Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2017

Slide1Slide2Slide3

Read Full Post »

HATI MENGONTROL ROH…

 

Mesti diingat bahawa yang ada pada Roh adalah sedikit kuasa untuk kamu bisa menjalani hidup keseharian. Roh tanpa Hati tidak bisa berfikir. Oleh sebab itu Roh  tidak bisa membedakan apapun juga termasuk Rasa dan Nafsu.

 

Roh itu ibarat pesawat dan Hati itu ibarat Pilotnya. Maka sudah tentu pesawat itu dikemudikan oleh Pilotnya. Begitu juga Roh dikemudikan oleh Hati.

 

Apabila Pilot ingin lekas sampai ke Bandara, dia akan menekan minyak dengan kuat sehingga Pesawat akan terbang dengan laju.

 

Tetapi kalau Pilot tidak ada kepentingan untuk sampai ke Bandara dengan cepat, maka dia akan menekan minyak dengan perlahan, sehingga pesawat itu akan terbang dengan perlahan pula.

 

 

 

RASA & NAFSU…

Rasa dan nafsu ini tidak ada kena mengena dengan dadamu. Rasa dan Nafsu ini juga berkaitan dengan Mindamu atau Hatimu. Namun begitu, Rasa dan Nafsu yang keluar dari Hatimu itu akan mempengaruhi suasana atau keadaan daripada Rohmu yang terletak di dalam dada, yaitu menyebabkan Rohmu menjadi tenteram (aman) atau tidak tenteram (berkocak). Jadi Hatimu adalah pilot bagi Rohmu. Hatimu akan mengontrol atau menguasai Rohmu sesuai dengan keadaan dari Hatimu itu.

 

Umpamanya begini:

Begitu juga apabila Hatimu itu merasa takut, maka gentaran rasa takut itu membuat Rohmu menjadi gementar pula. Sebaliknya, kalau Hatimu itu tenteram, maka ketenteraman itu juga akan membuat Rohmu menjadi aman dan tenteram.

 

Saat Rohmu aman dan tenteram, maka dadamu akan terasa lapang. Sedangkan saat Hatimu dipenuhi dengan berbagai pikiran, ingatan, nafsu, dan perasaan, maka Rohmu akan menjadi berkocak (tidak tenteram) dan dadamu akan terasa sempit dan mengecil sehingga nafasmu akan terengah-engah seperti orang yang sedang naik ke atas gunung yang tinggi.

 

Perubahan-perubahan suasana atau keadaan yang dialami oleh Rohmu (yang berpusat di dalam dadamu) akibat dari keadaan yang ada di dalam hatimu itulah yang menyebabkan orang mengira bahwa tempat dari rasa dan emosi itu adalah di dalam dada. Sehingga akibatnya orang-orang jadi keliru dalam memaknai Hati. Mereka mengira bahwa Hati itu letaknya di dalam dada.

 

Beberapa contoh tentang bagaimana Hati mengontrol dan menguasai Roh adalah:

 

Contoh-A:

  1. Apabila kamu ingin makan lada, maka Roh akan memberikan kamu kuasa untuk memakan lada itu. Lalu kamu akan merasakan rasa lada itu adalah pedas. Bagaimana kamu tahu bahwa rasa lada itu adalah pedas ?. Kamu tahu rasa lada itu pedas karena Hatimu yang memberitahunya.
  2. Begitu juga tentang bagaimana kamu tahu bahwa kamu sudah kenyang atau sudah tidak dahaga lagi?. Yang memberitahu bahwa kamu sudah kenyang dan sudah tidak dahaga lagi adalah Hatimu, lalu Rohmu patuh kepada hatimu sehingga Rohmu tidak memberi lagi kuasa kepada tubuhmu untuk makan dan minum yang lebih banyak.

 

Contoh-B:

  1. Setiapkali Ali pulang ke rumah di waktu malam dia mesti berjalan dibawah sebuah pohon yang besar. Tanpa perasaan takut.
  2. Tetapi sesudah ia diberitahu bahwa pohon yang besar itu berhantu, maka kini, setiap kali Ali berjalan di bawah pohon itu, Ali akan merasa gementar karena ketakutan. Karena Hatinya takut, maka Rohnya pun ikut jadi gementar.

 

Contoh-C:

  1. Seorang kanak-kanak berumur 3 tahun tanpa rasa takut mau memeluk ular sendok (cobra) di depan pintu rumahnya kerana ia senang melihat ular itu. Roh anak itulah yang memberi tenaga terhadap anak itu untuk memegang ular itu.
  2. Seorang kanak-kanak, tanpa rasa takut, mau memegang api yang sedang bernyala-nyala di tempat sampah kerana ia suka dengan warnanya. Roh anak itu pulalah yang memberi tenaga kepada anaka itu untuk memegang api itu.

 

Jadi bisa terlihat dengan jelas bahwa kanak-kanak ini mau berbuat begitu karena Hatinya tidak mengetahui bahaya yang ada pada ular cobra dan api itu. Sehingga dia mau memeluk ular yang berbisa bisa itu dan juga memegang api itu (menggunakan kuasa pada Roh).

 

Dari contoh yang diberi kamu boleh lihat bagaimana Hatimu “control” atau menguasai Rohmu.

Jadi tentang, Rasa dan Nafsu:

  • Ini berkait dengan Minda atau Hati.
  • Orang Tidur, Pingsan, Koma, Angin Ahmar & Lumpuh tidak bisa Merasa apabila orang lain berbuat sesuatu pada jasadnya.
  • Nafsu menerima arahan dari Minda seperti makan, minum dan sebagainya. Kerana itu kalau Minda itu bersih, seperti Minda kanak-kanak, maka bersih pulalah nafsu itu. Ini sesuai dengan hadith Rasulullah saw maksudnya bawaha kalau rosak Hati (Minda) maka rosaklah orang itu.

 

SINKRONISASI 4 ANASIR DIRI MANUSIA…

 

Bagaimana kamu bisa mensinkronkan ke-empat komponen atau anasir dirimu ini sehingga ia bisa bersinergi menjadikanmu sebagai hamba Allah yang sejati??.

 

Jawabannya adalah: DENGAN DZIKRULLAH (MENGINGAT ALLAH). Tiada jalan lain.

 

Kalau ke empat unsur dirimu itu sudah sinkron, INNI WAJJAHTU WAJHIYA, semuanya telah menghadap kepada Allah, maka barulah setelah itu kamu akan bisa melakukan Ibadah-ibadahmu sebagai hamba Allah yang sejati…

 

Demikian, Wallahu a’lam….

Read Full Post »

JIWA…

 

Di sini anakku,  kamu sudah faham bahwa Hati itu terletak di kepala dan Roh itu berpusat di Ulu Hati. Apabila Hati dan Roh bersatu maka persatuan dua anggota ini disebut sebagai “Jiwa”.

 

Kapan Hati dan Roh bersatu membentuk Jiwa?.

 

  1. Roh dan Hati bisa bersatu membentuk JIWA apabila Hatimu turun ke dada dan bersatu dengan Rohmu. Ini berlaku apabila kamu mau tidur. Sesuai dengan firman Allah Swt bahwa Dia memegang Jiwa kamu semasa kamu tidur. Yaitu Dia memegang Roh dan Hatimu. Kenapa Hati itu mesti dipegang Allah?. Karena Hati itu tidak pernah tidur. Oleh sebab itu ada banyak juga orang di dunia ini yang tidak bisa tidur seumur hidupnya.

 

Keutamaan fungsi Hatimu itu ialah untuk Dzikrullah (mengingati Allah Swt). Tetapi apabila hatimu itu turun ke dalam Dada, maka keimanan kamu akan menjadi lemah. Karena kalau Hatimu itu turun ke dalam dada, ia akan menyebabkan kamu KETIDURAN (TIDUR), dan Hatimu itu sudah tidak bisa lagi MENGINGAT apa-apa, termasuk tidak bisa lagi untuk MENGINGAT Allah.

 

Lalu…, keadaan Hatimu yang sedang turun ke dalam dada itu, akan mengakibatkan hatimu itu tidak bisa lagi memahami dan memikirkan ayat-ayat Allah, Penglihatanmu (mata hatimu) menjadi Buta, dan Pendengaranmu (telinga hatimu) menjadi Tuli. Dan untuk keadaan hati yang seperti inilah berbagai ayat Al Qur’an seperti dibawah ini ditujukan:

 

“Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti”. (QS. Al-Baqarah [2] : 171).

 

“Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan”.( QS. Al-Ma’idah [5] : 71)

 

“Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu)”. (QS. Al-‘An`am [6] : 104).

 

“Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)”. (QS. Al-‘A`raf [7] : 64).

 

“Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan”. (QS. Yunus [10] : 43).

 

“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. (QS. Al-‘Isra’ [17] : 72).

 

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (QS. Al-Haj [22] : 46)

 

“Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri”. (QS. An-Naml [27] : 81)

 

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)”. (QS. Ar-Rum [30] : 53)

 

Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?. (QS. Az-Zukhruf [43] : 40)

 

“Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka”. (QS. Muhammad [47] : 23)

 

Catatan: Kalau kamu ingin melihat keadaan orang yang hatinya sudah turun ke dalam dada ini adalah, kamu lihatlah saja orang yang sedang dalam proses tidur, sedang mengantuk, atau dalam keadaan sudah tidur. Muka orang itu akan kelihatan bodoh, tolol, tidak punya rasa malu, tidak punya pikiran, tidak punya tanda-tanda kecerdasan sedikitpun.

 

  1. Jiwa juga bisa terbentuk apabila Rohmu naik ke kepala dan bersatu dengan Hatimu. Keadaan seperti inilah yang dikatakan sebagai “Fana”. Dimana kamu akan merasa bahwa kamu duduk di dalam kepala kamu. Dan seluruh  anggota tubuh kamu, yang berada di bawah kepala kamu, sudah tidak kamu rasakan lagi wujudnya. Itulah yang dimaksud dengan keadaan FANA.

 

Keadaan jiwa yang seperti ini, jiwa yang sudah FANA, akan membuat kamu merasa sangat tenteram, Dan jiwa yang seperti inilah jiwa yang dipanggil Allah untuk kembali kepada Allah . Ini sesuai dengan firmanNya, “Hai Jiwa tenteram kembali kepadaKu”. Dalam istilah yang lain, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani pernah berkata, “Masuklah kamu ke dalam bilik khalwatmu! “. Dimana Khalwat itu bermakna “berdua-duan dengan Allah swt”.

 

Di sini tanpa kamu sadari, kamu juga sudah mulai membina Base Camp kamu. “Base-Camp” adalah huruf pungutan dari kamus pendaki gunung. Base-Camp adalah tempat rihat pendaki-pendaki gunung sebelum pendaki-pendaki itu mendaki ke kepuncak gunung itu.

 

Maka apabila kamu dzikrullah dan terus duduk diatas, ini akan membuat dzikrullah kamu itu bermastautin (menetap) di atas laksana Base-camp. Sesudah itu, dzikrullah kamu itu akan berdenyut (vibes/vibration) ke atas menembusi lepas kepala kamu dan di sambut oleh Ilahi.  Sesuai dengan firmanNya bahawa sekiranya kamu ingat Dia (dzikrullah), Dia akan ingat kamu.

 

Kadangkali sebelum. Base-Camp ini mantap, maka denyutannya itu tidak dapat melepasi kepala kamu. Lalu denyutan itu bergolak di sekeliling Base-Camp sahaja, yang membuat panca indra kamu (pendengaran hati kamu) mendengar suara berdesing atau berdenging.

 

Kalau denyutan itu sudah bisa melewati kepala kamu seakana-akan sudah membentuk Base-Camp, setiap kali kamu “FANA” (jiwamu sudah berada di dalam kepala atau bisa pula satu jengkal diatas kepala), maka akan terkeluar dari kepala atau Base-Camp kamu satu “frequency” atau denyutan. Apabila denyutan itu disambut oleh Allah Swt, maka saat itu masuklah kamu ke dalam golongan “jemaah-Nya atau orang-orang Allah”.

 

Hal ini sesuai dengan firmanNya bahwa: “apabila kamu ingat Dia, Dia akan ingat kamu”. Oleh karena kamu mengingat Allah dan Allah juga mengingat kamu, maka Hati kamu akan menjadi sangat tenteram. Karena hanya dengan  mengingati-Nya sajalah lah hatimu itu akan menjadi tenteram. Tidak ada sebab-sebab yang lain yang bisa membuat hatimu itu menjadi tenteram.

 

Dan hanya Hati yang sudah tenteram itulah yang bisa kembali kepada Allah dan masuk kedalam kelompok “jemaah orang-orang Allah” sesuai dengan Firman-Nya: “Hai Jiwa-jiwa yang tenteram kembalilah kepada-Ku dan masuklah dalam jemaah-Ku.”

 

Anakku apabila kamu sudah faham bahwa Hati itu maksudnya adalah tiga serangkai yaitu Minda, Penglihatan dan Pendengaran, serta terletak di kepala kamu, maka barulah setelah itu kamu akan bisa untuk:

  • NSTY (Naik-Serah-Tunggu dengan Yakin) untuk menyerahkan segala permasalahan hidupmu kepada Allah, dan menunggu jawaban Allah atas permasalahmu itu dengan sepenuh keyakinan,
  • ROC (Relax One Corner) sambil Dzikrullah. Kamu menyerah diri sepenuhnya kepada Allah Swt, serta redha atas apa juga ketentuan-Nya, yang sudah Dia tetapkan-Nya semasa Dia berfirman, “Kun!”. Dengan begitu, kamu akan bisa masuk ke Pintu Belakang.

Jadi anak-anakku, apabila kamu sudah faham apa yang dimaksud dengan “Jiwa”, barulah setelah itu kamu akan bisa membina  Base-Camp, menjadi FANA, dan masuk ke dalam Jemaah-Nya…

Bersambung

Read Full Post »

ROH…

 

Allah Swt  juga berfirman bahwa Dia memberi kamu Roh. Maka Roh adalah satu komponen lain atau bahagian yang berasingan (berbeda dan terpisah) dengan “Hati”.

 

Seperti juga dengan Nyawa, ia adalah anasir yang konstan, suci, bersih, murni. Ia tak beranak dan tak diperanakkan. Ia juga tidak tidur, tidak makan, tidak minum. Hanya saja ia independen atau berdiri sendiri.

 

Letaknya Roh dekat ulu hatimu, di dalam dadamu. Dari situ dia meresap keseluruh anggota jasadmu.

 

 

Fungsi dari Roh:

  1. Dengan Roh itu, Allah Swt memberimu sedikit kekuasaan dan kekuatan untuk membantumu menjalani hidup keseharianmu. Apabila Roh meresap kepada sekujur anggota jasadmu, maka berkuasalah kamu menjalani hidup keseharianmu. Karena Roh itu adalah sesuatu wujud dalam bentuk Tenaga, Kuasa, atau Energi.

 

  1. Roh ini juga berfungsi untuk memberimu KUASA untuk MENJALANKAN kerohanianmu seperti untuk wisata Roh/Jiwa, Kasyaf, Terbuka mata ke-3, dan sebagainya.

Kadangkala, apabila Roh mau meresap ke seluruh jasadmu dari ulu hatimu, seperti saat kamu mau bangkit atau bangun dari tidurmu,  maka syaitan menahan Rohmu dari berbuat begitu, yang menyebabkan kamu tidak dapat menggerakkan keseluruhan anggota jasadmu. Keadaan seperti ini kadangkala disebut dengan “kena tekan” atau “tindihan”. Kalau kamu mengalami hal seperti ini, maka kamu AZAN saja di dalam hatimu. Insyaallah syaitan itu akan lari dan kamu akan bisa menggerakkan anggota tubuhmu kembali.

 

Jadi Roh itu adalah:

 

  • Ia terletak dekat ulu hati kamu.
  • Ia memberimu sedikit kekuasaan dan kekuatan untuk membantumu menjalani hidup keseharianmu
  • Ia menjalankan pula segala fungsi kerohanianmu seperti wisata  roh/jiwa, kasyaf, terbuka mata ke3 dan sebagainya.
  • Kalau ia bersatu dengan Hati dia dinamai Jiwa.
  • Ia mempunyai kuasa, tetapi TIDAK ada fungsi yang lain, termasuk untuk fungsi nafsu & rasa.
  • Ia hanya bisa berfungsi apabila bersatu dengan Hati dan menjadi Jiwa. Kerana itu, semasa sakaratul maut, ia ditolak oleh gelombang Nyawa.
  • Ia bisa mengecil dan membesar. Ia mengecil semasa kamu tidur atau semasa sakaratul maut dan membesar bila kamu jaga. Ini sesuai dengan firman Allah Swt yang Dia memegang roh (jiwa) kamu.
  • Semasa ia mau membesar (apabila kamu bangun dari tidur) dan pada masa itu kamu ditindik oleh syaitan maka kamu ngak bisa bergerak kerana ia tidak dapat berkembang sepenuhnya.
  • Semasa sakaratul maut, dia akan naik kerongkong, lepas itu ke mata, ke otak dan keluar menerusi mata Ke 3 lalu ditolak terus ke pintu alam bazakh. Namun dalam keadaan tiada sakaratul maut seperti mati terkejut (ditabrak oleh durian jatuh), ia terus ke pintu alam bazakh di dalam bentuk Jiwa.

Bersambung

Read Full Post »

(DIRANGKUM dan DIBAHASAKAN SECARA BEBAS dari berbagai Syarahan Arif Billah Ustadz H. Hussien BA Latiff)

 

Ayah: anakku selain dari Allah swt, semuanya adalah ciptaan.
Apabila dikatakan ciptaan, maka ia akan mempunyai 4 bahagian atau anasir diri, yaitu:

  1. Jasad (anasir yang menjadi Sifat),
  2. Nyawa (anasir yang Menghidupkan),
  3. Roh (Anasir yang memberi Tenaga),
  4. Minda (Ansir yang Mengurus).

 

JASAD…

 

Jasad adalah anasir diri dari ciptaan yang membuat ciptaan yang satu dengan ciptaan yang lain berbeda-beda dalam hal Sifat-sifatnya. Jasad Manusia, jin, dan malaikat berbeda dalam hal sifat-sifat sebagai berikut:

 

Jasad manusia, hewan, dan tumbuhan adalah dari api, air, tanah, dan angin.
Jasad huruf atau lukisan adalah dawat atau tinta,

Jasad jin adalah dari api.
Jasad malaikat adalah dari nur.

 

 

NYAWA…

 

Nyawa adalah anasir diri yang Menghidupkan Jasad dengan cara:

 

  1. Memberikan gelombang kepada paru-paru,
  2. Memberikan denyutan pada jantung,
  3. Mengalirkan darah keseluruh jasad,
  4. Mengalirkan enzim dan hormon keseluruh tubuh,
  5. Menjadi perisai dari berbagai penyakit, dan lain-lain.

Ia adalah anasir yang konstan, suci, bersih, murni. Ia tak beranak dan tak diperanakkan. Ia selalu bersatu dengan Jasad selama hayat masih dikandung badan, tapi ia tidak butuh tidur, makan, dan minum.

 

HATI…

 

Ayah: Anakku,  Allah swt berfirman bahwa Dia memberi kamu Penglihatan,  Pendengaran dan Hati.

 

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kepadanya RUH (ciptaan)-NYA,

Dan Dia menjadikan bagi kamu:

PENDENGARAN,

PENGLIHATAN, dan

FUAD (HATI);

(tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”. (As Sajdah ayat 7-9)

 

Dan di dalam firmanNya yang lain, Dia berfirman Hati yang memahami atau Hati yang memikir.

 

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (Surat Al-A’raf Ayat 179).

 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulil Albab. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (Ali Imran: 190-191)

 

Kenapa dalam Firman yang pertama (As Sajdah ayat 7-9) di atas, Dia tidak menggunakan perkataan “Minda atau Akal” ?. Kenapa Dia gunakan perkataan “Hati”?.

 

Ini adalah karena kalau Dia berfirman: Dia memberi Penglihatan, Penglihatan dan Minda, maka ini bisa ditafsirkan orang bahwa Penglihatan, Pendengaran, dan Minda itu sebagai tiga komponen atau tiga bahagian yang saling berasingan (berbeda dan terpisah) satu sama lainnya. Ini adalah tidak tepat. Karena Minda,  Penglihatan dan Pendengaran itu adalah tiga serangkai yang bersatu dan tidak pernah berpisah.

 

Itulah sebabnya Allah Swt menggunakan istilah atau perkataan Hati. Maka firman-Nya berbunyi bahwa: “Dia memberi Penglihatan, Pendengaran dan Hati”. Ini untuk memaklumkan, kepada mereka yang faham, bahwa Hati di sini maksudnya ialah Minda. Dan Minda itu tidak berpisah dengan Penglihatan dan Pendengaran.

 

Jadi HATI itu:

 

  • Ia adalah 3 serangkai: Pendengaran, Penglihatan dan Minda, dengan fungsi sebagai berikut:
  • Pendengaran – Mendengar segala sesuatu  seperti suara, nyanyian,  bunyian dan lain-lain.
  • Penglihatan – Melihat segala pandangan seperti keindahan, kecantikan, yang jelek dan sebagainya.
  • Minda – Memahami segala sesuatu seperti ilmu (termasuk rasa), ilham, fikiran dan lain-lain. Ia senantiasa berubah dan berkembang. Ia mengalami susah, senang, tenang, gelisah, takut, cemas, lupa, ingat,,mendengar, melihat, merasa angkuh, takabur, welas asih, iri,  dengki, tamak, sabar, pandai, bodoh, teliti, ceroboh. Ia dihiasi dengan sifat konstruktif dan destruktif.
  • Ia tidak terikat dengan jasad. Seperti ketika kamu mengelamun, bermimpi, hilang akal, pingsan, koma (tidak sadarkan diri), wisata roh atau jiwa, atau sakaratul maut.
  • 3 serangkai ini sentiasa “on” yaitu berfungsi. Tetapi kalau ia berada di dalam jasad, maka dia akan berfungsi menerusi (melalui) jasad seperti Otak, Telinga & Mata. Maka kalau bahagian-bahagian itu rusak (pekak, buta, bisu, gila, “close-up syndrome” [terperangkap di dalam jasad]) maka ia tidak akan dapat berfungsi sampai bahagian-bahagian itu dipulihkan atau diperbetulkan. Namun adakala ia berfungsi secara alternative seperti melihat melalui telinga (seperti Kelawar atau “Bat”) atau mendengar menerusi mata (lips-reading)
  • Kerana ia sentiasa “on” maka Allah Swt memegangnya untuk kamu bisa tidur. Kalau tidak, maka kamu tidak bisa tidur. Dan adakalanya memang ada orang yang tidak bisa tidur seumur hidupnya.
  • Ia semestinya selalu “on” kerana ia tiada berhenti menerima arahan dari LM (Lauhul Mahfuz) melalui ilham & fikiran.
  • Bila ia keluar dari jasad seperti dalam mimpi, wisata jiwa atau sakaratul maut, ia MASIH bisa bingung, takut, marah, gembira & sedih seperti bila ia di dalam jasad, namun ia sudah tidak lapar, tidak haus, tidak ngantuk atau tidak tidur.

 

LETAK HATI…

 

Sesudah kamu faham maksud Hati ini, maka pertanyaan seterusnya ialah di manakah letaknya “Hati” ini. Di mana letaknya komponen atau bahagian tiga serangkai (Minda,  Penglihatan dan Pendengaran) ini?.

 

Jawapannya, sudah tentu Hatimu itu ada di KEPALA, bukan di DADA. Karena Otak, Mata dan Telinga terletak di kepala. Dan disinilah tempat beroperasinya Minda,  Penglihatan dan Pendengaran. Minda beroperasi di dalam otak, Penglihatan beroperasi di mata, dan Pendengaran beroperasi di telinga. Sedangkan di dalam dadamu tidak ada komponen yang bisa dipakai untuk beroperasinya Minda, Pendengaran, dan Penglihatan itu. Karena memang di dalam dadamu itu tidak ada otak, mata, dan telinga. Makanya kalau hatimu itu sampai turun ke dalam dadamu, maka hatimu itu akan menjadi bodoh, buta, dan tuli.
Oleh sebab itu, apabila kamu mau mengingat sesuatu, maka kamu mengingatnya di dalam Minda kamu yang terletak di kepalamu. Bila Allah swt berfirman bahwa hendaklah kamu semasa Shalat,  selepas Shalat, dan dalam hidup keseharianmu ingat kepada-Nya, ini merujuk kepada Minda kamu yang ada di kepala.

 

DZIKRULLAH…

 

Maka apabila kamu mengingati Allah swt  maka Minda kamu menjadi Kosong dari berbagai rupa dan umpama (karena Allah Swt tidak serupa dan tidak boleh diumpamakan), Penglihatanmu tidak melihat apa-apa, dan Pendengaranmu juga tidak mendengarkan apa-apa.

 

Hal ini terjadi karena Minda,  Penglihatan, dan Pendengaran itu adalah komponen tiga serangkai, yang pasti mengalami hal atau keadaan yang sama pada saat yang bersamaan. Keadaan, dimana mindamu kosong, penglihatanmu juga tidak akan melihat apa-apa, dan pendengaranmu juga tidak akan mendengarkan apa-apa, karena kamu sedang Ingat kepada Allah, inilah yang akan menghasilkan keadaan hatimu yang sangat tenteram. Ini sesuai dengan firman-Nya bahwa “Hati menjadi tenteram dengan mengingati Aku”.
Juga diingatkan bahwa Dzikrullah maknanya adalah mengingati Allah Swt, bukan menyebut-nyebut dan membaca-baca Allah…, Allah…, Allah…, dan bukan pula Menyadari-nyadari Allah.

Bersambung…

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: