Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2018

Pertanyaan Pak Fajri:

salam…. pak ustadz, sy belum paham tentang cara berzikir yang benar… bagaimana cara ingat Allah. sementara kita tidak boleh perpikir apapun (tidak serupa, tidak seumpama, tidak berhuruf dll). saya pernah coba ingat Allah dgn cara yg disarankan. tapi kmudian sy malah melamun. bnyk gambaran2 dipikiran. jdi setengah sadar setengah tidur kadang mengkhayal, lupa Allah, kecuali saya pancing dengan melafazkan lafall Allah sesekali. kalau tidak begitu biasanya saya lupa bahwa yang saya lakukan adalah berzikir.

 

JAWABAN Deka…

Salam juga Pak Fajri…

 

Untuk menjawab pertanyaan Pak Fajri ini, marilah kita mengupasnya menjadi beberapa sub topik yang sebagian besar bahannya adalah berasal dari Syarahan Arif Billah Ustadz Hussien BA Latiff. Saya sendiri hanya mencoba merangkumnya dibeberapa tempat saja sesuai dengan apa-apa yang saya alami dan diberi kepahaman, yaitu:

 

  1. MAKNA DZIKR DAN DZIKRULLAH
  2. SEKILAS TENTANG FUNGSI INGATAN
  3. TENTANG HATI, NYAWA, ROH, dan JIWA
  4. PINTU-PINTU UNTUK DZIKRULLAH…
  5. KUNCI UNTUK MENGINGAT ALLAH.
  6. LAISA KAMISTLIHI SYAIUN.
  7. MAKNA IRJI’I
  8. SHALAT KHUSYU YANG BERMAKNA
  9. CARA RUJUK KEPADA ALLAH.
  10. DZIKRULLAH SENANTIASA
  11. NATIJAH IHSAN YANG MENAKJUBKAN
  12. DZIKRULLAH adalah membuat LINK dengan Allah.
  13. LINK ITU CUKUP DENGAN NAIK SEJENGKAL
  14. KEUTAMAAN DZIKRULLAH
  15. LINK KEPADA ALLAH
  16. MEMBINA LINK KEPADA ALLAH
  17. IBADAH dan MASUK ALAM SAKINAH
  18. DZIKIR DI BASE CAMP, dan dasar-dasar OBE
  19. KALAU DIJEMPUT MASUK ALAM SAKINAH
  20. TANDA-TANDA HATI TERJAGA DAN BERCAHAYA
  21. TATKALA HATI SUDAH BERCAHAYA
  22. TERBUKA MATA KETIGA
  23. MADRASAH ILMU

 

Selamat Mengikuti…

Iklan

Read Full Post »

Utd Hussien Abdul Latiff:

Anakku yang dirindui sentiasa. Roh di dalam alam azali bermaksud Roh yang belum lagi berlakon di persada (pentas) Ilahi. Namun Roh ini sudah melalui 2 keadaan, iaitu:

  1. Tanpa berupa manusia (faceless) di dalam alam Roh.
  2. Sudah berupa manusia tetapi belum berlakon lagi dan berada di dalam tulang sulbi kita (tapi kita masih berada di dalam rahim ibu kita).

 

  • Di peringkat yang ke 2 inilah Allah swt mengenalkan DiriNya kepada kita dengan firman termasyurNya, “Alastu birrabikum?” (Bukankah Aku Tuhanmu?).
  • Pada peringkat ke 2 ini juga, Roh kita sudah ada dalam jasad bayi (yang belum dilahirkan lagi) yang mana tergantung di lehernya skrip lakonan kita.
  • Di sini juga kita lihat Roh dalam jasad bayi (yang belum lahir lagi) itu sudah dewasa. Karena ia bisa memahami dan menjawab pertanyaan Ilahi dan bisa diambil kesaksian kita oleh Ilahi (yang kita sudah mengenaliNya).

 

Mari kita lihat beberapa kejadian yang dapat membuktikan bahwa Roh dalam jasad bayi itu sudah dewasa dan bisa berinteraksi:

  1. Nabi Isa as semasa bayi lagi boleh (bisa) berkata-kata.
  2. Begitu juga bayi yang boleh (bisa) berkata-kata yang melepaskan Nabi Yusuf as dari tuduhan mahu memperkosakan Zulaika.
  3. Bayi Mashita di mana Mashita ragu-ragu untuk meloncat ke dalam kuali besar yang mendidih, namun bayi itu bersuara memberi semangat kepada Mashita untuk tidak ragu-ragu melompat ke dalam kuali itu.

 

Apabila kita lahir sahaja maka lakonan kita pun bermula mengikut skrip kita. Kita akan berlakon mengikut skrip kita dengan sepenuhnya tanpa ada apa-apa perubahan atau ubah suai karena tiada yang Allah swt lupakan dalam skrip kita walaupun ianya lebih kecil dari zarrah. Di sini yang Syeikh Abdul Qadir Al Jilani berkata bahwa kita tidak ada pilihan melainkan berlakon dengan taat lagi setia terhadap adegan-adegan di dalam skrip kita itu sampai ke akhirnya. Permulaan lakonan kita apabila kita dilahirkan dan akhirnya apabila kita meninggal dunia.

 

Lantas ada yang berkata kepada Rasullah saw bahwa kalau semua sudah dituliskan dan tidak bisa diubah alangkah baik kalau kita berpeluk tubuh dan pasrah saja. Maka dijawab oleh Rasulullah saw supaya jangan berbuat begitu tetapi hendaklah kita hidup seperti biasa.

 

Nah, walaupun kalian sudah tahu bahwa kita semua dalam tayangan di Bioskop Ilahi, namun kalian mesti teruskan berlakon. Iaitu hidup macam biasa (seperti tak faham), cuma senyum makrifat.

 

Contoh, kalau kita diberi durian, lho kita hidup macam biasa saja. Kita makan durian itu. Jangan tidak di makan. Kalau ada yang tidak mau memakannya karena ia tidak mau berlakon, maka kita bantu memakannya untuk mereka. Dan kalau kita dimarahi mereka, kita hanya senyum (makrifat) saja. Karena kita tahu bahwa mereka yang tidak mahu makan itupun sebenarnya sedang berlakon juga… Hehehe

 

Apabila kita meninggal dunia maka Roh pergi ke Alam Bazakh. Nah, harus diingat dan difahami bahwa semua lakonan tertinggal di dunia karena skrip kita tertinggal dengan jasad kita. Skrip lakonan itu tidak mengikuti Roh kita ke Alam Bazakh.

 

Natijahnya skrip itu tertinggal di dunia adalah, bahwa tertinggallah di dunia:

  1. Semua kepandaian kita seperti menyanyi, menari, membaca al Quran, dalam bidang-bidang tertentu dll.
  2. Semua status (taraf hidup) kita seperti Sultan, Tun, Tan Sri, Datuk & Datin dll.
  3. Semua hubungan seperti suami & isteri, anak-anak, saudara mara dll.
  4. Segala keburukan seperti semua ketagihan kepada dadah, arak, judi, jenayah, maksiat, perangai buruk dll.
  5. Segala penyakit seperti kanker (Cancer), luekamia, kusta dll.
  6. Segala keuzuran seperti Haidh, nyanyuk (pikun), dementia, penyakit mental dll.
  7. Segala kecacatan fisikal seperti OKU (Orang kurang upaya), buta, pekak, bisu, sengau dll.
  8. Segala keperluan seperti makan & minum, bernafas, pergi ke tandas dll.
  9. Segala beban Agama kepada kita secara peribadi (personal) seperti shalat, puasa, menunaikan Haji, zakat, fitrah, sedeqah dll.

 

Maka Roh kita masuk ke Alam Bazakh bebas dari skrip yang sudah tertinggal di dunia itu. Walaupun kita sudah terbebas dari berlakon mengikuti skrip, namun Roh kita masih berupa (tidak faceless) semasa kita masuk dan berada di Alam Bazakh itu. Ini sesuai dengan firmanNya yang maksudnya bahwa kita akan hidup mengikut kitab (skrip) kita sampai Hari Kebangkitan. Artinya kita masih membawa wajah atau muka kita bersama walaupun sudah tidak berlakon lagi. Namun semua kita berada dalam lingkaran umur 33 tahun.

 

Semasa berada di Alam Bazakh maka dapatlah kita berjumpa dengan Roh-Roh yang kita sudah kenali semasa di Alam Azali dulu, dan banyaklah yang masing-masing mau menceritakan skrip-skrip mereka yang mereka lakonkan. Justeru (oleh karena) itu tidak kering gusi karena tertawa saat itu (cannot stop laughing). Pada masa itu baru kita sadar bahwa yang masih tertinggal atau masih hidup di dunia, ternyata mereka masih berlakon. Justeru itu, barulah kita faham maksud firmanNya bahwa hidup di dunia hanyalah main-mainan dan senda gurauan.

 

RIO:

Ustadz. Berarti Allah berfirman alastu birabbikum itu kepada Ruh di dalam rahim? Dulunya saya mengira Allah berfirman alastu birabbikum itu kepada kumpulan ruh di alam ruh.

 

Sri Puji Astuti:

Mohon bantuan biar lebih paham. Saat Allah meminta kesaksian saat ruh didalam rahim?. Kalau ruh bayi yang belum berada dalam rahim (masih dikumpulan ruh di alam ruh) belum diminta kesaksiannya? Ruh di alam ruh apakah hanya ruh saja ataukah bersama dengan minda?  Maaf…saya masih belum paham. Terimakasih Ustadz

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Menjawab soalan Rio dan Tuti. Kalian lihat ayat berkenaan iaitu Ayat Al Ar’af (7): 172 di mana Allah swt keluarkan kita dari tulang sulbi kita (masih di alam azali iaitu alam roh) lalu mengambil kesaksian kita.

Karena itu kita lihat banyak “meditation” Hindu, Buddhist dan tarikat bermula dari tulang sulbi lalu naik ke atas. Makna roh (jiwa) itu dikeluarkan dari tulang sulbi lalu di bawa naik ke jantung lalu ke minda (Sirr untuk tarikat) untuk fana. Harus diingat bahwa kalau Roh sudah bisa berbicara maknanya Roh itu sudah berpadu dengan Minda (Hati) menjadi Jiwa.

 

Rio Benny Arya:

Terimakasih ustadz. Saya baru tahu kalau meditation naik dari tulang sulbi itu ternyata maknanya itu. Ruh dikeluarkan dari tulang sulbi.

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Itu fahaman mereka Rio. Kita tidak pakai itu karena saya bawa kalian terus ke Minda (sirr). Lebih cepat karena Roh bertempat dekat dengan ulu hati maka kenapa mesti bawa turun ke tulang sulbi lepas itu baru naik semula.

 

Rio Benny Arya:

Benar ustadz. Jalan kita selalu langsung ke minda. Masuk bilik khalwat

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Hehehe … Terus ROC

 

Sri winanto:

Maaf Ayah, dari berbagai penjelasan bahwa saat roh dialam barzah menanti pengadilan terakhir, ada roh yang senang dan juga roh yang sedih, dan doa anak2nya bisa menolong roh2 orang tuanya, mohon penjelasannya Ayah. Terimakasih, mohon maaf agar kami lebih faham lagi. Wassalam

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Sudah tidak ada lagi sandiwara pak Sri winanto. Skrip sudah tertinggal di dunia. Maka tidak ada susah, senang, sedih, hiba, dan sebagainya lagi. Karena perasaan atau rasa ini hanya ada semasa roh berada dengan jasad.

 

Sri winanto:

Terimakasih Ayah….

 

Sri winanto:

Jiwa terdiri atas minda dan roh. Kalau manusia sedang jaga, selalu roh pasti bersama minda, tapi saat tidur atau pingsan antara roh dan minda berpisah, apakah pemahaman saya tsb benar Ayah?

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Benar, pak

 

Saiful Malaysia:

Ustaz, berarti hanya kejadian Roh Nabi Adam dan Nabi Muhammad s.a.w yang berbeza; diciptakan sebelum kejadian jasad di dalam rahim?

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Benar pul. Roh Nabi Muhammad saw sudah di letakkan ditempat yang istimewa sebelum baginda dilahirkan. Dan Nabi Adam as Rohnya dimasukkan ke jasadnya (karena ia tidak dilahirkan) setelah jasadnya terbujur kaku selama 40 tahun di dalam syurga eden.

 

Lc ellsy:

Otak (minda) disiapkan saat janin usia 2 bulan (sebelum 120 hari)

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Otak bukan minda, ibu lc. Akal = minda

 

Noriah M Ali:

X lupa, bonda Hawa jua tidak dilahirkan

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Benar, Noriah.

 

Efendy Yasin:

Maaf ustadz, saya sedikit bingung … saat diambil persaksian itu, ruh satu persatu kah yang akan di tiupkan ke rahim atau ruh beramai2 saat di alam ruh sebelum di tiupkan ke rahim?

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Lihat ayatnya di atas ini untuk penjelasan. Iaitu Allah swt keluarkan jiwa anak-adam dari tulang sulbi lalu mengambil kesaksian mereka. Jelas yang ditanya bukan satu tetapi berkumpulan karena setiap saat yang akan lahir di seluruh dunia bukan satu tetapi ramai atau berkumpulan. Selagi roh atau jiwa belum dilahirkan mereka dikatakan berada dalam Alam Azali lagi. Di saat ini, Syeikh Abdul Qadir al Jilani berkata bahwa roh (jiwa) ini adalah di dalam penjagaan Allah swt.  Apabila dilahirkan mereka sudah berada di alam dunia dan di dalam penjagaan ibu-bapa meteka.

 

Bteguhprakoso:

Ustadz, apakah minda bisa dikatakan juga itu sebuah Kesadaran (consciousness)?

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Minda itu apabila dirangkai dengan pendengaran dan penglihatan menjadi Hati. Nah…, HATI ini sentiasa SEDAR (conscious) dan tidak pernah rosak.

 

Mohd Zain Othman:

Ia ustaz saya juga masih belum cukup jelas tentang proses urutan roh ini dari awal ianya di ciptakan sehinggalah seseorang bayi itu di lahirkan. Harap ustaz dapat perjelaskan lagi. Terima kasih assalamualaikum.

 

Rio Benny Arya:

Ustadz, mohon perbetulkan jika ada yang keliru dari summary dibawah ini

 

Summary

  1. Selagi Ruh atau Jiwa belum dilahirkan ke alam dunia, maka dikatakan Ruh / Jiwa itu berada di alam Azali, merangkumi dua keadaan: Alam Ruh, dan alam rahim.
  2. Di alam Ruh. Ruh pada mulanya diciptakan tetapi belum lagi berupa.
  3. Di alam rahim. Ruh sudah berupa -tetapi belum berlakon-. ini sesuai dengan Al A’raf: 172, dimana Ruh dikeluarkan dari tulang sulbi, lalu ditanyai “alastu birabbikum”. Jadi persaksian manusia menjawab “bala syahidna” itu ada di alam rahim, bukan di alam ruh. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” (QS Al-A’raf: 172)
  4. Bayi lahir ke alam dunia, di alam dunia script lakonan bermula
  5. Manusia meninggal dunia, jiwa manusia menuju barzakh, sedangkan script tertinggal di jasad. Di Barzakh tidak ada lakonan lagi.

 

Berkait dengan point di atas

  1. Ada ruh yang sudah berupa, sebelum kejadian di alam rahim. Seperti Nabi Muhammad SAW, Nabi Adam as. Siti Hawa. Ruh Nabi Muhammad SAW diletakkan di tempat yang istimewa sebelum dilahirkan. Sedangkan Ruh Adam as dimasukkan langsung dalam jasadnya karena tidak dilahirkan.
  2. Pahaman sebagian ahli meditasi, mereka “naik” dimulai dari tulang sulbi. karena maksudnya roh (jiwa) itu dikeluarkan dari tulang sulbi lalu di bawa naik ke jantung lalu ke minda (Sirr untuk tarikat) lalu fana. Tetapi tasawuf dzatiyah tidak melewati jalan itu, karena kita dibawa langsung ke Minda (sirr). ini jalan Lebih cepat karena Roh bertempat dekat dengan ulu hati maka tak perlu dibawa turun ke tulang sulbi lalu naik kembali.

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Benar sahabatku Rio

 

Deka:

Oh ternyata begitu ya pak Ustadz. Semakin clear

 

Rio Benny Arya:

Jadi tahu kenapa perjalanan ruhani ada yang pakai lewat tulang sulbi ya pak deka. ternyata muter2. hehehe

 

Faizal Daira:

Maaf Ustadz ingin bertanya apakah saat Roh kita sudah di Alam Bazakh bisa disebut Jiwa? Karena bisa mengenali dan memahami. Bagaimana dengan 3 amalan yang tidak terputus walaupun kita sudah meninggal dunia yaitu:

  1. Sedekah jariah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Doa anak yang sholeh, apakah saat roh di Alam Bazakh masih bisa tersambung dengan ketiga amalan tersebut… Terima kasih Ustadz…

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Apabila roh bisa berbicara berarti ia sudah bergabung dengan hati lalu menjadi jiwa. karena roh itu pesawat dan minda 3 serangkai itu pilot.

Berkenaan 3 amalan itu diteruskan karena setiap orang adalah seniman atau seniwati dalam biskop Ilahi. Maka bersandiwaralah selagi berada di dalam bioskop Ilahi. Karena apabila kita sudah keluar dari bioskop Ilahi maka barulah kita faham semua itu adalah senda gurauan, main-mainan Ilahi.

 

Anakku, Ayah akan sambung, insya-Allah, syarahan berkenaan Roh.

 

Kalian sudah tahu Roh itu tenaga (energy). Justeru itu Roh sudah ada di sperma-sperma manusia yang bergerak-bergerak. Namun bilakah skrip kita disangkutkan ke leher kita?. Ini terjadi sebelum jantina janin itu dikenalpasti. Berarti jika jantina janin itu dapat dikenalpasti Acong atau Amoi, skrip itu sudah pun digantung di leher kita. Juga pada masa ini juga, doktor tidak mau melakukan pengguguran (abortion). Jantina bayi bisa dikenalpasti pada masanya menerusi “Scaning” (Imbasan) menerusi komputer tertentu.

 

Bilakah masa Roh kita diambil kesaksiannya. Inilah masa sebelum sahaja kelahiran kita. Roh kita di keluarkan dari tulang sulbi kita (semasa kita masih berada dalam rahim ibu kita) dan dikenalkan kepada Allah swt. Apabila kita lahir baru dimasukkan kembali Roh kita ke jasad kita untuk mulai berlakon mengikut skrip kita. Dibuat begini karena:

  1. Menyenangkan proses (perjalanan) kelahiran. Karena sekiranya bayi dalam rahim yang mahu dilahirkan ada pegerakan ini akan menyulitkan proses kelahiran itu dan akan membahayakan nyawa ibunya. Karena bayi itu bisa bergerak dan menjadi sonsang bila-bila ia mahu dikeluarkan.
  2. Kalau bayi itu dilahirkan mati maka tidak dimasukkan roh ke jasad bayi yang baru dilahirkan itu.
  3. Sekiranya bayi dilahirkan hidup maka roh dimasukkan ke dalam tubuh bayi itu agar bayi itu bisa mulai berlakon mengikuti skrip. Tanda roh masuk ke jasad bayi itu ialah tangisan bayi itu semasa baru sahaja kelahiran. Kadangkali doktor menepok belakang bayi itu hingga bayi itu menangis.

 

Anakku, apa yang Ayah mau sampaikan ialah:

  1. Skrip kita digantung dileher kita masa sebelum jantina janin dalam rahim dapat dikenalpasti.
  2. Kesaksian kita diambil dari roh (jiwa) kita masa sebelum sahaja kelahiran kita.
  3. Semasa diambil kesaksian, roh (jiwa) kita sudah terkeluar dari jasad kita. Ini juga untuk menyenangkan proses kelahiran.
  4. Roh (jiwa) dimasukkan kembali kejasad kita sekiranya kita lahir hidup.

 

Rio Benny Arya:

Ustadz. Pada sperma sudah ada tenaga, berarti ada ROH.

 

Pada calon bayi (saya tak tahu istilahnya apa, barangkali zyangote atau nutfah) berarti ROH tetap ada. Karena sejak semula sudah ada tenaga itu.

 

Script digantungkan di leher manusia, sebelum jantina atau jenis kelamin dikenal.

 

Lalu sesaat sebelum lahir, ROH (bersama hati) dikeluarkan dari tulang sulbi kita. Untuk dikenalkan kepada Allah.

 

Pertanyaannya Ustadz. Kemanakah jiwa atau roh itu dibawa setelah dikeluarkan dari tulang sulbi sesaat menjelang kelahiran? Apakah dia keluar tubuh seperti OBE? Ataukah dia ditahan di dalam tubuh seperti saat manusia tidur?

 

Lc ellsy:

Ampun ustadz…

Dalam memori belajar sy semasa di university … sperma yang bergerak ada 2 jenis (tp bkan jantina) calon laki (Y) dan calon wanita (X)…

Telur di ibu adalah calon wanita (X)

 

Apabila sel telur bertemu dg sperma akan ada beberapa kemungkinan:

XX akan jadi calon wanita

XY akan jadi laki laki

XXXY “melambai” 😊

 

Setelah sel telur dan sperma bertemu sel baru ini “bergerak” membelah diri 1 jd 2 – 2 jd 4 – 4 jd 16 dan seterusnya sampai jd tulang – daging – otak dan lain organ sampai 120 hari lengkaplah sudah ada wajah dan jenis kelamin.

 

Setelah itu janin (bayi dalam rahim) bisa bergerak – menendang – hiccup (cegukkan) – bisa kontak batin dg ibunda nya (dg musik – dg al Quran) – bisa tidur dan bangun.

 

Itu yang Lc pahami secara memori sebelum th 80 … maaf ustadz…

Yang belum paham tentang ” Roh (jiwa) dimasuklan kembali ke jasad kita sekiranya kita lahir hidup”.

 

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Dalam ayat Al Ar’af (7):172, dikatakan di keluarkan dari tulang sulbi. Ini bererti sudah terkeluar daripada jasad. Justeru itu tidak ditahan di dalam tubuh kita seperti semasa kita tidur.

 

Apa yang terjadi ialah Roh kita dikeluarkan oleh malaikat untuk diambil kesaksian sesudah itu ditahan oleh malaikat sehingga kita lahir lalu dikembalikan.

 

Pegerakan pertama untuk sperma bertemu dan pergerakan kedua untuk membela diri. Setelah itu pegerakan itu menjadi pergerakan janin dan sesudah itu menjadi pegerakan bayi.

 

Seperti diterangkan kepada Rio, Roh itu dipegang oleh malaikat semasa mahu lahir dan sesudah kesaksian diambil untuk menyenangkan proses kelahiran. Roh tidak dimasukkan kembali sekiranya bayi dilahirkan mati. Rohnya terus di bawa ke Alam Bazakh.

 

Lc ellsy:

Paham ustadz….

Bayi di buat tertidur… pada proses kelahiran… agar tidak berontak saat kepalanya terjepit jalan lahir sampai kepala melewati nya aman

 

Taufiqurrahman Yamas:

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ

 

He makes the way easy for him, Kemudian jalannya Dia mudahkan, Surat ‘Abasa, Ayat 20

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Alhamdulillah, makasih sahabatku, Taufiqur.

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Makasih ibu LC atas pekongsian ilmu kedoktorannya. Saya hanya menyampaikan apa yang saya diilhamkan namun tentang kedoktoran saya amma ilek, appa ilek… Hehehe!

 

Lc ellsy:

Terima kasih pula ustadz…

Hanya meyakin kan diri dengan haqqul yaqin… akan Kebesaran Allah secara Ilmiah sinkron dengan Ilmu Laduni (ustadz) termasuk Al Quran

 

Rio Benny Arya:

Ustadz berarti istilah “tulang sulbi” ini digunakan dalam dua konteks ya ustadz?

 

Pertama. “Tulang sulbi” makna “rahim” ibu. Dimana RUH manusia sudah berupa

 

Kedua. “Tulang sulbi” makna “tulang sulbi” bayi itu sendiri. Tempat ruh keluar sesaat menjelang kelahiran untuk ditanyai alastu birabbikum -juga agar mempermudah proses kelahiran-, lalu setelah lahir langsung ROH masuk kembali

 

 

Lc ellsy:

Tulang Sulbi dalam logika Lc adalah tulang ekor di mana sangat dekat sekali dengan prostat tempat produksi sperma…

 

Apakah sperma yang bergerak itu  ???

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Hanya satu kontek sahaja iaitu Tulang Sulbi bayi yang ada dalam rahim ibunya. Karena dalam ayat berkenaan di firmankan dari “tulang sulbi mereka”. Ini bererti Roh itu dikeluarkan dari tulang sulbi setelah kandungan sudah menjadi bayi yang berjiwa.

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Apabila sperma itu dilepaskan semasa berjimak rupanya seperti anak katak yang baru lahir (tadpoles) dan masing-masing begerak mencari temannya (X & Y).

Nggih… ustadz…

Tulang Zulbi bayi …

Alhamdulillah… selama ini masih tanda tanya tentang ” tulang sulbi”

Ini yang harus haqqul yaqin…

Sbb secara ilmiah… tulang sulbi tak punya fungsi apapun… tak ada syaraf otak yang sampai pada tulang sulbi… kosong hanya tulang.

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Kalau dikeluarkan dari tulang sulbi ibu bayi itu maka yang keluar adalah roh ibu itu bukan bayinya.

Allah swt hanya mahu memberitahu dari mana roh (jiwa) itu keluar. Itu sahaja.

 

Rio Benny Arya:

Oooh baik ustadz. Sekarang clear

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Yang dua kontek diatas berhubungkait dengan Alam Azali atau Alam Roh di mana (1) Faceless dan (2) Semasa sebelum lahir berada di bawah jagaan Allah swt.

 

Rio Benny Arya:

Ustadz. Kalau yang poin dua ini “sudah berupa manusia tetapi belum berlakon lagi dan berada dalam tulang sulbi (rahim) ibu kita. Apa maksudnya di sana harusnya ada comma (,)

Berarti ada comma ya ustadz? Atau ada titik. Supaya tidak dikira tulang sulbi = alam rahim

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Maknanya, berada dalam tulang sulbi kita (saat kita masih di dalam rahim ibu kita)

 

Rio Benny Arya:

Oooh baik ustadz. Saya tambahkan di syarahan kemarin ya ustadz * (dalam rahim) ibu kita *

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Yang diperkatakan adalah berkenaan Roh (jiwa) kita yang Allah swt turunkan ke Tulang Sulbi kita sebelum dikeluarkan untuk diambil kesaksian

 

Rio Benny Arya:

Baik ustadz. Sekarang clear. Berarti tulang sulbi hanya satu konteks. Yaitu tulang sulbi kita sebelum dikeluarkan untuk kesaksian

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Harap perhatikan, Roh kita bertempat di ulu hati. Apabila dia bergabung dengan hati menjadi jiwa. Ini berlaku apabila hati turun ke ulu hati. Sesudah itu, Jiwa itu diturunkan ke tulang sulbi kita. Oleh karena itu itu ia dikeluarkan dari jasad kita melalui tulang sulbi kita untuk diambil kesaksiannya.

 

Rio Benny Arya:

Baik ustadz. Untuk jiwa keluar menerusi tulang sulbi alhamdulillah sudah jelas

Mengenai Tempat ruh di ulu hati (tempat ini maksudnya macam center atau pusat kan ya ustadz?)

Pusatnya di ulu hati. Tapi dia merebak ke seluruh tubuh. Saat manusia beraktivitas. Apa begitu ustadz?

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Benar dan apabila penyerebakkan ini tertahan maka terjadilah “sleep paralysis” atau jasad tertekan.

Lihat apa yang terjadi apabila roh sesudah merebak, lalu kembali semula ke centre (ulu hati)semasa ketiduran.  Lalu Jasad menjadi lemah lunglai tidak bertenaga.

 

Rio Benny Arya:

Ustadz. Apakah ROH juga yang bisa merasakan feeling orang lain ustadz?

Apakah saat ada orang lain memikirkan kita dalam kesedihan atau kemarahan, maka ROH kitalah yang bereaksi karena merasakan energi orang itu?.

 

Selalunya yang saya rasakan itu biasanya feeling orang lain ada di seputar dada ustadz. Tak tahu macam mana menolaknya. Saya pakai pembersihan minda baca kulhu falaq an nas. Bawa naik ke atas ustadz.

Biasanya baru lepas saat di ulu hati sudah berasa sejuk berhembus. Baru hilang feeling atau bad energy itu ustadz

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Benar, karena Roh itu tenaga dan ada kuasa (sedikit yang diberi oleh Allah swt untuk menjalani hidup kita keseharian. Maka menurut pandangan prof Ramadan al Buti) maka ia dapat merasa.

Kadangkali, rasa ini menjadi “refine” (halus) maka kita menjadi berfirasat iaitu dapat merasakan sesuatu keadaan.

Namun begitu, the controlling power (pentadbir utama) tetap pada Minda atau hati (kalau 3 serangkai). Itu yang di katakan, “Mind over matter”. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw bahwa kalau rosak hati ini maka rosaklah orangnya.

 

Rio Benny Arya:

Terimakasih banyak penjelasannya ustadz.

 

Mohd Zain Othman:

Aslkm ustaz. Selamat pagi. Berhubung dengan tulang sulbi, apakah ini yang di katakan:

Semua binasa kecuali zatKu. Saya ada terbaca bahwa jasad kita akan hancur kecuali tulang ini. Harap dapat penjelasan ustaz. Terima kasih.

 

Ustaz, dalam sharahan ustaz pada ini saya dapati ustaz mengatakan bahwa Roh dan jiwa itu di keluarkan dari tulang sulbi untuk di masukkan ke dalam jasad bayi di saat sebelum kelahiran. Ini bermakna bahwa tulang sulbi itu adalah (tempat simpanan roh dan jiwa). Pertanyaan saya ustaz: Apakah ini ada persamaan nya dengan perjalanan Roh dan Jiwa Rasullulah s.a.w. Terima kasih ustaz.

 

Utd Hussien Abdul Latiff:

Saya ada baca hadith ini tapi kesahihan tidak dapat dipastikan karena kebanyakan kubur lama yang digali semula tidak tertinggal pun satu tulang pun.

 

Jiwa makna gabungan Hati (Minda tiga serangkai) letaknya di kepala kita, dan Roh kita, yang letaknya di daerah ulu hati. Jiwa tidak terletak atau disimpan di tulang sulbi. Ini juga berarti Roh adalah sebahagian dari Jiwa dan Hati bahagian yang lain. Mereka bergabung menjadi jiwa. Kalau terpisah, mereka kembali semula menjadi Roh (kembali ke daerah ulu hati) dan Hati (kembali ke kepala).

 

Jiwa boleh keluar dari jasad kita seperti berikut:

  1. Melayang keluar dari jasad. Ini yang dikatakan “out of body experience” (OBE). Cara ini yang israk dan miraj berlaku.
  2. Keluar dari dahi kita di antara kedua kening kita. Ini dikatakan keluar dari tingkap mata ke 3. Ini berlaku semasa sakaratul maut.
  3. Keluar dari tulang sulbi kita semasa kita berada dalam rahim ibu kita.

 

Semoga kalian dapat pencerahan anakku…

Read Full Post »

Anakku, sekiranya kalian sudah faham dengan jati ilmu yang Ayah sudah sampaikan kepada kalian maka kalian adalah bukan kalian lagi yang dahulu sebelum dikurniai ilmu ini oleh Ilahi. Karena sekarang sudah ada perubahan yang syumul (menyeluruh) atau perubahan paradigma yang mendalam dalam hidup kalian. Perubahan itu adalah dari segi:

  1. Pandangan
  2. Kefahaman
  3. Ibadah
  4. Bisa duduk di Pintu Belakang.
  5. Bisa melihat (sahaja) Biskop Ilahi berpentasan di Pintu Depan.
  6. Sudah berupaya bermastautin (duduk dengan mantap) di Base Camp bersedia sahaja untuk menerima sambutan Ilahi lalu masuk ke Alam Sakinah.

Setujukah anakku akan pandangan Ayah ini atas kedudukan kalian pada Masa ini?’

Anakku, kenapa Ayah bertanya sama ada kalian bersetuju, karena Ayah sekarang berada di persimpangan iaitu:

  • Ulang lagi pelajaran yang lama kalau ramai kalian menyatakan tidak setuju, atau
  • Bawa kalian ke suatu lagi peringkat yang lebih tinggi kalau kalian sudah setuju kalian sudah mantap sampai peringkat (6) di atas ini.

Peringkat 2 ini bisa dilanjutkan sekiranya kalian sudah mantap sampai peringkat ke 6. Karena peringkat seterusnya memerlukan KEPEKAAN (WISE-UP, CEPAT MEMAHAMI) kepada tanda-tanda Ilahi sesuai dengan firmanNya yang bermaksud bahawa mereka yang berdzikrullah duduk, berdiri Dan berbaring (Pintu Belakang) sambil berkata bahawa tidaklah Allah swt membuat sesuatu itu sia-sia.

Maka kalau ramai kalian rasa masih belum bisa memikul serta memahami peringkat yang seterusnya, Ayah akan ulangkaji pelajaran yang lama.

Harap dapat jawapan yang ikhlas dari kalian.

 

Subhanalllah…, perubahaan 1 s/d 6 itu saja sungguh sudah tak ternilai harganya. Itu adalah bentuk Rahmat Allah yang sulit untuk di takar. Sekarang Ustadz Hussien BA Latiff akan menaikkan lagi taraf ini ketingkat yang lebih tinggi. 

 

Subhanallah…, entah tingkat yang bagaimana lagi yang akan Beliau antarkan kepada kami…

 

Ini sungguh menimbulkan Gairah yang sangat amat dalam menunggu anjakan yang baru ini…

Read Full Post »

« Newer Posts

%d blogger menyukai ini: