kembali pulang..

Maka sang aku yang bertugas mengelola
Hawa sang nafas.. memanage… mengatur… mengkondisikan
Menarik nafas …menahan nafas..
Mengeluarkan sesuai fitrahnya..
Rasakan atau tarik nafas
Lembut.. santun… perlahan..
Nikmati sampai terasa pulang
Ke ujung nafas.. ke ketiadaan… ke kekosongan…dalan lafadz… la ilaha ilallah.. sampai kosong tiada apa-apa..
Pulang.. kembali ke alam dan dimensi
Yang aku tak tahu..

Lalu nikmati rasakan dan tahan dalam lafadz muhammadur rasulullah… arahkan sang aku kembali dari ketiadaan..
Menuju alam materi dalam arah sesuai tuntunan Rasulullah..
Sebuah resonansi sang aku dengan Nur Muhammad..
Sebuah pembanding sang nafas dengan ruh al quran..
Merasakan… memahami kondisi nafs
Menuju arah Nur Muhammad
Budi pekerti luhur..akhlakul karimah…
Sebuah pengenalan posisi nafs
Dengan referensi yg sempurna…

Lalu
Keluarkan hawa nafas
Bersama ruh Al Quran
Bisa dengan tasbih..tahmid dan takbir..
Bisa dengan Bismillah..
Astagfirullah.. atau yang lain…
Maka terasalah nikmat kesadaran nafas..
Nikmat ada dan tiada
Nukmat sadar dan tidak sadar
Nikmat tahu dan tidak tahu..
Nikmat adanya nafas
Nikmat adanya sadar
Tarikan nafas menuju rahmat Allah
Mengeluarkan dalam nikmat Allah..
Seolah seperti nikmatnya tidur

Hanya orang yang pernah merasa mengantuk berat yang tahu nikmatnya tidur
Hanya yang pernah merasa ingin pulang benar
Yang merasa nikmatnya mudik
..
Maka semua ini hanya menjadi kabar semata..
Selanjutnya terserah yang sadar…
Semua adalah pilihan..
Terserah mau memilih atau tidak..

Dan sungguh berat bagi yang mengajarkan
Bagi ustadz… penceramah.. pendakwah…
Bila mereka mengajarkan menurut hawa nafsunya..
Bagaimana para pengikutnya..

Sedang aku?…!

Hanya mengidungkan semata..
Mungkin ada yang mau mendengar kidungku..
Sebagian besar atau hampir seluruhnya
Kidungku tak berarti apapun..
Aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa..
Kidungku kunyanyikan
Bersama alam pada semua yang mau
Mendengarkan nyanyian alam…

Sebagai pembanding…
Sebagai pembawa kabar gembira
Dan mungkin juga sekedar berita peringatan..

Semoga kidung ini
Tetap mengalun lembut
Di telinga yang mendengarkan
Semoga nenenteramkan jiwa yang mendengar.

Salamku untukmu semua..
Salam sejahtera
Teriring kasih sayang Tuhan ku untukmu semua..

Semoga ini jalan yang benar menuju Tuhan..
Semoga Tuhanku yang kuyakini
Adalah Tuhan yang sebenar Tuhan..
Semoga ini bukanlah ibarat atau fatamorgana..
Bukan pula lautan kira-kira..
Semoga menjadi jalan lurus..
Dan tidak sesat dan buta di hari akhir nanti…

Salam
Deka on behalf of Kidung Alam…

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: