Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2018

23. MADRASAH ILMU (SELESAI)

Anakku…,

  1. Semasa di Alam Sakinah, kalian akan diajarin ILMU YANG JATI yang akan menjadi dasar atau asas tugasan kalian. Dan dengan ilmu ini kalian tidak akan menjadi jahil lagi akannya. Sesuai dengan firmanNya bahwa Dia mengajar manusia ilmu yang tidak diketahui mereka. Juga sesuai dengan sabda Rasulullah saw bahwa apabila Allah swt menyayangi seorang, Dia akan memberi orang itu kefahaman dalam agama.

2. Apabila Alam Sakinah sudah BERCAHAYA maka kalian akan DITURUNKAN (dikeluarkan dari Alam Sakinah itu), Oleh sebab Itu:

a. Ruang Minda kalian akan berubah menjadi WADAH ILMU ataupun menjadi MADRASAH di mana turunnya ilmu dari sisi Allah swt.

b. Serta di Madrasah ini juga kalian diberi LATIHAN ROHANI seperti OBE, Wisata Bertujuan (Astral Projection), Kasyaf, Mata Ketiga dan sebagainya, demi untuk menyiapkan kalian untuk tugasan yang akan kalian terima.

Oleh sebab itu, apabila kalian mendapat tugasan seperti mengajar maka setiap kenyataan ataupun pelajaran yang diucapkan atau diajarikan oleh kalian adalah sesuatu ilmu yang kalian sudah mantap. Justeru itu, apabila ilmu itu disampaikan atau diajarkan, maka ia menjadi mudah, senang difahami, tersusun, dibantu oleh rujukan-rujukan seperti al Quran, Ahadith, kitab-kitab yang mutakbar dll, dibantu juga oleh ilmu-ilmu seperti Sains, Astronomy, Engineering dll, dibantu oleh ilustrasi, gambaran, video dll, dan akhir sekali senantiasa dibantu oleh ilham-ilham yang turun ke Minda kalian.

Karena itu Syeikh Abdul Qadir al Jelani berkata bahwa kalian menjadi gedung ilmu ilahi dan ilmu yang pelik-pelik akan turun kepada kalian.

Sampai sini sahaja anakku tazkirah ini, insya-Allah, akan kita ketemu lagi di lain masa.

PENUTUP

Dengan selesainya artikel berkenaan dengan seluk beluk Dzikrullah ini, maka selesai pulalah pembahasan Dzikrullah ini di dalam WEBSITE PELITA DZATIYAH ini. Setelah ini tidak ada lagi pembahasan tentang dzikrullah di Web site ini. Karena artikel ini sudah memuat sedemikian lengkapnya serba serbi dzikrullah dari awal sampai akhir. Bak kata pepatah, “Kok ilmu lah sampai di qatam, kok jalan lah sampai di ujung”, setelah itu tinggal hanya menjalaninya saja lagi.

Semoga dengan ini, umat Islam sudah tidak “gamang” lagi ketika bercerita tentang dzikrullah, sebuah amalan yang sangat tinggi nilainya, lebih tinggi dari memberi sedekah emas dan perak, dan lebih baik daripada kamu semua bertemu musuh lalu kamu penggal leher mereka dan mereka memenggal leher kamu semua.” Bahkan saking tingginya nilai Dzikrullah ini, andaikan seseorang sibuk dengan Dzikrullah ini dan ia lupa untuk berdoa kepada Allah untuk kepentingan pribadinya, malah Allah akan memberinya apa-apa yang melebihi orang-orang yang berdo’a. Ini seperti hadist yang dinukilkan oleh Malih bin Harits, bahwasanya Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang disibukkan dengan dzikir kepada-Ku hingga melupakan ia dari berdoa (memohon) kepada-Ku, maka Aku akan memberikannya melebihi yang Aku berikan kepada orang-orang yang berdoa.”

Begitu juga, umat Islam nantinya agar bisa memahami bahwa Dzikrullah itu bukanlah pada akhirnya bermuara pada bermain-main MAGIK atau KERAMAT atau untuk MENUNJUKKAN KELEBIHAN-KELEBIHAN kita di depan umum, seakan-akan doa kita, ibadah kita, dan dzikir-dzikir kita telah menjadi sangat ampuh untuk, sehingga seakan-akan bisa memerintah-merintahkan Allah Swt untuk memakmulkan apapun keinginan kita. Bukan begitu.

Dzikrullah yang selalu kita lakukan dengan senantiasa, malah akan meningkatkan pula amalan-amalan kita seperti:

  1. Shalat malam seberapa yang mampu, (paling tidak 20 rakaat dan 3 witir).
  2. Puasa seberapa yang mampu melainkan 5 hari yang dilarang iaitu 2 Hari Raya dan 3 Hari Tasrik.
  3. Banyak membaca al Quran.
  4. Banyak bersedeqah.
  5. Bersifat kasih sayang karena di mata kalian yang wujud hanyalah Dzat.
  6. Memegang kuat akan Syariah.
  7. Sebenar-benar takut kepada Allah swt yang Maha Ghaib namun sentiasa Melihat, Mendengar, Mengawasi dan Mengetahui,

Semuanya kita lakukan seperti orang yang sedang KETAGIHAN atau KASAMARAN kepada kekasih kita. Kita tidak mau beranjak TURUN dari Base Camp atau Bilik Khalwat kita yang berada paling kurang SATU JENGKAL diatas ubun-ubun kita. Disitulah kita banyak duduk Dzikrullah, NST jika kita punya masalah, dan ROC jika kita tidak punya masalah. Tempo-tempo kita bisa bermain-main pula dengan Tenaga atau Power, mumpung kita belum ada tugasan. Biarlah kita tidak dikenal oleh siapapun, kecuali oleh sahabat-sahabat kita seperjuangan. Kita menunggu Panggilan dan Jemputan Ilahi, untuk dimasukkan-Nya ke dalam rombongan orang-orang Allah yang memang tidak banyak jumlahnya.

Artikel ini boleh jadi bukan ditujukan untuk generasi yang hidup sekarang ini. Ia bisa saja ditujukan untuk generasi yang akan datang. Sebab mungkin saja banyak yang bisa membaca artikel ini pada saat ini, akan tetapi ia tidak diberikan hidayah oleh Allah swt untuk mendapatkannya sampai tuntas. Ada saja halangan baginya untuk melakukannya sampai selesai.

Akan tetapi, bagi yang sudah ditetapkan oleh Allah Swt baginya Hidayah, maka ia akan mencari dan mempelajari Ilmu Makrifatullah dan Dzikrullah seperti yang diterangkan dalam artikel ini dengan semangat 45. Jarak dan waktu bukan lagi menjadi penghalang baginya. Ia akan kejar ilmu ini sampai dapat.

Satu hal yang wajib untuk diperhatikan disini adalah bahwa, DZIKRULLAH tidak akan mungkin bisa dilakukan dengan BENAR dan TEPAT tanpa kita memahami ILMU MAKRIFATULLAH terlebih dahulu. Sebab ilmu Makrifatullah akan mengantarkan kita untuk bisa MENGINGAT ALLAH Swt tanpa menyirikkan-Nya dengan sesuatu apapun juga. Sebab banyak pula orang yang sudah berdzikir, atau menyebut-nyebut Nama Allah swt, atau Subhanallah, alhamdulillah, laa ilaha illa Allah, Allahu Akbar, akan tetapi saat melakukan itu mereka belum mengenal Allah Swt dengan pengenalan Yang Jati, sehingga yang mereka dapatkan umumnya adalah fenomena MAGIK, KESAKTIAN, KERAMAT, dan rasa SERBA BISA dan SERBA TERPELIHARA oleh Allah Swt yang sebenarnya kesemuanya itu lebih condong untuk meningkatkan KESOMBONGAN mereka.  

Namun begitu, kalau ada yang ingin mempelajarinya lebih dalam, silahkan lihat syarahan-syarahan Arif Billah Ustad Hussien BA Latiff di website http://yamasindonesia.org. Atau datanglah kepada sahabat-sahabat Beliau yang memang sudah pernah diajarkan langsung oleh Beliau, dan telah dibolehkan pula oleh Beliau untuk mengajarkannya. Atau bisa pula, selagi Beliau masih ada, datanglah untuk bertemu Beliau walau hanya sekali saja…

Dengan demikian, selesailah Artikel tentang Dzikrullah ini.

Wallahu A’lam.

Wassalaamualaikum warah matullaahi wabarakaatuh.

Iklan

Read Full Post »

22. TERBUKA MATA KETIGA

Anakku, dalam keadaan sesuci bayi, kalian hanya berpaut dan pasrah kepada Allah swt sahaja. Itulah yang difirmankan kepada Rasulullah saw supaya menjadi orang yang pertama-tama menyerah sepenuhnya (berpaut dan pasrah) kepadaNya.

 

Dalam pada masa yang sama, kalian redha akan ketentuanNya tanpa rungutan. Sesuai dengan firmanNya memerintah Jiwa yang tenteram kembali kepadaNya dengan rasa puas lagi diredhaiNya.

 

Beginilah keadaan kalian Di Luar Alam Sakinah yang kalian tidak dapat naik lagi karena kuatnya sinaran di dalamnya (Ambient Light).

 

Dalam keadaan kalian seperti ini, dzikrullah kalian akan senantiasa “on” (berterusan). Namun ada-ada masa keadaan suci kalian membuat dzikrullah kalian bergegar hebat natijah dari ini maka terbukalah mata ketiga kalian.

 

Firman Allah swt ada menyebut bahwa semasa kalian tidur dipegangnya Jiwa kalian. Bagi yang hidup, dilepaskan Jiwa mereka apabila bangun dari tidur, iaitu roh dan hati, kembali ketempat masing-masing.

 

(Perjalanan Jiwa kalian kembali ke KEPALA KALIAN. Itulah perjalanan yang kalian selalu amalkan dan dikenal sebagai “Naik”.)

 

Namun bagi mereka yang sudah SAMPAI AJAL mereka sesuai dengan firman Allah swt, roh mereka dihantar ke kerongkong mereka.

 

Inilah juga perjalanan untuk terbukanya mata ketiga. Roh berjalan naik kekerongkongan. Perjalanan roh ini yang bermula dari bahagian ulu hati hingga ke kerongkongan, akan memberikan rasa sejuk atau dingin naik dari dada ke kerongkongan.

 

Sementara itu, hati sudah kembali ketempatnya.

 

Dari kerongkong, roh naik melintasi kedua mata membuatnya terbalik iaitu mata hitam terputar masuk ke belakang dan hanya mata putih saja yang kelihatan di balik kelopak mata. Dari situ, roh masuk ke dalam Otak lalu pergi kebelakang Otak sebelum membuat pusingan (putaran) kembali (U turn) menuju ke depan Otak. Sesuai dengan firman Allah swt iaitu masa mata dan hati terbalik.

 

Sesampai roh ke depan Otak di antara kedua kening maka terbunyi “plop”. Maka terbukalah ruang di antara kedua kening itu laksana tingkap terbuka. Lalu roh (dalam bentuk yang sangat kecil) itu tertolak keluar dari tingkap itu. Inilah keadaan terbukanya mata ketiga.

 

Bagi mereka yang sudah sampai ajalnya maka akan bermulalah gelombang sakaratul maut menolak roh mereka ke pintu Alam Bazakh. Bagi mereka yang belum sampai ajal mereka, roh mereka bisa kembali masuk ke jasad mereka melalui tingkap yang disebutkan tadi.

 

BERSAMBUNG

Read Full Post »

c. SETELAH HATI SESUCI BAYI

 

Anakku, sesudah kalian menjadi sesuci bayi dengan fitrah yang bersih lagi suci seperti kain putih, kalian akan dicorakkan oleh Ilahi. Karena itu Khidir berkata bahwa dia berbuat sesuatu itu bukan dengan kemahuannya. Karena itu Syeikh Abdul Qair Al Jilani berkata bahwa apabila ombak Takdir memukul kalian ke sana dan ke sini hendaklah kalian berkelakuan pasif iaitu kepasrahan sepenuhnya (Total). Maksudnya, ikutkan sahaja. Ini yang dimaksudkan oleh Rasulullah saw bahwa hendaklah kita hidup macam biasa.

 

Pengertian akan sesuatu perkara itu adalah dengan Allah swt bukan dengan kalian. Karena itu Khidir berkata kepada Musa (as) supaya jangan bertanya kenapa Khidir melakukan sesuatu sehingga Khidir sendiri memberitahunya (sesudah pengertian diberi Allah swt kepadanya). Ini sesuai dengan firman Allah swt bahwa Dia tidak ditanya. Karena itu apabila Nabi Nuh (as) dan Rasulullah saw terlupa akan fakta ini dan bertanya maka Allah swt berfirman maksudnya,”Jangan kamu jadi orang yang jahil.”

 

Begitulah anakku, keadaan Boneka atau Alat Perkakas Ilahi. Dan dari mereka terbitlah Af’al Ilahi seperti mukjizat, wahyu, ilmu dan sebagainya.

 

Untuk memahami konsep ini maka amat perlulah tersemat dalam diri kalian bahwa “Aku tidak wujud”, barulah kalian tidak buta lagi dan matahati kalian menjadi tajam bisa melihat sandiwara Ilahi. Sehubungan dengan ini Imam Ghazali berkata bahwa apabila kita mengenal akan Tuhan kita dan mengenal akan diri kita maka kita tahu kita tidak wujud.

 

Maka kalau tidak wujud apa bikin tanya?

Benar nggak anakku?

Faham anakku?

Ada masalah?

 

Kalau kalian jawab kepada satu atau lebih soalan di atas ini berarti kalian masih ngak faham lagi dan tidak mendapat pencerahan.

 

Hehehe “tricky” atau “pusing”…

 

Bersambung

Read Full Post »

b. PERUBAHAN DIRI KALIAN SETELAH HATI BERCAHAYA

Anakku, semasa kalian mengalami keadaan Hati Bercahaya, maka akan datang perubahan sepenuhnya (total change) pada diri kalian seolah-olah kalian dilahirkan semula dan berkeadaan seperti seorang bayi.

 

Seperti:

  1. Hati kalian menjadi suci dan hanya Ingatan Allah swt sahaja bermastautin (istiqamah) di Minda Kalian. Seperti bayi yang lahir, hanya ingatan Allah swt saja yang ada di dalam Mindanya karena ia sudah dapat pengenalan dalam Alam Azali. Oleh karena itulah Rasulullah saw bersabda bahwa semua bayi anak Adam dilahirkan dalam keadaan Islam.

 

  1. Hati kalian menjadi suci. Oleh karena itu tidak ada lagi dalam pribadi kalian rasa hasat dengki, khianat, dendam, tamak dan loba, benci membenci dan perangai yang jelek lain-lainnya. Ini seperti bayi yang baru lahir, yang tidak ada kelakuan atau perangai yang jelek seperti yang di sebutkan diatas.

 

  1. Hati kalian menjadi suci dan dapat menerima Takdir keseluruhan tanpa keluhan. Oleh sebab itu apapun juga yang berlaku, kalian bisa menerimanya dan dapat menyesuaikan diri kalian dengan keadaan yang baru. Seperti bayi yang baru lahir, ia bisa menerima apa juga keadaan tanpa rungutan dan bisa menyesuaikan dirinya dengan keadaan yang ada. Contoh, ia bisa menerima apa juga takdir tanpa rungutan, seperti dilahirkan menjadi anak yatim, miskin, cacat, anak angkat, anak luar nikah, dibuang, difitnah, dibunuh dll.

 

  1. Hati kalian yang suci hanya berpaut kepada Allah swt sahaja. Pasrah serta tidak mengerti untuk bertindak-balas.

 

Pada masa kalian dilahirkan hanya Allah swt sahaja yang kalian kenali dan seperti dikatakan oleh Syeikh Abdul Qadir Al Jilani bahwa Allah swt yang memelihara kalian semasa berada di dalam rahim ibu kalian. Oleh sebab itu, apa juga yang berlaku keatas diri kalian pada masa itu, dan juga saat  dilahirkan, hanya kepada Allah swt sahaja tempat kalian bergantung dan memohon pertolongan dari berbagai hal seperti apabila disiksa, dianiaya, kelaparan, kehausan, sakit dll.

Yang terlihat adalah tangisan dari kalian, namun itulah bahasa kalian memohon pertolongan dari Ilahi. Dan Allah Swt menolong kalian dengan mengerakkan hati ibu atau bapa atau adik-beradik atau saudara-mara atau orang luar untuk menolong kalian.

Pergantungan kalian jadi hanya kepada Allah Swt saja. Seperti Nabi Ayub as yang hanya kepada Allah swt saja dia merujuk. Atau seperti Nabi Yakub as yang hanya kepada Allah swt saja dia mengadu atau memohon pertolongan.

 

  1. Karena pertukaran sepenuhnya atas pribadi kalian seperti disebutkan di atas, maka kalian disenangi dan disayangi oleh orang ramai.

 

  1. Inilah proses atau laluan yang kalian mesti harungi (travel) untuk menjadi Boneka atau Alat Perkakas Ilahi selain daripada ibadah.

 

Bersambung

Read Full Post »

a. MAKNA HATI BERCAHAYA

Anakku yang dikasihi, Hati Bercahaya maknanya adalah Alam Sakinah itu sudah menjadi terang benderang seperti Spotlight yang sangat kuat. Dan karena itu kalian sudah tidak bisa lagi masuk ke dalamnya. Pada masa-masa ini Wisata Jiwa sangat mudah untuk dilakukan.

 

Wisata Jiwa ini ada beberapa cara. Berbaring atau rihat di atas katil (tempat tidur); Naik ke Pintu Belakang dan ROC; Sesudah itu lakukan:

 

CARA 1. Hati memerintahkan Roh keluar, “Roh keluar, keluar!”. Oleh sebab itu, matahati kalian akan melihat Roh kalian keluar dari jasad kalian serta terapung di atas jasad kalian (dalam jarak 6 kaki) menghadap ke atas. Apabila matahati sudah melihat Roh kalian terapung di atas, maka naikkan Hati kalian untuk bersepadu (bersatu) dengan Roh kalian. Sesudah itu, jiwa kalian bisa berwisata ke manapun juga. Namun pada permulaan pergilah kepada tempat yang kalian sudah biasa pergi. Ini lebih selamat. Cara ini dipanggil WISATA JIWA atau OBE.

 

Cara 2. Hati membayangkan sesuatu tempat, lalu memerintah (Jiwa) pergi ke tempat itu dan dalam sekelip mata, Jiwa kalian akan berada di tempat itu. Cara ini dipanggil “ASTRAL PROJECTION” atau WISATA JIWA BERTUJUAN.

 

Harap perhatikan, kalian hanya bisa projeksi atau tujukan ke tempat-tempat dimana Hati kalian sudah pernah pergi atau ziarahi.

 

Juga perhatikan, cara 1 & 2, tidak bisa digunakan untuk menziarah rumah kediaman orang lain, walaupun ahli keluarga sendiri. Karena barang-barang di dalam rumah itu seperti langsay (curtains), permadani (carpets) dll, akan memukul Jiwa kalian keluar dari rumah itu.

 

Juga anakku, ayah mesti nasihati supaya semasa Wisata, jangan Jiwa kalian masuk ke jasad orang lain.

 

Di sini dahulu pencerahannya sehingga berjumpa lagi, salam rindu dari Ayahmu.

 

Bersambung

Read Full Post »

Anakku, apabila kalian selalu duduk di Pintu Belakang atau Base-Camp, apa yang sebenarnya berlaku ialah: kalian berlatih membawa roh kalian naik ke Hati kalian. Dengan latihan ini, insya-Allah, ia akan membawa kalian ke peringkat Hati Terjaga di mana Hati dan Roh Kalian di jemput masuk ke Alam Sakinah. Di sini kalian tetap teruskan IBADAH serta DZIKRULLAH sehingga sampai ke peringkat Hati Bercahaya iaitu Alam Sakinah menjadi terang benderang seperti spotlight dan tidak bisa lagi kalian duduk di dalamnya karena terlampau kesilauannya.

 

Apa yang Ayah mahu sampaikan di sini ialah sebelum Hati Bercahaya terjadi, kalian akan kekerapan (seringkali) bermimpi Jiwa kalian berterbangan. Inilah tanda-tanda Roh dan Hati kalian sudah sepadu menjadi Jiwa di dalam Alam Sakinah. Maka pada saat-saat inilah kalian sudah bisa Wisata Jiwa (OBE) dengan mudah.

 

Di sini juga Ayah mau kalian menyadari bahwa HATI, yang di mana:

 

  1. Terletak Pintu Belakang atau Base Camp.

 

  1. Hati yang sentiasa Dzikrullah.

 

  1. Yang masuk ke dalam Alam Sakinah.

 

  1. Hati yang bercantum (bersatu) dengan Roh menjadi Jiwa di dalam Alam Sakinah.

 

  1. Jiwa (Hati + Roh) yang mulai wisata (OBE).

 

Bukanlah Hati yang fisikal atau anggota jasad. Ia adalah HATI YANG HALUS. Banyak orang yang keliru tentang ini. Hati dianggap sebagai hati fisik (lever) atau jantung (hearth). Bukan hati yang halus.

 

Karena kekeliruan inilah maka banyak yang tersalah anggapan untuk berkonsentrasi ataupun memberikan tumpuan hanya kepada Hati yang fisikal itu saja.

 

Oleh sebab itu wirid atau riadah mereka tertumpu kepada mensucikan Hati yang fisikal ini. Maka ramai mereka menjadi hampa. Karena mereka dibelenggu oleh kaedah ini (tidak bisa kemana-mana) sehingga akhir hayatnya.

 

Anakku yang dikasihi lagi dirindui, apa yang Ayah mahu sampaikan pagi ini ialah:

  • Tanda-tanda sebelum Hati Bercahaya, dan
  • Apa yang sebenarnya “Hati”, itu

 

Harap anakku semua mendapat pencerahan, aamin ya Rabb aamin!

 

Bersambung

Read Full Post »

Anakku yang diingati lagi dikasihi…

 

Apabila kalian sudah dapat mantapkan keadaan “Mataku tidur, Hatiku tidak”, maka pada peringkat ini kalian sudah sampai kepada keadaan, “Hati Terjaga” atau “Fana“.

 

Berarti saatnya kalian sudah dijemput masuk ke Alam Sakinah untuk bersama-bersama jamaah Orang-Orang Allah.

 

Natijah dari keadaan ini ialah:

 

  1. Hati kalian bisa menahan ngantuk.

 

  1. Dzikrullah kalian sentiasa “On” setiap masa.

 

  1. Kalian mendapat kesedapan Ibadah. Oleh sebab itu, ibadah kalian akan bertambah-tambah.

 

  1. Kalian bisa duduk lama berdzikrullah dan ia lebih lama dari di Base Camp.

 

  1. Kalian akan dapat lebih kefahaman atas ilmu maktifatullah ini serta pengalaman kerohanian yang dipanggil “Hal”, iaitu selalunya di bawa menziarah tempat-tempat yang kalian tidak pasti ada di mana.

 

  1. Rohani kalian lebih sensitif dan condong kepada Ketuhanan.

 

  1. Tanda-tanda Ketuhanan ada pada kalian dari segi rupa dan pribadi kalian.

 

  1. Kalian akan merasa tenteram dan aman.

 

  1. Ramai manusia berasa senang dengan kalian.

 

  1. Kalian bisa dengan mudah menghafal ayat-ayat Al Quran yang panjang.

 

  1. Minda kalian menjadi suci seperti baru dilahirkan semula.

 

  1. Keyakinan, kepasrahan dan keimanan kalian kepada Allah swt sangat tinggi dan mendalam.

 

Anakku yang dikasihi lagi dirindui. Apabila taraf, “Mataku tidur, Hatiku tidak,” sudah mantap maka Hati kalian sudah “Terjaga” maka inilah masanya kalian dijemput masuk ke alam sakinah. Hendaklah kalian teruskan ibadah dan Dzikrullah semasa di dalam alam sakinah.

 

Harap juga difahami pada taraf ini, Hati sudah “bercerai” dengan Roh. Natijah dari ini ialah kalian tidak akan rasa ngantuk apabila ibadah terus menerus karena kalian hanya bisa tidur kalau Hati bersatu dengan Roh menjadi Jiwa. Namun jangan khawatir, karena kalian akan tidur apabila masanya sampai. Tandanya ialah, akan datang suatu ketika semasa kalian beribadah atau Dzikrullah, jasad kalian merasa sangat-sangat kepenatan dan pada masa itulah Hati akan turun bersepadu dengan Roh lalu kalian ketiduran. Sesudah tidur, masa terjaga kalian akan dapati kalian masih di dalam alam sakinah dan Hati kalian tetap Terjaga.
Teruskan ibadah serta Dzikrullah di alam sakinah namun keadaan “Hati Terjaga”. Iaitu Hati bercerai dengan Roh tetap mantap. Sehingga datang satu ketika, alam sakinah menjadi bercahaya seperti “spotlight” dan kalian dapati sukar mahu duduk dalam alam sakinah karena sangat kuatnya pancaran cahaya ini. Maka inilah peringkat “Hati Bercahaya.”

 

Bersambung

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: