Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2018

Rio Benny Arya:

Assalamualaikum Ustadz. mohon izin menyampaikan pertanyaan dari

*Ahmad Jamil B. Ariffin*

Assalamuailaikum ayah…hadis ada mengatakan baginda Nabi Muhammad tidak melakukan sesuatu mengikut hawa nafsunya, jadi bagaimana orang yang sudah makrifat nak mempraktikan saluran iaitu berupa ilham iaitu menunggu ilham turun baru boleh berbuat sesuatu dlm hidup keseharian

bolehkah ayah berkongsi pengalaman utk anak2 yang masih dlm latihan ini. T kasih ayah dan pak admin. Amin.

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Selagi kita tidak sadar bahwa:

  1. Kita tidak wujud.
  2. Ini semua adalah Bioskop Ilahi.
  3. Bioskop yang beroperasi mengikut plan induk yang dinamakan Loh Mahfuz.
  4. Bioskop ini sudah berjalan apabila Allah swt berfirman,”Kun”.
  5. Bioskop ini beroperasi dengan sendirinya.
  6. Tidak ada sedikit campur tangan kita dalam Bioskop ini.

 

Maka selagi itu pula kita akan bertanya dan bertanya terus serta menjadi pusing. Kalau sudah begini, artinya kita tidak sesuai dengan firman Allah swt yang memerintah Rasulullah saw dan orang-orang beriman supaya menyerah diri sepenuhnya.

 

Maka Allah swt ada berfirman yang bermaksud bahwa:

  1. Tidak sama orang yang mengetahui dan orang yang tidak.
  2. Tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat. 
  3. Tidak sama orang yang berada dalam cahaya dan mereka yang berada dalam kegelapan.

 

Anakku, Ayah harap kamu dapat memahami apa yang Ayah mahu sampaikan dalam jawapan Ayah di atas ini pada pertanyaan yang dikemukan.

 

Anakku, kalau kamu faham apa yang Ayah mahu sampaikan, maka kamu akan faham bahwa semestinya Rasulullah saw tidak berbuat sesuatu mengikut hawa nafsunya dan Khidir tidak berbuat sesuatu mengikut kemahuannya sendiri.

Iklan

Read Full Post »

Assalamualaikum Warahtullahi Wabarakatuh.

Wahai kaum muslimin dan muslimat, saya mengajak untuk memeriksa terjemahan Al Maidah ayat 51 pada Al Qur’an yang ada di rumah masing-masing. Karena sekarang banyak sekali terjemahan versi terbaru yang arti dari ayat Al Maidah ayat 51 itu sudah dirubah dan menyimpang dari maksud yang sebenarnya>

Berikut saya lampirkan penyimpangan yang saya dapatkan pada Al Qur’an yang baru saya beli:

1, Terjemahan Al MAJID

al majid-1

“Pemimpin” telah berubah menjadi “teman setia”

Al majid-2

 

2. Quran ROBBANI

robbani-1

“Pemimpin” juga telah berubah menjadi “teman setia”

Rabbani-2

 

3. MUSHAF AL JALALIN

Jalalain-1

“Pemimpin” juga telah berubah menjadi “teman setia”

jalalain-2

Oleh sebab itu, saya menghimbau, periksalah terjemahan Al Quran yang anda miliki, terutama Surat Al Maidah 51.

Kalau ditemukan, kembalikan saja Al Quran itu ke “Gramedia” atau toko buku apapun dimana terjemahan itu dibeli.

 

Atau paling tidak, anda mengetahui bahwa terjemahan ayat itu sudah dirubah dari terjemahan yang sebelumnya…

 

Demikian himbauan ini saya buat, dengan tujuan hanya untuk mengembalikan makna AULIA kembali seperti semula, yaitu PEMIMPIN.

 

Wassalam

 

 

Read Full Post »

BE SIMPLE “SAJAh”

Nasihat Arif Billah..

Anakku, Rasulullah saw telah melalui peristiwa Israk & Miraj. Baginda juga dapat banyak kali bersua dengan Jibrail as.

Sahabat-sahabat Beliau pula kuat beribadah. Mereka malam hari bersengkang mata (beribadah), dan siang hari mengikat perut (berpuasa). Sehingga Rasulullah saw bersabda bahwa sebaik-baik umat ialah yang hidup dalam zaman Baginda, zaman selepas Baginda dan zaman selepas itu.

Namun walaupun macam mana tingginya kedudukan dan taraf ibadah para sahabat tersebut, tidak pernah kita dengar mereka berkata: “kenapa mereka tidak dapat keistimewaan seperti Rasulullah saw?”.

Iktibar yang mau diambil ialah:

  • Teruskan saja ibadah kamu (yang wajib dan yang sunnah), karena tidak dijadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Nya.
  • Kalau ada masalah kamu tinggal NST (Naik, Serah, Tunggu jawaban Allah). Jangan sok bisa mikir.
  • Kalau tak ada masalah kamu tinggal ROC (Relax One Corner).

Jangan macam-macam!

Read Full Post »

Apabila air matamu turun seperti taufan bertiup kencang.

Apabila hatimu dipukul badai yang tidak berperi kemanusiaan.

Apabila segala jalan menjadi buntu dan setiap pintu tertutup erat.

Apabila rekan yang dekat berputus asa dan tangan yang sentiasa menolong menjadi kodong (POTONG).

Apabila dunia yang terang menjadi gelap dan dataran yang luas menjadi sempit.

Apabila kamu tidak tahu ke mana harus dituju dan terasa diri dicampakkan ke dalam hutan belantara.

Anakku, pada masa itulah kamu akan sadar dengan sebenar-benar sadar bahwa Allah Maha Berkuasa.

Maka naiklah (ingat Allah) anakku, bertempuh ke hadirat Ilahi serta luahkanlah segala isi hatimu.

Engkau akan dapati Dia Maha Menghayati rintihanmu dengan penuh Kasih Sayang.

Maka bernaunglah kamu anakku di bawah Payung Kebesaran-Nya menunggu dengan sabar Keputusan-Nya.

Apa juga Keputusan-Nya hendaklah kamu redha anakku, karena apa juga Perbuatan-Nya adalah berhikmah. Justeru itu, kamu akan sadar bahwa ujian itu adalah sebenar pengajian untukmu dari Gurumu, Allah swt, Tuhan yang Satu, Allahu Akbar!

Read Full Post »

Hati kalian yang suci hanya berpaut kepada Allah swt sahaja. Pasrah serta tidak mengerti untuk bertindak-balas.

Pada masa kalian dilahirkan hanya Allah swt sahaja yang kalian kenali dan seperti dikatakan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jilani bahwa Allah swt yang memelihara kalian semasa berada di dalam rahim ibu kalian. Justeru itu, apa juga berlaku keatas diri kalian pada masa itu dan apabila dilahirkan hanya kepada Allah swt sahaja tempat kalian bergantung dan memohon pertolongan seperti apabila disiksa, dianiaya, kelaparan, kehausan, sakit dll.

Yang terlihat adalah TANGISAN dari kalian, namun itulah bahasa kalian memohon pertolongan dari Ilahi. Dan Allah Swt menolong kalian dengan mengerakkan hati ibu atau bapa atau adik-beradik atau saudara-mara atau orang luar untuk menolong kalian.

Pergantungan kalian hanya kepada Allah Swt sahaja seperti Nabi Ayub as yang hanya kepada Allah swt sahaja dia merujuk. Atau Nabi Yakub as yang hanya kepada Allah swt sahaja dia mengadu atau memohon pertolongan.

Read Full Post »

A. MAKNA HATI BERCAHAYA

Anakku yang dikasihi, Hati Bercahaya maknanya Alam Sakinah itu menjadi terang benderang seperti Spotlight yang sangat kuat dan kerana itu kalian tidak bisa lagi masuk ke dalamnya. Pada masa-masa ini Wisata Jiwa sangat mudah dilakukan.

Wisata Jiwa ini ada beberapa cara. Berbaring atau rihat di atas katil (tempat tidur). Naik ke Pintu Belakang dan ROC. Sesudah itu:

CARA 1. Hati mengarah Roh keluar, “Roh keluar, keluar!”. Justeru itu, matahati kalian akan melihat Roh kalian keluar dari jasad kalian serta terapong di atas jasad kalian (dalam jarak 6 kaki) menghadap ke atas. Apabila matahati melihat Roh kalian terapong di atas maka naikkan Hati kalian untuk bersepadu dengan Roh kalian. Sesudah itu, jiwa kalian bisa berwisata ke mana jua. Namun pada permulaan pergi kepada tempat yang kalian sudah biasa pergi. Ini lebih selamat. Cara ini dipanggil WISATA JIWA atau OBE.

Cara 2. Hati membayangkan sesuatu tempat lalu memerintah (Jiwa) pergi ke tempat itu dan dalam sekelip mata, Jiwa kalian akan berada di tempat itu. Cara ini dipanggil “ASTRAL PROJECTION” atau WISATA JIWA BERTUJUAN.

Harap perhatikan, kalian hanya bisa projek atau tuju ke tempat yang Hati sudah pernah pergi atau ziarahi.

Juga perhatikan, cara 1 & 2, tidak bisa digunakan untuk menziarah rumah kediaman walaupun ahli keluarga sendiri. Karena barang-barang di dalam rumah itu seperti langsay (curtains), permadani (carpets) dll, akan memukul Jiwa kalian keluar dari rumah itu.

Juga anakku, ayah mesti nasihati supaya semasa Wisata, jangan Jiwa kalian masuk ke jasad orang lain.

Di sini dahulu pencerahannya sehingga berjumpa lagi, salam rindu dari Ayahmu.

B. PERUBAHAN DIRI KALIAN SETELAH HATI BERCAHAYA

Anakku, semasa kalian mengalami keadaan Hati Bercahaya, maka akan datang perubahan sepenuhnya (total change) pada diri kalian seolah-olah kalian dilahirkan semula dan berkeadaan seperti seorang bayi.

Seperti:

  1. Hati kalian menjadi suci dan hanya Ingatan Allah swt sahaja bermastautin di Minda Kalian. Seperti bayi yang lahir hanya ingatan Allah swt sahaja dalam Mindanya kerana ia sudah dapat pengenalan dalam Alam Azali dan kerana itu Rasulullah saw bersabda bahawa semua bayi anak Adam dilahirkan dalam keadaan Islam.
  1. Hati kalian menjadi suci. Justeru itu tidak ada lagi dalam peribadi kalian hasat dengki, khianat, dendam, tamak dan loba, benci membenci dan lain-lain perangai yang jelek. Seperti bayi yang baru lahir yang tidak ada kelakuan atau perangai yang jelek seperti yang di sebutkan diatas.
  1. Hati kalian menjadi suci dan dapat menerima Takdir keseluruhan tanpa keluhan. Justeru apa jua berlaku kalian bisa terima dan dapat sesuaikan diri dengan keadaan baru. Seperti bayi yang baru lahir bisa menerima apa jua keadaan tanpa rungutan dan bisa menyesuaikan dirinya dengan keadaan yang ada. Contoh, menerima apa juga takdir tanpa rungutan, seperti dilahirkan menjadi anak yatim, miskin, cacat, anak angkat, anak luar nikah, dibuang, difitnah, dibunuh dll.
  1. Hati kalian yang suci hanya berpaut kepada Allah swt sahaja. Pasrah serta tidak mengerti untuk bertindak-balas.

Pada masa kalian dilahirkan hanya Allah swt sahaja yang kalian kenali dan seperti dikatakan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jilani bahwa Allah swt yang memelihara kalian semasa berada di dalam rahim ibu kalian. Justeru itu, apa juga berlaku keatas diri kalian pada masa itu dan apabila dilahirkan hanya kepada Allah swt sahaja tempat kalian bergantung dan memohon pertolongan seperti apabila disiksa, dianiaya, kelaparan, kehausan, sakit dll.

Yang terlihat adalah tangisan dari kalian, namun itulah bahasa kalian memohon pertolongan dari Ilahi. Dan Allah Swt menolong kalian dengan mengerakkan hati ibu atau bapa atau adik-beradik atau saudara-mara atau orang luar untuk menolong kalian.

Pergantungan kalian hanya kepada Allah Swt sahaja seperti Nabi Ayub as yang hanya kepada Allah swt sahaja dia merujuk. Atau Nabi Yakub as yang hanya kepada Allah swt sahaja dia mengadu atau memohon pertolongan.

  1. Karena pertukaran sepenuhnya atas peribadi kalian seperti disebutkan di atas, maka kalian disenangi dan disayangi oleh orang ramai.
  1. Inilah proses atau laluan yang kalian mesti harungi (travel) untuk menjadi Boneka atau Alat Perkakas Ilahi selain daripada ibadah.

Harap anakku yang dirindui lagi dikasihi mendapat pencerahan pagi ini, aamin ya Rabb aamin!

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: