Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2019

Oleh Sahabat Taufiqur Rahman

Rabu, 10 Juli 2019

بسم الله الرحمن الرحيم

Dialah yang menciptakan segala sesuatu baik di langit maupun bumi berhikmah bagi yang dianugerahkan ilmu tentangnya.

Dialah yang menciptakan segala sesuatu baik yang kecil sekecil atom dan sejenisnya atau besar sebesar jagat alam angkasa raya dengan sempurna tanpa cela bagi yang diberikan wawasan pengetahuan atasnya.

Dialah yang menciptakan segala sesuatu secara adil dan bijaksana baik yang bisa terjangkau atau tidak akan pernah terjangkau oleh mata lahir manusia bagi mereka yang diberikan pemahaman atasnya kemudian memperkemaskan diri menjadi hamba yang beribadah dengan sesungguhnya dalam koridor syariah dan paling takut kepada-Nya.

Dialah yang menciptakan dan menganugerahkan ilmu yang sudah, sedang, belum diketahui dan bahkan yang sama sekali tidak akan pernah diketahui oleh mata batin mayoritas manusia baik orang-orang yang sudah wafat, masih hidup dan belum terlahir di dunia akan rahasia-rahasia-Nya bagi para kekasih-Nya.

Dialah yang mengatur atas izin-Nya segala di langit dan bumi secara rapi dan teliti semua kejadian yang sudah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi (dulu, kini dan nanti), tidak ada yang bisa lepas meski sekecil dzarrah (atom atau sejenisnya) sekalipun dari kekuasaan-Nya, pengasuhan-Nya, pengawasan-Nya bagi siapa saja yang diberikan keimanan dari-Nya.

Dialah yang menciptakan, mengasuh matahari bersinar terang benderang setiap saat tanpa kenal rasa lelah selalu memberikan kehangatan bagi siapa saja tanpa pilih kasih bagi manusia fujur atau takwa, segala jenis hewan, tumbuhan, atau apapun makhluk yang sama sekali manusia tidak pernah memahaminya kecuali atas anugerah-Nya.

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلشَّمۡسَ ضِيَآءٗ وَٱلۡقَمَرَ نُورٗا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلۡحِسَابَۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۚ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

(Surat Yunus, Ayat 5)

Dialah yang menciptakan, mengasuh bulan tersenyum simpul malu dalam berbagai rupa dan jenisnya atas izin-Nya.

Dialah yang mengasuh bintang-bintang mengintip para perindu akan kebesaran-Nya dari celah-celah langit yang gelap gulita sebagai saksi dan turut bertasbih memuji-Nya.

ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ

(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

(Surat Al-Baqarah, Ayat 22)

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(Surat Al-Hadid, Ayat 1)

Dialah yang mengasuh langit dan bumi serta isinya, malam dan siang yang terus bergandengan tangan, lautan dan daratan yang duduknya sejajar berdampingan, awan dan mega yang menari-nari lincah gemulai, berlari kesana-kemari berkejaran beriringan bersama angin yang riang gembira atas karunia-Nya.

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلۡفُلۡكِ ٱلَّتِي تَجۡرِي فِي ٱلۡبَحۡرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٖ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٖ وَتَصۡرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلۡمُسَخَّرِ بَيۡنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ

Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.

(Surat Al-Baqarah, Ayat 164)

Dialah yang mengasuh burung-burung terbang ringan tinggi jauh melesat di awan mengepakkan kedua sayapnya menari-nari membelah udara dengan cuitan-cuitan merdu yang menghiasi indahnya dunia bagi yang tidak buta dan tuli mata hatinya.

أَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلطَّيۡرِ مُسَخَّرَٰتٖ فِي جَوِّ ٱلسَّمَآءِ مَا يُمۡسِكُهُنَّ إِلَّا ٱللَّهُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.

(Surat An-Nahl, Ayat 79)

Dialah yang mengasuh akar menyeruak menjulur masuk ke dalam tanah untuk bisa tumbuh menjadi berbagai macam tanaman berwarna warni rasa, warna serta khasiatnya dan mengahasilkan jutaan buah-buahan yang beraneka ragam, bunga-bunga yang berbau harum semerbak nan indah cantik rupawan dipandang bagi yang memiliki kepekaan dari Rahman dan Rahim-Nya.

وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ وَٱلرَّيۡحَانُ

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

(Surat Ar-Rahman, Ayat 12)

Dialah yang mengasuh butiran lembut embun di pagi hari sejuk menyusup celah-celah di antara hamparan luas rimbunnya pepohonan, dedaunan dan ranting-ranting sebagai ganti jika hujan tidak menyiraminya bagi hamba yang bisa melihat dengan keimanan kepada-Nya.

وَمَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمُ ٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ وَتَثۡبِيتٗا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ كَمَثَلِ جَنَّةِۭ بِرَبۡوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٞ فَـَٔاتَتۡ أُكُلَهَا ضِعۡفَيۡنِ فَإِن لَّمۡ يُصِبۡهَا وَابِلٞ فَطَلّٞۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari ridha Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(Surat Al-Baqarah, Ayat 265)

Dialah yang mengasuh rusa, keledai, kambing, jerapah serta sejenisnya yang akan lari tunggang langgang terkejut terbirit-birit ditengah intaian singa yang sudah menunggu lama siap menerkam dan memakannya bagi yang mau mempelajari fenomena alam semesta atas ciptaan-Nya.

كَأَنَّهُمۡ حُمُرٞ مُّسۡتَنفِرَةٞ

فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۭ

Seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,

Lari dari singa

(Surat Al-Muddatstsir, Ayat 50-51)

Dialah yang mengasuh kehidupan dan kematian, dari lahirnya seorang bayi mungil tidak berdaya beranjak tumbuh berkembang menjadi seorang remaja yang ceria, menjadi seorang dewasa yang kuat, hebat gagah perkasa dan berakhir kembali sedia kala menjadi pikun tua renta yang lemah lunglai tak berdaya bagi hamba yang mau menyadari atas sifat dhaifnya.

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ ثُمَّ يَتَوَفَّىٰكُمۡۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡ لَا يَعۡلَمَ بَعۡدَ عِلۡمٖ شَيۡـًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٞ قَدِيرٞ

Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.

(Surat An-Nahl, Ayat 70)

Dialah yang mengasuh manusia memilih dan menetapkannya sebagai Khalifah di bumi dengan memberikan berbagai fasilitas “mind” yang bisa menampung luas dan dalamnya khazanah keilmuan, penjelasan, pengetahuan, pemahaman dari apa-apa yang sudah, sedang dan belum sama sekali mereka ketahui dari-Nya sebagai sarana menundukkan Iblis dan kroninya, langit dan bumi serta semua isinya untuk tunduk taat mengabdi, beribadah hanya kepada-Nya.

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

(Surat Al-Baqarah, Ayat 30)

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

(Surat Adz-Dzariyat, Ayat 56)

Dialah yang mengasuh manusia menjalankan peran fujur ataupun taqwa dengan sama-sama mudahnya sesuai peranannya masing-masing.

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا

maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,

(Surat Asy-Syams, Ayat 8

Dialah yang mengasuh si fujur (aktor antagonis) menjalankan kefujurannya dengan mudah dan leluasa kemudian atas izin-Nya kembali taubat ke jalan rahmat dan keluasan maghfirah-Nya.

وَٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِهَا وَءَامَنُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ

Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(Surat Al-A’raf, Ayat 153)

Dialah yang mengasuh si taqwa (aktor protagonis) menjalankan ketaqwaannya dengan rahmat-Nya pula mudah dan ringan tanpa ada aral melintang atas keredhaan-Nya.

وَإِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرّٖ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ وَإِن يَمۡسَسۡكَ بِخَيۡرٖ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

(Surat Al-An’am, Ayat 17).

Dialah yang mengasuh si sombong menjalankan kesombongannya sambil tertawa terbahak-bahak membusungkan dada tanpa ada rasa iba dan buta mata hatinya.

مِن فِرۡعَوۡنَۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَالِيٗا مِّنَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

Dari Fir‘aun, sungguh, dia itu orang yang sombong, termasuk orang-orang yang melampaui batas.

(Surat Ad-Dukhan, Ayat 31)

Dialah yang mengasuh si bohong untuk selalu berbohong dan selalu berbohong berkepanjangan.

۞لَّئِن لَّمۡ يَنتَهِ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡمُرۡجِفُونَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ لَنُغۡرِيَنَّكَ بِهِمۡ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلٗا

Sungguh, jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan engkau (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak lagi menjadi tetanggamu (di Madinah) kecuali sebentar,

(Surat Al-Ahzab, Ayat 60)

Dialah yang mengasuh setiap makhluk memerankan “Jalan Ceritanya” masing-masing tanpa ada kuasa sedikitpun bisa mengelaknya.

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”

(Surat Ash-Shaffat, Ayat 96)

وَكُلَّ إِنسَٰنٍ أَلۡزَمۡنَٰهُ طَٰٓئِرَهُۥ فِي عُنُقِهِۦۖ وَنُخۡرِجُ لَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ كِتَٰبٗا يَلۡقَىٰهُ مَنشُورًا

Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.

(Surat Al-Isra’, Ayat 13)

Dialah yang menciptakan semua ciptaan-Nya berada penuh dalam Pengasuhan-Nya. Karena semuanya memang TENTANG DIA, semuaanya adalah Milik-Nya, Hak-Nya, Dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya bagi mereka yang sudah dianugerahkan ilmu atasnya.

لَا يُسۡـَٔلُ عَمَّا يَفۡعَلُ وَهُمۡ يُسۡـَٔلُونَ

Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.

(Surat Al-Anbiya’, Ayat 23)

Dialah Allah Tuhan Alam Semesta, Sang Maha Mengasuh atas segala sesuatu, Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang tanpa pilih kasih dan sayang.

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

(Surat Asy-Syu’ara, Ayat 191)

إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لِرَبِّهِۦ لَكَنُودٞ

Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya,

(Surat Al-‘Adiyat, Ayat 6)

رَبِّ فَلَا تَجۡعَلۡنِي فِي ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku dalam golongan orang-orang zhalim.”

(Surat Al-Mu’minun, Ayat 94)

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

(Surat Al-A’raf, Ayat 23)

امين يارب العالمين

والله اعلم بالصواب

CC. Yusdeka Putra, Mbah Puryanto

Foto Kenangan di HOTEL ROYAL Jember,18 Februari 2018

Iklan

Read Full Post »

Nasihat Arif Billah

Anakku yang dikasihi.  Untuk berdakwah supaya, Insya-Allah, Umat manusia bisa bersatu serta hidup harmoni maka hendaklah:

  1. kenalkan mereka kepada Allah swt terlebih dahulu. Itu yang dikatakan: Awaluddin Makrifatullah. Jangan memperomosikan Agama Islam atau Rasulullah saw sebelum mereka mengenali Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw ada bersabda kenalkan kaum Yahudi yang mau beriman kepada Allah swt terlebih dahulu sebelum menekan shalat 5 waktu itu wajib.
  2. Senantiasa ingat kepada Allah swt (Dzikrullah) di dalam Shalat, di luar Shalat dan dalam hidup keseharian. Karena itu Allah swt ada berfirman supaya Kita ingat Dia di dalam Shalat, sesudah Shalat dan di dalam Hidup Keseharian (Jual-beli). “Mengingati Allah swt (Dzikrullah) tidaklah susah atau pelik. Kalau Kalian bisa mengingati diri Kalian tanpa membayangkan wajah kalian atau menuliskan nama Kalian di dalam Minda Kalian, maka tentu tidak sukar dan tidak mustahil bagi Kalian untuk bisa mengingati Allah swt tanpa  membayangkan-Nya atau menulis Nama-Nya di dalam Minda Kalian”.
  3. Penerimaan Takdir sepenuhnya. Karena ini ditetapkan oleh Allah swt, maka sudah tentu mempunyai Hikmah yang tidak terbatas. Ingatlah Rasulullah saw ada bersabda bahwa barangsiapa yang tidak menerima Takdir maka dia belum dikatakan beriman.
  4. Mengakui “Kedaulatan” Allah swt, iaitu Hak MutlakNya menghukum atau memberi ganjaran. Karena itu Dia berfirman bahwa celakalah sesiapa yang MEMIKIRKAN dan MENETAPKAN. Nabi Isa (as) bersabda bahawa celakalah mereka yang MENGAMBIL Pedang Keadilan dari tangan Tuhan.

Semoga anakku yang disenangi Dan dirindui mendapat pencerahan dalam tazkirah Ayahmu ini, aamin Ya Rabbil alamin!

Read Full Post »

Nasihat Arif Billah

Anakku yang disayangi. Untuk Kita dapat mengatasi masalah atau fitnah yang besar seperti yang disebutkan dahulu yang akan melanda umat Islam di hari muka maka Kita perlu kepada penjelasan yang jelas lagi yang bisa diterima oleh orang ramai. Dengan itu dapatlah kita menyatukan umat manusia menjadi ummah yang satu dan yang menyembah Tuhan yang satu.

Untuk mencapai matlamat ini, pertama-tama mestilah kita memperbetulkan dakwah Kita dahulu yang sudah tersalah landasan.

124,000 nabi-nabi (termasuk rasul-rasul) dihantar untuk: memperkenalkan Tuhan kepada umat manusia. Inilah tujuan yang satu dari satu Nabi kepada yang Nabi lain sehingga kepada Rasulullah saw, nabi yang terakhir. Oleh karena itulah Rasulullah saw bersabda bahwa: sekiranya kaum yahudi itu setuju beriman maka kenalkan mereka kepada Allah swt sebelum memberitahu mereka shalat 5 waktu itu wajib.

Maka kalau Kita peka, Kita akan sadar tujuan dakwah yang utama dan sebenarnya ialah mengenalkan Allah swt. Inilah topik atau perkara yang tidak asing pula bagi agama-agama yang lain. Karena ini juga adalah dakwah nabi-nabi mereka. Nabi Isa as juga ada bersabda: “kalau Kitab Taurat tidak dikorupsi, tidak Tuhan berikan Kitab Zabur kepada Daud dan kalau Kitab Zabur tidak dikorupsi maka Tuhan tidak akan berikan Kitab Injil kepadanya”. Karena yang hendak disampaikan hanyalah satu amanat saja Iaitu memperkenalkan Tuhan yang satu.

Namun perjalanan dakwah Kita hari ini ialah lebih FOKUS kepada memperkenalkan dan mengembangkan Agama Islam dari pada memperkenalkan Allah, Tuhan yang satu. Oleh karena itu, orang yang mau masuk Agama Islam prosedurnya SAAT INI adalah:

  1. Baca syahadah.
  2. Diajarkan rukun Islam dan rukun iman.
  3. Diajar shalat dan ayat-ayat al Quran yang perlu dibacai dalam shalat.

Namun kekurangannya adalah, tidak diajarkan tentang pengenalan kepada Allah swt, yang mestinya adalah dakwah yang paling utama. Oleh sebab itu yang menjadi populer ialah Agama Islam, bukan Allah swt. Sayangnya, natijah (dampak atau hasil) yang terjadi dari dakwah seperti ini adalah disebaliknya. Agama Islam menjadi Agama Islam yang ditakuti dan dibenci orang ramai (Islamophobia). Dan kita orang Islam tidak dapat diterima oleh banyak negara terutama Eropah, England (UK), Amerika Syarikat, China dll.

Sekiranya dakwah Kita adalah berkenaan dengan Pengenalan kepada Tuhan, maka ini tidak akan ditolak mereka. Karena perkara ini (pengenalan kepada Tuhan) juga adalah juga perkara utama dalam agama-agama sebelum Kita. akan tetapi, kalau dakwah Kita memperomosikan agama Islam maka ini adalah bukan saja perkara yang baru, tetapi juga tidak pernah mereka dengar. Ingatlah Allah swt hanya menamakan Agama yang Kita anut ini sebagai Islam diakhir-akhir dakwah Rasulullah saw bila turun firman menamakan Agama itu Islam. Sebelum itu Agama dikenali sebagai Agama Ibrahim, agama Musa, agama Isa dll. Maka “Islam” adalah sesuatu perkara yang baru yang tidak ada pekongsian bersama (common denomination) samasekali dengan agama-agama terdahulu.

Anakku, inilah tapak atau pijakan (step) pertama yang perlu Kita memperbetulkan untuk mengatasi fitnah yang besar yang akan melanda Umat Islam di hari muka (sebelum kedatangan Dajjal). Dengan itu Kita bisa, insya-Allah, menyatukan umat Dunia menjadi satu.

Semoga anakku mendapat pencerahan dari tazkirah Ayahmu ini, aamin Ya Rabbil alamin!

Anakku yang disayangi. Kalau Kalian perhatikan kesemua dakwah yang dijalankan di dunia Islam sampai saat ini, ianya tidak lain adalah Dakwah Islam. Apabila dakwah lebih tertumpu (terfokus) kepada Agama Islam, maka tekanannya ialah lebih kepada Syariah (Islam). Justeru itu, timbullah perselisihan dalam penerjemahan hukum-hakam dalam Syariah. Ini menimbulkan mazhab-mazhab seperti Shafei, Hanafi, Hambali, Maliki dll, yang sedikit masa dahulu membuahkan peperangan yang meragut (merenggut) banyak nyawa penganut-penganut Agama Islam serta harta benda mereka.

Penekanan Dakwah kepada Agama Islam juga membuahkan kepada mendewakan Nabi yang diutuskan iaitu Rasulullah saw, sehingga baginda dinobatkan menjadi Tuhan. Kononnya AHMAD tanpa M menjadi AHAD. Maka dengan begitu, tidak berbeda antara Rasulullah saw dan Allah swt.

Penganut Kristian juga berdakwah bukan untuk mengenalkan Tuhan tetapi untuk memperomosikan Agama Kristian. Justeru itu, dakwah mereka ini juga bersandarkan pada hukam-hakam syariah mereka. Lalu timbullah mazhab-mazhab mereka seperti Roman Katolik, Protestant, Presbyterian dll. Maka terjadi pulalh peperangan di antara mereka yang merenggut banyak nyawa serta kemusnahan harta benda.

Ta’asub kepada Nabi yang diutus kepada mereka, iaitu Nabi Isa (as), telah membuahkan pula Nabi mereka itu menjadi Tuhan atau anak Tuhan.

Kaum Yahudi juga berdakwah tentang Agama Yahudi (Judaism). Mereka juga bersandar kepada Syariah mereka. Maka timbul pulalah mazhab-mazhab seperti Othodok, Conservatif, Reconstruktif dll.

Inilah natijah (hasil) dari Dakwah yang tidak peka dan tidak tepat. Lihatlah kepada Rasulullah saw, apa yang didakwahkan baginda?. Baginda berdakwah memperkenalkan kaum Qureishy kepada Allah swt, Tuhan yang Satu. Ini membingungkan kaum baginda yang mempunyai banyak Tuhan dan berhala-hala yang disembah. Inilah dakwah baginda yang tidak kenal penat dan lelah.

Read Full Post »

Nasihat Arif Billah

Anakku yang dirindui. Maka fasa pada masa ini adalah fasa keilmuan. Sebelum ini adalah fasa ugutan atau ancaman (Neraka dan Syurga) dan sesudah fasa keilmuan ini akan datang pula fasa kasih sayang. Begitulah pendekatan Allah swt dalam mengajar kita umat manusia.

Maka pada fasa ugutan (ancaman), Allah swt mengugut manusia dengan ugutan Neraka serta memgumpan (mengiming-imingi) manusia dengan Syurga. Karena pada masa itu umat manusia kebanyakan tidak berpelajaran (berpendidikan) dan mereka juga lebih kepada nafsu nafsi.

Pada fase sekarang ini, manusia lebih ditekankan kepada keilmuan. Maka manusia merantau keseluruh dunia mencari ilmu. Tidak heran banyak di antara Kita mendapat pendidikan di negara asing dalam pelbagai kemahiran dan jurusan. Bagi kebanyakan yang masih tertinggal dalam pelajaran, Allah swt mengantar mereka sebagai pelarian Islam ke negara-negara barat. Oleh karena itu, dalam fasa ini telah terjadi sangat berkurangan kedhaifan di antara ummah. Banyak umat yang sudah berilmu pengetahuan yang tinggi. Tapi Perhatikanlah, Allah swt tidak mengantar jutaan pelarian Islam itu ke negara Islam terutama ke Timur Tengah.

Dengan makin manusia merasa berilmu, maka timbullah Kesadaran kalau Kita berusaha dengan gigih maka Kita bisa mencapai kekajaan. Tak ada apapun yang tidak bisa dicapai kalau Kita benar-benar berusaha. Kita merasa bahwa semua bisa kita capai kalau kita sudah berusaha. Seperti kekata pepatah,”Tepuk dada tanya selera!”. Sehubungan dengan ini, maka tumbullah Kesadaran Kita bahwa kita mempunyai kebebasan untuk memilih. Manusia mempunyai akal untuk memikirkan apa yang baik bagi dirinya. Dari sini, timbullah konsep hak asasi manusia. Konsep ini membuahkan pertubuhan-pertubuhan (organisasi-organisasi) Hak Asasi Manusia seluruh dunia.

Dengan tumbuhnya organisasi-organisasi Hak Asasi manusia maka mereka:

  1. Menyoalkan ketidaksetaraan antara kaum Hawa dan kaum Adam dalam semua urusan. Oleh sebab itu, kaum Hawa sekarang sudah mendapat layanan setaraf dengan kaum Adam. Maka kedudukan isteri sekarang lebih sebagai pekongsi yang setaraf dengan Suami yang juga pekongsi. Maka tidaklah bisa kaum Adam menganggap isteri sebagai hak kita atau menjalankan perintah Kita.
  2. Menyoalkan hak Manusia untuk hidup dengan gaya mana saja yang mereka inginkan tanpa tindasan atau penolakan. Maka timbullah gaya hidup banci (pondan), lesbi, biseksual (seseorang yang bernafsu kepada lelaki & perempuan) dan transgender (tukar kelamin). Kumpulan ini yang diberi gelaran “LGBT”. Pada masa ini ada negara yang membenarkan perkahwinan di antara banci, lesbi dan transgender.
  3. Menyoalkan tentang Tuhan:
  • Kenapa mesti ada Takdir?
  • Kenapa tiada pilihan? Dilahirkan kafir, ditakdirkan hidup sebagai seorang kafir dan mati sebagai seorang kafir dan akhir sekali masuk negara. Oleh karena itu, mana keadilan Tuhan sekiranya seseorang itu ditakdirkan menjadi orang kafir tetapi yang lain ditakdir menjadi orang beriman. Juga ada yang ditakdirkan kaya raya dan ada miskin papa?.
  • Kenapa mesti ada Tsunami, Gempa Bumi, Bah, Kebakaran dan lain-lain musibah yang meragut (merenggut) berjuta-juta nyawa kalau Tuhan itu Maha Pengasih lagi Penyayang?.
  • Mengapa mesti ada kanker, lukaemia, kecacatan mental dan fisikal?.
  • Mengapa mesti manusia disiksa di dalam Neraka kalau kesemua perbuatan mereka mengikut Takdir yang tetap dan tidak bisa diubah?

Anakku, persoalan-persoalan yang tersebut di atas ini sudah timbul di internet dan buku-buku. Namun disuatu hari nanti persoalan-persoalan ini akan dipertengahkan dan di war-warkan serta diminta jawapan sebagaimana dengan persoalan Kesama tarafan (kesetaraan) wanita & lelaki dan LGBT yang kini diwar-warkan keseluruh dunia.

Inilah fitnah besar yang akan timbul dalam fasa keilmuan (yang mengemuka sebelum kemunculan Dajjal) yang membutuhkan Jawapan yang jelas lagi bisa diterima oleh Dunia.

Semoga anakku yang disayangi mendapat pencerahan dari tazkirah Ayahmu ini, aamin Ya Rabbil alamin!

Read Full Post »

Nasihat Arif Billah

Anakku yang dirindui. Apa juga yang berlaku adalah Drama Ilahi. Kalian sedang ikut serta dan senantiasa pula menyaksikan Drama ini yang dipamerkan di Bioskop Ilahi yang meliputi semua makhluk, termasuk diri kalian sendiri (Divine Omni Theatre). Inilah satu-satunya ilmu yang Kalian dapat serta pahami melalui Pintu Makrifat yang diajarkan oleh Allah swt. Namun ramai lagi orang yang belum menyadari akan Kesedaran mutlak ini yang bisa membawa kepada keamanan dan keharmonian di antara manusia, kaum, masyarakat negara dan akhirnya Seluruh Dunia. Sesuai dengan firmanNya bahwa Dia menjadikan Kita bersuku-suku dan berpuak-puak supaya dapat saling kenal mengenali di antara Kita.

Anakku yang disayangi. Dunia tidak dapat mengelak dan lambat laun akan menyadari bahwa semua kehidupan ini adalah Drama Ilahi yang Manusia tidak ada sedikitpun campur tangan dalam urusannya. Kita hanya pelakon mengikut skrip yang sudah tertera di Loh Mahfuz apabila Dia berfirman, “Kun”!

Sesudah mencapai Kesadaran mutlak yang diterangkan di atas ini, maka Dunia akan mulai bisa mencintai sesama sendiri. Dengan sifat ini juga, kalian bisa kelak berdakwah kepada syaitan-syaitan dan mengembalikan mereka untuk beriman kepada Allah swt

Karena itu, Allah swt berfirman bahwa:

1. Tidak sama orang yang mengetahui dan yang tidak mengetahui.

2. Tidak sama mereka yang berada dalam kegelapan dan mereka yang berada dalam cahaya.

3. Hanya orang yang berilmu yang (sebenar-benar) takut kepada Allah swt.

Maka anakku, mengejar dan menuntut ilmu adalah satu perkara yang utama sehingga Allah swt berfirman dalam Ayat yang pertama yang diturunkan di dalam Al Quran, “Iqra!”. Belajarlah, tuntutlah ilmu…

Read Full Post »

NAsihat Arif Billah:

Anakku, berpaut kepada Allah swt ataupun TakdirNya menjana (menghasilkan) bagi kita untuk tidak memikirkan serta untuk tidak menetapkan dan juga menghasilkan keyakinan yang tertinggi iaitu Haqqul Yakin.

Syeikh Abdul Qadir Al Jilani berkata hendaklah Kita tutup Minda Kita di setiap segi atau sudut. Ibarat memandu Mobil (Diri) di atas Jalan Raya (Loh Mahfuz) dengan kesemua Tingkap atau Jendela (Minda) Mobil tertutup rapat (tutup setiap segi). Jangan biarkan angin-angin dari luar dapat masuk melalui Tingkap (jendela) yang terbuka.

Seperti di dalam Mobil, hanya ada Dirimu saja, begitu juga hanya ada satu penghuni saja yang ada di dalam Minda Kalian, iaitu (Ingatan) Allah swt.

Angin-angin yang memukul Mobil Kalian adalah seperti gelombang-gelombang dari Pusat Pancaran syaitan yang Kalian tidak bisa melihatnya. Gelombang-gelombang ini yang berusaha masuk ke dalam Diri kalian melalui “Pintu” Takut, Bimbang, Runsing, Kesedihan, Kehibaan, Masalah, Maksiat dan sebagainya. Apabila Pintu ini terbuka maka tersambunglah Pintu ini dengan gelombang-gelombang syaitan yang senantiasa menunggu. Sehingga, mereka akan menggoda Kalian dengan membuat Kalian lebih tertekan sampai hilang selera makan, badan kurus kering, sakit-sakit selalu, selalu meletup (marah), murung, sakit mental dan lain-lain lagi.

Anakku yang disayangi, Janganlah Kalian jatuh dalam perangkap syaitan melalui gelombang-gelombang pancaran mereka. Jangan sekali-kali kamu lupa bahwa:

  1. Apapun yang terjadi pada Kalian adalah Takdir Ilahi. Ingatlah nasihat Rasulullah saw bahwa apa juga yang terjadi hendaklah dikatakan ini sudah ditakdirkan. Hal ini supaya tidak menjemput syaitan untuk menggoda Kalian.
  2. Takdir itu adalah dibuat oleh Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana.
  3. Karena Takdir itu dibuat oleh Tuhan yang Maha Bijaksana, tentulah ia penuh dengan Hikmah dan tidak sia-sia sama sekali. Ini seiring dengan firmanNya bahwa tidaklah Dia membuat semua ini sia-sia.

Sesudah Kalian, anakku, terapkan ketiga-tiga prinsip ini dalam diri Kalian, maka berpautlah Kalian kepadaNya dan jangan pedulikan kesemua gelombang godaan syaitan yang datang walaupun Kalian merasa begitu tertekan. Terus memandu (mengendarai) Mobil Kalian di atas Jalan Raya dengan kesemua Tingkap (jendela) tertutup rapat serta jangan membiarkan angin-angin yang meniup keras masuk ke dalam Mobil Kalian.

Teruslah memandu (mengendarai) Mobil di atas Jalan Raya itu sehingga sampai kepada tujuan yang diidamkan.

Begitulah anakku, berpautlah kepada Takdir Ilahi dan kenallah akan gelombang godaan syaitan itu lalu jangan diambil peduli samasekali akannya. Inilah yang dikatakan oleh Syaitan bahwa dia hanya bisa menggoda mereka yang sudah ditetapkan untuknya.

Semoga anakku yang dirindui mendapat pelajaran dari tazkirah Ayahmu ini, aamin Ya Rabbil alamin!

Rio Benny Arya:

“Gelombang yang mencoba masuk menerusi pintu takut, bimbang, kesedihan”…….

Baru saya paham sekarang ustadz. Kenapa kalau ada kesedihan atau bimbang dalam diri saya, tak lama dari luar tiba tiba terasa ada gelombang yang kuat semakin menerpa. Ternyata kalau dari dalam diri ada kesedihan, menjadi pintu gelombang terpaan syaitan di luar untuk masuk.

Terimakasih ustadz

Read Full Post »

Diam dan Memerhati

NAsihat Arif Billah…

Anakku, apabila kalian benar-benar faham akan ilmu ini, maka kalian akan lebih banyak diam dan memerhati. Seperti melihat tayangan di biskop, bagaimanapun emosinya kalian, tapi kalian tahu bahwa kalian tidak bisa berbuat apa-apa karena jalan cerita di dalam tayangan itu berjalan mengikut pengarahnya (sutradara).

Di sinilah Rasulullah saw pernah ditegur oleh AIlah swt apabila baginda merasa sedih akibat ramai umat baginda yang masih belum beriman. Maka Allah swt berfirman yang maksudnya bahwa kalau Allah Swt mau semua beriman, Dia bisa berbuat begitu, janganlah baginda menjadi orang yang jahil. Begitu juga Allah swt berfirman mengingatkan Kita orang-orang beriman bahwa kalau Allah swt mau Dia Bisa membuat semua beriman.

Anakku, apa juga lakuan yang kalian saksikan, pasti ada urutannya dan tidak habis di situ sahaja. Itulah yang dikatakan takdir. Namun urutannya itu kalian tidak akan mengetahuinya. Hanya Allah swt sahaja yang tahu. Seperti Nabi Musa as menegur perbuatan Nabi Khidir as membunuh dan memecahkan kapal-kapal karena Nabi Musa as tidak tahu urutan dari perbuatan Khidir as itu.

Maka adalah lebih baik kalian lihat dan pasrah, karena semua urutan itu sudah dituliskan semasa Allah swt berfirman, “Kun.”

Contoh, kalian semasa memandu Mobil di jalan Raya melihat anak kucing berdiri tegak di tengah jalan itu dan seolah-olah sedang menangis meminta tolong. Namun sekiranya kalian berhentikan mobil kalian secara mendadak maka akan terjadi perlangaran dengan mobil-mobil di belakang. Maka kalian tidak ada pilihan melainkan teruskan memandu dan pasrah. Seperti dikatakan tadi, bahwa takdir tidak berhenti di situ sahaja dan ada urutannya, maka datang setelah itu seorang yang bersepeda berhenti di situ dan menyelamatkan anak kucing itu.

Kadangkala urutan takdir itu yang kalian tidak tahu bisa mencelakakan kalian. Contohnya, seseorang melihat seekor ular yang besar lagi berbisa dipenggal kepalanya dan sesudah itu badannya dipotong-potong menjadi kecil-kecil. Melihat nasib ular itu maka datang rasa simpati dalam dirinya lalu dia pergi mendapatkan bangkai ular itu untuk menguburnya. Namun ketika dia mendekati bangkai ular itu, kepala ular yang sudah putus itu menerkam dan mengigit tangannya. Dia terpaksa dirawat di Rumah Sakit berbulan lamanya sebelum da benar-benar sembuh.

Oleh karena itu anakku: duduklah kalian di pintu belakang sambil Dzikrullah dan janganlah turun ke pintu depan bermain lumpur. Karena Syeikh Abdul Qadir Al Jilani ada berkata: seperti memandang orang sedang membuang najis janganlah kalian mengambil bahagian.

Apabila dikatakan jangan turun Pintu Depan dan bermain lumpur makna HATI kita jangan turun Pintu Depan sesuai dengan firmanNya yang bermakna:

1. Dalam shalat ingat Aku (Jangan turun).

2. Lepas Shalat ingat Aku (Jangan Turun)

3. Dalam hidup keseharian (Jual Beli) ingat Aku (Jangan turun).

Syeikh Abdul Qadir Al Jilani berkata yang bermaksud bahwa Hati ibarat sebuah rumah dan rumah itu hanya satu penghuni iaitu Allah swt

Maka yang dimaksud jangan turun bermain lumpur ialah Hati. Oleh karena itu, walaupun jasad kita turun Pintu Depan untuk mencari rezki dan sebagainya namun Hati tetap di Pintu Belakang. Karena itu mengingati Allah swt adalah ibadah yang utama lebih utama dari jihad dan sedakah segunung emas dan perak.

Allah swt juga ada berfirman (hadit qudsi) bahwa kalau seseorang itu sibuk mengingati Aku dan ia lupa meminta kepada-Ku maka akan Ku-cukupkan keperluannya walaupun dia tidak meminta dariKu. Hadith ini menunjukkan orang yang sentiasa mengingati Allah swt sentiasa berada dalam NaunganNya.

Maka turunlah dari Pintu Depan dan teruskanlah pekerjaan, jalankan tugasan dll, asal Hati sentiasa di Pintu Belakang.

Hendaklah HATI itu praktis atau berlatih duduk Pintu Belakang walaupun jasad sudah turun Pintu Depan untuk sebab tertentu. Sehingga alah bisa tegal biasa….

Semoga anakku yang dikasihi lagi dirindui mendapat pencerahan, aamin ya Rabbil alamin!

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: