Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2013

mohon maaf tidak bisa optimal

assalamualaikum
ibu mawar, dan abang kidung alam, serta para sahabat saya semuanya.
mohon maaf, saya sejak tanggal 12 Agt 2013, saya tidak optimal melayani ibu, abang, dan sahabat semua. saya dirawat di rumah sakit lebih dari satu minggu.

Sampai sekarang pun, fisik saya masih belum pulih betul, badan masih seperti melayang.

insyaallah saya tengah menjalani sebuah ketetapan yang mendahului.

wassalam….

deka

Read Full Post »

Nyanyian Sang Mawar 1

SUBHANALLAH …….ALHAMDULILLAH ……ALLAHU AKBAR….

SUBHANALLAH …… ALHAMDULILLAH …….ALLAHU AKBAR …..

Laa haula wala quwatta ila billah ………………

Hasbunallah wa ni’mal wakil

Salam ….. salam ……salam ….. ya saidi,

Ar Rahman …… Ar Rahim

Insya Allah …..Hasbunallah wa ni’mal wakil ……
Assalamu’alaikum warrohmatullohi wabarakatuh, Kidung alam yang dimuliakan, dirahmati Allah SWT ………..Salam sejahtera untukmu dan seluruh keluargamu ……………………

Sebuah hadist.
Inama a’malu binniyat..

Dan juga sebuah kata mutiara dari Mahatma Gandhi. Di hadapan Tuhan.
…. Tidak dinilai dari hasil tindakan tetapi dari niat saat melakukan tindakan itu…

Kidung alam yang penuh kasih dan sayang,

Niat yang Mawar maksudkan disini hanya untuk urusan TOBAT saja. Sedangkan untuk urusan lain-lain, silahkan diatur sendiri-sendiri. Sebelumnya Sang Mawar mohon ampun beribu-ribu ampun ma’af , niat maksudnya disini adalah bahwa Allah SWT menghendaki kita sebelum mengerjakan tobat sempurnakanlah niat hanya mengharap ridhoNYA dan untuk pencucian lahir bathin kita semata, tidak ada embel-embel ingin tahu itu dan ingin tahu ini dan sebagainya, yang hanya mengacaukan hati dan pikiran kita……………

Kidung alam yang penuh kasih dan sayang,

Dari nyanyian Kidung alam memaknai dan sudah masuk diranah tobat, Alhamdulillah benar adanya, namun sayang Kidung alam sedikit terlupa, yang akhirnya membawa nyanyian Kidung alam tiba ………….
Diulang dan diulang…lagi dan lagi
Mencoba mencari tahu…
Terus ratusan ataukah ribuan kali
Dan justru semakin lama justru semakin hilang..
Aku tak tahu apa-apa.. tak mengerti apa-apa
Semua yg kutahu hilang… semua yg kumengerti lenyap..
Fikirku kosong seperti bayi
Hatiku kosong seperti tak ada
Tapi aku tahu otakku ada dan penuh pengetahuan
Yaitu tentang maknanya
Sayang blank… ada tapi tak ada..
Juga hatiku blank … kosong…
Tapi yakin ada…

Sungguh entah ini pingsan ataukah tidur
Apakah ini sadar ataukah tidak
Apakah saya tahu ataukah tidak tahu..
..
Namun karena dzikir telah ada
Maka terus dilanjutkan…
Dan entah ini pemahaman ataukah tidak
Dalam diri ini ada yg tahu..
Dia disebut bashiroh..
Dia juga yg sadar..
Dia sang pembeda
Dan dia sang pengamat
Dan dia juga hakim dan penuntut…
..
Perlahan sang tahu itu scanning dan membedakan dan lalu klik
Ya itu bulu atau rambut..
Dia mengenali dan membedakan..
Walaupun ada satu dan berada dan tercampur
Dengan apa saja… sang pembeda pasti
Tahu itu rambut..
Demikian pula dengan daging.. dan proses
Demi proses pengenalan…
Semua dikenali
..
Dan yg kutahu yg cuma apa yg kutahu
Selebihnya aku tak tahu…

Kidung alam yang penuh kasih dan sayang,

Pada uraian sang mawar terdahulu ada menyebutkan bahwa Allah SWT selain mencintai hambanya yang banyak bertobat, DIA juga menghendaki hambanya agar mencapai kesempurnaan lahir dan bathin. Jalan itu harus ditempuh dengan melalui banyak-banyak membaca TOBAT, SYAHADAT, ZIKIR, DAN TAKBIR sekaligus atau kami sebut TSZT, bukan membaca tobatnya saja.

Sudah kita ketahui bersama baca’an Tobat (sudah saya uraikan sebelumnya) sedangkan untuk Syahadat, Zikir dan Takbir sebagai berikut :
“SYAHADAT”
“Asyhadu alla ila haillah Asyhadu anna muhammadar rasulullah”

Syahadatnya ; Asyhadu
Puji Syahadat ; Alla ila hailallah
Do’a Syahadat ; Muhammadar Rasulullah.

“Z I K I R”
“La ilahailallah Muhammadur Rasulullah”

Zikirnya ; La ilahailallah
Puji Zikir ; Muhammadur
Do’a Zikir ; Rasulullah.

“T A K B I R”
“ALLAHU AKBAR”

Takbirnya ; Al
Puji Takbir ; Hu
Doa Takbir : Ak

Kidung alam yang dirahmati Allah,

Untuk pembagian huruf-huruf rahasia pada masing-masing bacaan Syahadat, Zikir dan Takbir ini mohon ma’af kami tidak dapat menyampaikan disini, tetapi mudah-mudahan pada kesempatan yang lain Allah SWT berkenan membukanya, agar rahasia dibalik rahasia bacaan TSZT tersebut dapat kita ketahui bersama dan kita rasakan nikmatnya. Aamiin.

Kidung alam yang penuh kasih sayang,

Adapun kegunaan dari TOBAT, SYAHADAT, ZIKIR, TAKBIR (TSZT) ini adalah sebagai Pembasuh/Pembersih, yaitu untuk membersihkan hadas kecil, hadas besar, zunub zenabat dan istinja kita.
Karena Tobat, Syahadat, Zikir, Takbir membersihkan dari Bulu, Kulit, Daging, Darah, Urat, Tulang sampai ke Otam Sum-sum kita. Dan juga untuk mensucikan ; Pengrasa, Hawa, Nafsu, Akal, Pikir, Ilmu, Pengetahuan dan Rahasia. Oleh karena itu maka Tobat, Syahadat, Zikir, Takbir ini harus benar-benar selalu kita amalkan, mesrakan setiap waktu, sampai Sebulu, Sekulit, Sedaging, Sedarah, Seurat, Setulang, Seotak, Sesum-sum, Sebathin dan Serahasia.
Apabila bisa mencapai demikian, maka telah ditentukan oleh Allah SWT dengan ketentuan Ilmunya bahwa :
TOBAT : Merenggangkan tanah pada lobang kuburnya.
SYAHADAT : Mendudukkan dengan kehormatannya sendiri.
ZIKIR : Mendirikan dengan ke Elokannya.
TAKBIR : Menjalankan tiada dengan sepengetahuannya.

Disamping itu perlu pula diketahui tentang ketentuan lain yaitu :
TOBAT : Mensyahkan bagi Islam kita
SYAHADAT : Meyakinkan bagi Islam kita
ZIKIR : Mengikhlaskan bagi Islam kita
TAKBIR : Menyempurnakan bagi Islam kita.

Dengan adanya ketentuan-ketentuan seperti tersebut diatas, maka semakin jelas kepada kita bahwa TOBAT,SYAHADAT,ZIKIR,TAKBIR ini memang benar-benar harus selalu kita amalkan/mesrakan setiap waktu, agar supaya seluruh sifat menyifat (hayat) kita ini selalu terjaga/terjamin KEBERSIHAN dan KESUCIANNYA.

Demikian sekedar keterangan kegunaan dari TOBAT, SYAHADAT, ZIKIR, TAKBIR ini, agar hal ini benar-benar dipahami/dimengerti dan diyakini dengan sepenuh-penuh keyakinan serta selalu diamalkan/dimesrakan dengan sebaik-baik pengamalan, karena inilah sebenar-benar ISTINJA, sebenar-benar ZUNUB ZENABAT dan sebaik-baik cara BINA KESUCIAN.

Kidung alam yang dirahmati Allah SWT,

Sebelum mengamalkan/membaca TSZT dan apapun jua, bahwa adab kita terhadap Allah SWT seperti apa dan tata caranya bagaimana agar selalu diperhatikan, Kidung alam pasti sudah mengerti dan faham akan hal ini, lalu sempurnakanlah niatmu hanya mengharap ridho Allah Ta’ala

Niat beramalan TOBAT,SYAHADAT ZIKIR TAKBIR

“aku membaca/beramalan TOBAT, SYAHADAT, ZIKIR, TAKBIR, guna untuk menyempurnakan diriku, sifat menyifatku, perbuatanku, perjalananku, bathin johir, johir bathin dari dunia sampai akherat.”

Bacaan Syahadat “Asyhadu alla ila hailallah Asyhadu anna muhammadar
rasulullah”

TSZT dibaca sehari minimal setiap sholat wajib 33x 5 waktu sholat wajib = 165 TSZT sehari.

Insyaallah bila kita telah menyadari dengan sepenuh hati bahwa TSZT ini adalah merupakan berkah dan bentuk Kasih Sayang Allah SWT yang patut kita syukuri dengan membacanya selalu yang tidak lain untuk diri kita dan untuk kesucian diri kita sendiri bukan untuk siapa-siapa, maka Allah Ta’ala ridho atas semua upaya kita dan berkenan membuka hijab-hijab/tirai kita, aamiin.

Wallahu ‘alam.

Dan …………….semoga nyanyian-nyanyian Kidung alam pun menembus maqna alam jagad raya……

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga manfaat, kebenaran hanya milik Allah, kesalahan kepunyaan sang mawar. …………mohon ampuuun beribu-ribu ampun ma’af dan terima kasih.

Kepada Bp.Deka, terima kasih atas perkenannya menyediakan ruang ini dan semoga Allah SWT membalasnya dengan setimpal, aamiin.

Salam …..salam ……salam by Sang Mawar/yasmin.

Read Full Post »

TERLAMBUNG

Alhamduliillahirabbil ‘alamin…, sungguh pema’afan Bapak, Ibu, Saudara(i), telah telah menyebabkan Allah berkenan mengangkat jiwa saya ketempat yang ternyata hanya dihuni oleh jiwa orang-orang yang telah dima’afkan oleh sesama.

Tempat yang sangat berlimpah ruah dengan Daya Kasih dan Sayang Allah sebagai perwujudan dari Nama-Nya Ar Rahman, Ar Rahim.

Tempat Yang sangat dekat dengan “pintu hijab” Sang Raja dan Penguasa Alam Akhirat, Maalikiyaumiddin…, sehingga sayapun menjadi sangat leluasa untuk bersimpuh di depan pintu hijab-Nya itu untuk minta tuntunan, minta petunjuk, minta arahan kepada-Nya ketika saya bingung.

Di tempat itu saya juga menjadi sangat leluasa untuk berlindung, seperti saya sedang berada di dalam Benteng-Nya, ketika saya merasa takut, khawatir, dan sedih atas apa-apa yang datang dan pergi menghampiri setiap langkah yang saya ayunkan dalam menempuh perjalanan hidup saya.

Dan yang tak kalah pentingnya, teramat penting malah, adalah di tempat itu saya menjadi sangat leluasa berdoa agar Allah berkenan melimpahkan Kasih Sayang dari-Nya, Berkah dari-Nya, Kebaikan dari-Nya, Rizki dari-Nya, Kesehatan dari-Nya, Keselamatan dari-Nya, Ampunan dari-Nya buat Bapak, Ibu, Saudara(i) sekalian.

Diatas semua itu, dengan sangat leluasa mengucapkan salam buat Bapak, Ibu, Saudara(i) dengan ucapan: “Salamun qaulan mirrabirrahim…”. Untuk kemudian kita bersama-sama saling memperbaharui iman kita kepada Allah swt dan Rasulnya Muhammad saw.

“Asyhadualla ilaha illallah wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah”.

Lalu kita semua, bersama sama dengan Allah dan Malaikat, bersalawat kepada Rasulullah Muhammad dan Ibrahim beserta keluarga beliau.

Sungguh bahagianya tak terkatakan. Lebih dahsyat ratusan kali dari bahagia tingkat sekresi hormonal akibat pengaruh olah pikir dan olah rasa semata.

Bahagia yang sudah sejak berbilang zaman tidak bisa lagi dirasakan oleh orang-orang biasa seperti kita. Bahagia yang katanya hanya milik Rasulullah, Para Sahabat Beliau, para Wali Allah…

Dan hari ini saya hanya sekedar menyampaikan sebuah kesaksian saya bahwa, bahagia seperti yang Beliau-beliau rasakan itu ternyata juga bisa kita rasakan saat ini. Ya…Sekarang ini. Walaupun kadarnya masih sangat jauh dari bahagia yang Beliau-beliau rasakan.

Karena Rasa bahagia seperti itu ternyata semata-mata hanyalah Pemberian dari Allah sebagai balasan dari-Nya atas keimanan kita kepada-Nya.

Iman kepada Tuhannya Muhammad…
Iman kepada Tuhannya Ibrahim…
Iman kepada Tuhannya Isa al Masih…
Iman kepada Tuhannya Musa dan Harun…
Iman kepada Tuhannya Nabi-nabi dan Rasul-rasul…
Iman kepada Tuhannya Para Malaikat…
Iman kepada Tuhannya alam semesta dan seluruh penghuninya.
Rabbul ‘Alamiin…

Dialah Allah…

Dzat yang hanya dan hanya bisa ditemui di dalam Shalat…

Wassalamamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Deka…

Read Full Post »

MOHON MA’AFKAN SAYA

Sebulan penuh di bulan Ramadhan 1434 H ini, saya telah berusaha untuk menyelesaikan masalah-masalah saya dengan Allah dan dengan diri saya sendiri (Nafs). Dan hasilnya, biarlah itu menjadi rahasia Allah dan saya sendiri.

Namun sebagai bekal saya untuk menjalani hari-hari yang sangat panjang menjelang Ramadhan tahun depan yang entah masih bisa saya lalui atau tidak, saya sangat mengharapkan SATU HAL
dari: Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i), baik yang Muslim ataupun yang beragama lain, yang pernah disentuh oleh kata-kata, kalimat-kalimat dalam tulisan-tulisan saya, apalagi yang pernah berhubungan langsung dengan saya, yaitu SEBUAH PEMA’AFAN.

Ya…, saya mohon, MA’AFKANLAH SAYA.

Karena dua patah kata itu adalah satu satunya Anak Konci (the only key) yang belum saya miliki sebagai bekal bagi saya untuk bisa melanjutkan langkah saya kemasa depan. Sedangkan Anak Konci itu sekarang berada pada Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i) semua.

Anak konci itu TIDAK bisa saya beli, TIDAK bisa saya curi, TIDAK bisa saya ambil paksa dari tangan Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i). Karena memang konci itu tidak ada DITANGAN Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i). Ia ada DIHATI Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i).

Bagaimana saya bisa mengambil sesuatu yang tidak terlihat oleh mata saya, sesuatu yang tidak bisa saya sentuh lewat jari jari tangan saya, walaupun untuk itu saya telah menadahkan tangan saya sejak lama kepada Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i).

Sekali lagi, mohon ma’afkan saya.

Dan untuk pema’afan Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i) itu, saya telah berusaha berdo’a dengan berurai air mata agar Allah berkenan membalasnya dengan kadar kemaafan, kebaikan, rahmat, berkah, dan keselamatan yang berlimpah buat Bapak/Ibu/Sahabat/Saudara(i) sekeluarga.

Salamun qaulan mirrabirrahim…
Salam

Deka & Keluarga
Mihrab Bandung,
29 Ramadhan 1434 H

Read Full Post »

Deka:
Momentum jiwa pagi ini begitu indah dan kuat. Setelah tadi malam “mengambil alih tanggung jawab”, lalu diganti Allah dengan sebuah gelombang kejut seperti gelombang kejut supersonik yang membawa kepada rasa menerima “kemarahan” Allah atas segala perbuatan manusia yang saat ini memang sudah sangat keterlaluan. Fabiayyiala irabbikuma tukadzdzibaan… 

Lalu kemudian dengan gelombang kejut yang sangat lembut, diberi pula kesempatan untuk mencicipi Kasih dan Sayang Allah yang meliputi seluruh ciptaan-Nya. Sungguh Dia menjaga Alam semesta ini dengan Daya Kasih- Sayangnya, Ar Rahman Ar Rahim. Daya yang  sangat “delicate”, seperti sedang menjaga balon gelembung sabun kehidupan yang sangat tipis dan terus membesar. Daya itu sangat tipis, begitu halusnya, lembut, tidak menyolok mata, mudah sekali tersinggung dan pecah. Lalu dalam lautan kasih sayang-Nya hanya bisa berurai airmata. Ya Allah…, Ya Rahman…, Ya Rahim…

Alhamdulilllaaah…diberitahu-Nya bahwa Dengan Daya Ar Rahman Ar Rahim, Kasih dan Sayang, yang sangat “delicate” itulah Dia menjaga hati hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya…

Mas S
Subhaballah.. entah mengapa. Mulai ada yg memberitakan dan menyaksikan lailatul qadar semalam. Sebagaimana persaksian saya. Semakin menguatkan persaksian. Semoga berkah dan rahmat Allah yg turun mampu ditangkap receiver hati. Sehingga ada seribu buah hati yg bersinar indah layaknya purnama akan muncul. Setidaknya saya telah melihat beberapa purnama sekarang. Maha suci Allah.

Deka:
Dari adik saya “Y”  yang iktikaf di pondok uzlah bandung: 

“Ketunduk an Alam semakin terasa .. Allah sedang mengajarkan pada semua yang dapat menangkap turunnya para malaikat kebumi.. akan sangat mudah di tangkap oleh yang berhasil tarekat puasanya.. bahkan tak bisa menghindar..”

“Perobahan dayanya terasa jam 23.30 malam. Sangat kentara.. Alam mendadak menebarkan ketundukan.. semua terasa melambat .. suara aliran air  melunak .. tak terhindari lagi saat shalat badan bergetar hebat tak terhindari… saat melihat keluar ada bintang sebesar bohlam di ufuk timur, langit terang bertabur bintang tanpa awan. Pohon menebarkan daya ketundukan ..tenang damai temaram sangat tunduk sekali serasa alam seperti bersujud.. saat berdoa bersama di plaza Pondok Uzlah .. awan bergerak perlahan membentuk kipas raksasa di langit.. dan sirna lagi setelah doa selama 1,5 jam .. dan meteorpun tampak bersinar melewati atmosfir saat doa selesai. 

Allahuakbar .. Allahuakbar.. Acara shalat malam bersama selama 1,5 jam pun terasa sangat berbeda … begitu cepat waktu terasa .. hingga tidak bisa tidur lagi sampai saat ini..   Ya Allaah….Subhanallaah..Allahu Akbar..Ya Allah..”

Mas S:
Sebuah persaksian. Dan sungguh … saya mampu mengenali ruh yg menuliskan ini… begitu saya kenal… meskipun belum pernah bertemu… belum sempat komunikasi… namun saya mampu membaca lambang simbol.. dibalik tulisan… mampu mengenal kelembutan ketulusan… dan banyak rasa yg pernah sy bicarakan… menggunakan bahasa yg sangat dikenal. Salam saya untuknya. Saya menjadi saksi sebagaimana yg diungkapkan.

Mas B, jogja:
Ya Allah.. meski tidak ikut diberi kesempatan membaca alam. Namun hari ini tetap saja Allah turunkan berlimpah kebaikan yang terus mengalir..

Read Full Post »

Deka:
Salam mas S, selesai 4 rakaat tahajud jam 1:30, ada sebuah izin untuk “memikul tanggung jawab jiwa manusia”. Ketika itu segera diberikan rasa takut yang amat sangat. Terasa sekali ,
“fabiayyialaa irabbikuma tukazziban, maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang akan engkau dustakan”. Terasa sekali daya kemarahan Allah saat itu atas segala perbuatan manusia yang saat ini memang sudah sangat keterlaluan.

Lalu saya melanjutkan shalat tahajud dengan penuh rasa takut.

Rakaat selanjutnya saya hanya menyaksikan bagaimana cara Allah mengambil rasa takut itu lalu menggantinya dengan rasa kasih sayang dari-Nya. Sungguh Kasih Sayangnya meliputi alam semesta ini.

Walau bagaimanapun perilaku seluruh umat manusia, Dia tetap memelihara Alam ini dengan Kasih Sayangnya yang sangat “delicate”. Dia menjaga alam ini seperti seseorang sedang memelihara gelembung sabun yang sangat tipis. Dia pelihara agar gelembung sabun itu untuk tidak sampai pecah berantakan.

Salamun qaulan mirrabirrahim…

Mas S:
Alhamdulillah… ijinkan saya menangis mendengar ini… ijinkan saya meneteskan air mata saya… ijinkan…. biarlah air mata saya ini menjadi saksi saya nanti di hari akhir.. dan tidak usah bertanya tentang air mata ini. Mungkin terima kasih. Mungkin sang alam yg menjadi saksi… bukan sedih… bukan haru… entah apa rasanya… sebuah rasa yg sulit difahami… yg jelas demikian hebatnya rasa itu… sayang saya tak tahu apa rasanya… salam sayang saya… terima kasih telah bercerita…

Saya menjadi saksi atas rasa seperti yg diceritakan… sungguh kita tiada daya apapun sama sekali… seluruhnya diri kita dalam liputanNya… tubuh kita… gerak kita… energy kita… hidup kita … akal kita… kesadaran kita … dan rasa kita… semua dalam liputan kasih sayangNya… bersyukur … bersyukur… bersyukur atas nikmat semua itu… tiada nikmat yg didustakan… semua keadaan itu… bersyukur atas nikmat mampu ibadah… bersyukur atas nikmat rasa syukur… bersyukur sekalipun baru mengerti makna beberapa ayat Al Fatehah.. bersyukur dan bersyukur… dan selalu ingin sujud tersungkur ketika mengingat Allah… Alhamdulillahi robbil alamin…

Terasa sekali “campur tangan” Allah atas apa yg terjadi di antara kita… krn berkaitan dg hal lain terutama atas apa yg terjadi pd saya yg tdk saya ceritakan. Allah yg mengatur. Demikian halus dan nyata scenario dan campur tanganNya. Dia meliputi kita. Dialah yg menggerakkan kesadaran kita. KesadaranNya meliputi kita. Dan lepaskan pengakuan kita. Kita masuk ke akherat. Lenyaplah aku. Yg ada hanya Allah. KesadaranNya meliputi kita. Seumpama sinar kunang-kunang di depan sinar matahari. Dilihat dari jauh. Menjadi tiada. KesadaranNya meliputi kesadaranku.

Kesadaranku adalah kesadaranNya. Kasih sayangNya.. wujud kesadaran kasih sayangNya…

Dalam keadaan ini. Insya Allah dengan kasih sayangNya boleh meliputi kasih sayang seribu hati… sehingga setiap hati manusia tersebut dicerahkanNya seterang rembulan… sehingga ada seribu rembulan di sekeliling mas Deka…maka sinarilah mereka…pantulkan kasih sayang ini sehingga muncullah satu demi satu rembulan di hati manusia yg dekat mas Deka… insya Allah… demikian saya difahamkan sebuah makna lagi dari malam lailatul qadar…

Namu kita tidak usahlah tamak mengejak seribu rembulan.. satu rembulan bagi diri kita lebih dari cukup untuk puas dan ridho. Berikan setiap hati di sekeliling kita satu rembulan.. agar mereka merasakan kasih sayang.. cinta kasih dan nikmat sebagaimana

Yg kita rasakan… semoga mampu melihat seribu hati laksana rembulan di sekeliling mas Deka. Lihatlah hati mereka yg bersinar lembut seumpama rembulan. Betapa bahagia dan nikmat melihat seribu buah hati seindah rembulan… dua atau tiga dan empat saja sudah terang dan indah… semoga… semoga… semoga.

Deka:
Pada waktu tadi itu seperti ada gelombang kejut begitu, seperti diberitahu mau berubah suasananya. Saya juga menjadi saksi bahwa mas S adalah sahabat rohani saya. Ya Allah, saya juga menangis ketika menulis kalimat terakhir ini.

Mas S:
Mari kita bergandeng tangan mencoba menjadikan seribu rembulan di sekeliling kita dalam realitas seribu buah hati seindah rembulan..mari kita niatkan karena Allah… semoga Allah ridho.. biarlah tangis ini sebagai doa saya.. sebagai niat… karena sy tdk bisa apa-apa… tidak mengerti apa-apa… bodoh.. dan hanya menyampaikan saja… dan diminta menjadi saksi atas apa rencana Allah… mengabarkan indahnya rencanaNya… nikmatnya kasih sayangNya… kepastian diriNya… dan sy kehabisan kata… ijinkan sy kembali menangis… dlm rasa yg tdk sy mengerti….

Setelah itu tidurkan sang aku… tidur itu nikmat… pasti pernah merasakan tidur yg nikmat… maka selama sadar biarkan sang aku tidur … merasakan nikmatnya ketika sang aku tidur dan hawa tidak terasa serta tidak disadari lagi… tidur… yg ada hanya Sang Ada… yang Maha Ada… kita menikmati tidur kita.

Tidur saat sadar atau mati saat hidup…tiada aku selain yg Ada. Aku tidak lagi meng aku.

Setiap gerak adalah wujud kasih sayang Allah dlm diri kita. Dan aku hanya menyaksikan kasih sayang itu.

Deka:
Bisnillahirrahmanirrahim..

Makasih mas S, sdh azan subuh disini. Ingin segera mereguk kebahagiaan dulu…Salam

Mas S:
Selamat menjalankan puasa.
Amin…amin…amin.. sy sedang mendengarkan adzan subuh juga.

Wassalam,
Deka…

Read Full Post »

SUBHANALLAH …….ALHAMDULILLAH ……ALLAHU AKBAR….
Insya Allah …..Hasbunallah wa ni’mal wakil ……
Salam Kidung alam ………..,

Alunan kidung-kidung merdumu yang mengalunkan bunyi kata-kata seperti “sayangnya tulisan ini tak mampu mengurai dan menjelaskan ………. Sungguh indah sang mawar… Siapa yg mampu melihat keindahan mawar itu Apakah mawar tahu bila bunganya menarik hati?…
Atau sadarkah sang mawar bila durinya bisa melukai?.
Atas ijin Rabbku, coba sampaikan…………….,
Manalah mungkin tersuarakan alunan kidung merdumu, bila hijab antara kita sirna, bila hijab itu tidak ada, yang ada hanya pandangan tembus bermakna……………,

Akan tetapi tanpa Kidung alam sadari, alunan-alunan kidung merdumu yang tersuara seperti kata-kata tersebut diatas yang seperti mengurai tanda tanya ……………… ini sebenarnya bermakna kembali kepada diri Kidung alam sendiri.
Hijab/tirai itu ada dikarenakan diri kita sendirilah yang membuatnya. Banyak hal yang menyebabkan hal itu terjadi, tetapi bila saya uraikan semua disini bisa-bisa blog Pak Deka ini akan penuh/overload tak mampu berbuat apa-apa lagi, karena begitu banyaknya penyebab hijab itu ada. Tapi saya yakin Kidung alam sudah mengerti akan hal ini. Jadi dalam kesempatan ini saya hanya bisa memohon Rahmat dan Ridho Allah Ta’ala tuk coba sampaikan, tentang ada dan tidak adanya hijab itu, insya Allah.

Kidung alam yang dirahmati Allah,
Pada Komentar saya terdahulu ditulisan Pak Deka saya hanya berpesan “Cukuplah jadikan dirimu menjadi orang yang paling disukai, paling dikasihi dan paling disayangi Allah Ta’ala (coba simak lagi pada komen saya kemarin).

Subhanallah ……………… dengan alunan Kidung alam yang menampakkan masih adanya hijab antara kita, Allah SWT mengingatkan kepadaku bahwa DIA, selain menciptakan manusia yang PALING DISUKAI, manusia yang PALING DIKASIHI, dan manusia yang PALING DISAYANGI, Allah juga menciptakan manusia yang PALING DICINTAI sehingga menjadi empat kategori, bukan tiga seperti komentar saya yang lalu.

Inilah … kebesaranNYA, walaupun yang muncul berupa hijab antara Kidung alam dan yasmin sang mawar melati, menurut Kidung alam, namun dibalik hijab itu, Allah SWT ingatkan kepada saya bahwa DIA, selain menyukai, mengasihi dan menyayangi, DIA juga MENCINTAI hambanya.
Lalu …….siapa mereka yang di-CINTAI Allah SWT? yaitu mereka yang tobat, tobat yang sebenar-benarnya tobat, tak perduli dia sudah bersalah atau tidak, namun bila hambanya setiap saat selalu bertobat, memohon ampunan pada RabbNYA, maka kepada mereka Allah SWT akan MENCINTAInya, insya Allah……..

Kidung alam,
Andai saya bisa memilih, saya tidak akan mau menyampaikan hal ini, karena saya sangat takut dengan diri saya sendiri, takut apabila yang saya sampaikan ini, sayapun belum melaksanakannya. Karena menurut saya, pertanggung jawaban semua ini akan dicatat didalam cacatan buku saya, yang akan dibuka nanti pada akhir zaman. Tetapi lagi-lagi saya tidak bisa berbuat apa-apa, yang ada saya gelisah, cemas, tidak karuan rasa bila tidak menyampaikan, semua yang saya kerjakan terasa hampa bila saya menahan atau tidak mau menyampaikan semua apa yang harus saya sampaikan, selalu begitu….. saya juga tidak tahu, ada apa dengan diri saya?!, tetapi lagi-lagi jawabannya sama “jangan bertanya, tapi lakukan, dan laksanakan.” Itulah yang ada.

Untuk itu sebelumnya saya mohon ampuuuuuuun beribu-ribu ampuuuuuuun kepada Allah SWT, mohon ampuuuun beribu-ribu ampuuuun kepada siapa saja yang membaca tulisan ini, terlebih kepada Kidung alam sendiri dan juga yang dirahmati Allah SWT Pak Deka, atas semua salah, khilaf dan dosa-dosa saya, apabila ada yang kurang berkenan dihati dan pikiran saudara semua. Semua yang saya sampaikan disini sama sekali tidak bermaksud menggurui, tidak sama sekali, tapi tugas saya hanya menyampaikan saja, tidak lebih dan tidak kurang. Titik
Hasbunallah wa ni’mal wakil …………………….,

Allah SWT lebih mencintai hambaNYA yang selalu bertobat, daripada ahli ibadah, tetapi disini bukan berarti ibadah tidak penting, maksudnya adalah orang yang lebih mengutamakan ibadah daripada banyak bertobat cendrung tergelincir, sebab didalam ibadah banyak goda dan goda’an, coba’ dan coba’an. Apabila si ahli ibadah misalnya kurang menjaga keseimbangan dirinya dalam beribadah, yang ada sering terAKUI, ini aku. Akibatnya dia merasa bahwa ini sudah benar, ini sudah betul, ini sudah tepat dan seterusnya dan seterusnya………………….padahal itu hanya IBARAT….. belum yang sebenar-benarnya disisi Tuhannya yang HAK.

Coba cermati beranda tulisan Pak Deka baru-baru ini, tentang manisnya sebutir gula yang baru dirasakan beliau… pertanyaannya, kenapa baru sekarang gula itu terasa?, kenapa tidak dari dulu? Jawabannya adalah, ma’af beribu-ribu ma’af, beliau-beliau selama ini terlalu panjaaaaaaaaaaaang hanyut didalam ibaratnya sendiri…… SUBHANALLAH.

Coba cermati lagi komen saya pada tulisan Pak Deka yang mengupas tentang meraih ridha Allah dan ridha makhluknya….komen saya sempat bercerita tetang pengalaman sahabat saya yang ingin bertemu dengan seseorang yang katanya punya ilmu ma’rifat yang tinggi di daerah B, namanya H.S, beliau menurut sahabat saya tidak mau menemui dia (sahabat saya) ketika ingin bersilaturrahim dengannya, padahal sebelumnya sudah mengontak via von dan dipersilahkan untuk datang. Tapi beliau tidak mau menemui tamunya, dengan berbagai alasan. Bila kita saksikan, bukan main tingginya derajat beliau (HS) ini, melebihi derajat Nabi yang ketika menurut riwayat tidak pernah menolak untuk menemui tamunya, sekalipun beliau pernah mengusir tamunya (seorang pemuda yang mengaku berdosa besar karena telah memperkosa gadis-gadis yang sudah meninggal dunia). Sudah kita ketahui bersama Allah SWT ketika itu menegur ulah Nabi melalui malaikat Jibrilnya karena telah mengusir pemuda itu karena menganggap perbuatan si pemuda sangat kotor, tapi toh Nabi SAW tetap masih mau menemui pemuda/tamunya itu kan. Nah bagaimana dengan H.S yang tidak mau menemui tamunya walaupun sudah diberitahukan terlebih dahulu. Inilah ibarat yang berperan, karena saat itu menurut ibarat-ibarat H.S itulah yang tepat, maka yang terjadi H.S dengan mudah dipermainkan coba’ dan coba’an, goda dan goda’an. Tak perduli lagi bahwa silahturrahim sangat penting dan dianjurkan.
Hasbunallah wa ni’mal wakil …………………….,

Kidung alam yang dirahmati Allah,
Hikmah masih adanya hijab antara Kidung alam dan sang mawar melati/yasmin, bahwa Allah SWT mengingatkan kita bersama banyak-banyaklah kita bertobat, tobat yang sebenar-benarnya tobat.

Atas ijin ALLAH SWT, ada rahasia dibalik bacaan tobat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bacaan tobat adalah Astagfirullah hal adzim, alladji la ilahailla huwal hayyul kayyumu wa atubu ilaih. Didalam bacaan ini terbagi 3 bagian, pertama ada tobatnya , ada puji tobat dan ada do’a tobat.

Tobatnya = Astagfirullah hal adzim
Puji tobat = alladji la ilahailla
Doa tobat = huwal hayyul kayyumu wa atubu ilaih
Pembagian huruf tobat sebagai berikut :
Alif =Hayat =Hidup =Bulu (pada kita)
Sin =Ruh =Merasa =Kulit (pada kita)
Ta =Tahu =Tasdik =Daging (pada kita)
Agen =Sir =Gretek =Darah (pada kita)
Pa =Pengetahuan =Pikir =Urat (pada kita)
Ro =Rasa =Rahmat =Tulang (pada kita)
Lam =layak pd Tuhannya =Otak (pada kita)
Ha =Hal yang wajib tiada dikarenakan =Sum-sum (pada kita)
sesuatu karena (diantara dua jalan HU-ALLAH)

Hendaknya bacaan tobat tersebut diatas selalu kita dawamkan dihati kita dengan penuh keyakinan dan juga memahami rahasia dibalik bacaan tobat itu sendiri, yang bertujuan untuk pencucian sifat tubuh kita ini, bukan hanya yang selama ini kita pahami dengan mandi atau zunub saja, tapi dengan diketahuinya rahasia dibalik bacaan tobat yang diberikan Allah SWT kepada kita ini, maka sifat tubuh kitapun berhak untuk disucikan. Ini semua kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita mau, kemudian apa kita memahami dan mengerti, wallahu ‘alam.
Apa bila Kidung alam, sudah mengetahui semua ini saya mohon maaf sekali lagi saya hanya melaksanakan, apa yang harus saya sampaikan.

Kidung alam,
Sebenarnya bila kita sudah mengerti dan paham tentang tuntutan kewajiban sucinya anggota tubuh kita ini Allah SWT juga menghendaki kita untuk lebih mencapai tingkat kesempurnaan lahir bathin atau biasa kami sebut dengan yang sebenar-benarnya istinja. Untuk mencapai hal tersebut harus melalui satu paket, paket ini kami sebut dengan Tobat, Syahadat, Dzikir, Takbir. Sebagaimana dengan uraian tobat tersebut diatas, maka demikian pula dengan Syahadat, Dzikir dan Takbir masing-masing punya rahasia sendiri-sendiri. Akan tetapi pada kesempatan ini kami mohon ma’af kami belum dapat menyampaikannya karena belum ada ijinnya. Semoga Allah SWT berkenan untuk membuka rahasia dibalik rahasia yang DIA miliki kepada kita semua aamiin, agar kita mencapai tingkat kesempurnaan seorang hamba disisiNYA yang menjamin kita menjadi manusia yang paling dicintai, paling disukai, paling dikasihi dan paling disayangi Allah Ta’ala. Dan semoga ibarat-ibarat yang selama ini membayangi lenyaap………. dan hijab/tirai itupun terbuka. Aamiin.

Wallahu ‘alam.
Kepada yang dimuliakan Allah SWT Pak Deka, mohon ma’af numpang di blognya tuk cakap-cakap saja dengan pembaca setiamu Kidung alam. Terima kasih.

Salam, salam, salam : by yasmin.

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: