Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2009

KHUSYUK LAH…

KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka shalat itu akan menjadi sangat berat
Kalau tidak, maka shalat itu akan jadi beban.
Kalau tidak, maka shalat itu akan melelahkan.

KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka kita akan shalat dengan malas-malasan.
Kalau tidak, maka kita akan shalat sambil melamun.
Kalau tidak, maka kita akan shalat dalam keadaan mabok.

KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka kita hanya akan membaca syair dan puisi dalam shalat.
Kalau tidak, maka kita hanya akan ngelindur dalam shalat.
Kalau tidak,maka kita hanya akan komat kamit dalam shalat.

KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT…
Kalau tidak, maka shalat kita akan buru-buru.
Kalau tidak, maka shalat kita akan seperti burung mematuk makanan.
Kalau tidak, maka shalat kita akan berpacu cepat.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka beban hidup kita akan terasa berat.
Kalau tidak, maka dada kita akan terasa sempit.
Kalau tidak, maka otak kita akan sering mendidih.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan sering protes kepada Allah.
Kalau tidak, maka kita akan sering mengeluh dalam hidup.
Kalau tidak, maka kita akan sering marah yang berbuah marah.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan sering merendahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menyalahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menghakimi teman.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkuh.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang sombong.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang egois.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR…
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber sengsara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber petaka.

Latihlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Mohonlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Bersedialah agar kita bisa DIKHUSYUKAN ALLAH.
Diamlah agar bisa duduk di posisi “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.

Sebab…
Khusyuk adalah bertemu dengan Allah (mulaqu rabbihim) disini.
Dan semua kembalkan(mi’raj) kepada Allah saat ini.

Khusyuk adalah berjumpa dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah meringkuk disisi Allah saat ini.
Khusyuk adalah bergantung kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berpegangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah saling berpandangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah berdialog dengan Allah saat ini.

Kemudian…
Segala pujaan kembalikankan ke Allah.
Segala pujian kembalikankankan ke Allah.
Segala hormat kembalikan ke Allah.
Segala sembah kembalikan ke Allah.

Penglihatan kembalikan ke Allah.
Pendengaran kebalikan ke Allah.
Hidup kembalikan ke Allah.
Tahu kembalikan ke Allah.
Gerak kembalikan ke Allah.
Bisa kembalikan ke Allah.
Ada kembalikan ke Allah.

Inna shalati…
Wanusuki…
Wamahyaayaa…
Wamamaatii…
Lillahirabbil ‘alamiin…

Lalu…, DERR…
Gerak kita akan dikunci oleh Allah.
Berdiri kita akan dikunci oleh Allah.
Rukuk kita akan dikunci oleh Allah.
Sujud kita akan dikunci oleh Allah.
Sembah kita akan dikunci oleh Allah.
Penglihatan kita akan dikunci oleh Allah.
Pendengaran kita akan dikunci oleh Allah.
Bacaan kita akan dikunci oleh Allah.

Makanya…
Ketika khusyuk akan ada respon Allah.
Ketika khusyuk akan ada jawaban Allah.
Ketika khusyuk akan ada tuntunan Allah.
Ketika khusyuk akan ada pertolongan Allah.
Ketika khusyuk akan ada Shibgatullah (celupan) Allah.

Shibgatullah…
Masih adakah shibgah (celupan) yang lebih baik dari celupan Allah…?.

Jl. Kabel no 16, Cilegon,
26 Juni 2008, jam 04:00

Wass
Deka

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: