Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2016

Taufiqurrahman, S.Pd.I, M.Sy (Al-Hafidz), YamasIndonesia

Setelah memahami penjelasan yang panjang dari part 1 sampai 4, masih dalam memahami kembali Rasulullah Saw Rohmatal lil alamin.

Kita dapat memahami bahwa semua yang sudah terjadi dan yang akan terjadi di dunia sudah ditetapkan oleh Allah Swt. Karena semuanya di bawah satu kendali Sang Maha Kuasa segala-galanya. Semuanya pasti ada hikmah dan kita yakin seyakin-yakinnya (haqqul yaqin) bahwa Allah Swt adalah Maha Bijaksana. Dia tidak menciptakan sesuatu apapun sia-sia, termasuk salah satunya ada hikmah disebalik keingkaran Iblis, yang jarang sekali dibahas dan mendapatkan perhatian khusus untuk menambah keyakinan kita bahwa semuanya terbaik meski nampak dipermukaan (dzahirnya) ada madharat dan sebagian kita membencinya. Insya Allah kita akan bahas pada akhir.

Ketika kita sudah sangat faham betul hingga masuk dalam paradigma kita bahwa semua yang baik dan yang buruk itu berhikmah, maka kewajiban kita harus terus belajar dan membaca (iqro’), baca terus berulang-ulang jangan sampai jenuh serta bimbang dari sumber segala ilmu (Al Quran dan Hadits). Sekali lagi baca dan perhatikan melalui pandangan “matahati” yang bersandarkan ilmu dari apa-apa saja yang telah terjadi (dalam diri kita) dan yang telah tercipta serta memperhatikan sekeliling kita (belajar dari gejala-gejala alam semesta / kauniyah).

Semua yang sudah terjadi dan yang akan terjadi ada manfaat yang langsung bisa dirasakan dalam jangka pendek ataupun yang tidak langsung bisa dirasakan karena untuk jangka panjang anak cucu kita.

Walaupun ada madharat, kerusakan, kecacatan sekalipun dirasa oleh manusia pasti berguna sekali untuknya. Kenapa bisa demikian?
– Karena semua berhikmah
– Karena semua yang dibuatNya adalah sempurna tidak ada cacat sedikitpun dari ciptaanNya.
– Jika ada ciptaanNya tidak sempurna, cacat, tidak ada hikmah dan tidak adil atas ciptaanNya maka Dia bukan Tuhan.

Setelah memahami dengan betul-betul penjelasan diatas, maka sekarang anda seperti terlahir kembali.
Hidup dengan kesadaran yang baru karena memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan dengan cara (metodologi) yang berbeda pula antar dulu dengan sekarang. Anda sudah lain dari diri anda yang dulu karena anda hidup di alam ketenteraman, tidak pernah curiga apalagi buruk sangka terhadap Allah Swt karena yakin Dia Maha Kuasa dan senatiasa membimbing dan selalu siap menolong anda.
Tiada kekhawatiran menghinggapi tiada ketakutan melanda, semua begitu tenang, nyaman dan tenteram karena sudut pandang anda “Semuanya Terbaik dan Tidak ada yang sia-sia. Itulah hakikat Iman (percaya kepada Allah Swt bahwa semua yang dibuatNya adalah terbaik).

Sekarang anda memandang segala sesuatu berdasarkan mata hati bersandarkan ilmu. Semua nampak lain, semua nampak tersusun sangat rapi dan saling kait mengkait, tersistem dengan sangat sempurna, sehingga tanpa sadar melelehkan air mata. Karena anda di lahirkan di dunia ini sebagai pengemban amanah, anda insya Allah dipilih untuk malahirkan dan mengantarkan anak cucu kita sebagai generasi terbaik (khoiro ummah) yang nantinya akan meneruskan “estafet” amanah yang Allah Swt pikulkan untuk sang khalifah kedepan (manusia dari golongan orang yang beriman dan beramal sholih).

Mari kita fahami kembali aspek Rasulullah Saw sebagai Rohmatal lil alamin, berikut ini;

13. Amanah.
Amanah adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.

Tetapi sekali lagi perlu di ulang-ulang kembali, agar tidak terjadi distorsi pemahaman dalam memahami difinisi amanah.

Amanah disini tidak yang seperti difahami dan diartikan sementara ini pada arti yang sangat sempit yaitu amar makruf nahi munkar serta isti’mar fi al-ardi (memakmurkan bumi). Semua itu benar tetapi hanya sebagian kecil dari pengertian amanah itu sendiri.

Amanah yang diartikan ulama kontemporer, mujaddi (reformis), sekaligus pakar Tasawuf Jalan Nabi-nabi Arif Billah Ustadz H Hussien bin Abdul Latif adalah;

MENGEMBALIKAN IBLIS DAN SYAITAN MENYEMBAH ALLAH SWT.

Kalau kita fahami secara mendalam. Amanah ini bukan pekerjaan

yang sangat ringan dan tidak main-main, sampai-sampai langit, bumi, gunung tidak mampu memikul amanah ini.

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Al Ahzab:72).

Sebagian besar umat memahami bahwa iblis dan syaitan bukan “tanggung jawab” manusia.
Tidakkah terbesit pertanyaan pada diri kita?

Siapa yang akan mengembalikan mereka kembali menyembahNya?

Padahal mereka tidak di utus utusan dari golongan mereka, sebagaimana manusia?

Siapa lagi yang akan membimbing mereka kalau bukan generasi terbaik nanti (khalifah)?

Bukankah Allah tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk menyembahNya?

Sudahkah sekarang mereka Jin (Iblis dan kroninya) menyembah Allah Swt?.

Itulah rahasia dalam rahasia kenapa Allah Swt menjadikan Iblis dan kroninya dipanjangkan umurnya sampai kiamat, tujuannya cuma satu agar mereka tahu bahwa pemilihan Allah Swt kepada manusia sebagai kholifah adalah sangat-sangat tepat dan tidak keliru. Seperti yang mereka sangka sebelumnya (lihat Al Baqoroh :30-37).

Akhirnya kebijaksanaan Allah SWT TERBUKTI.

Dengan memerangi Iblis dan kroninya serta membawa kembali Iblis dan kroninya untuk menyembah Allah Swt.

14. Pentadbiran.

Pentadbiran adalah menjelajah, menundukkan luar angkasa raya sebagaimana yang sudah dijelaskan panjang lebar sebelumnya.

Pentadbiran adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.

Sekali lagi bahwa bumi pengertiannya tidak sempit hanya sebatas bumi yang kita tempati sekarang, tetapi termasuk angkasa raya yang sangat luas termasuk “bumi-bumi”.
Kalau generasi terbaik (kholifah) sudah difahami secara luas seperti diatas, tentunya mereka dibekali ilmu yang sangat luar biasa canggih (Globalisasi Islam, dunia menjadi masyarakat dunia menjadi Islam sehingga sistem khalifah sudah tersusun dan tertata, genome mapping, hybird embryo project, nano technology serta perangkat ilmu yang lain). Fasilitas pendukung sudah menyertainya (sudah menemukan pintu-pintu langit, menemukan jalan lurus dan jalan pintas yang ada di angkasa raya/worm hole, menjelajah serta menaklukkan angkasa raya yang sangat luas dan sangat kaya raya).
Maka kita insya Allah tidak kesulitan dalam memahami hadits Rasulullah Saw berikut;

Permusuhan hilang dan keracunan dalam apa bentuk pun menjadi biasa justru itu, kanak-kanak memasukkan tangannya ke mulut ular yang berbisa tidak mendapatkan kemudharatan (bahaya). Begitu juga kanak-kanak perempuan yang bermain dengan singa yang buas. Serigala seperti menjadi anjing menjaga kambing-kambing. Bumi dipenuhi kedamaian seperti air (yang tenang) dalam bejana. (Terjemahan Ibnu Majah Bk. 4, 808, 1993).

Para astronom menemukan banyak planet yang ada di luar angkasa yang sangat kaya sumber alamnya (SDA) seperti “diamond” (mutiara). Bahkan ukurannya lebih besar dari bumi yang kita tempati ini, lebih mencengangkan lagi ada banyak planet di luar angkasa yang mirip atau seperti saudara kembar bumi yang kita tempati ini jumlah yang baru ditemukan ada ratusan bahkan mungkin bisa lebih (seperti penjelasan sebelumnya).

Coba bayangkan kalau manusia sudah menjelajah langit dan menundukkan bumi-bumi (jumlahnya sangat banyak sekali milyaran bahkan lebih) yang sangat kaya raya tadi.

Bukankah manusia sudah tidak serakah lagi?Bukankah zakat sudah tidak berlaku lagi, karena manusia semuanya tidak ada yang miskin?
Bukankah Bumi akan dipenuhi kedamaian?

Kalau ilmu sudah sangat-sangat canggih luar biasa. Bukankah hewan buaspun akan sangat tidak berbahaya (jinak) bagi anak kecil?
Maha Benar Allah Swt dengan segala firmanNya.

Sekali lagi, pemahaman seseorang dalam memahami Al Qur’an dan Hadits akan terasa sangat sempit, rigid (kaku) dan tidak masuk akal (irasional), kalau dia tidak open minded, tidak selalu belajar (iqro’). Selalu menutup diri dengan penemuan-penemuan terkini sains, tekhnologi, astronomi dan sebagainya.
Sudah saatnya umat Islam bangkit dari ketertinggalan.
Sudah saatnya membangun paradigma cakrawala baru yang lebih luas.

Sudah saatnya umat Islam menjadi master of Civilization (garda depan penggerak perdaban).

Silahkan kunjungi pada Astronomers discover planet made of diamond pada http://sg.news.yahoo.com/astronomers-discover-planet-made-diamond Subhanallah.

15. Syafaat.

Syafaat (pertolongan) adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.

Setiap Nabi (as) memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi telah menggunakan doa tersebut. Dan aku menyimpan sebagai syafaat bagi umatku, kelak di hari kiamat. Maka syafaat tersebut InsyaAllah akan didapati oleh setiap orang dari umatku yang wafat dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan suatu apapun. ( Sunan Ibnu Majah Bk.4, 1027-1028,1993).

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada tuhannya (Al Kahfi:110).

Aspek yang terakhir bagian dari Rohmatal lil Alamin Rasulullah Saw adalah akhirat.

16. Akhirat.

Akhirat adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.
Akhirat pasti adanya, karena tidak mungkin ada awal tidak ada akhir, sebagaimana tidak mungkin ada dunia tapi tidak ada akhirat.
Akhirat wajib diimani adanya. Simak ayat berikut ini;

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat (Al Baqarah:4)

Sekali lagi, adanya akhirat adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw, karena untuk Rasulullah Saw, Allah menciptakan yang lain (termasuk akhirat) agar sejagat lama raya yang luasnya tak kira merasakan Rahmat (kasih sayang) dari Allah Swt melalui Rasulullah Saw atas izin-Nya.

Rasulullah Saw bersabda: “akan ada rombongan dari umatku tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab, bercahaya muka mereka bagaikan bulan purnama. Abu Hurairah r.a. berkata: Maka berdirilah Ukasyah bin Mihshan Al-Ashadi, lalu berkata: Ya Rasulullah doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka. Maka Nabi Saw berdoa: Ya Allah jadikanlah dia golongan mereka. Kemudian sahabat Anshar berdiri dan berkata; Ya Rasulullah doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka. Jawab Nabi Saw: Engkau telah didahului Ukasyah r.a (Bukhari dan Muslim).

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ

Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ

Berada dalam jannah kenikmatan.
ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ

Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ

dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian ( Al Waqiah :10-14).
لِأَصْحَابِ الْيَمِينِ

(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ

(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
وَثُلَّةٌ مِنَ الْآخِرِينَ

dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
(Al Waqiah:38-40).

Allah Swt akan (mengarah) Rasulullah Saw untuk membuka kitab yang ada di tangan baginda dan baginda akan membaca serta memanggil semua malaikat, nabi-nabi dan orang-orang Allah Swt. Mereka semua itu akan ada tanda (mohor/stempel) Rasulullah di dahi mereka dan di dalam kitab itu juga sudah dituliskan mereka semua mendapat surga (Gospel of Barnabas, 73,?).

Keimanan adalah mohor yang Allah Swt telah menterai Orang-orangNya dan mohor itu sudah diserahkan kepada Rasulullah Saw (Gospel of Barnabas, 114,?)

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”.

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.(Al Isra’:13-14).

Demikianlah 16 aspek dalam memahami kembali Rasulullah Saw Rohmatal lil alamin.

Alhamdulillah puji syukur tidak terhingga kepada Allah Swt yang telah menurunkan Rasullullah Saw sebagai Rohmatal lil alamin (kasih sayang sejagat alam raya). Shalawat serta salam tak henti-hentinya kita haturkan kepada baginda nabi Muhammad Saw, semua keluarga Rasulullah Saw dan para pengikutnya hingga akhir kehidupan, para Nabi dan Rasul, para sahabat, tabi’in, at-tabi’n tabi’in, semua orang-orang sholih dan sholihah hingga kiamat nanti serta seluruh umat baginda Nabi Muhammad Saw.

Khususnya Arif Billah Ustadz Hj Hussien bin Hj Abdul Latiff dari Singapura dan para sahabat Yamas Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia dan sebagainya.
Semoga selalu dirahmati Allah Swt dan berjalan dalam ridho-Nya.
Amin ya Robbal Alamin.

Untuk menambah lagi keyakinan kita kepada Allah Swt bahwa semua berhikmah dan tidak ada yang sia-sia, kita bahas lagi hikmah disebalik keingkaran Iblis.
( Sumber syarahan Arif Billah Ustadz H Hussien bin Abdul Latiff, dalam tema Ujian 1-2, pada tanggal 26 November 2012 di Singapore ).

Mari kita fahami apa hikmah disebalik keingkaran Iblis.
Ada pertanyaan yang harus kita jawab pada diri kita sendiri.

Sebelum Iblis ingkar, membangkang dan enggan bersujud (respek) pada Nabi Adam As.
Apakah sebelumnya sudah di tetapkan Allah Swt di Loh Mahfuz?
Apakah sebelumnya sudah di tetapkan bahwa Iblis nantinya ingkar?
Apakah Allah tahu bahwa nantinya dia ingkar?
Jawabannya Allah sudah sangat pasti Maha Mengetahui karena semuanya sudah ditetapkan sejak KunNya termasuk keingkaran Iblis.
Yang menarik sebagian besar kita tidak sadar bahwa disebalik keingkarannya terkandung hikmah yang sangat luar biasa. Ada tiga hikmah besar disebalik keingkaran Iblis;
(1). Di turunkan para Nabi dan Rasul.
(2). Rasulullah Saw sebagai Rohmatal lil alamin.
(3). Adanya khalifah di muka bumi (dari golongan orang yang beriman dan beramal sholih).

Semua yang terjadi di dunia ini adalah “Pentas Ilahi” ada tiga (3) pelan (rencana) Allah Swt. Yaitu:
(1) Roh Rasulullah Saw
(2) Khalifah di muka bumi
(3) Keingkaran Iblis.

Perhatikanlah baik-baik tiga pelan (rencana) Allah Swt. Semuanya tersusun sangat sempurna saling kait mengkait dan satu sama lain tidaklah bisa dipisahkan, antara Roh Rasulullah Saw, Khalifah di muka bumi dan keingkaran Iblis. Apapun yang anda pandang sebagai “gerak-gerik Ilahi, semua yang nampak adalah manifestasi-Nya, Sandiwara-Nya, tidak ada yang luput dari kendali-Nya, meski sebutir atom atau yang lebih kecil lagi.

Semua begitu taat dan tunduk pada penhaturan-Nya, baik peran sebagai Rasulullah Saw, Khalifah dan Iblis.
Semuanya dibawah satu kendali besar sang Maha Pencipta atas segala sesuatu Allah Swt.
Setiap detik telah diatur Yang Maha Terbaik.
Anda tinggal mengikuti ketetapanNya.
Jadilah anak waktu setiap saat adalah “kelahiran” anda.
Setiap saat adalah yang terbaik untuk anda.
Yang mesti anda syukuri secara mutlak.

Selamat datang dalam dunia baru, dimensi baru, mindset baru. Dengan berbekal keyakinan Allah begitu sayang pada anda. Allah tidak akan mendzolimi anda. Yakinlah dengan tanpa curiga dan buruk sangka atas semua ketetapanNya. Yakinlah bahwa semua TERBAIK. Karena semua sudah beres dan sudah ditetapkan oleh Sang Maha Terbaik Allah Swt.

Sebuah renungan;
Setelah memahami penjelasan yang sangat panjang diatas dari part 1 sampai part 5; sangat penting untuk ditanyakan pada diri kita sendiri dan anda sendiri yang bisa menjawabnya.

1. Sudahkan anda tambah haqqul yakin bahwa semuanya yang terjadi berhikmah karena Allah Swt Maha Bijaksana dan Maha Kuasa atas segala sesuatu?

2. Sudah yakinkah anda bahwa semuanya sudah ditetapkan sejak KunNya sampai kiamat ke-2 dan semua ciptaan berperan sesuai dengan ketetapan-Nya?

3. Sudah yakinkah anda bahwa firman KunNya hanya satu kali saja dan semuanya sudah beres tersistem secara sempurna sejak Kun-Nya sampai kiamat ke 2 dan tidak akan mungkin ada perubshan dalam ketetapanNya?

4. Sudah yakinkah anda bahwa semua ciptaan berasal dari sedikit DzatNya dan semuanya akan kembali kepadaNya serta semuanya adalah sandiwara-Nya?

5. Sudah yakinkah anda bahwa Rasulullah Saw adalah manusia teragung?Sudahkah anda mengidolakannya dan mengambil suri tauladan darinya?

Semoga Allah Swt menjadikan kita mudah memahami Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.
Amin ya Robbal alamin.

Referensi:
A. Al Qur’an dan terjemahan Departemen Agama RI, 2005.

B. Ahadith.
1. Shahih Al Bukhari
2. Shahih Muslim
3. Sunan Abu Dawud
4. Sunan At Tirmidzi
5. Sunan Ibnu Majah
6. Sunan An Nas’iy
7. Al Muwatta
8. Al Hadis (Misykatul Masabih) Vol. 1-4, Karim Al Haj Maulan Fazlul, Islamic Book Service, New Delhi India (1994).

C. Kitab-kitab

Hussien, bin Abdul Latiff, Daripada Hakikat kepada Makrifat, Yayasan Makrifatullah Sedunia (YAMAS) Indonesia (2015).
2. Hussien, bin Abdul Latiff, Insfrastruktur Loh Mahfuz mengikut Rasulullah Saw semasa Mi’raj, makalah dalam sebuah seminar pada 22 Desember 2013 di Singapore.

3. Hussien, bin Abdul Latiff, Era Globalisasi dan Arah Tujuan Umat Islam, syarahan-3 makalah dalam sebuah seminar pada 22 Agustus 2013 di Singapore.

4. Hussien, bin Abdul Latiff, Era Globalisasi dan loh mahfuz-1, makalah dalam sebuah seminar pada 22 Agustus 2013 di Singapore.

5. Hussien, bin Abdul Latiff, Era Globalisasi dan takdir-2, makalah dalam sebuah seminar pada 22 Agustus 2013 di Singapore.

6. Hussien, bin Abdul Latiff, Era Globalisasi dan Arah Tujuan Umat Islam-1, makalah dalam sebuah seminar pada 22 Agustus 2013 di Singapore.

7. Hussien, bin Abdul Latiff, Syarahan ketiga Arah Tujuan Umat Islam, makalah dalam sebuah seminar pada 22 Agustus 2013 di Singapore.

8. Hussien, bin Abdul Latiff, syarahan pertama Makrifatullah, makalah dalam sebuah seminar pada 14 April 2013 di Singapore.

9. Hussien, bin Abdul Latiff, Loh Mahfuz-3, makalah dalam sebuah seminar pada 19 Mei 2013 di Singapore.

10. Hussien, bin Abdul Latiff, Liku-liku 1, makalah dalam sebuah seminar pada 14 April 2013 di Singapore.

11. Hussien, bin Abdul Latiff, Rasulullah Saw Rohmatul Alamin, makalah dalam sebuah seminar pada 17 November 2013 di Singapore.

12. Hussien, bin Abdul Latiff, Keredhaan, makalah dalam sebuah seminar pada 21 September 2013 di Singapore.

13.Hussien, bin Abdul Latiff, Penyerahan 2, makalah dalam sebuah seminar pada 15 September 2013 di Singapore.

14. Hussien, bin Abdul Latiff, Era Globalisasi dan Restu, makalah dalam sebuah seminar pada 25 Agustus 2013 di Singapore.

15.Hussien, bin Abdul Latiff, Ujian 1-2, makalah dalam sebuah seminar pada tanggal 26 November 2012 di Singapore ).

16. An Nasaibury, Al Quraisy, Risyalatul Qussiriyah Induk Ilmu Tasawuf, Risalah Gusti, Surabaya Indonesia (1997).

17. Gospel of Barnabas, (?).

18. Al Jilani, Syaikh Abdul Qadir, Sirrul Asrar, Thinker’s Library Sdn. Bhd., Selangor Malaysia (1997).

19. Al Jilani, Syaikh Abdul Qadir, Futuh Al-Ghaib, SH. Shahzad Riaz for SH Muhammad Ashraf Publisher & Book Seller, Lahore Pakistan (1986).

20. Al Khandahlawi, Muhammad Yusuf, Untaian Kisah Nabi dan Para Sahabat, Pustaka Nasional Pte. Ltd. Singapura (1997).

SELESAI

 

Read Full Post »

 

Oleh: Taufiqurrahman, S.Pd.I, M.Sy (Al-Hafidz), YamasIndonesia

Melanjutkan kembali pembahasan yang sangat luar biasa tentang memahami kembali Rasulullah Saw Rohmatal lil alamin.

Setelah kita memahami bagian dari Rohmatal lil Alamin Rasulullah Saw dari aspek; (4) nabi terakhir, (5) nabi sejagat, (6) adanya nabi-nabi lain, (7) setan terhalang naik ke langit, (8) lailatul qadar, (9) Demografi, (10) Pesatnya ilmu pengetahuan, pada part 3.

Kita akan melanjutkan kembali pemahaman berikutnya yaitu pada aspek; (11) fasilitas, (12) khalifah, adapu aspek (13) amanah, (14) pentadbiran, (15) Syafaah dan (16) akhirat. InsyaAllah akan dibahas pada part 5.

Semuanya masih dalam memahami Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw, melalui syarahan (seminar) oleh ulama’ kontemporer, mujaddid (reformis) sekaligus pakar Tasawuf Jalan Nabi-nabi Arif Billah Ustadz H Hussien bin Abdul Latiff dari Singapura.

11. Kelengkapan (fasilitas).

Salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah manusia diberi Allah Swt berupa bekal ilmu (yang sudah dijelaskan panjang lebar sebelumnya pada part 3) dan segala fasilitas.

Adapun fasilitas pendukung yang diberikan Allah Swt kepada manusia sebagai khalifah di bumi, antara lain:
a). Manusia diciptakan dan disempurnakan ilmunya sesuai dengan kesiapan zaman dan keadaanya (lihat surat Al’la :2-3)
b). Manusia dilebihkan Allah atas semua makhlukNya (lihat Al Isro’:70).
c). Manusia adalah makhluk yang dimuliakan Allah Swt (lihat Al Isro’:70).
d). Segala yang dilangit dan bumi serta seisinya semuanya di mudahkan dan ditundukkan oleh Allah Swt untuk manusia (lihat Al Jasiyah:13).

Semua fasilitas yang sangat luar biasa itu, diberikan Allah Swt untuk manusia yang arahnya dalam rangka mendukungnya sebagai khalifah dan pengemban amanah.

Seperti yang kita ketahui, apapun tugas berat yang dipikul seseorang berbanding lurus dengan pemberian fasilitas yang melengkapinya. Seperti Rasul yang diberi tugas berat untuk berdakwah, juga diberi fasilitas berupa mukjizat sebagai bukti kerasulannya.

Sebagaimana khalifah yang diberi tugas berat memikul amanah yaitu mengembalikan Iblis dan kroninya menyembah Allah Swt, juga diberi fasilitas yang melengkapinya.

Perlu difahami kembali dan direkonstruksi difinisi amanah, amanah yang banyak difahami sebagian umat Islam, hanya sebatas amar makruf nahi munkar (menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat munkar) serta isti’mar fi al-Ardi (memakmurkan bumi). Sebenarnya itu semuanya benar, tetapi itu hanya bagian kecil dari pemahaman difinisi amanah itu sendiri. Terus amanah yang lebih besar itu seperti apa?
Sampai-sampai bumi, langit, gunung dan semua makhluk Allah tidak sanggup memikulnya? Hanya manusia saja yang berani memikulnya?

Kalau hanya sebatas amar makruf nahi munkar, bukankah mungkin langit, bumi, gunung dan sebagainya lebih kuat memikulnya?

Perlu diulang kembali bahwa amanah yang sangat berat sampai langit, bumi, gunung tidak mampu memikulnya adalah:
1). Perang melawan Iblis dan kroni-kroninya (setan bagian dari kroni Iblis)

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (Fathir;6)

2). Membawa Iblis dan kroni-kroninya kembali menyembah Allah Swt.

Adapun ilmu-ilmu yang nantinya mendukung manusia untuk menaklukkan luar angkasa dan arah tujuannya perang melawan Iblis dan kroninya serta membawa mereka kembali menyembah Allah Swt, antara lain:

a). Hybird Embryo Project

Penlitian yang masih dalam proses pengembangan oleh Newcastle University, Negara Inggris yang arahnya nanti manusia bisa melihat setan, dengan metodologi rekayasa pencangkokan janin, serta mensinergikan jaringan manusia dan hewan. Apabila 0,1% genetic tubuh hewan ( hewan yang bisa melihat setan seperti ayam, srigala dan sebagainya) “serumnya” di inject-kan ke janin. Maka nantinya si janin itu, ketika lahir akan benar-bisa melihat setan, dengan merekayasa pencangkokan janin serta mensinergikan jaringan manusia dan hewan.

Bagaimana mungkin manusia akan berperang melawan Iblis dan kroninya, kalau me
lihat mereka saja tidak bisa? Inilah fasilitas (masih dalam pengembangan) yang akan diberikan Allah Swt kepada manusia sebagai khalifah di bumi kedepannya.

A hybird embryo project is a mixture of both human and animal tissue. The experiments that some British scientists want to conduct involve transferring nuclei containing DNA from human cells, such as skin cells, into animal eggs that have had almost all of their genetic information removed. The resulting cytoplasmic embryos known as admixed embryos are more than 99% human, with a small animal component, making up around 0,1%.

Two licences to create one type of hybird embryo have already been granted by the human fertilisation and embryology Authority and a team at newcastle University has successfully prodeced them ( sumber BBC News).
Adapun ayat yang menyatakan setan nantinya bisa dilihat, banyak sekali (semua ayat al Quran harus kita fahami secara komprehensif dengan berbagai alat pendukung ilmu yang selalu berkembang mengikuti masa dan zaman dan tidak hanya berkutat dengan pisau analisis ilmu ushul fiqh, balaghah, nahwu, shorof dan sebagainya dalam memahami ayat. Tetapi harus mulai open mind, keterbukaan terhadap penemuan-penemuan terkini dari berbagai pendukung ilmu lainnya seperti penemuan sains, tekhnologi, ilmu kealaman, etnografi, medis dan sebagainya agar dalam memahami ayat tidak terlalu “prematur” dan “kerdil”).

Silahkan lihat dan pelajari surat Al Baqoroh;168 & 208, Al An’am : 142, Yusuf:15, Al Isra’:53, Az Zukhruf : 62.

b). Genome mapping.

Adalah sebauh penelitian Human genetic engineering. Arahnya penyucian rohani manusia dengan mempetakan tubuh sedemikian rupa, sehingga tubuh manusia menjadi suci atau tidak lagi melakukan maksiat dan tidak cenderung melakukan hal negatif. Yang lebih dahsyat lagi manusia akan mampu menangkap dan mengamalkan pesan-pesan Ilahi (ilham) secara utuh, sehingga akan mencapai sempurnanya fungsi tubuh secara keseluruhan karena di dukung ilmu genome mapping tadi.

Pemahaman seseorang terhadap ayat al Quran tergantung kedudukan hatinya (minda). Begitu juga ilham seperti alat pemancar siaran televisi misalnya, kualitas kejernihan siaran televisi tergantung alat penangkapnya. Semakin kualitasnya bagus semakin jernih dalam menerima siaran televisi itu, begitu juga sebaliknya.

Ingat, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat melalui genome mapping (penyucian rohani).

Masih berpikir bahwa ayat al Quran itu tidak selalu up to date? Atau jangan-jangan pemahaman kita yang kurang di up date?

Atau jangan-jangan alat penangkap kita (minda) kualitasnya masih rendah, dalam menerima pemancar siaran (ilham)?
Jawabannya adalah tiga pilar agar kualitas minda kita “canggih” jernih dalam menerima ilham, yaitu melalui:
(1) Ilmu Makrifatullah,
(2) Selalu tingkatkan Ibadah,
(3) Senantiasa Ingat Allah (dzikrullah).

Genome mapping, human genetic engineering is the alteration of an individual’s genotype with the aim of choossing the phenotype of a newborn or changing the existing phenotype of a child or adult. This form og genetic engineering could help alleviate many problems, such as diabetes, cystic fibrosis, or other genetic diseases ( Sumber silahkan kunjungi, http://en. wikipedia. org/wiki/human_genetic_engineering).

Adapun ayat-ayat dalam al Quran perintah tentang penyucian rohani banyak sekali, antara lain: An Nisa’:49, An Nur:21, An Naziat:18, Abasa :3 & 7.

c). Nano Technology

Nano Technology ini adalah ilmu yang disiapkan dan “di gadang-gadang” oleh para saintis, untuk membuat “eskalator” atau “jembatan” yang menghubungkan bumi yang kita tempati ini dengan bumi-bumi (planet-planet) angkasa raya. Renungkan ayat berikut ini:

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَظَلُّوا فِيهِ يَعْرُجُونَ

Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari pintu-pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya (Al Hijr:14).

Penelitian ini masih dikembangkan oleh Negara Jepang, yang arahnya merekayasa unsur baik atom maupun molekul (unsur yang berukuran sangat-sangat kecil/nano), Sehingga unsur benda tadi menjadi lebih kuat ( seperti tisu yang ringan dan tipis bisa menjadi lebih kuat seperti baja dengan rekayasa unsur nano tadi) atau sebaliknya kuat menjadi lebih lemah, kecil menjadi besar ataupun sebaliknya.

Kedepan arahnya ilmu ini dikembangkan lebih canggih lagi yaitu menciptakan banyak material baru, yang lebih besar dan bermacam-macam bentuknya dengan berbagai aplikasi (seperti pada film animator, star trek, transformer dan sebaginya), sehingga mendukung kumpulan molekul dan material baru dengan skala nano, ilmu ini nantinya akan berkembang sangat pesat dan merambah pada aplikasi ilmu kedokteran, elektronik, biomaterial, energi produksi.

Nano Technology (sometimes shortened to “nanotech”) is the study of manipulating matter on an atomic and molecular scale. Nano Technology is very diverse, ranging form extansions of conventional device physics to completely new approaches based upon molecular self-assembly, from developing new materials with dimensions on the nanoscale to investigating whether we can directly control matter on the atomic scale. Nano Technology my be able to create many new materials and devices with a vast range of applications, such as in medicine, elektronics, biomaterial and energy production (Sumber Http://en.wikipedia.org/wiki/nanotechnology).

d). Ilmu sekarang dan ilmu masa depan.

Manusia dengan berbagai kecanggihan ilmunya yang baru berkembang saat ini, masih dalam kategori belum seberapa bila dibandingkan dengan perkembangan ilmu di masa yang akan datang pada anak cucu kita, karena manusia pada saat ini hanya baru bisa menundukkan (menggunakan dan memanfaatkan), antara lain ;
– Binatang (renungkan surat Yasin:72), manusia dengan ilmunya mampu menundukkan dan memanfaatkan binatang, meskipun hewan buas.
– Lautan (al Hajj:65), meski manusia tidak bisa berenang dan menyelam dengan sangat lama seperti ikan, tetapi manusia dengan ilmunya menciptakan kapal dan kapal selam untuk berlayar dan menyelam sebagai manifestasi dari menundukkan lautan.
– Menundukkan angin (shaad:36), meski manusia tidak bisa terbang seperti burung, tetapi dengan pengembangan tekhnologi mereka menciptakan pesawat yang canggih dan selalu mengalami upgread setiap waktu sebagai manifestasi untuk menundukkan angin.

Yang sangat ngeri dan membuat kita terpana, yaitu perkembangan ilmu di masa depan yang akan dikembangkan anak cucu kita yang sekarang masih menjadi “PR” atau pekerjaan rumah, yang semuanya itu pasti akan terjadi di masa yang akan datang karena di isyaratkan dalam al Quran, sekaligus ini yang jarang sekali difahami oleh umat Islam, antara lain:
– Menundukkan semua yang ada di langit dan bumi serta seisinya (al Jasiah:13). Tentunya semua ini bisa

dilakukan harus dengan memakai ilmu yang sangat canggih luar biasa (sulthon) lihat surat Ar Rohman; 33 ).
– Menundukkan malam dan siang.
– Menundukkan matahari dan bulan.
– Menundukkan semua bintang atau planet-planet ( lihat semuanya dan fahami lagi pada surat An Nahl: 12).

Kesimpulannya Allah swt memberikan semua fasilitas diatas, diciptakan dan selalu disempurnakan (upgrade) ilmunya manusia sesuai dengan kesiapan zaman dan keadaannya. Semakin berjalannya zaman berbanding lurus juga semakin pesat ilmunya, semakin banyak penemuan-penemuan baru, bukan malah sebaliknya. Seperti yang difahami sementara ini.

Semuanya itu dalam rangka mendukung tugas khalifah atau pengemban amanah yang sangat berat dipikul oleh manusia yang kedepannya nanti akan memerangi Iblis dan kroninya serta membawa kembali Iblis dan kroninya untuk kembali menyembah Allah Swt dan ini tugas yang tidak main-main dan sangat luar biasa amat sangat berat.

Kita hidup di bumi ini hanya sebagai tempat pembelajaran atau batu pijakan dan “kelinci percobaan” untuk menyiapkan generasi terbaik anak cucu kita kedepan (Khalifah), yang sangat-sangat berkualitas dari sisi kekuatan iman dan kecanggihan ilmunya serta beberapa fasilitas yang mendukungnya tadi.

Sayangnya, selama ini kholifah diartikan dan difahami sangat-sangat sempit dan terbatas. Ini yang harus direkonstruksi paradigma kita. Hijrah dari pemahaman micro menjadi pemahaman macro (paradigm shift), dari closed minded menjadi open minded.

Sebagaimana juga pemahaman tentang bumi dan langit yang sementara ini, dipahami secara sangat sempit sekali, bumi hanya sebatas planet bumi ini saja. Planet-planet di angkasa raya tidak termasuk: “bumi-bumi”, sebagaimana zaman dulu yang memahami bumi seperti hamparan “tikar”. Siapkah anda dalam berhijrah pemahaman (paradigm shift)?.

Adapun berbagai macam fasilitas “jalan” yang ada di luar angkasa dan nantinya di peruntukkan dan ditundukkan untuk generasi pilihan (khalifah), antara lain:
– Ditemukannya Pintu-pintu langit (Al Hijr:14), sebagai pintu masuk sekaligus jalan-jalan pintas naik ke luar angkasa.
– Penaklukan luar angkasa (al Jasiah:13 ).
– Jalan luar angkasa yang lurus dan bengkok ( An Nahl:9), ( Adz Dzariyat: 7).
– Perintah dan anjuran menjelajah luar angkasa ( Ar Rohman:33, Al Anbiya’:32, Ghofir:64).

Sekali lagi semua ayat diatas adalah “PR” besar untuk kita (khususnya generasi Yamas Indonesia?).

Setelah memahami penjelasan diatas sudahkan anda mengalami paradigm shift dalam memandang khalifah?.

12.Khalifah
Khalifah adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.

Disini InsyaAllah akan didapati penjelasan secara detail, yang dulunya membingungkan dan sulit difahami karena peliknya masalah-masalah ini, seperti penjelasan makna kholifah dan amanah, bagaimana proses manusia diberi ilmu dan kelengkapannya tentang penguasaan (Menundukkan) angkasa raya, penjelasan mengenai Imam Mahdi, Dajjal dan kiamat.

Semuanya sudah dibahas secara detail oleh ulama’ kontemporer, Mujaddid (reformis) sekaligus pakar Tasawuf Jalan Nabi-nabi yaitu Arif Billah Ustadz H Hussien bin Abdul Latif dalam syarahan (seminar) yang bertema “Era Globalisasi dan Arah Tujuan Umat Islam” pada tanggal 25 Agustus 2013 di Singapore. Berikut ini:

Sebelum memahami kholifah lebih detail tugas dan fungsinya, kita rekonstruksi (bangun kembali) pemahaman “alur cerita” awal mula manusia dilantik menjadi khalifah.
a). Iblis dan kroni-kroninya mempermasalahkan kebijaksanaan Allah Swt.
Skrip (alur cerita) dimulai ketika Allah Swt hendak menjadikan khalifah di bumi, kemudian Iblis dan kroninya mempertikaikan kebijaksanaan Allah SWT tersebut. Renungkan ayat berikut:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Al Baqarah:30).

Kemudian Iblis dan kroninya mempertikaikan (tidak menerima ketetapan) Allah Swt, manusia dilantik menjadi khalifah di bumi.
Renungkanlah ayat berikut ini:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (Al Kahfi:50).

Jawaban Iblis dan kroninya ketika diperintahkan Allah Swt untuk sujud terhadap sang khalifah bumi yaitu Nabi Adam As. Renungkan ayat berikut ini:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ
ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (Al Araaf :12).

قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ

Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk” (Al Hijr:33).

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (Al Israa: 61).

b). Iblis dan kroninya diusir dari surga dan akan hidup sampai hari kiamat.

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (Al Araaf:13).

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ

Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”.(Al Araaf:14-15).

c). Iblis dan kroni-kroninya menghuni (menempati) bumi-bumi di angkasa raya.

Di sini harus kita fahami lagi, bahwa bumi tidak hanya yang kita tempati sekarang, planet-planet di angkasa raya juga termasuk bumi-bumi (al Ardh). Bahkan menurut penemuan saintis terkini bumi yang kita tempati ukurannya termasuk kecil bila dibandingkan dengan planet-planet lain seperti jupiter, Neptunus. Perlu difahami bahwa jumlah planet di luar angkasa adalah milyaran. Bahkan ada planet-planet (bumi-bumi) yang sumber daya alamnya lebih kaya dari bumi ini. Yang lebih mencengangkan lagi ada banyak planet di luar angkasa yang “mirip” atau seperti saudara kembarnya bumi yang kita tempati ini, jumlahnya ratusan bahkan mungkin bisa lebih. ( Sumber NASA, http://www.popsci.com/science/article/2011-02/kepler-telescope-exoplanet-cornocopia-more-doubling-current-cosmic-census).

Iblis dan kroninya tidak hanya menmpati bumi yang kita tempati sekarang ini, tetapi mereka menempati di angkasa raya. Karena kalau mereka menempati di bumi yang kita tempati ini tidak akan muat, mereka jumlah populasinya sangat luar biasa lebih besar dibandingkan jumlah manusia 1:9. Disamping mereka hidup hingga hari kiamat. Perhatikan hadis berikut:

Sesungguhnya Allah menciptakan malaikat dan jin juga manusia 10 bagian. Kadar (prosentase) malaikat

9 bagian, jin dan manusia 1 bagian. Allah menciptakan dari 1 bagian itu dipecahkan menjadi 10 bagian. 9 bagian darinya adalah bilangan (jumlah) jin dan hanya 2 bagian saja bilangan (jumlah) manusia. ( Harun Din, Makhluk Halus Mengikut Al Quran dan As Sunnah, 21,?).

Hadis diatas menjelaskan jumlah populasi masyarakat jin termasuk kroninya (Iblis, setan), perbandingan prosentasenya 1:9. Jadi umpama jumlah penduduk manusia yang tinggal di bumi ini berjumlah 1 milyar, maka mereka ada 9 milyar. Apa mungkin mereka hanya tinggal di bumi ini saja? Ini persepsi yang harus kita rubah, yang sebelumnya meyakini dan memahami bahwa Iblis dan kroninya hanya tinggal di bumi ini saja. Dirubah bahwa mereka juga tinggal di bumi-bumi angkasa raya karena jumlah mereka yang sangat luar biasa. Lihat penemuan NASA dalam alamat Website resminya (http://www.popsci.com/science/article/2011-02/kepler-telescope-exoplanet-cornocopia-more-doubling-current-cosmic-census).
Atau (http://www. sciencedaily.com/releases).

Dalil yang menunjukkan Iblis dan kroninya menghuni bumi-bumi angkasa raya, adalah:

وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ

dan Kami menjaga langit itu dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk (Al Hijr :17).

إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ

kecuali syaitan yang curi mendengar percakapan ( malaikat di langit ) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (Al Hijr:18).

d). Iblis dan kroninya menyembah Taghut dan benci kepada Allah Swt.

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).(An Nahl:36).

Siapakah Taghut itu? Di jawab pada surat An Nisa’:117. Taghut adalah setan yang durhaka.

إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا

Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,

لَعَنَهُ اللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: “Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),(An Nisa’:117-118).

e). Manusia dijadikan Allah Swt sebagai Khalifah yang menegemban amanah.

Allah Swt menjadikan manusia sebagai khalifah, yang mengemban amanah besar yang sampai-Sampai langit, bumi, gunung dan semua makhlukNya tidak sanggup memikulnya.

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (Al Ahzab:72).

Amanah yang diemban manusia sungguh mulia lagi sangat berat tadi, yaitu:
1. Perang melawan Iblis dan kroninya.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan (Al Anfal:39).

Ayat ini berlaku ketika sang khalifah (manusia) sudah siap dalam ilmunya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya ( sudah terjadi Globalisasi Islam, dunia sudah menjadi dunia Islam seperti yang dijanjikan Allah dalam Surat An Nur: 55, Hybird embrio project, Genome Mapping, Nano Technology dll.) dan sudah sangat siap dalam segi kelengkapannya (fasilitas pendukung seperti sudah menemukan pintu-pintu langit, jalan langit yang lurus dan bengkok, worm

hole dll. ) untuk menjelajah dan menundukkan angkasa raya dan perang melawan Iblis dan kroninya. Bukan perang dengan sesama manusia sendiri di bumi ini seperti yang difahami sementara ini. Ini sekaligus meluruskan kembali pemahaman ayat yang keliru dan sangat “prematur”, karena tidak semua ayat al Quran berlaku “harus” untuk sekarang tapi banyak yang berlaku untuk kedepan (futuristik)

sebagimana al Quran diturunkan untuk lintas generasi dan zaman. Yang paling penting untuk diingat kembali musuh manusia yang sebenarnya adalah Iblis dan kroninya bukan sesama manusia (lihat Fathir:6).

Bumi ini hanya sebagai “kelinci percobaan” untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dan dahsyat yaitu menjelajah dan menundukkan angkasa raya serta berperang melawan Iblis dan kroninya untuk mengembalikan kembali mereka menyembah Allah Swt. Karena ini tugas yang sangat berat dan bukan main-main atau dongeng belaka, apa yang di informasikan Al Quran pasti terjadi (lihat Fushilat:53). Silahkan kita renungkan kembali ayat berikut ini:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim (Al Baqarah:194).
Setelah memahami penjelasan diatas, masih berfikirkah kita memahaminya dengan memerangi sesama manusia? Ingat lagi, musuh kita yang sebenarnya adalah Taghut atau setan yang durhaka.

2. Membawa mereka kembali menyembah Allah Swt.
Ketika penjelasan diatas sudah difahami, maka akan terjadi paradigm shift (perubahan sudut pandang) dalam memahami ayat berikut ini:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (Ad Dzariyat:56)
Pada ayat diatas jelas, bahwa Allah tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk menyembahNya. Ibnu Abbas dan Syaikh Abdul Qadir Al Jilani mentafsirkan ayat diatas dengan “Tidak-Ku jadikan Jin dan manusia kecuali untuk mengenali-Ku (Sumber Al Quraisy An Naisaibury, Risalatul Qusairiyah, 8, 1997; Syaikh Abdul Qadir Al Jilani, Sirrul Asrar, 17, 1997).

Pertanyaannya sekarang sudahkah jin termasuk Iblis dan kroninya menyembah Allah Swt atau mengenalNya (bermakrifatullah)? Apakah mereka ada utusan dari jenis kaumnya? Jawabnya yang akan membimbing mereka kembali menyembah Allah Swt adalah khalifah. Manusia (anak cucu Nabi Adam As) yang dahulu kala dipertikaikan (tidak menerima) kebijaksanaan Allah SWT dalam memilihnya sebagai khalifah di bumi, justru malah yang akan membimbingnya kembali menyembah dan mengenalkan Allah Swt. Ini rahasia dalam rahasia kenapa Allah Swt menjadikan mereka hidup hingga akhir kiamat.

Tujuannya cuma satu, yaitu:
“KEBIJAKSANAAN ALLAH SWT TERBUKTI”

قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Al Baqarah:30).

Jika masih ada yang tidak meyakini ayat ini, maka:

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang (An Nahl:82).

Allah Swt, bisa saja sangat mudah semuanya (Jin dan manusia) dalam mendapatkan petunjuk (Semuanya menyembaNya/beragama Islam). Tetapi Allah sudah menetapkan bahwa skrip atau alur cerita “Sandiwara Allah Swt” sudah ditetapkan seperti demikian. Renungkan kembali ayat berikut:

وَإِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِي الْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِآيَةٍ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil (Al An’am:35).

Peperangan besar akan terjadi antara peran protagonis (Imam Mahdi yang dibantu Nabi Isa As dan khalifah) melawan peran antagonis (Iblis dan kroninya yang dibantu Dajjal dan Juj Ma’juj). Dan peperangan besar itu tidak akan terjadi sebelum manusia dapat membuat lobang di bumi atau

tangga ke langit, semuanya ini tidak terjadi sebelum ilmu dan kelengkapannya siap sebagaimana yang sudah dijelaskan panjang lebar diatas manusia akan menjelalajah dan menundukkan luar angkasa raya .

Sebelum dibahas Imam Mahdi, Dajjal, Juj Ma’juj dan sebagainya. Kita fahami dahulu proses penaklukkan luar angkasa, antara lain:

a) terjadinya globalisasi Islam, dunia menjadi masyarakat Islam setelah demografi sebagaimana penjelasan diatas.
b ). Setelah dunia menjadi dunia Islam, maka terbentuk sistem khalifah, karena hakikat manusia mencari sistem yang paling baik dan ideal.
– Sistem politik yang sebelumnya memakai sistem demokrasi, komunis, sosialis akan mencari bentuk yang lebih baik yaitu sistem politik khalifah.
– Sistem ekonomi yang sebelumnya memakai kapitalis, central plan, sosialis dan sebagainya. Akan mencari bentuk sistem yang paling baik yaitu ekonomi syariah Islam.
– Sistem tatanan sosial, yang sebelumnya sangat berantakan seperti; perzinahan, phedhophil, korupsi, kenakalan, tawuran dan sebagainya akan mencari bentuk yang lebih baik yaitu sistem sosial Islam.

– Sistem perundangan yang sebelumnya memakai civil (hukum positif) akan mencari bentuk yang lebih baik yaitu syariah; Qisas, hudud dan ta’zir.
– Sistem pendidikan yang sebelumnya memakai sistem sekuler akan mencari bentuk yang lebih baik yaitu Sistem pendidikan Islam.
– Sistem pengajaran Islam memakai tingkat kemanusian yaitu sinkronisasi penguatan Iman dan ilmu.
– Sistem mengatasi bencana alam seperti tsunami, gempa, kebakaran, banjir, tanah longsor, angin topan akan memakai ilmu yang canggih (genome mapping, Nano Technology dan sebagainya) dengan iman dan ilmu.
– Sistem mengatasi bencana non alam seperti roket meledak, kecelakaan laut, udara dan darat memakai sistem sinkronisasi iman dan ilmu.
c). Penaklukan luar angkasa terjadi setelah semuanya tadi terlewati (lihat kembali surat Al An’am:35).

Sekarang baru kita masuk pada memahami pemeran (aktor) protagonis (Imam Mahdi, Nabi Isa As dan khalifah). Serta pemeran antagonis (Iblis, Dajjal dan Juj Ma’juj) menurut al Quran dan As Sunnah.

Imam Mahdi adalah dari zuriatku dan dia mempunyai dahi yang luas dan hidung mancung. Dia akan mengisikan dunia ini dengan keadilan dan keseksamaan (persamaan hak) sebagaimana sebelum ini dunia tertindas dan ditakbir (dikuasai) dengan kuku-besi. Dia akan mentakbir dunia ini selama tujuh tahun. (Sunan Abu Dawud Bk 3, 1191, 1990).

Akan ada seorang khalifah di akhir-akhir zaman umatku yang akan memberi kemewahan tanpa berkira. Dia adalah Imam Mahdi. (Sunan Ibnu Majah Bk. 4, 820, 1993).

Ketika ia dalam keadaan demikian, mendadak Allah mengutus Al Masih putera Maryam. Kemudian beliau mencari Dajjal dan menemukannya di Babu Ludd (daerah dekat Baitul Muqoddas) lalu membunuhnya. ( Shahih Muslim Bk.4, 954, 1994).

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Al Maidah:3).

Mengenai penjelasan khalifah sudah dijelaskan panjang lebar diatas.

Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah (penguasa-penguasa) di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Al An’am:165).

Dajjal dan Juj Ma’juj menurut al Quran dan As Sunnah.

Tidak satu nabi pun melainkan pasti sudah memperingatkan kaumnya terhadap pendusta yang buta sebelah. Ingat, sesungguhnya dia (Dajjal) itu buta sebelah sedang Tuhanmu tidak buta sebelah, dan diantara kedua matanya tertulis kaaf’ fa’ ra’ (TERJEMAHAN Sahih Muslim Bk 4, 949, 1994).

Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi setelah nabi Nuh melainkan telah memperingatkan kepada umatnya tentang datangnya Dajjal dan sesungguhnya aku memperingatkan kepadamu. (TERJEMAHAN Sunan Tirmidzi, Bk 3, 724, 1993).

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.(An Nisa:76).

Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”(Al Kahfi:94).

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.(Al Anbiya’:96).

Perhatikan ayat diatas, setelah memahami manusia akan menjelajah luar angkasa, masihkah kita memahami ayat diatas secara sempit? maksud “turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi”?.

Kalau ilmu sudah sangat canggih masihkah ragu bahwa mereka turun dengan sangat cepat?
Bukankah luar angkasa itu tem

pat yang sangat tinggi?
Ini sekaligus meluruskan kembali kekeliruan memahami bahwa Dajjal dan Juj Ma’juj tinggal di bumi ini, tetapi mereka menempati bumi-bumi di angkasa raya.

Penting terus diingatkan kembali bahwa Al Quran ayat-ayatnya tetap (permanen) dan selalu dijaga orisinilitasnya karena di hafal ribuan masyarakat Islam di seantero dunia. Tetapi pemahamannya (interpretasi) selalu berkembang (dinamis) sesuai dengan masa dan zaman karena IlmuNYA ALLAH Swt meliputi segala sesuatu.

Kita sekarang di fasa 3.6 (penjelasan tentang fasa. Lebih jelasnya silahkan kunjungi website resmi Yamas Indonesia; http://www.yamasindonesia.org
dan http://www.gnosticman.org).

Keadaan ketika sang khalifah (manusia) sudah menaklukkan angkasa raya (Masa perjumpaan bumi-bumi di langit), ini terjadi pada fasa 4, (Sumber syarahan Arif Billah Ustaz Hj. Hussien bin Hj. Abdul Latiff, tema “Loh Mahfuz-3”, pada tanggal 19 Mei 2013)
antara lain;

Kediaman (Ketenteraman) terjadi karena manusia sudah menundukkan bumi-bumi angkasa raya yang kaya raya (An Nahl:12). Lihat juga http://www. sciencedaily.com.
2. Kekayaan berlimpah akan terjadi karena rizki Allah dilimpahkan dengan sudah menundukkan angkasa raya yang tentunya lebih kaya sumber daya alamnya dibandingkan bumi yang kita tempati ini dan lebih banyak pilihannya untuk menempati bumi mana di angkasa yang ingin ditempati. Lihat Ghafir:13, al Jasiah:10, adz Dzatiyat:22.Beliau (Imam Mahdi ) membatalkan zakat dan sedeqah karena harta berlimpahan banyaknya (TERJEMAHAN Ibnu Majah Bk.4, 808, 1993).
3. Keamanan
Permusuhan hilang dan keracunan dalam bentuk apapun menjadi biasa (TERJEMAHAN Ibnu Majah Bk 4,808, 1993).

Keluarnya binatang dari perut bumi. Binatang ini akan memanggil nama-nama manusia melalui belalai mereka kemudian akan tinggal bersama-sama kalian hingga seseorang membeli unta lalu ada orang yang bertanya kepadanya, “kamu beli dari siapa? Orang tersebut akan menjawab, “aku membeli nya dari salah satu binatang yang bermuncung (H.R Ahmad 5/268, Syeik Mutawali Sya”rawi, kemunculan Nabi Isa As, Imam Mahdi & Dajjal, 156,?).

4. Perundangan (Syariah ditegakkan sepenuhnya). Lihat al Maidah:45 dan 48, al Hajj:67.
5. Dajjal mulai muncul.

Dajjal tidak boleh masuk Madinah dan Mekkah (Shahih Muslim Bk.4, 937,1994)

Dajjal tidak boleh mempunyai anak, (Shahih Muslim Bk.4,936 1994)

Ingat, Dajjal itu buta matanya sebelah dan matanya seperti buah anggur yang menyembul,(Shahih Muslim Bk 4,949,1994)

Di antara kedua matanya tertulis “kaf, fa, ra”. ( Shahih Muslim Bk.4,949,1994)

Lebat rambutnya (Shahih Muslim Bk.4,936,1994).

6. Turun Yajuj Majuj. Lihat Al Anbiya:96,

Kemudian Nabiyullah Isa As dan sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah Swt, maka Allah mengirim ulat ke tengkuk mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sehingga mereka semua mati seperti matinya satu jiwa (Shahih Muslim Bk.4, 954, 1994).

Nabiyullah Isa dan sahabat-sahabatnya mendapatkan setiap tempat berbau busuk, anyir dan darah dari bangkai (Ya’juj dan Ma’juj) itu lalu mereka berdoa kepada Allah, maka Allah mengirim burung seperti unta yang panjang lehernya. Lalu burung-burung itu membuang bangkai-bangkai itu disuatu tempat yang ditetapkan oleh Allah Swt (TERJEMAHAN Ibnu Majah Bk.4, 796, 1993).

7. Turun Nabi Isa As.
Dia (Isa) menjadi imam kalian dengan menggunakan kitab Tuhan kalian TabarKa wa ta”ala (Al Quran) dan Sunnah Nabi kalian Muhammad Saw (Shahih Muslim Bk.1, 178, 1994).

Demi Dzat yang menguasai diriku!, sungguh telah dekat waktunya Isa bin Maryam turun pada kalian untuk menjadi hakim yang adil dan hakim yang tidak berat sebelah. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi dan tidak menerima upeti. Dam harta melimpah sehingga tidak seorangpun menerimanya (Shahih Muslim Bk.1, 175, 1994).

Adapun pada fasa 5-6; terjadi:
a). Kiamat. Lihatlah An Nahl:77, al Araaf:187, al Anbiya;197.
Ketika mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirim angin yang harum yang bertiup dibawah ketiak mereka lalu mencabut nyawa setiap orang mukmin dan muslim dan yang tersisa adalah orang-orang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai ( bersetubuh dihadapan umum tanp

a rasa malu), maka pada masa itulah kiamat terjadi (Shahih Muslim Bk.4, 954, 1994).
b). Pada fasa 6; terjadi hari kegelapan. Lihat Ar Rohman; 26-27.

Waktu antara dua tiupan sangkakala itu empat puluh (Shahih Muslim Bk.4,990, 1994).

Akan ada kegelapan selama 40 ribu tahun (Gospel of Barnabas, 70,?).

c). Terjadinya Hari kebangkitan. Lihat Ibrahim:48, az Zumar:68).

d). Terjadinya Hari Hisab. Lihat Ar Rohman:31, al Waqiah:10-14, al Isra:13, al Insyiraq;6-7, al Haqqah:25.

e). Surga dan Neraka. Lihat Hud:105-108.
f). Syafaat Rasulullah Saw. Lihat al Baqarah; 255,
g) Sungai Pemulihan. Lihat al Anbiya’:47,

Tengoklah siapa saja yang kamu dapati di dalam hatinya iman walaupun seberat sebiji sawi maka keluarkanlah. Lalu mereka dikeluarkan dari neraka…mereka dilemparkan sungai yang disebut kehidupan (Shahih Muslim Bk.1, 249-250, 1994).

h) Rencana baru?
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.(Hud:108).

Bersambung…..pada part 5. (terakhir)

Read Full Post »

Oleh Taufiequrrahman (YamasIndonesia)

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah karena di beri anugerah dengan diturunkannya Nabi Muhammad Saw.

Setelah kita memahami awal mula kejadian, dari mana kita berasal, hakikat dari segala sesuatu, kemana kita kembali dan untuk apa kita dijadikan, loh mahfudh dan sebagainya pada penjelasan sebelumnya. Dengan memahami semuanya diatas, kita sebagai umat muslim tentunya akan selalu bersyukur kepada Allah Swt atas segala nikmat yang tidak mungkin kita bisa menghitungnya melalui Rohmatal lil alminnya Rasulullah Saw dan kagum berganda kepada beliau, pertama; bila kita memahaminya melalui perspektif ilmu dan kemanusiaan (humanity). Kedua; bila kita memahaminya melalui perspektif iman dan agama (religius).

Memang Nabi Muhammad Saw tidak mengandalkan hal-hal yang bersifat supra-rasional atau hal-hal yang tidak masuk akal sebagai bukti kebenaran ajarannya, tetapi sebagai bukti kebenaran atas kenabian dan kerasulannya adalah Islam yang beliau bawa, Al Qur’an yang beliau praktekkan dalam manifestasi akhlakul karimahnya dan syariah yang beliau ajarkan dan jelaskan sebagaimana penjelasan memahami kembali Rasulullah Saw Rohmatal lil alamin sebelumya pada (part 2).

Sekarang kita akan melanjutkan kembali memahami kembali Rasulullah Saw Rohmatal lil alamin yang terdiri dari enam belas (16) aspek, Alhamdulillah sudah dibahas 3 aspek, sebelumnya pada part2, melalui penjelasan Arif Billah Ustadz H Hussien bin Abdul Latiff dalam syarahan/ seminar yang bertema “Muhammad Rasulullah Saw Rahmatul A’lamin” pada tanggal 17 November 2013. Berikut ini:

4. Nabi terakhir.
Rasullulllah Saw dijadikan Allah Swt sebagai Nabi terakhir adalah termasuk salah satu Rohmatal lil alaminnya beliau.

Beliau dijadikan Allah Swt sebagai Nabi terakhir (khataman Nabi), meskipun ruh Nabi Muhammad Saw adalah ciptaan pertama sebelum ciptaan-ciptaan yang lain diciptakan oleh Allah Swt. Tetapi Allah Swt menjadikan beliau sebagai khataman Nabi (penutup para Nabi).
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Al Ahzab : 40).

Sebelum kelahiran baginda Nabi Muhammad Saw, Allah Swt sudah mengutus para Nabi dan Rasul yang berjumlah 124,000 (seratus dua puluh empat ribu), dam beliau sebagai penutup para Nabi dan Rasul, adapun yang wajib kita imani adalah 25 nabi dan Rasul.
Rasulullah bersabda:
“Lebih daripada 124,000 Nabi-nabi (termasuk Rasul -rasul).
(Al Hadis, Miskatul Masabih, Vol.4, 200, 1994).

Setelah wafatnya baginda tidak akan ada lagi nabi-nabi utusan Allah Swt melainkan hanya para pendusta yang mengaku-ngaku nabi.

Nabi Muhammad Saw adalah menjadi Rohmatal lil alamin (kasih sayang sejagat alam raya), karena Rasulullah Saw lah Allah Swt menciptakan surga, dunia, dan berbagai bentuk ciptaan-ciptaan semuanya. Maka barang siapa yang memuliakan Rasulullah Saw, maka Allah Swt akan memuliakannya.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah( Al Ahzab:21).

Barangsiapa yang menghinanya maka Allah Swt akan menghinakan mereka dengan adzab yang pedih.
ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih (At Taubat:61).
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Al Ahzab :56)
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَف
ِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata (al Jumu’ah :2).

Sedikitnya ada 3 hal yang bisa difahami pada surat al Jumu’ah ayat 2 diatas, yaitu kaitannya dengan misi risalah Rasulullah Saw, yaitu:
a). Membacakan dan menyampaikan kepada umatnya dari apa saja yang datang dari Allah Swt melalui wahyu.
b). Mensucikan melalui proses transformasi umatnya dari fase kemunduran, kebodohan dan sebagainya menuju menguatkan keimanan, luasnya ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah.
c).Mengajarkan Al Quran dan As Sunnah.

5. Nabi sejagat.
Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah beliau dijadikan Allah Swt sebagai sebagai nabi sejagat meskipun beliau penutup para Nabi dan Rasul serta kelahiran beliau paling akhir dibandingkan para nabi dan Rasul sebelumnya.

Tetapi karena beliaulah. Allah Swt mengutus dan memilih semua para nabi dan Rasul yang jumlahnya ada 124,000 sebelum beliau dilahirkan. Semuanya itu, karena Rasulullah Saw diutus bukan untuk satu umat saja melainkan seluruh umat manusia termasuk umat-umat sebelum beliau. Tetapi sayangnya sebagian besar umat manusia tidak mengetahuinya.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui (Saba’:28).
Dan kami tidak mengutus kamu melainkan kepada umat manusia (Gospel of Barnabas, 121, (?)).

Kedudukan Rasulullah Saw diantara semua Nabi dan Rasul sangatlah paling istimewa, beliau berhak membenarkan segala yang disampaikan oleh para nabi sebelum kelahirannya (lihat Gospel of Barnabas, 18, ?).
Allah Swt memberikan kepada Rasulullah Saw sebuah “kitab” yang berisi nama-nama “orang-orangNya” Allah Swt.

Kelak di akhirat, Allah Swt akan mengarahkan Rasulullah Saw untuk membuka kitab yang ada ditangan baginda dan baginda akan membaca serta memanggil semua malaikat, nabi-nabi dan orang-orang Allah Swt. Mereka semua itu akan ada tanda (mohor/stempel) Rasulullah di dahi mereka dan di dalam kitab itu juga sudah dituliskan mereka semua mendapat surga (Gospel of Barnabas, 73, ?).
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar (Al Fath:29).

7.Setan terhalang naik ke langit.
Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah setan terhalang naik ke langit karena Setan sebelum Rasulullah Saw lahir mereka leluasa bebas mencuri rahasia dari langit, setelah Rasulullah Saw lahir mereka sudah tidak bisa lagi mencuri berita dari langitsampai sekarang.
وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا
dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api
وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا
dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) ( Al Jin:8-9).

Dsri Aisah ra berkata; ” sesungguhnya malaikat turun di awan, lalu ia menyebutkan suatu urusan yang telah diputuskan di langit. Lalu syaitan mencuri mendengarkannya dan syaitan itu menyampaikannya kepada dukun. Lalu mereka berdusta bersama itu seratus dusta dari diri mereka sendiri”.(Hadith Shahih Bukhari).
وَحَفِظْنَاهَا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ
dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk,
إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ
kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang (Al Hijr : 17-18).
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala (Al Mulk ;5).

8. Lailatul Qadar.
Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah lailatul qadar karena sebelum kelahirannya Rasulullah Saw lailatul qadar terjadi hanya seribu tahun sekali, ketika Rasulullah Saw diutus menjadi Rasul, lailatul qadar terjadi setiap setahun sekali di bulan suci Romadhon.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (al Qodar : 3).

Malam ini adalah malam lailatul qadar yang berlaku setiap tahun pada masa pesuruh Tuhan (Rasulullah Saw) yang dijanjikan (Messiah) tetapi untuk kita hanya sekali dalam seribu tahun. (Gospel of Barnabas, 105,(?)).
9. Demografi.
Termasuk salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw adalah demografi.
Demografi adalah nisbah (angka statistik) kelahiran yang mempengaruhi punah dan tidaknya suatu masyarakat atau bangsa.

Idealnya nisbah (angka statistik) kelahiran bagi sebuah masyarakat atau bangsa untuk bisa memperbaharui dirinya (survive) adalah 2:11.

Apabila nisbah kelahiran dibawah 1.6, ini mengindikasikan masyarakat atau bangsa akan punah di masa yang akan datang. Karena tidak dapat memperbaharui dirinya (survive).
Padahal nisbah (angka statistik) kelahiran di seantero negara Barat seperti Eropa, Amerika Serikat, Kanada dan sebagainya di bawah 1.6.

Artinya prediksi kuat sementara negara-negara Barat diatas, akan punah masyarakat atau bangsanya karena tidak bisa memperbaharui dirinya melalui kelahiran. Pada kenyataannya mereka melegalkan homoseksual, free sex dan sebagainya akhirnya mereka tidak bisa memperbaharui dirinya melalui melahirkan anak dalam sebuah pernikahan. Malahan banyak dari mereka yang takut menikah, ini salah satu penyebab kepunahan mereka.

Sekarang bandingkan dengan nisbah (angka statistik) kelahiran masyarakat pendatang (imigran) Islam yang tersebar di semua negara Barat adalah 8:1.
(Lihat http://sg.theasianparent.com/till-death-do-us-part-well-not-anymore/?repeat=w3tc

Kesimpulannya demografi ini, antara lain :
1). Besar kemungkinan 100 tahun mendatang dihitung dari sekarang semua masyarakat Barat akan HILANG (PUNAH) dan digantikan oleh masyarakat Islam (globalisasi Islam).
2). Besar kemungkinan 100 tahun mendatang di hitung dari sekarang dunia ini akan menjadi DUNIA ISLAM.
(Research Demografi ini di lakukan oleh Negara Jerman, Perancis dan Vatican Roman). Lihat http://www.stat.go.jp/english/data/handbook/c02cont.htm

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (An Nur:55).
Itulah kenapa dalam Surat Al Araaf, ayat 72. Allah Swt memusnahkan dengan cara yang halus tanpa mereka sadari dengan memutuskan keturunan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak termasuk orang yang beriman.
وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ
dan Kami putuskan keturunan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman (Al Araaf:72).

Penting untuk difahami lagi bagi kita agar kita tidak selalu sedih dan tetap yakin bahwa semuanya terbaik dan mempunyai tujuan yang sangat luar biasa. Karena arah demografi adalah terjadinya globalisasi Islam, masyarakat seluruh dunia akan menjadi masyarakat Islam 100 tahun mendatang di hitung dari sekarang melalui terjadinya arab spring dan membludaknya para imigran muslim dan menetap di bangsa-bangsa Barat. Semuanya ini menurut research Negara-negara Barat sendiri seperti yang sudah paparkan diatas.
Demografi termasuk salah satu bagian dari Rohmatal lil alamin (kasih sayang sejagat alam raya) Rasulullah Saw.

Agar kita lebih mendalam dalam memahami Rohmatal lil Alamin Rasulullah Saw. Coba kita bandingkan (komparasikan) dengan umatnya para Nabi sebelum Rasulullah Saw lahir, jika mereka mendustakan Rasulnya Allah Swt langsung binasakan mereka dalam satu “paket” sekaligus (lihat Al Mukminun:44).
Bandingkan dengan kaumnya Nabi Hud As yaitu Ad dan kaumnya Nabi Sholeh As yaitu Tsamud dihancurkan dengan petir. Kaumya Nabi Nuh As di tenggelamkan dalam banjir bandang dan sebagainya.
فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنْذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ
Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud” (Fusshilat:13).
Sedangkan umat Rasulullah Saw tidak langsung dibinasakan “satu paket” seperti umat-umat sebelumnya, tetapi dengan cara yang sangat halus tanpa mereka sadari yaitu melalui demografi.
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui(Al Araaf:182).
Sekali lagi kita tanya pada diri kita, Kenapa demikian? Karena termasuk Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw (lihat Al Anfaal:88).
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. (Al Anfaal:33).
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰ ۖ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَع
ْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman (Al Mukminun:44).

10. Pesatnya ilmu
Pesatnya ilmu baik setelah lahirnya beliau, masa sekarang dan yang akan datang, adalah salah satu Rohmatal lil alamin Rasulullah Saw.

Perlu dipahami dan direkonstruksi (di bangun kembali) definisi Ilmu, ilmu adalah makhluk hidup yang Allah berikan khusus untuk manusia. Sebagian besar salah memahami bahwa manusia dimuliakan atas makhluk yang lain itu karena otaknya, sebenarnya alasan ini sama sekali tidak pas karena menurut kajian saintis terkini, semua unsur benda di alam ini mempunyai otak.

Yang memuliakan manusia lebih mulia dengan makhluk yang lain adalah karena ilmunya bukan karena otaknya, banyak orang punya otak tapi sedikit ilmu, bahkan malaikat, iblis dan kroninya, hewan dan semua makhluk hidup tidak diberikan ilmu oleh Allah Swt.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al Mujadilah :11).

Ilmu adalah makhluk hidup yang selalu berkembang sesuai dengan masa dan zaman. Kenapa demikian? karena selain Allah Swt adalah makhluk termasuk ilmu itu sendiri, ini sebagian besar manusia tidak menyadarinya.

Dan ilmuNya Allah Swt selalu mengalami perkembangan yang sangat cepat dan luar biasa sesuai dengan perkembangan masa dan zaman, karena IlmuNYA ALLAH Swt meliputi segala sesuatu (lihat At Talak:12).

Kenapa ilmu itu selalu berkembang sesuai masa dan zaman? Karena IlmuNya Allah Swt sangat Maha Luas tak terhingga, perhatikan ayat berikut ini.
Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.( Al Kahfi:109).

Bagaimana cara Allah Swt menurunkan ilmu? Allah Swt menurunkan ilmu melalui ujian dan musibah. Baik dalam segi micro pada diri kita sebagai manusia dan sekala macro gejala-gajala jagat lama raya. Kita lihat seperti dengan adanya orang sakit stroke, maka para peneliti menemukan ilmu obat yang mengobati stroke ini dalam sekala micro. Dalam sekala macro seperti jatuhnya pesawat maka manusia meneliti dan mengkaji bagaimana supaya pesawat lebih canggih dan aman. Dengan adanya gempa, tsunami dan bencana alam lainnya. Maka manusia meneliti dan mengkaji bagaimana menemukan alat pendetksi gempa, tsunami dan sebagainya sehingga lebih meminimalisir korban.

Semua bencana alam dan kecelakaan alat transportasi udara, laut dan darat adalah “sarana pembelajaran” bagi manusia untuk lebih canggih ilmu dan kesiapannya karena arahnya kedepan manusia akan menjelalajah dan menundukkan luar angkasa dan bumi ini menjadi “kelinci percobaannya”. Bumi-bumi angkasa lepas lebih dahsyat lagi tantangannya.
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (Al Jaathiah:13).
Ayat diatas tidak basa-basi dan hanya dongengan saja bahwa nantinya manusia akan menjelajah, menaklukkan dan menundukkan jagat alam raya yaitu luar angkasa yang sangat luas tak terhingga SEMUANYA. dipertegas dan dirinci lagi dalam Surat An Nahl: 12.
وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bula
n untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya),
Manusia disuruh iqro’ (lihat Q.S. Al Alaq:5) dalam setiap kejadian karena semua kejadian mengandung hikmah dan tujuan.(lihat Q.S. Al Mukminun:115).
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Tidak ada apapun yang terjadi di dunia ini sia-sia tanpa arah dan tujuan (hikmah). Lihat Ali Imran: 191.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Bersambung ke Bag-4

Read Full Post »

Berikut ini adalah pilihan Alternatif yang tersedia bagi siapapun juga untuk Mengenal Allah (Makrifatullah), yang diajarkan pertama kalinya oleh Ariff Billah Ustadz H. Hussien BA. Latiff.

keindahan-dzatiyah-2

Belajar Makrifatullah bukan lagi menjadi sebuah proses yang sulit. Karena kita sudah TIDAK butuh lagi praktek-praktek yang sulit dan aneh-aneh, yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Kita tidak perlu jalan-jalan dulu ke alam khayal, ke arah khayal (ke atas,  ke bawah, ke luar, ke dalam) dan sebagainya. Kita tidak perlu mengenal “diri sejati” dulu, baru setelah itu kita bisa mengenal Allah. Kita tidak perlu mengenal Nur Muhammad dulu untuk bermakrifatullah.

Makrifatullah adalah sebuah ILMU yang sangat memudahkan siapapun juga yang berjodoh dengannya. Memudahkan dalam beribadah, memudahkan dalam bersikap ketika menghadapi berbagai problematika Kehidupan.

Dzikrullah (Mengingat Allah) juga sudah menjadi sebuah proses yang sangat mudah, semudah mengingat orang tua dan juga mengingat diri kita sendiri. Tidak perlu lagi pakai “berhala nafas” dan berhala-berhala lainnya. Semudah berdoa…

Sungguh, ketika terbuka SATU kunci pintu Ilmu, Ilmu Makrifatullah, maka kunci-kunci pintu ilmu yang lainnya akan terbuka pula dengan sangat menakjubkan….

Wassalam

Read Full Post »

bahaya-n-muh

 

Read Full Post »

Beberapa bahaya dari Pahaman Wahdatul Wujud.

slide2

bahaya-wahdatul-wujud

Biasa pula kata Allah diganti dengan kata Aku ( dengan “a besar”), atau Engkau ( dengan “e” besar), atau Dia ( dengan “d” besar)…

Kalau “aku” ada, maka “Aku” akan tiada. dll…

Read Full Post »

 

PAHAMAN WAHDATUL WUJUDwahdatul-wujud

 

PAHAMAN NUR MUHAMMADnur-muhammad

 

PAHAMAN DZATIYAHdzatiyah

 

KELIRU dalam mengenal Hakekat dari Ciptaan, maka akan keliru pula dalam Bermakrifatullah (Mengenal Allah).

KELIRU dalam MENGENAL ALLAH, maka akan keliru pula dalam Beribadah menyembah Allah. Karena ia melahirkan ibadah dalam KESYIRIKAN.

 

Belajar mengenal Hakaket dan Bermakrifat paling MUDAH dan paling CEPAT adalah melalui Jalan ILMU (syarahan).

Setelah Mengenal Allah (Makrifatullah) itu kita tinggal membenahi ibadah saja lagi yang kita dirikan dalam keadaan kita Mengingat Allah (Dzikrullah) yang sudah kita Kenal (Makrifati).

Mengenal Allah selain dari jalan ILMU (syarahan) adalah jalan yang paling sulit dan berliku. Karena ia adalah jalan  penuh Lamunan dan Khayalan belaka. Sehingga banyak yang tersesat dan bingung dalam waktu yang lama di alam khayal dan lamunan tak berujung.

Wassalam

 

 

 

 

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: