Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘INSPIRASI’ Category

https://www.quora.com/Can-Isa-or-Muhammad-overthrow-Allah-to-become-the-king-of-the-heavens/answer/Hussien-Abdul-Latiff?ch=3&share=da9461d1&srid=MuXzK

Read Full Post »

TAZKIRAH ARIF BILLAH

Anakku, Kalian sudah memahami bahwa nyawa, roh, minda, pendengaran, penglihatan, suara, ilmu, kepintaran, kejelitaan, rasa, kuasa, kesehatan dan lain lain termasuk memori adalah ciptaan-ciptaan di sisi Allah swt yang dikirimkan kepada Kita untuk membantu Kita menjayakan (menyukseskan) Kehidupan Kita mengikuti apa-apa yang sudah termaktub di Loh Mahfuz.

 

Untuk menjayakan apa-apa juga yang sudah tertera di Loh Mahfuz itu, maka setiap sifat-sifat ini sudah disempurnakan akan tugasnya masing-masing sebelum dihantar kepada Kita. Ini sesuai dengan firmanNya bahwa tidak ada satu apapun dialpakanNya.

 

Maka anakku fahamkanlah bahwa apa yang kamu alami dari masa ke masa dari kesemua sifat-sifat ini, semuanya sudah tertulis di LM apabila Allah swt berfirman, “Kun!”

 

Contoh, pada hari Sabtu yang baru lepas, sahabat- sahabat Ayah menikmati “Fish Head Curry” ala Singapore dan kesemua berkata, “Finger licking good” (sedap menjilat jari) senikata yang dipinjam dari KFC. Renungkanlah: pertama, adakah Rasa itu dirasakan hanya pada masa itu saja; atau kedua, hal ini adalah sudah ketentuan semasa Allah swt berfirman,”Kun!” sehingga Rasa itu menjalankan tugasnya kepada kita untuk merasakan kesedapan masakan Fish Head Curry di hari sabtu yang baru lepas ini. Tentu saja hal kedualah yang berlaku, anakku.

 

Maka anakku, kesemua sifat-sifat itu (tidak ada pengecualian) termasuk MEMORI menjalankan tugas mereka masing-masing yang sudah ditetapkan semasa Allah berfirman,”Kun!”

 

Mereka mendekati Kita semasa Kita lahir dan meninggalkan Kita semasa kematian Kita. Tugas mereka masing-masing ialah untuk membantu kita menjayakan apa yang sudah termaktub dalam LM iaitu perjalanan hidup Kita dari awal (kelahiran kita) sampai ke akhir (kematian kita).

 

Maka jelaslah bahwa dari sisi Allah swt lah mereka datang dan kepadaNya-lah mereka kembali. Maka apabila Kita sebut, setelah mendengar seseorang itu meninggal dunia “Inna lillahi Wainna Ilahi Rajiun”, maka itu juga adalah berlaku untuk kesemua sifat-sifat ini yang kembali kepada Allah Swt. Bukan hanya untuk si mati saja.

 

Anakku seperkara lagi yang Ayahmu mau sampaikan ialah:

 

  1. Lihat kepada bayi yang baru lahir, alangkah tenteramnya keadaan mereka. Ini adalah karena Jiwa yang masuk ke Jasad mereka adalah JIWA YANG TENTERAM yang belum disaluti (diliputi) oleh sifat-sifat yang dikirimkan kepada Jasad bayi itu. Sebab sifat-sifat itu masih menunggu waktu yang sudah ditentukan untuk datang menghampiri dan masuk ke dalam Jasad si bayi.
  2. Begitu juga anakku, KESEMUA Jiwa yang kembali ke Alam Bazakh juga adalah JIWA YANG TENTERAM. Karena ia meninggalkan sifat-sifat ini termasuk memori pada Jasad itu. Dan sesudah nyawa diambil, maka Kembalilah sifat-sifat ini ke sisi Allah swt.

 

Dengan begitu, maka tamatlah satu sandiwara Ilahi dan tidak ada tambahan lagi.

 

Semoga Anakku mendapat pencerahan dari Tazkirah Ayahmu ini, Insya-Allah, aamin Ya Rabbil alamin.

Read Full Post »

Answer to Is it okay to teach your children to hate Allah? by Hussien Abdul Latiff https://www.quora.com/Is-it-okay-to-teach-your-children-to-hate-Allah/answer/Hussien-Abdul-Latiff?ch=3&share=6618ec00&srid=MuXzK

Read Full Post »

Answer to Is Allah a coward for not showing himself? by Hussien Abdul Latiff https://www.quora.com/Is-Allah-a-coward-for-not-showing-himself/answer/Hussien-Abdul-Latiff?ch=3&share=db625638&srid=MuXzK

Read Full Post »

D I A M

Read Full Post »

D I A M  

Dengan selesainya Artikel #66 ini, maka saya UNDUR DIRI dulu, untuk KEMBALI DIAM dalam beberapa waktu. Duduk DIAM di dalam DUNIA KETUHANAN. Di dalam Bilik Khalwat yang bisa DIJUNJUNG kemana-mana. Dunia yang tiada lagi ketakutan dan kekhawatiran di dalamnya. Dunia yang tidak berisik, karena semua permasalahan sudah tertinggal Diluar bilik Khalwat itu. Sebuah dunia yang di dalamnya segala macam fenomena MISTIK dan KESAKTIAN sudah TIDAK lagi BERMAKNA.

 

 

Hanya untuk sekedar mengamalkan kalimat-kalimat sederhana berikut ini (duduk dalam dunia ketuhanan):

  • Mereka ini tahu bahwa keselamatan terletak dalam “DIAM” dan BERKHALWAT.
  • Sesungguhnya BERKHIDMAT kepada Allah itu terdiri dari SEPULUH BAHAGIAN, SEMBILAN DARINYA TERLETAK DALAM DIAM.
  • “Saya kira tidak ada seseorang yang MENGENAL Tuhannya akan merasa senang untuk bersenang-senang dengan yang lain selain Tuhan.” (UWAIS AL QARNI)

 

Bagi yang tertarik dengan Ilmu ini, silahkan tengok-tengok link berikut ini:

https://www.yamasindonesia.org;  atau

https://www.youtube.com/channel/UCqSDqhDaRm-aBtNZVwHQn6A/featured; atau

https://yusdeka.wordpress.com/;

 

Khusus untuk blog https://yusdeka.worpress.com; Ilmu tasawuf jalan Nabi-Nabi ini bermula sejak artikel “Arah selanjutnya”, FEBRUARI 12, 2014. Sedangkan artikel-artikel sebelumnya sudah TIDAK SAYA PAKAI atau TIDAK SAYA AMALKAN LAGI dengan alasan yang sangat Prinsip sekali.

 

 

Wassalamualaikum

Wallahu a’lam Bissawab…

 

Selesai.

Deka, Cilegon Juni 2020

 

Read Full Post »

P E R J O D O H A N 

Dengan memahami Lauhul Mahfuz berikut segala harmonisasi dan jalan ceritanya diatas, maka tangga-tangga Makrifatullah berikutnya dengan sangat detail dan sabar berhasil dibukakan rahasianya terus menerus oleh Arif Billah Ustdaz H. Hussien BA Latiff kepada para Sahabat Beliau. Lalu terbukalah satu persatu rahasia tentang Pintu Ujian, Pintu Kewujudan, Pintu Penyerahan, Pintu Keredhaan, Pintu Kepekaan, Pintu Wawasan Ummah, dan entah pintu apalagi yang berikutnya, serta Pintu Maqam Orang-orang Allah dengan beragam tugasannya…

Tangga berikut ini setidaknya bisa menggugah hati untuk memahaminya lebih lanjut. Namun apa daya, tangan ini sudah tidak mampu lagi untuk menulisnya. Begitu lengkap, begitu detail, begitu teliti, sehingga dibutuhkan effort yang lebih bersungguh-sungguh untuk bisa memahaminya. Tidak cukup lagi dengan hanya sekedar membaca tulisan saja.

Sebab tulisan ini sifatnya hanyalah untuk menggugah saja. Bisa saja pemahaman saya tentang apa-apa yang telah Beliau sampai kepada saya adalah keliru atau tidak tepat dengan apa yang Beliau Maksudkan, sehingga masih ada kesempatan buat teman-teman untuk mengklarifikasinya langsung kepada Beliau, selagi Beliau masih ada.

Sampai disini, maka SELESAI pulalah TUGAS SAYA KALI INI untuk menyampaikan SUATU KERTAS KERJA yang berkenaan dengan aktifitas HATI ROHANI di dalam kedua belahan Otak yang ujung akhirnya ternyata sampai pada PENGENALAN tentang ILMU TASAWUF JALAN NABI-NABI, yang disampaikan oleh ARIF BILLAH USTADZ H. HUSSIEN BA LATIFF kepada PARA SAHABAT BELIAU.

Dimana pengenalan ini saya mulai dari pengalaman saya sendiri dalam mencari makna dari kehidupan ini. Banyak jalan yang sudah saya tempuh dan jalani, tapi ternyata muaranya, terutama bagi saya sendiri, adalah kembali ke KHASANAH ILMU KUNOA yang berhasil dibangkitkan kembali keindahannya oleh Arif Billah, sehingga cahaya Ilmu itu kembali mulai bersinar dan siap untuk menerangi orang-orang yang berjodoh dengan ILMU ini. ILMU TASAWUF JALAN NABI-NABI.

Bagi SESIAPA yang BERJODOH dengan ilmu ini, maka jalannya akan dipermudahkan untuk mendapatkan ilmu ini. Ia akan di dera oleh kerinduan yang sangat memuncak untuk bisa mendapatkan CAHAYA BICARA dari Sang Arif Billah sebelum kewafatan Beliau. Ia akan diberikan keinginan yang sangat kuat untuk bisa bertemu dan menjadi Sahabat dari Sang Arif Billah.

Bagi yang tidak berjodoh dengan ilmu ini, maka ia akan dipersulit untuk menerima ilmu ini. Dibaca atau didengar bagaimanapun juga, hatinya akan menolaknya. Ilmu itu seperti masuk tak diundang ke dalam pikirannya, lalu kembali keluar tak terbendung dari dalam pikirannya.

Namun baik yang berjodoh maupun yang tidak berjodoh, semuanya itu sudah terencana dengan baik di Lauhul Mahfuz. Tak ada masalah.

 

Bersambung pada bagian TERAKHIR

Read Full Post »

KIAMAT Ke-2

Lalu hiduplah semua manusia, jin, syaitan dan iblis, serta malaikat di kampung akhirat (syurga) yang telah dijanjikan oleh Allah Swt. Semuanya menjadi BERBAHAGIA hidup di dalam syurga itu SELAMANYA.

Akan tetapi dengan KEPEKAAN yang dimiliki oleh Ahli Sufi, mereka bisa memilah maksud dari KEKAL yang dimaksud dalam kalimat: “kholidina fiha abada” dengan KEKAL yang dimaksud dalam kata BAQA. Bahwa “kholidina fiha abada” adalah kekal sebatas yang dibolehkan dan diizinkan oleh Allah Swt. Kekal sampai pada batas akhirnya. Kalau tidak begitu, maka ciptaan hanya BERAWAL tetapi TIDAK BERAKHIR.

Al Qur’an pun mengindikasikan hal tersebut seperti berikut: “Adapun orang-orang yang BERBAHAGIA, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal didalamnya SELAMA ada Langit dan Bumi (syurga itu), kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya”. (QA HUD (11); 108)

Sedang “Baqa” adalah keadaan Kekal Mutlak yang tanpa batasan Awal dan Akhir. Kekal yang hanya diperuntukkan bagi Allah Swt saja. Bukan untuk makhluk-Nya.

Oleh sebab itu, pastilah ada PROSESI yang menyebabkan terjadinya Kiamat ke-2 itu. Dan ternyata dalil tekstualnya ada. Bahwa nanti di syurga manusia ingin MELIHAT ALLAH.

“Sesungguhnya kalian akan MELIHAT RABB kalian seperti kalian melihat bulan ini, tidak membahayakan kalian saat melihatnya. Jika kalian mampu untuk tidak meninggalkan sholat sebelum terbit dan terbenamnya matahari maka lakukanlah” (HR. Bukhari no. 554 dan Muslim no. 632).

Seperti bulan purnama (di waktu malam) tetapi itu hanya kecil sahaja Allah lebih Mulia dan lebih Besar daripada itu. Translation of Sunan Abu Dawud Vol 3, 1324 (1990)

Antara orang-orang yang kemampuan memandang Tuhan mereka hanya ada selaput keagungan pada DzatNya, di syurga Aden. Terjemahan Sahih Muslim Bk.1, 230 (1994)

Ya…, lagi enak-enaknya hidup didalam Syurga, manusia ingin MELIHAT Allah dari dalam Syurga. Rasululllah Saw pun mengiyakan keinginan umat manusia itu. Bahwa nanti di dalam syurga kita bisa melihat Wajah Allah Seperti kita melihat Bulan mengambang.

Akan tetapi disitu pulalah awal terjadinya Prosesi Kiamat ke-2, karena begitu sedikit lapisan 70 Tabir Nur dibuka oleh Allah, maka semua yang ada di bawah Tirai Nur yang terbuka itu langsung Musnah terbakar. Karena “keagungan Dzat-Nya akan membakar makhluk yang terpandang oleh-Nya”, (Terjemahan Sahih Muslim Bk.1, 228 (1994).

Keagungan Dzat-Nya, yang merupakan manifestasi dari Sedikit Diri-Nya Yang Maha Halus, akan memusnahkan Arasy, memusnahkan Syurga beserta seluruh isinya, memusnahkan Sidratul Muntaha beserta malaikat-malaikat penghuninya. Itulah kiamat ke-2.

Jadi Cahaya Dzat itu akan memusnahkan Lauhul Mahfuz, sehingga semuanya kembali ke asal, yaitu Dzatullah. Sungguh semua ciptaan berasal dari Dzat, dan akan kembali menjadi Dzat. Yang Awal adalah Dzat dan Yang Akhir adalah Dzat. Lalu Dzat pun akan kembali menjadi Yang Maha Halus. Sehingga kembali hanya Allah Swt saja yang Ada. “Pada permulaan hanya Allah saja yang ada, tidak ada apapun bersama-Nya. Dan pada akhirnya kembali hanya Allah Swt yang Ada, tidak ada apapun bersama-Nya”. Dia Sendiri lagi. Dia Tiada Awal dan Tiada Akhir. Karena Yang BAQA hanyalah Allah Swt, dan yang selain-Nya adalah FANA.

Atau kalau tidak Kiamat ke-2, Allah Swt masih membuka satu MISTERI yang lain untuk Dia ciptakan. “…kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya”. (QA HUD (11); 108). Entah apa lagi rencana Allah Swt kalau begitu. Sungguh hanya Dia saja yang Maha Tahu…

Bersambung

Read Full Post »

PERTANYAAN YANG MENYERUAK

Kalaulah akhirnya semua masuk Syurga, termasuk iblis dan syaitan sekalipun, lalu kenapa di dalam Al Quran dan Al Hadist banyak diceritakan tentang Nikmat Syurga dan Azab Neraka, Pahala dan Dosa, Baik dan Buruk, Beriman dan Kafir?.

Maka jawabannya adalah:

  1. Jawaban yang sebenarnya hanya Allah Swt sajalah yang tahu.
  2. Semua yang tertulis di dalam Al Qur’an itu adalah Gambaran Besar dari Script untuk semua ciptaan yang berada di dalam Lauhul Mahfuz. Setiap manusia akan berlakon dengan mengambil episodenya sendiri-sendiri.
  3. Dalam episode itu, masing-masing pelakon, yang tidak lain dan tidak bukan adalah manifestasi atau penyamaran dari Dzat-Nya, akan bersentuhan dengan Script yang ada dalam Gambaran Besar itu sejak mulai ia dilahirkan sampai ia meninggal dunia. Misalnya:
    1. Seseorang dengan script Ahli Syariah, maka lakonannya adalah seperti yang kita lihat sekarang ini. Ada yang Wahabi, SALAFI, Aswaja (sunni), Syi’ah, dsb. Maka semuanya dalam rentang waktu hidup di dunia akan saling memperbincangkan ayat-ayat Al Quran dan Al Hadist sesuai dengan KEPAHAMAN masing-masing.
    1. Seorang Ahli Sufi pun begitu, Ada yang melakonkan Ahli Sufi Jalan Wali-wali & Tarekat, dan ada pula Ahli sufi yang melakonkan Ahli Sufi jalan Nabi-nabi. Dimana dengan KEPAHAMAN yang diberikan kepadanya, Ahli Sufi Jalan Nabi-nabilah yang bisa melihat dimana kekurangan, kalau tidak mau dikatakan kekeliruan, kebanyakan amalan dari Ahli Sufi Jalan Wali-wali & Tarekat.
    1. Begitu juga dengan peranan-peranan yang lainnya. Peranan yang satu akan MEMPERLUAT peranan yang lainnya. Sebagai contoh. Peran Iblis dan syaitan konco-konconya, telah memperkuat peran 124.000 Nabi-Nabi dan Rasul-rasul, serta peran Ulama penerus Nabi. Seandainya tidak ada iblis, maka tidak akan turun Nabi Adam As dan anak keturunanya ke Bumi yang sudah menunggunya. Dan tidak akan ada pula peran Nabi-Nabi dan Rasul-rasul.
  4. Masing-masing Pelakon tersebut akan diberikan Kepahaman untuk menjalankan Tugasannya yang sudah digantung dilehernya semenjak ia dilahirkan. Kepahaman itu sendiri adalah Ciptaan juga. Ini kadang yang tidak disadari oleh banyak orang. Banyak yang mengira bahwa kepahaman itu adalah ciptaan mereka dan milik mereka sendiri. Bukan. Kepahaman itu adalah milik Allah Swt. Ia juga adalah CIPTAAN Allah Swt. Sebagai Ciptaan, maka ia juga memiliki takdirnya sendiri, kepada siapa ia harus turun, kapan turunnya, dan kapan ia akan habis dan tinggal menjadi sejarah.

Jadi masalah Syurga dan Neraka, Pahala dan Dosa, Baik dan Buruk, Beriman dan Kafir yang digambarkan di dalam Al Qur’an dan Al hadist itu adalah BAHAN atau KELENGKAPAN untuk menjalankan Peranan seseorang sesuai dengan Script yang harus ia jalankannya di alam dunia. Harus ada yang berkaitan dengan REWARD dan PUNISHMENT. Kalau tidak, maka jalan cerita di alam dunia tidak ramai. Tidak menarik. Ia akan hambar saja.

Makanya Allah Swt memastikan bahwa kalaulah Allah Swt mau menjadikan umat manusia ini hanya satu karakter umat saja, Allah Swt bisa. Akan tetapi Allah Swt sendiri yang menghendaki karakter manusia ini berbeda-beda. Dan setelah peranannya selesai, artinya ia meninggal dunia, maka peran yang diperankannya itu akan dilanjutkan oleh orang lain. Begitulah selanjutnya sampai hari Kiamat ke-1 terjadi.

Setelah Kiamat ke-1, dimana tujuh lapis langit dan bumi-bumi sudah digulung dan hancur luluh. Maka selesai pulalah script semua makhluk atau ciptaan. Kitab takdir sudah ditutup. Karena ia hanya dipakai di alam dunia saja. Sedangkan dialam akhirat, semua tinggal menerima upah atau reward atas semua peran yang telah dijalankan oleh semua makhluk selama di alam dunia.

Langit dan bumi yang baru lalu diciptakan oleh Allah Swt yang disitulah berada Syurga dan Neraka, yang prosesi untuk masuk ke dalamnya sudah digambarkan seperti diatas.

Semua menunggu Keredhaan dan Kasih Sayang Allah Swt. Sehingga kalau orang kafir tahu tentang hal ini, mereka juga tidak akan berputus asa untuk bisa masuk kedalam Syurga.

 

Bersambung

Read Full Post »

SEMUA MASUK SYURGA

Ahli Sufi dengan kepekaan yanng mereka miliki, menimbulkan alternatif pandangan baru tentang Kampung akhirat, bahwa setelah manusia selesai di HISAB, semua sudah diperlihatkan ganjarannya masing-masing, yaitu syurga dan neraka. Bagi yang menerima buku takdir itu dari sebelah, mereka akan BERSUKA CITA. Karena mereka DIPERLIHATKAN pula kepada SYURGA yang akan mereka tempati.

 

Rasulullah Saw akan berkumpul dengan Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul yang lain, beserta sahabat Beliau semasa Beliau Hidup, para syuhada, dan juga orang-orang yang saling mencintai dan berkasih sayang karena Allah Swt walaupun mereka tidak mempunyai pertalian nasab.

 

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada, tetapi para Nabi dan Syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka.”

 

“Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?” ujar sahabat, “Agar kami bisa turut mencintai mereka.”

 

Lalu Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih.” (HR. Abu Dawud)

 

Bagi yang menerima buku takdirnya dari sebelah kiri, mereka akan MENANGIS, MENJERIT dan MERAUNG penuh DUKA CITA, sampai air mata mereka kering dan berganti dengan air mata darah. Karena mereka DIPERLIHATKAN pula kepada NERAKA yang akan mereka huni.

 

Bagi umat yang menyembah Isa As sebagai Tuhan, ketika mereka mau bergabung dengan Nabi Isa As, mereka ditolak oleh Nabi Isa As. Karena Nabi Isa As tidak pernah mengatakan bahwa Beliau adalah Tuhan. Mereka berlarian dambil meratap tak tentu arah. Lari kesini ditolah, lari kesana ditolak. Sungguh keadaan yang sangat membingungkan, kacau balau, dan menakutkan sekali.

 

Lalu ditengah-tengah suasana sukacita dan dukacita yang teramat INTENS itu, malaikatpun memberikan PEMAKLUMAN: “bahwa semua sudah menjalankan Tugasan di alam dunia dulu dengan sebaik-baiknya. Sekarang tibalah masanya bagi semuanya untuk memetik hasil ataupun upah yang akan dibayarkan dikampung akhirat. Semuanya silahkan masuk ke dalam Syurga. Hiduplah kalian semua dikampung akhirat sampai dengan waktu yang telah ditentukan”.

 

Ketika itulah semua CALON penghuni Neraka maupun Calon Penghuni Syurga TERSUNGKUR sujud kepada Allah Swt, mereka menangis karena sangat BERSUKACITA. Karena mereka semua telah membuktikan bahwa ternyata:

 

  • BENARLAH bahwa Kehidupan di alam dunia hanyalah SANDIWARA dan main-main belaka, sedangkan Kehidupan yang sebenarnya adalah di kampung Akhirat.
  • Benarlah bahwa Allah Swt tidak akan Zalim kepada siapapun juga. Termasuk kepada Iblis sekalipun. Karena semuanya hanyalah pelakon yang dulud bermain dalam drama Ilahi selama hidup di alam dunia.
  • Benarlah Allah Swt Maha Pengasih dan Penyayang kepada seluruh ciptaan-Nya.
  • Benarlah…., benarlah…, benarlah…
  • Benarlah Allah Swt Maha Tahu apa-apa yang dulu tidak diketahui oleh para Malaikat dan Iblis, ketika mereka mempertanyakan penciptaan Adam Sa, dan Iblis menolak untuk menghormati Adam as.

Bersambung

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: