Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2018

TENTANG ILMU MAKRIFATULLAH

Banyak orang yang menyangka dan berkata bahwa hakekat/makrifatullah itu adalah sebuah ilmu yang sangat tinggi. Katanya ia adalah puncak pencerahan seperti cahaya yang dipancarkan kedalam hati seorang hamba yang telah melalui berbagai riyadah seperti tadzkiyatunas (penyucian diri) yang sangat berat, keras, dan dalam waktu yang lama pula. Atau paling tidak ia dipercayai hanya diberikan Allah kepada orang-orang khusus selevel waliullah atau orang-orang yang dianggap suci.

 

Ada pula orang yang menganggap bahwa ilmu hakekat/makrifatullah ini sama sekali tidak boleh dibicarakan apalagi ditulis. Ya dianggap sebuah ilmu rahasia yang tidak boleh dibuka dengan lidah (pembicaraan) dan tulisan. Membacanya saja juga sudah dilarang, apalagi menuliskannya. Barang siapa yang mencoba membaca, membicarakannya, dan menulisnya konon ia dianggap sudah KAFIR. Karena ia adalah ilmu tentang rasa, ilmu tentang batin, ilmu tentang SIRR yang konon katanya dahulu juga tidak diajarkan bebas oleh Rasulullah dan para Sahabat Beliau. Katanya, yang diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabat Beliau adalah MODAL dari ilmu hakekat/makrifat itu, yaitu ilmu syariat berupa ilmu muamalah dan ibadah.

 

Akan tetapi sejak munculnya kajian makrifatullah oleh Arif Billah Ustadz Hussien Bin Abdul Latiff, ilmu makrifatullah itu sudah berubah. Ia adalah ilmu yang sangat mudah dipelajari dan dipahami. Lalu dengan pembukaan pintu ilmu makrifatullah itu, maka terbuka pulalah berbagai ilmu yang tadinya tidak pernah terpikirkan apalagi untuk dipahami. Semua menjadi terang benderang dan jelas, sehingga setelah itu kita hanya tinggal memperbaiki ibadah-ibadah wajib maupun sunnah saja. Dan ternyata ilmu makrifatullah itu adalah sebuah ilmu yang wajib dipelajari diawal-awal sebelum kita melakukan ibadah-ibadah tersebut. Pantas sekali ada unngkapan bahwa: “Awaluddin Makrifatullah, awal dari agama adalah mengenal Allah”.

 

Ilmu Makrifat adalah sebuah ilmu paling dasar atau paling awal yang harus kita punyai sebelum kita melakukan sesuatu perbuatan atau amalan. Ilmu Makrifat artinya adalah ilmu untuk mengenal KEBENARAN sesuatu yang kita sembah dan hormati sampai TUNTAS atau SELESAI. Setelah itu tidak ada lagi pertanyaan, pencarian, lamunan, khayalan-khayalah, dan bahkan pergaduhan  kita dengan sesuatu yang kita sembah dan hormati itu. Kita hanya tinggal melakukan berbagai aktifitas secara bersungguh-sungguh untuk membuktikan penyembahan dan penghormatan kita kepadanya.

 

Sedangkan Ilmu Makrifatullah adalah sebuah Ilmu yang bertujuan untuk MENGENALKAN ALLAH kepada kita sebagai Tuhan yang akan kita sembah dan hormati sepanjang hidup kita. Oleh sebab itu ilmu makrifatullah ini adalah sebuah ILMU yang Paling Dasar, paling Fundamental, atau paling Awal, yang harus kita ketahui sebelum kita bisa menyembah dan menghormati Allah dengan penyembahan dan penghormatan yang sebenar-benarnya. Penyembahan kepada Allah yang tidak terkotori sedikitpun oleh syirik atau menyekutukan Allah dengan sesuatu ciptaan-Nya. Penghormatan kepada Allah dengan penghormatan kita yang tidak terkotori oleh persepsi dan sangkaan-sangkaan kita kepada-Nya.

 

Oleh sebab itu, sangatlah keliru kalau ada yang mengatakan bahwa ilmu makrifatullah ini adalah sebuah ilmu puncak yang sangat tinggi dan sangat sulit untuk mendapatkannya. Ia malah ilmu paling awal yang harus kita ketahui sebelum kita beribadah dan menyembah Allah. Makanya ungkapan, Awaluddin Makrifatullah, bahwa awal dari aktifitas beragama adalah dengan mengenal Allah, sangatlah relefan untuk kita pakai.

 

 

 

PERAN ILMU MAKRIFATULLAH.

 

ILMU MAKRIFATULLAH adalah sebuah ilmu yang berperan untuk mengantarkan kita langsung sampai kepada Allah. Setelah pengenalan itu, maka kita juga sudah tidak perlu lagi memikirkan tentang bagaimana cara-cara pertemuan dengan Allah. Ilmu makrifatullah itu membawa kita untuk bisa langsung bertemu dengan Allah, sehingga dengan begitu kita akan terhindar dari proses bertele-tele dan mengada-ada yang penuh dengan lamunan untuk bertemu dan sampai kepada Allah.

 

Kalau kita belum mengenal Allah dengan sebagaimana mestinya, maka kita seakan-akan akan masih harus berjalan dan mengembara tak tentu arah untuk mengenal-Nya, untuk datang kepada-Nya, untuk berhubungan dengan-Nya, untuk tersambung dengan-Nya. Kita seakan-akan masih harus mencari-cari pijakan dan tumpuan kita dalam beribadah kepada-Nya. Umur kita habis dalam masa pencarian yang tak tentu ujung pangkalnya itu. Selama proses itu, kita mengira telah melakukan amalan-amalan tertentu dengan penuh semangat, dan dalam waktu yang lama, akan tetapi apa-apa yang kita lakukan itu ternyata hanyalah sebatas lamunan dan khayalan belaka. Alangkah menyedihkan sekali. Umur kita hilang untuk mengerjakan sesuatu yang sia-sia…

 

Kalaupun ada hasilnya, itupun tidak lebih dari hasil yang didapatkan melalui proses afirmasi pikiran dan olah kesadaran seperti yang saat ini dikenal dalam Teknik Hipnoterapi dan NLP. Paling tinggi kita hanya akan mendapatkan rasa tenang di dalam pikiran kita. Karena kita memang dibawa atau diafirmasi untuk hanya mengingat atau memikirkan satu objek pikir tertentu saja pada suatu rentang waktu tertentu, misalnya fokus kepada gerakan nafas kita dan sebagainya.  Karena ingatan atau pikiran kita hanya fokus kepada gerakan nafas kita, maka tentu saja itu akan mendatangkan rasa tenang, walau hanya sesaat. Tenangnya sih tetap ada, tapi hanya tenang yang sementara. Begitu dapat masalah, kita kembali goyang dan berantakan. Bahagianya memang ada, akan tetapi bahagianya hanya sekelas bahagia mendengarkan irama musik saja.

 

Jadi, sebagai sebuah PENGENALAN kepada Allah, maka Makrifatullah itu haruslah sesuatu yang sangat sederhana sekali. Ia sebenarnya lebih berhubungan dengan sebuah ILMU dari pada berbagai PRAKTEK, AMALAN, ataupun LELAKU. Sebagai Ilmu, maka Makrifatullah itu haruslah sangat mudah sekali untuk dipahami. Ia haruslah sangat sederhana sehingga ia bisa dipahami oleh semua orang dengan sangat mudah. Begitu ilmunya sudah diketahui, maka setelah itu tidak akan ada lagi pertanyaan dan keraguan kita tentang Allah.  Sebab dengan ilmu itu, semua pertanyaan kita tentang Allah sudah biasa terjawab dengan sangat amat jelas sekali.

 

Untuk mendapatkan Ilmu Makrifatullah itu bukanlah dalam bentuk amalan-amalan yang sulit dan rumit seperti anggapan kebanyakan orang selama ini. Ia tidak butuh prasyarat laku dan praktek yang susah dan berbelit-belit. Ia tidak mempersyaratkan pengertian-pengertian yang membutuhkan banyak lamunan dan khayalan untuk mendapatkannya. Ia bahkan tidak membutuhkan sebuah alat bantu apapun untuk memahaminya.

 

Makrifatullah itu haruslah sangat mudah sekali untuk di jalankan dan diamalkan. Sebab kalau ia sulit untuk di jalankan dan diamalkan, maka selesailah sudah. Agama yang mengajarkan makrifatullah itu akan ditinggalkan orang. Ibarat sebuah warung atau toko, kalau untuk masuk ke dalam warung atau toko itu sangat sulit, tidak nyaman, dan bahkan menakutkan, maka warung atau toko itu akan tutup dengan cepat. Karena tidak ada orang yang akan masuk atau singgah ke dalam toko atau ke warung itu untuk berbelanja.

Read Full Post »

SHALAT-DOA-DZIKRULLAH-ROC

Ahmad Saifudin:
Assalamualaikum. Ustad mohon nasehat, insyaAllah saya paham tentang LM [Lauh Mahfudz], tetapi rasanya masih sulit berada didalam keadaan itu.
Salam ustad.

Rozi Jogja:
Seperti hal nya bang udin, saya juga begitu ustad. selalunya bolak balik.

Ustadz Hussien Abd Latiff:
• Ahmad & Faozi. Bila kamu mendapat ujian yang amat berat serta sukar dipikul, dan pada masa itu hanya Allah swt sahaja yang dapat membantu. Maka pada masa itulah kamu akan berpaut kepada Allah swt dan mengharapkan pertolongNya. Sesudah Dia melepaskanmu dari ujian yang dasyat itu maka insya-Allah, hatimu tidak akan berbolak balik lagi.

• Ramai yang sudah melalui ini, dan sesudah itu tidak lagi hati mereka berbolak balik. Seperti Rosli Surabaya, Jasdur dan lain-lain.

• Ada orang mengerti dengan ilmu, ada hanya mengerti dengan latihan, namun tetap Allah swt yang mengajar.

• Orang-orang kafir masa dahulu tidak faham akan siksa Allah swt di hari kemudian, dan minta dari Nabi mereka turunkan siksa itu, maka diturunkan dan mereka menjadi sejarah.

Rozi Jogja:
Terima kasih ustad. Tatkala berdoa itulah sangat sulit keluar dari pintu depan. Apakah memang begitu ustad?

Ustadz Hussien Abd Latiff:
Apa yg sulit?

Rozi Jogja:
Keluar dari rasa wujud’ ustad.

Ustadz Hussien Abd Latiff:
• Doa mesti dari “pintu depan” seperti juga makan & minum, tidak boleh “pintu belakang”.
• Kalau “pintu belakang” tidak payah doa, makan dan minum, akhirnya wassalam kerana kelaparan dan kehausan.
• Tidak wujud bersandarkan ilmu iaitu kita nafikan kewujudan kita dengan ilmu, bukan pakai bom.
• Seperti kamu naik sepeda yang cantik tetapi kamu tahu sepeda itu bukan milikmu tetapi milik rakan mu.
• Begitu juga dalam hidup keseharian kamu, seperti makan, minum, shalat, doa dan sebagainya (ini yang Rasulullah saw suruh iaitu hidup macam biasa), tetapi dalam minda kamu ilmu kamu menyedarkan “kamu tidak wujud”, yang berinteraksi ialah DzatNya.

• Nah, sudah sedar mahu buat apa ya? Jawapan, “ROC.” [Relax One Corner]

Yusdeka:
Pak Ustadz, mohon penjelasan tentang capture ini yang saya ambil dari dzikrullah 6 (ihsan). “Jangan fanakkan diri. Diri masih wujud. Jangan hilangkan diri”.

Ustadz Hussien Abd Latiff:
“Jangan menghilangkan wujudmu” maknanya hidup macam biasa. Masa makan maka makanlah, masa minum maka minumlah, masa shalat maka shalatlah, masa dzikir maka dzikirlah dan sebagainya. Justeru kamu tidak boleh ngatakan, “Oh aku ngak wujud maka apa perlu aku shalat atau dzikir!”

Rio:
• Ustadz…. barulah saya paham bedanya approach sholat dan “naik”.
• Kalau sholat, itu “pintu depan”. Kita melihat kebesarannya, kita memujiNya, kita minta ampun, meminta perlindungan. Semua pintu depan. Kita melihat kebesaran DIA lewat macam-macam kejadian dalam hidup, lalu kita sholat kita membesarkan DIA lewat puji-pujian.
• Kalau pintu belakang, kita “naik” ROC. Tak ada apapun.
• Kebesaran-Nya, Ampunan-Nya, dan sebagainya itu adalah sifat-sifat yang hanya bisa ditafsir dari “depan”. maka Sholat itu melihat-Nya dari “depan”.
• Kalau pintu belakang dan ROC, kita tak tengok apa-apapun.
• Betulkah pemahaman begitu ustadz?
• Sudah lama saya penasaran, kenapa ustadz tak gunakan approach sholat sebagai latihan spiritual? Tetapi ustadz gunakan “naik“.
• Baru saya paham, kalau sholat itu meletakkan puji-pujian untukNya karena kebesaran Dia yang kita tengok dari pintu Depan.
• Kalau Naik dan ROC di pintu belakang itu latihan menghapus segala-galanya. Bahkan kebesaranNya pun bukan yang kita tuju.
• Wallahualam ustadz. mohon koreksi bila keliru

Ustadz Hussien Abd Latiff:
• Benar Rio sekarang baru dapat jus durian sebelum ini belum boleh.
• Walaupun shalat pintu depan tetapi minda mesti ingat Allah swt
• Bila kita NST kita tinggalkan yang lain dibawah. Seperti Shaikh Abdul Qadir Jilani berkata masuklah pintu khalwatmu seorang diri dan tinggalkan yang lain di luar pintu khalwatmu.
• Apa makna khalwat iaitu berdua-duan dengan Allah swt (tanpa minum jus durian).

 

Sahry Ramadhan:
• Ustad, kenapa dulu saat ikut tarekat, minat dan keinginan terus hanya berusaha sebanyak-banyaknya dzikir (baik jahar maupun siir). Sedangkan shalat-shalat sunnah, dan mengajipun kurang dilaksanakan.

• Tetapi tassawuf jalan nabi-nabi dengan dzikrullah yang diajarkan ustad lebih kerasa ke dalam bathin, tetapi justru terbalik aktifitas fisik ingin sebanyak-banyaknya melaksanakan shalat-shalat sunnah serta mengaji Al Quran, dan kecenderungan belajar kembali syariah minatnya menjadi lebih tinggi? Kenapa berbeda ya ustad suasananya? Tetapi minat juz es duren tetap tak berobah…

Ustadz Hussien Abd Latiff:
• Tarikat berzikir untuk mendapatkan makrifat.
• Kita sudah makrifat dan kini memperkemaskan diri untuk beribadah lebih bagus untuk Allah swt: seperti ingat Allah sentiasa, shalat malam, puasa sunat, membaca al Quran dll serta pegang Syariah dengan kuat. Kerana Rasulullah saw ada bersabda bahawa kalau kita pegang al Quran & As Sunnah kita tak akan sesat. Maka ini dua komponen adalah tulang belakang Syariah.

Shalat:
Seperti seorang ibu hidup di rumah dua lantai. Dia ada di lantai satu bersama ahli keluarga yang lain sedang makan durian serta minum jus durian tapi mindanya hanya teringat anaknya yang baru satu bulan yang berada dibilik di lantai dua.

Jasadnya dilantai satu (hidup macam biasa makan durian & minum jusnya) tapi minda nya di lantai dua.

Dzikrullah
Pula dia naik ke lantai dua (tinggalkan semua yang ada dilantai satu) dan masuk ke bilik babynya itu untuk berdua-duan melepaskan rasa cinta rindu & sayang kpd babynya.

Masuk pintu belakang seperti rasa bosan dan sebagainya lalu masuk bilik stor yang kosong dan ROC.

NST:
Pula seperti dalam kantor bekerja tetapi kerana kerjanya sudah terkebiasaan (terlampau rutin) maka bisa kerja seperti robot ngak payah berfikir. Tetapi kalau ada sesuatu yang akan merubahkan suasana ini usah memikirkannya. Masuk pejabat Boss dan buat lampuran. Boss ada “Smart Alex” (seorang yg suka memandai) mahu merubah kehidupan rutin pejabat ini. Boss tolong lihat perbuatannya ini dan beri jawapan.
Harap kiasan di atas memberi pencerahan kepada semua, insya-Allah.

Read Full Post »

« Newer Posts

%d blogger menyukai ini: