Feeds:
Pos
Komentar

Nasihat Arif Billah:

Kalian semua sudah dipilih dan dikhususkan menjadi “ahli makrifatullah”. Justeru itu, kalian sudah berpegetahuan. Dan pengetahuan atau ilmu itu akan selalu bersama kalian setiap masa. Dan ilmu itu hanya hilang dengan Kehendak-Nya seperti menerusi dementia atau pikun. Dengan ini, bagaimanapun sibuknya kalian, kalian tetap ahli Makrifatullah. Dan bila-bila masa akan kembali menjadi ahli makrifat.

Contoh, “Once an Engineer will remain an Engineer”. Maksudnya, apabila anda sudah menjadi seorang Jurutera, anda akan tetap menjadi Jurutera walau macam mana sibuknya anda seperti membersihkan rumah untuk Hari Raya, menolong isteri memasak dan sebagainya.

Maka jangan dirisaukan, NST & ROC adalah sesuatu yang biasa bagi kalian. Kerana apabila masa membenarkannya atau keadaan menghendaki, maka kalian akan membuatnya secara langsung. Seperti orang yang suka minum kopi, tapi kerana sibuk dia lupa minum kopi. Namun bila masa mengizinkan atau terasa sangat haus maka secara langsung dia akan minum kopi…

Anakku, ibaratkan ilmu makrifatullah ini adalah satu bahasa. Pada satu ketika, tidak banyak yang fasih dalam bahasa ini. Lagi untuk mencari seorang guru untuk mengajar bahasa ini lagi menyulitkan dan yang ada semuanya adalah dalam keraguan.

Begitu juga, kalian pada satu ketika dalam kegelapan, langsung nggak tahu bahasanya yang benar dan ada dalam keraguan atau kebingungan.

Alhamdulillah, dengan kehendakNya, kita bertemu dan Ayah ditugaskan mengajar kalian bahasa ilmu ini sehingga kalian kini sudah fasih berbicaranya. Bukan sahaja itu, sekarang nggak bingung lagi, dapat membeza yang hak dan batil, boleh (bisa) buat kajian seterusnya untuk menambahkam lagi kefahaman, dapat beribadah dan Dzrikrullah tanpa mensyirikkan Allah swt, dapat menerima Takdir tanpa pertanyaan dan akhir sekali, dapat redha dengan apa juga ketentuanNya tanpa rungutan.

Justeru itu, dipanggilnya kalian, “Hai jiwa-jiwa yg tenteram kembali kepadaKu dengan hati yang puas lagi diredhai dan masuk dalam jemaahku dan masuklah dalam SyurgaKu!”

Apa yang hendak disampaikan di sini ialah – lihatlah berapa jauh kalian berada pada masa kini bila dibandingkan semasa kalian berada dalam keadaan kegelapan, tidak tahu bahasanya, dalam keraguan dan kebingungan. Lalu sentiasalah kita bersyukur kepada Ilahi kerana memilih kita masuk ke dalam jemaah orang-orangNya yang sudah ditanamNya keimanan di dalam hati mereka.

Sentiasa juga jangan lupa Kita tidak wujud supaya apa jua rasa kebesaran atau bangga diri tidak melekat kepada kita.

Harap syarahan di atas ini mendapat perhatian kalian, anak-anakku yang dirindui serta dicintai sentiasa, aamin ya Rabb aamin!

Iklan

arif billah

Alhamdulillah, semua Video Syarahan Arif Billah Ustadz H Hussien Bin Abdul Latiff, disamping masih bisa dilihat di channel youtube: farhan4u2c, https://www.youtube.com/channel/UCU885hNH4OcWpM_F5SJ635w

sekarang sudah bisa pula di lihat melalui  channel Youtube: yamasindonesia, https://www.youtube.com/channel/UCqSDqhDaRm-aBtNZVwHQn6A

ALAM-ALAM (2)

Slide1Slide2Slide3

HATI MENGONTROL ROH…

 

Mesti diingat bahawa yang ada pada Roh adalah sedikit kuasa untuk kamu bisa menjalani hidup keseharian. Roh tanpa Hati tidak bisa berfikir. Oleh sebab itu Roh  tidak bisa membedakan apapun juga termasuk Rasa dan Nafsu.

 

Roh itu ibarat pesawat dan Hati itu ibarat Pilotnya. Maka sudah tentu pesawat itu dikemudikan oleh Pilotnya. Begitu juga Roh dikemudikan oleh Hati.

 

Apabila Pilot ingin lekas sampai ke Bandara, dia akan menekan minyak dengan kuat sehingga Pesawat akan terbang dengan laju.

 

Tetapi kalau Pilot tidak ada kepentingan untuk sampai ke Bandara dengan cepat, maka dia akan menekan minyak dengan perlahan, sehingga pesawat itu akan terbang dengan perlahan pula.

 

 

 

RASA & NAFSU…

Rasa dan nafsu ini tidak ada kena mengena dengan dadamu. Rasa dan Nafsu ini juga berkaitan dengan Mindamu atau Hatimu. Namun begitu, Rasa dan Nafsu yang keluar dari Hatimu itu akan mempengaruhi suasana atau keadaan daripada Rohmu yang terletak di dalam dada, yaitu menyebabkan Rohmu menjadi tenteram (aman) atau tidak tenteram (berkocak). Jadi Hatimu adalah pilot bagi Rohmu. Hatimu akan mengontrol atau menguasai Rohmu sesuai dengan keadaan dari Hatimu itu.

 

Umpamanya begini:

Begitu juga apabila Hatimu itu merasa takut, maka gentaran rasa takut itu membuat Rohmu menjadi gementar pula. Sebaliknya, kalau Hatimu itu tenteram, maka ketenteraman itu juga akan membuat Rohmu menjadi aman dan tenteram.

 

Saat Rohmu aman dan tenteram, maka dadamu akan terasa lapang. Sedangkan saat Hatimu dipenuhi dengan berbagai pikiran, ingatan, nafsu, dan perasaan, maka Rohmu akan menjadi berkocak (tidak tenteram) dan dadamu akan terasa sempit dan mengecil sehingga nafasmu akan terengah-engah seperti orang yang sedang naik ke atas gunung yang tinggi.

 

Perubahan-perubahan suasana atau keadaan yang dialami oleh Rohmu (yang berpusat di dalam dadamu) akibat dari keadaan yang ada di dalam hatimu itulah yang menyebabkan orang mengira bahwa tempat dari rasa dan emosi itu adalah di dalam dada. Sehingga akibatnya orang-orang jadi keliru dalam memaknai Hati. Mereka mengira bahwa Hati itu letaknya di dalam dada.

 

Beberapa contoh tentang bagaimana Hati mengontrol dan menguasai Roh adalah:

 

Contoh-A:

  1. Apabila kamu ingin makan lada, maka Roh akan memberikan kamu kuasa untuk memakan lada itu. Lalu kamu akan merasakan rasa lada itu adalah pedas. Bagaimana kamu tahu bahwa rasa lada itu adalah pedas ?. Kamu tahu rasa lada itu pedas karena Hatimu yang memberitahunya.
  2. Begitu juga tentang bagaimana kamu tahu bahwa kamu sudah kenyang atau sudah tidak dahaga lagi?. Yang memberitahu bahwa kamu sudah kenyang dan sudah tidak dahaga lagi adalah Hatimu, lalu Rohmu patuh kepada hatimu sehingga Rohmu tidak memberi lagi kuasa kepada tubuhmu untuk makan dan minum yang lebih banyak.

 

Contoh-B:

  1. Setiapkali Ali pulang ke rumah di waktu malam dia mesti berjalan dibawah sebuah pohon yang besar. Tanpa perasaan takut.
  2. Tetapi sesudah ia diberitahu bahwa pohon yang besar itu berhantu, maka kini, setiap kali Ali berjalan di bawah pohon itu, Ali akan merasa gementar karena ketakutan. Karena Hatinya takut, maka Rohnya pun ikut jadi gementar.

 

Contoh-C:

  1. Seorang kanak-kanak berumur 3 tahun tanpa rasa takut mau memeluk ular sendok (cobra) di depan pintu rumahnya kerana ia senang melihat ular itu. Roh anak itulah yang memberi tenaga terhadap anak itu untuk memegang ular itu.
  2. Seorang kanak-kanak, tanpa rasa takut, mau memegang api yang sedang bernyala-nyala di tempat sampah kerana ia suka dengan warnanya. Roh anak itu pulalah yang memberi tenaga kepada anaka itu untuk memegang api itu.

 

Jadi bisa terlihat dengan jelas bahwa kanak-kanak ini mau berbuat begitu karena Hatinya tidak mengetahui bahaya yang ada pada ular cobra dan api itu. Sehingga dia mau memeluk ular yang berbisa bisa itu dan juga memegang api itu (menggunakan kuasa pada Roh).

 

Dari contoh yang diberi kamu boleh lihat bagaimana Hatimu “control” atau menguasai Rohmu.

Jadi tentang, Rasa dan Nafsu:

  • Ini berkait dengan Minda atau Hati.
  • Orang Tidur, Pingsan, Koma, Angin Ahmar & Lumpuh tidak bisa Merasa apabila orang lain berbuat sesuatu pada jasadnya.
  • Nafsu menerima arahan dari Minda seperti makan, minum dan sebagainya. Kerana itu kalau Minda itu bersih, seperti Minda kanak-kanak, maka bersih pulalah nafsu itu. Ini sesuai dengan hadith Rasulullah saw maksudnya bawaha kalau rosak Hati (Minda) maka rosaklah orang itu.

 

SINKRONISASI 4 ANASIR DIRI MANUSIA…

 

Bagaimana kamu bisa mensinkronkan ke-empat komponen atau anasir dirimu ini sehingga ia bisa bersinergi menjadikanmu sebagai hamba Allah yang sejati??.

 

Jawabannya adalah: DENGAN DZIKRULLAH (MENGINGAT ALLAH). Tiada jalan lain.

 

Kalau ke empat unsur dirimu itu sudah sinkron, INNI WAJJAHTU WAJHIYA, semuanya telah menghadap kepada Allah, maka barulah setelah itu kamu akan bisa melakukan Ibadah-ibadahmu sebagai hamba Allah yang sejati…

 

Demikian, Wallahu a’lam….

JIWA…

 

Di sini anakku,  kamu sudah faham bahwa Hati itu terletak di kepala dan Roh itu berpusat di Ulu Hati. Apabila Hati dan Roh bersatu maka persatuan dua anggota ini disebut sebagai “Jiwa”.

 

Kapan Hati dan Roh bersatu membentuk Jiwa?.

 

  1. Roh dan Hati bisa bersatu membentuk JIWA apabila Hatimu turun ke dada dan bersatu dengan Rohmu. Ini berlaku apabila kamu mau tidur. Sesuai dengan firman Allah Swt bahwa Dia memegang Jiwa kamu semasa kamu tidur. Yaitu Dia memegang Roh dan Hatimu. Kenapa Hati itu mesti dipegang Allah?. Karena Hati itu tidak pernah tidur. Oleh sebab itu ada banyak juga orang di dunia ini yang tidak bisa tidur seumur hidupnya.

 

Keutamaan fungsi Hatimu itu ialah untuk Dzikrullah (mengingati Allah Swt). Tetapi apabila hatimu itu turun ke dalam Dada, maka keimanan kamu akan menjadi lemah. Karena kalau Hatimu itu turun ke dalam dada, ia akan menyebabkan kamu KETIDURAN (TIDUR), dan Hatimu itu sudah tidak bisa lagi MENGINGAT apa-apa, termasuk tidak bisa lagi untuk MENGINGAT Allah.

 

Lalu…, keadaan Hatimu yang sedang turun ke dalam dada itu, akan mengakibatkan hatimu itu tidak bisa lagi memahami dan memikirkan ayat-ayat Allah, Penglihatanmu (mata hatimu) menjadi Buta, dan Pendengaranmu (telinga hatimu) menjadi Tuli. Dan untuk keadaan hati yang seperti inilah berbagai ayat Al Qur’an seperti dibawah ini ditujukan:

 

“Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti”. (QS. Al-Baqarah [2] : 171).

 

“Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan”.( QS. Al-Ma’idah [5] : 71)

 

“Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu)”. (QS. Al-‘An`am [6] : 104).

 

“Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)”. (QS. Al-‘A`raf [7] : 64).

 

“Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan”. (QS. Yunus [10] : 43).

 

“Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. (QS. Al-‘Isra’ [17] : 72).

 

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (QS. Al-Haj [22] : 46)

 

“Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorangpun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri”. (QS. An-Naml [27] : 81)

 

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)”. (QS. Ar-Rum [30] : 53)

 

Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?. (QS. Az-Zukhruf [43] : 40)

 

“Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka”. (QS. Muhammad [47] : 23)

 

Catatan: Kalau kamu ingin melihat keadaan orang yang hatinya sudah turun ke dalam dada ini adalah, kamu lihatlah saja orang yang sedang dalam proses tidur, sedang mengantuk, atau dalam keadaan sudah tidur. Muka orang itu akan kelihatan bodoh, tolol, tidak punya rasa malu, tidak punya pikiran, tidak punya tanda-tanda kecerdasan sedikitpun.

 

  1. Jiwa juga bisa terbentuk apabila Rohmu naik ke kepala dan bersatu dengan Hatimu. Keadaan seperti inilah yang dikatakan sebagai “Fana”. Dimana kamu akan merasa bahwa kamu duduk di dalam kepala kamu. Dan seluruh  anggota tubuh kamu, yang berada di bawah kepala kamu, sudah tidak kamu rasakan lagi wujudnya. Itulah yang dimaksud dengan keadaan FANA.

 

Keadaan jiwa yang seperti ini, jiwa yang sudah FANA, akan membuat kamu merasa sangat tenteram, Dan jiwa yang seperti inilah jiwa yang dipanggil Allah untuk kembali kepada Allah . Ini sesuai dengan firmanNya, “Hai Jiwa tenteram kembali kepadaKu”. Dalam istilah yang lain, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani pernah berkata, “Masuklah kamu ke dalam bilik khalwatmu! “. Dimana Khalwat itu bermakna “berdua-duan dengan Allah swt”.

 

Di sini tanpa kamu sadari, kamu juga sudah mulai membina Base Camp kamu. “Base-Camp” adalah huruf pungutan dari kamus pendaki gunung. Base-Camp adalah tempat rihat pendaki-pendaki gunung sebelum pendaki-pendaki itu mendaki ke kepuncak gunung itu.

 

Maka apabila kamu dzikrullah dan terus duduk diatas, ini akan membuat dzikrullah kamu itu bermastautin (menetap) di atas laksana Base-camp. Sesudah itu, dzikrullah kamu itu akan berdenyut (vibes/vibration) ke atas menembusi lepas kepala kamu dan di sambut oleh Ilahi.  Sesuai dengan firmanNya bahawa sekiranya kamu ingat Dia (dzikrullah), Dia akan ingat kamu.

 

Kadangkali sebelum. Base-Camp ini mantap, maka denyutannya itu tidak dapat melepasi kepala kamu. Lalu denyutan itu bergolak di sekeliling Base-Camp sahaja, yang membuat panca indra kamu (pendengaran hati kamu) mendengar suara berdesing atau berdenging.

 

Kalau denyutan itu sudah bisa melewati kepala kamu seakana-akan sudah membentuk Base-Camp, setiap kali kamu “FANA” (jiwamu sudah berada di dalam kepala atau bisa pula satu jengkal diatas kepala), maka akan terkeluar dari kepala atau Base-Camp kamu satu “frequency” atau denyutan. Apabila denyutan itu disambut oleh Allah Swt, maka saat itu masuklah kamu ke dalam golongan “jemaah-Nya atau orang-orang Allah”.

 

Hal ini sesuai dengan firmanNya bahwa: “apabila kamu ingat Dia, Dia akan ingat kamu”. Oleh karena kamu mengingat Allah dan Allah juga mengingat kamu, maka Hati kamu akan menjadi sangat tenteram. Karena hanya dengan  mengingati-Nya sajalah lah hatimu itu akan menjadi tenteram. Tidak ada sebab-sebab yang lain yang bisa membuat hatimu itu menjadi tenteram.

 

Dan hanya Hati yang sudah tenteram itulah yang bisa kembali kepada Allah dan masuk kedalam kelompok “jemaah orang-orang Allah” sesuai dengan Firman-Nya: “Hai Jiwa-jiwa yang tenteram kembalilah kepada-Ku dan masuklah dalam jemaah-Ku.”

 

Anakku apabila kamu sudah faham bahwa Hati itu maksudnya adalah tiga serangkai yaitu Minda, Penglihatan dan Pendengaran, serta terletak di kepala kamu, maka barulah setelah itu kamu akan bisa untuk:

  • NSTY (Naik-Serah-Tunggu dengan Yakin) untuk menyerahkan segala permasalahan hidupmu kepada Allah, dan menunggu jawaban Allah atas permasalahmu itu dengan sepenuh keyakinan,
  • ROC (Relax One Corner) sambil Dzikrullah. Kamu menyerah diri sepenuhnya kepada Allah Swt, serta redha atas apa juga ketentuan-Nya, yang sudah Dia tetapkan-Nya semasa Dia berfirman, “Kun!”. Dengan begitu, kamu akan bisa masuk ke Pintu Belakang.

Jadi anak-anakku, apabila kamu sudah faham apa yang dimaksud dengan “Jiwa”, barulah setelah itu kamu akan bisa membina  Base-Camp, menjadi FANA, dan masuk ke dalam Jemaah-Nya…

Bersambung

%d blogger menyukai ini: