Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2012

IB: Jawabannya. Absolute Control.
IB: Extremly control beyond imagine of the created.
IB: Contoh mobil.
IB: The creator of the car is full control of the car.
IB: Artinya tidak mungkin mobil tak ada penciptanya. Pasti ada yg mencipta. Imposible the perfect harmony of the car is coincidende.
IB: Tdk mungkin sesuatu yg cerdas dan sempurna tdk ada penciptanya.
IB: Sang pencipta mobil have full control of the car. Absolute Control to create the car.
IB: So. Imposible binatang. Tumbuhan. Planet. Galaxy. By coincidence. It was created. Diciptakan oleh Yang sangat cerdas.
IB: Manusia adalah creator pasti juga ada yg create. Dan inilah pasti the Real Creator. Yang full control. Absolute control. Extremely control beyond imagine of human.
IB: Kalau ada dua creator. Yg satu pastilah di create dan yang lebih berkuasa.
IB: Kalau ada tingkat demi tingkat creator. Pasti ada yang paling berkuasa. Yaitu yg memiliki kekuasan penuh.
IB: Yg pertama dan yang memula. Penyebab. Buktinya sederhana. Yaitu harmony alam semesta. Kesempurnaan alam semesta.
IB: Dia menjelaskan dg detil dan sederhana. Saya hanya menulis ulang. Sayangnya penjelasan saya tidak lagi sederhana sebagaimana dia berkata.
IB: Ada pendapat!
IB: Intinya the True Creator have Absolut Power of Control.
IB: The example is like human with the car.
IB: Itu bahasanya.

¥usdeka aja: Saya nggak bisa menampik mas. Inikan penjelasan aneh tapi nyata. Kalau kita kadangkala menjelaskannya dengan bahasa yang rumit biar kelihatan hebat.
¥usdeka aja: Absolute control. Yang membuat kita mau tidak mau menyerah dan takluk.
¥usdeka aja: Kalau sudah takluk, maka pasti pikiran kita akan selaras dengan pikiran Allah. Pikiran Allah itu sangat kreatif, energi kreatif, dan selalu berhubungan dengan objek atau materi (makhluk) sehingga makhluk itu terwujud (tercipta). Dan Dia punya absolute control untuk semua itu. Sederhana sekali mas

IB: Betul.
IB: Sayang saya (kita) sering terbelenggu “dogma” pemahaman yg rumit.
IB: Kalau kita tahu Dia yang Absolute Control. Ya ikut saja.
IB: Tapi kok untuk nyerah luar biasa sulit ya?.

¥usdeka aja: Jadi kalau ada orang yang mengaku spiritualis, kalau tidak menghasilkan materi sebagai wujudnya, maka namanya kita belum bisa selaras dengan pikiran Allah.
¥usdeka aja: Disinilah bedanya Nabi Muhammad dengan Bu Kek Siansu.

IB: Betul sekali mas.

¥usdeka aja: Nabi Muhammad melahirkan peradaban. Bukek Siansu melarikan diri dari peradaban.
Yo kerjo ha ha ha ha

IB: Untuk hal sederhana ini. Saya harus diajari anak saya dg bahasa sederhana.
IB: Oke. Baru sampai di kantor.
¥usdeka aja: Nanti dilanjut mas:D
IB: Ok.:)

Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

Participants:
————-
¥usdeka aja, IB

Messages:
———
IB: Selamat pagi. Selamat memulai aktivitas.

¥usdeka aja: Selamat pagi mas IB:)

IB: Pagi ini saya sock dg anak saya.

¥usdeka aja: Nyimak dulu nih mas

IB: Bangun pagi-pagi dia berkata aneh. Dia mengatakan “kemungkinan” dia disuruh “berkata kpd saya” oleh “spirit”. Oleh sesuatu yg bukan dirinya untuk memberi tahu.
IB: Terserah saya yakin atau tidak. Bisa dianggap dia yg bicara dan bisa dianggap bukan dia. Dia atau bukan sama saja.
IB: Lalu dia bicara hakekat ketuhanan dan alam semesta tingkat tinggi yg membuat saya bingung. Tentang masalah Tuhan dan kebetulan serta sains.
IB: Membuat saya bengong dan pusing. Dia bicara penuh keyakinan. Seolah saya bicara dengan pakar ilmu.
IB: Ketika saya terbengong. Dia berkata coba perhatikan apa yg terjadi kemarin?.
IB: Saya merasa tidak ada yang aneh. Lalu dia cerita tentang banyak keanehan yg terjadi.
IB: Setiap pagi di mobil dia tidur. Tapi pagi kemarin dia segar bugar penuh semangat. Biasanya tidak pernah cerita tentang alam. Kok mendadak cerita. Biasanya saya nyetel musik. Kemarin tidak. Dan beberapa keanehan. Yg semakin saya fikir semakin banyak keanehan. Misalnya saya lupa membawa dompet yg tidak pernah ketinggalan. Sepulang kerja saya dapati anak saya tidur kelelahan saat tengah makan malam sekitar jam 6.30 sore dan ini belum pernah terjadi. Dan semuanya itu bisa dianggap kebetulan.
IB: Dia berkata. Ada sesuatu yg menyuruh dia memberitahu kepada saya apa yg dia tahu. Banyak hal yg pernah dia baca mendadak ingat dan dia diminta untuk menjelaskan.

¥usdeka aja: Karena saya juga pengen tahu, maka saya juga kecipratan nih mas IB:D

IB: Banyak perkataannya tentang Filsafat ketuhanan yg saya yakin dia belum pernah baca. Dia ceritakan dg bahasa anak-anak.
IB: Iya… Aneh ya.
IB: Anehnya dia itu sadar total.
IB: Sepenuh kesadaran. Hanya dia katakan apa yg dulu diingat sekarang lebih jelas.
IB: Dia katakan terserah saja. Dianggap dia yg tahu boleh. Dianggap ada yg memberitahu. Yang penting dia hanya perlu bercerita saja.
IB: Lalu dia cerita tentang dimensi alam. Tingkat-tingkat alam menurut ilmu pengetahuan.
IB: Misalnya bakteri di dalam perut kita memiliki alam (universe) tidak bisa menembus. Tapi kita yg berada di alam lebih tinggi bisa masuk.
IB: Ada jenjang alam demi alam. Satu alam seperti debu dilihat oleh alam lain.
IB: Misalnya sebutir debu alam alam bagi sebuah komunitas makluk kecil.
IB: Dan bisa jadi alam kita adalah sebutir debu bagi alam lain.
IB: Wah… Banyak cerita. Tentang Sang Creator. Lalu The True Creator.
IB: Seru mendengar dia cerita. Saya bengong.

¥usdeka aja: Ha ha ha, saya bacanya juga sampai mangap mas =D

IB: Lho berbicara tentang Tuhan dg anak-anak. Kok masuk dan jelas.
IB: 😀
IB: Wah saya sampai takut diskusi lebih jauh nih…
IB: Banyak hal misteri yg dia ungkapkan. Dia belum pernah spt ini.

¥usdeka aja: Santai aja mas, pagi ini hari krida kok disini:D

IB: Namun dia sangat normal. Percaya diri. Yakin. Tidak ada hal aneh sedikitpun.
IB: Hanya isi pembicaraan yg membuat saya megap-megap seperti ikan di darat.
IB: Saya membaca buku sangat banyak. Tentang ketuhanan dsb. Ketika ditanya olehnya ngga ada yg bisa saya jawab. Lalu dia yg menjelaskan.
IB: Hari ini dia akan menginap di rumah temannya. Besok sore dijemput. Saya ada waktu untuk berfikir.
IB: 🙂

¥usdeka aja:
Ha ha ha, mas IB punya tugas baru sekarang, sebagai ‘saluran’ dari yang maha tahu yang sedang memberi tahu lewat anak mas IB. O ya namanya siapa mas?

IB: ARG
IB: A dr masjid Aqsha
IB: R arti matahari
IB: G artinya lembut

¥usdeka aja: Nama yang sangat bagus mas. Selamat menjadi salurannya mas IB. Karena pikiran yang ada sebenarnya hanyalah Pikiran Allah. Pikiran kita hanyalah percikan kecil dari Pikiran Allah. Itupun ada hanya kalau kita berkenan untuk selaras dengan pikiran Allah.

IB: Dia tanya bagaimana menjelaskan atau menjawab The True creator itu satu.
IB: Betul. Dia tanya tentang hakekat Ketuhanan yg saya tidak mampu jawab. Dan dia menjelaskan dalam bahasa anak-anak yg sederhana.
IB: Seperti pertanyaan diatas. Bagaimana menjelaskan kalau Tuhan. Yaitu The real Creator bukan dua tiga atau lebih.
IB: Saya hanya tertegun dengan berjuta jawaban tapi rasanya tidak ada yg sederhana.
IB: Dan jawabannya sangat sederhana dan saya tidak mampu menolak dan membatah.
IB: Selain berkata. Saya bisa menerima jawaban itu.
IB: Mungkin mas Deka bisa menjawab?. Coba menjawab dg contoh sederhana untuk bahasa anak-anak. Silahkan coba!.
IB: Bagaimana menjelaskan Tuhan yg sebenarnya itu satu.
IB: Sesimple dan sesederhana mungkin. Esensi Tuhan.

¥usdeka aja: Ha ha ha, nanti jawaban saya jadi jawaban orang dewasa yang mutar mutar kesana kemari. Kan lebih baik saya juga diam aja, biar saya dapat jawaban yang sederhana ha ha ha

Jawabannya…
Bersambung
Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

IB: Dia berkata yg intinya. Alam itu Tuhan dan Tuhan itu Alam. Tapi alam bukan Tuhan. Kalau ingin mengerti tentang Tuhan dan alam serta bedanya maka harus belajar pada Black hole.
IB: Maksudnya mungkin Tuhan meliputi seluruh alam.
IB: Black hole itu seperti “tangan gaib”. Yg menyerap materi menuju ketiadaan.
IB: Black hole adalah universe purba yg kehilangan panas.
IB: Jadi adalah pusat kekosongan materi.
IB: Materi tanpa bentuk. Yg mampu mengeluarkan materi dari dalamnya. Mencipta materi baru dari kekosongan.

¥usdeka aja: Arang hitam juga sangat ampuh menyerap racun kan mas

IB: Wah.. Kaitannya apa ya. Otak saya masih lambat nih.

¥usdeka aja: Ha ha ha. Saya juga hanya ingat gitu aja tadi.

IB: Ok… Kita memang suka aneh. Dijelasin juga ngga ngerti juga. Namun nanti sepertinya langsung tahu…. Ha..ha.
IB: Coba cerita dahulu tentang bumi. Black hole masih panjang ceritanya. Anak saya paling suka tentang black hole.
IB: Ada banyak teori tentang asal mula bumi. Yang populer. Bumi terjadi dari peleburam tumbukan dua buah bintang.
IB: Lalu bumi dihujani butiran meteor berat. Berisi besi. Kemudian dihujani meteor es.
IB: Es yg menumbuk bumi menguap menjadi kabut oksigen. Yang selanjutnya turun kembali menjadi air yg mendinginkan bumi.

¥usdeka aja: Mas IB, benar nih yang bercerita anak umur 11 tahun??, ha ha ha. Tanya.com

IB: Betul.

¥usdeka aja: Amazing

IB: Dia hobby betul sama Discovery channel. Nanti kalau ke Indonesia saya kenalin.
IB: Dia akan antusias cerita tentang alam. Binatang. Tumbuhan.
IB: Sayangnya selalu saya abaikan.
IB: Tidak pernah saya dengar kalau dia cerita. Baru sekarang ini.

¥usdeka aja: Biasa, itu egoisnya orang tua kayak saya juga ke anak

IB: Dia malah menjelaskan banyak teori yg saya nggak tahu. Mumet dengernya.
IB: Makanya mulai dari yang bisa saya fahami dulu.
IB: Katanya jauh dekat itu kan relatif. Ruang itu kalau dilihat dari dimensi alam tinggi ya bisa dekat sekali. Jadi meteor itu juga seolah mendadak muncul di bumi begitu saja.
IB: Aneh kan?. Seperti mendadak muncul es dari ketiadaan dan langsung ada di bumi.

¥usdeka aja: AHaaaa. Tuh paham, kalau mau tahu dan berperan lebih banyak kita harus rela keluar dari ‘confort zone’ kita sebagai orang tua atau seorang boss, atau siapa saja ya.

IB: Iya. Saya hanya patuh dan rela mendengarkan dahulu.
IB: Mendengar isi. Mengikuti persepsinya.
IB: Di awal dia memperingatkan agar melihat dari persepsi orang lain.
IB: Setelah itu saya menjadi pendengar yang setia. Bersungguh bertanya dan mendengar jawabannya. Mencoba mengerti apa yg dia maksudkan. Kadang saya tanya berkali-kali. Sampai saya faham apa yg dia maksudkan. Bukan apa yg saya tahu tapi apa yg dia tahu. Saya hanya menulis ulang yg dia katakan dlm bahasa dan pengertian saya. Tanpa mengubah isi pemahamannya.
IB: Ketika air sudah terwujud. Lalu dari ujung alam juga dimunculkan benih.
IB: Benih ini awalnya adalah mikroorganisme. Muncul dari ketidakadaan. Dari alam yg lebih tinggi. Yaitu dilemparkan bersama meteor. Mendadak ada di bumi.
IB: Benih inilah yg menjadi makhluk hidup.
IB: Wah … Sudah agak malam. Besok disambung lagi. Masih banyak ceritanya.
IB: Tentang manusia dan terutama black hole yg misterius juga.

¥usdeka aja: Oke mas, saya simpan dulu chat ini, salam hangat buat keluarga disana

IB: Terima kasih. Semua sudah tidur.
IB: Catatan tambahan hasil pengamatan ketika berbincang. Ketika saya (orang dewasa) belajar. Maka titik utamanya sering detailnya. Sedangkan anak-anak menangkap esensi ilmu itu. Esensi itu yg coba diceritakan dg bahasa anak-anak yg sederhana. Ternyata orang dewasa juga mudah menerima. Jadi dalam memahami sesuatu intinya adalah menangkap esensi dari suatu ilmu. Atau suatu teori. Atau esensi apapun itu. Yang lain tambahan. Jadi bukan detail kecil-kecilnya tetapi esensinya.
IB: Sebagai contoh. Teori tentang waktu yang bisa melengkung. Saya tidak pernah bisa membayangkan. Ternyata esensinya sangat sederhana. Ketika kita mampu berada di luar alam ruang-waktu.
IB: Oke. Selamat malam.

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Wassalam
Deka & IB

Read Full Post »

Participants:

————-

¥usdeka aja, IB

Messages:

———

¥usdeka aja: Mas IB setelah kalimat dua tingkat lebih tinggi, pakai BB ini mas

¥usdeka aja: BB yang satu delay nya lama amat

IB:Ok.

IB: Kira-kira apa yg dijelaskannya bisa difahami?.

¥usdeka aja: Sangat mudah mas.

IB: Masih banyak hal yg coba dijelaskan olehnya yg saya belum tahu. Soalnya menjelaskan dg bhs inggris. Saya yg nyerah. Ha..ha.

¥usdeka aja: Ha ha ha

IB: Bagus kalau begitu. Rasanya kita harus menjadi anak-anak saja ya.

¥usdeka aja: Saya jadi ingat cersil Kho Ping Hoo, betapa Bu Kek Siansu bersikap seperti anak kecil.

IB: Iya …. Spt Bu Kek Siansu. Hidup selalu bahagia.

IB: Jadi isro mi’roj sangat mudah dijelaskan. Nabi Muhammad hanya satu langkah saja karena jarak sudah didekatkan. Dahulu kok sulit membayangkan.

IB: Saya baru tahu makna jarak didekatkan sekarang.

IB: Banyak sekali yg dijelaskan olehnya. Kok jadi gampang dimengerti.

IB: Sama persis dengan tulisan mas Deka tentang munculnya materi dari gelombang. Dia bisa menjelaskan dg sangat mudah.

IB: Dan hilangnya materi menuju ketiadaan.

¥usdeka aja: Nabi pun begitu, makanya hadist tentang beliau sangat banyak, padahal yang beliau lakukan hanya hal hal yang berulang saja. Paling macamnya hanya puluhan tapi hanya beda intensitas sedikit disana sini

IB: Asyik lho ternyata mendengarkan dia bersemangat memberi tahu apa yg dia tahu.

¥usdeka aja: Karena beliau selalu gembira, maka jawaban beliau terhadap pertanyaan sahabat juga seperti jawaban anak kecil, seperti seenaknya

IB: Padahal dia sendiri merasa tidak tahu apa-apa. Aneh ya.

IB: Mungkin seperti ini ya yg namanya ilham?

IB: Belajar bersusah payah. Lho kok diajari anak kecil. Anak sendiri. Tentang hakekat ketuhanan. Dia juga bercerita juga tentang itu. Asyik juga ceritanya.

¥usdeka aja: Iya ya ya ya… Untuk dapat ilham ya bergembiralah seperti anak kecil, nggak mikir tapi tahu, dan juga nggak ngapa-ngapain. Hanya bersemangat saja. Hmm.

¥usdeka aja: Lanjut dulu mas jadi penasaran saya

Wassalam

Deka & IB

Read Full Post »

IB: Ada sebuah kejadian aneh pagi ini. Saya belajar “mula buka” alam semesta dari anak saya yg masih kecil. Saya coba tulis ke mas Deka. Mungkin saya kirim ke milis. Pemahamannya saya anggap serius dan mungkin banyak yang tidak tahu. Termasuk saya. Ha…ha..ha. He said. You have to see from other perspective. Dengarkan orang lain ngomong. Artinya jangan ngajari dia terus. Belajar juga sama dia.

DEKa – ¥usDEKa: Ha ha ha, kita orang tua ini memang sering egois kepada anak. Oke mas

IB: Sangat menarik. Luar biasa sekali. Bahasa sederhana. Kok saya tidak pernah berfikir se sederhana ini ya. Ha…ha.

DEKa – ¥usDEKa: wah kelihatannya menarik. Saya tunggu mas

IB: Saya kirim bagian 1 dulu ya. Tolong komentarnya. Karena ini bukan pemikiran saya tetapi pemikiran anak saya dalam bahasa saya.

IB: Pulang kerja kembali melanjutkan perbincangan dengan anak saya. Semakin berbincang. Saya semakin terpesona. Kok masalah yang rumit ketika dijelaskan olehnya sangat sederhana.

IB: Sungguh dia lebih memahami daripada saya. Saya sampai terheran-heran. Ketika dijelaskan olehnya masalah isro’ mikroj jadi sangat mudah difahami. Teramat mudah. Saya jadi bengong. Akan saya jelaskan bagaimana dia menjelaskan dg sederhana ya. Sangat sederhana.

IB: Mudah sekali difahami kok.

DEKa – ¥usDEKa: Ha ha ha, saya jadi ikut terbawa penasaran. Memang kita kayaknya harus berpikir sederhana kayak anak kecil barangkali mas.

DEKa – ¥usDEKa: Yang membuat kita rumit itu jangan jangan karena banyak ngaji dan dengar khutbah, ha ha ha

IB: Betul.

IB: Begini ceritanya. Universe itu tidak satu ada multiple. Alam tidak hanya satu alam saja. Ada alam lain yang saling berhubungan. Alam lain lebih luas dimensinya.

IB: Gampangnya begini. Alam titik. Alam garis lurus. Alam bidang. Alam ruang. Alam ruang waktu dan terus berdimensi terus ke atas.

IB: Mudah sekali difahami.

IB: Ambil contoh semut berada di alam garis. Dari ujung garis harus berjalan ke ujung garis lain. Berapa waktunya?. Tergantung jaraknya.

IB: Tapi apabila ada orang di ruang yang membuat garis itu melengkung. Dia contoh seperti pita karet sepanjang satu meter. Semut perlu waktu satu jam. Nah kalau dia melengkungkan karet itu. Sehingga ujung bertemu ukung. Maka semut hanya perlu waktu sedetik. Lalu karet kembali ke tempatnya bersama semut yg telah berada di ujung satunya.

IB: Gampang kan logikanya.

IB: Demikian ruang-waktu. Sama persis.

IB: Dalam dimensi atau ruang berdimensi lebih tinggi ruang waktu seperti kertas.

IB: Misalnya jarak masidil haram di ujung kertas dan masjidil aqsha di ujung kertas yg lain.

IB: Kalau ada semut berjalan di kertas ujung satu ke ujung yg lain. Harus melewati jalan di kertas itu. Pasti.

DEKa – ¥usDEKa: Ha ha ha, =D =)) ya nggak kepikir gitu ya bagi saya juga.

IB: Tp kl ada saya mendekatkan ujung satu kertas ke ujung lain seperti melipat kertas itu. Maka semut itu hanya perlu sedetik pindah ke ujung satunya.

IB: Jadi harus ada yg bekerja dari luar universe.

IB: Alam yg berdimensi lebih tinggi.

IB: Gampang ya memahaminya?. Pakai contoh anak kecil.

IB: Menurut dia. Waktu itu di alam lebih tinggi seperti kertas itu juga. Ujung awal kertas bisa ditekuk agar ketemu ujung akhir kertas. Dia tanya jadi apa itu waktu?.

IB: Waktu hanya berpengaruh apa apa yg ada di kertas. Tapi tidak yg memegang kertas.

IB: Dia tanya lagi. Apa itu ruang?. Ruang hanya berpengaruh pada yg ada di kertas. Bukan yg memegang kertas. Dia memisalkan ruang itu seperti kertas dilihat di alam lebih tinggi. Waktu juga sama seperti itu.

IB: Dia memberikan contoh yg terjadi di Black hole.

IB: Ruang telah memampat. Seperti kertas dan bisa muncul di mana saja. Ruang di black hole bisa apa saja. Waktu juga bisa melengkung dam bisa bertemu awal dan akhir.

IB: Dia menjelaskan dg sangat mudah untuk dimengerti.

IB: Artinya kita harus berada di dimensi yg dua tingkat lebih tinggi.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wassalam

Deka & IB

Read Full Post »

Participants:

————-

DEKa – ¥usDEKa, IB

Messages:

———

DEKa – ¥usDEKa: Deleted…

IB: Tidak ada apa-apa yg membimbing kok. Hanya teman perjalanan diskusi spiritual saja. Dia adalah saudara kandung saya. Adik saya. Teman diskusi. Teman seperjalanan menempuh spiritual ini. Saya bertemu dia di dimensi beda.

IB: Kesadaran saling mengamati. Saling mengenal. Saling membimbing. Saling membantu. Dan kesemuanya itu lewat tulisan. Tulisan yg saling mengabarkan.

IB: Jadi sebetulnya kalau istilah pembimbing spiritual. Dia pembimbing saya. Dan sayapun pembimbingnya. Saling membimbing.

IB: Bukan penghormatan yg lebih dan bukan pula penghargaan yg lebih. Sebuah penyaksi saja. Sama juga seperti sayapun merasa mas Deka adalah pembimbing spiritual saya. Juga semua penulis di milis adalah pembimbing spiritual saya. Namun diantara ke semuanya tentu ada yg paling dikenal.

IB: 🙂

DEKa – ¥usDEKa: Dan Mas IB pun ternyata sering sekali membimbing saya untuk banyak hal.

IB: Nah itulah yg saya maksudkan. Jadi lebih tepat istilah mas Deka. Resonansi.

DEKa – ¥usDEKa: Saya seperti diloncatkan begitu saat membaca beberapa artikel mas IB.

DEKa – ¥usDEKa: Saya sekarang sedang dibawa untuk menulis tadzkiyatunnafs

IB: Aneh. Sayapun begitu. Membaca semua tulisan mas juga saya spt didudukkan.

IB: Kelihatannya saya juga begitu.

IB: Entah untuk apa saya menulis. Dorongan ini tidak mampu saya tahan.

IB: Kalau ditahan sangat menyakitkan. Ketika selesai terasa sangat lega. Nikmat. Puas.

IB: Jadi benar-benar tidak “perduli” apa akan dibaca orang atau tidak. Menulis hanya karena sewajarnya menulis.

DEKa – ¥usDEKa: Ha ha ha, ya begitu kalau belum selesai sampai tengah malampun kuat nulis. Eh begitu selesai satu artikel komplit rasanya seperti dilepaskan dari jepitan begitu 🙂

IB: Saya sudah mulai membaca tulisan-tulisan lama mas Deka.

IB: Saya seperti sangat mengenal “ruh” tulisan itu. Sampai kadang heran dan “takut”.

IB: Kok bisa sangat hanyut dalam tulisan ya. Seperti saya yang mengalaminya. Semua rasa itu kok saya sangat kenal.

IB: Padahal jujur saja saya tidak tahu agama. Tidak kenal agama. Kok ya seolah bisa kenal semua itu ya.

IB: Ketika membaca tulisan mas. Seperti ada ribuan semut memasuki dada. Seperti sangat mudah faham.

DEKa – ¥usDEKa: Ha ha ha. Saya juga sangat menikmati cerita silat Kho Ping Hoo lo mas IB. Malah film silat Iron Condor Hero termasuk salah satu film yang bisa saya masuki keadaannya. Aneh sekali.

IB: Wah.. Kho Ping Hoo saya baca sejak SD.

IB: 😀

DEKa – ¥usDEKa: Ha ha ha pantasan kosa kata mas IB mirip dengan saya:D

IB: Film kungfu. Filsafatnya… Kejujuran. Perjuangan. Keuletan. Harapan…. Indah.

IB: Tanpa cersil. Saya tidak sampai menjadi saya sekarang.

IB: Nilai kegagahan. Nilai perjuangan. Nilai-nilai semua itu yg memacu hidup saya. Karena minim agama.

IB: Jadi itu juga sebabnya klop membaca tulisan mas Deka kelihatannya.

DEKa – ¥usDEKa: Saya sangat menikmati juga cerita Old Shaterhand, Winnetow, Karaben Nemsi nya Karl May.

DEKa – ¥usDEKa: Sayang anak anak sekarang sudah kehilangan heroik seperti cerita itu.

IB: Saya juga melahap banyak buku cerita. Banyak macamnya. Novel dll. Pokoknya yg bisa dibaca.

IB: Makanya sejak kecil mudah “jiwa” untuk bertualang.

IB: Jiwa melayang ke udara. Ke pegunungan. Mudah masuk ke kesadaran. Wajar saja.

DEKa – ¥usDEKa: Ya sekarangkan orang lebih banyak nonton TV, jadi kehilangan imajinasi yang mengasyikkan.

IB: Hem ya…. Anak-anak saya juga begitu. Sayang sekali.

DEKa – ¥usDEKa: Oke, mas IB, salam hangat dan selamat beristirahat

IB: Salam hangat.:)

Wassalam

Deka & IB

Read Full Post »

Participants:

————-

DEKa – ¥usDEKa, dan Sahabat saya IB

Messages:

———

IB: Keberadaan “sesuatu” apapun itu. Benda. Makhluk atau apapun bertitik total pada “pengenalan”. Lalu diberi nama atau identitas. Didefinisikan. Disifati. Segala sesuatunya. Lalu dikabarkan. Lintas ruang dan waktu. Sehingga diyakini. Atau telah disaksikan.

IB: Maka keberadaan sesuatu adalah karena ada penyaksi dan yang disaksikan.

IB: Misalnya tetangga rumah mas Deka tidak saya kenal maka tidak bermakna apapun. Saya tidak mengenal dan tidak menyaksikan apapun dan tidak membawa manfaat apapun bagi saya.

IB: Lalu mas Deka yg mengenal secara baik mereka bercerita tentang kebaikan. Suri tauladan mereka dsb. Lalu saya mulai mengenal. Sampai bertemu dalam kesadaran saya. Sehingga suatu ketika saya membuktikan bahwa apa yang disampaikan benar maka saya pun menjadi saksi. Kita berdua telah menyaksikan keberadan tetangga tersebut.

IB: Demikian ternyata adanya diri sendiripun begitu. Ketika mampu mengenali organ tubuh lalu menyaksikan maka kita yakin keberadaan jasad.

IB: Selanjutnya mengenali bahwa diri ini tidak hanya jasad. Tetapi ada nafs. Ada hawa. Sampai menyaksikan bukti-buktinya.

IB: Selanjutnya mengenali bahwa diri ini lebih tinggi dari nafs yaitu ruh. Mengamati. Merasakan sampai yakin. Sampai pada tingkat kesaksian. Bersaksi telah mengenal ruh. Sehingga mampu merasakan keberadaan “aku”.

IB: Mampu bersaksi. “Aku ada”.

IB: Selanjutnya mengenal diri-diri yang lain. Mulai lagi dari raga sampai ruh. Mengenali satu demi satu. Menyaksikan semuanya. Sampai memasuki diri yang lebih tinggi (ruh) mengenali. Dan meyakini. Sampai mampu menjadi saksi.

IB: Demikian pula berlanjut sampai dimensi gaib. Intinya sama. Mengenali yg mampu dikenali atau dibedakan. Sampai menjadi saksi.

IB: Akhirnya masing-masing diri menjadi penyaksi dan yang disaksikan. Saling menjadi ada. Dan saling tiada.

IB: Tidak ada apabila tidak dikenal dan tidak disaksikan.

IB: Melanjutkan ke lebih dalam lagi. Ada yang “selalu ada” yg menyaksikan semuanya.

IB: manusia sendiri akan berusaha “mengenali/iqro” apa yg ada di sekitarnya. Seorang yg mampu mengenal disebut “berilmu” di bidang yg dikenalnya.

IB: Daya “mengenali” ini diberikan kepada yg menggunakan kesadaran. Daya ini disusupkan. Ada ketika mengamati/menyaksikan.

IB: Daya kenal/daya tahu/daya sadar itu ternyata bukan milikku. Aku tak memiliki apapun. Uhh… Apa yang sebenarnya milikku?.

IB: Setiap saat semua daya itu bisa hilang. Berkurang. Atau menipis.

DEKa – ¥usDEKa: Ha ha ha, semuanya yang mas IB sampaikan ini ada ayat al qurannya lho mas. Ada hadistnya juga, kok sama?. Ya sama lah. Sehingga pengakuan kita tinggal apa?

DEKa – ¥usDEKa: Aneh memang, semakin kenal semakin dibuat tidak berkutik, tapi pada saat yang sama juga semakin diberi kekuatan.

DEKa – ¥usDEKa: Sedikit saja, bahkan sangat sedikit sekali, kita tidak mengenali ketidak berkutikan kita itu, maka respon yang kita dapatkan adalah satu kepastian: dilupakan, digagalkan, dijatuhkan, seketika mas.

DEKa – ¥usDEKa: Dan itu sakit sekali, seperti ubun-ubun kita yang dicabut…

IB: Iya… Tepat… Saya selalu merasa apa yg mas Deka katakan kok selalu match. Klop. Pas. Wah …kalau Al Quran. Saya cuma baca terjemahannya saja. Kadang ada yg terasa kurang.

IB: Saya sering merasa sakit tersebut. Garing. Kering. Terasa ada yang menarik ubun-ubun. Atau tercekik. Sakit.

IB: Anehnya. Rasa sakit itu kalau hilang. Tidak ada bekasnya. Total.

DEKa – ¥usDEKa: Seperti layangan putus. Dan yang paling duluan lenyap adalah kekhusyuan shalat. Aneh. Lagi lagi ke shalat.

IB: Tepat. Saya pernah ngga mampu takbir. Betul-betul ngga sanggup. Baca Allahu akbar sangat berat. Lidah tidak sanggup. Tangan tidak mampu. Hati panas gelisah terbakar.

IB: Berdiri sholat tidak bisa. Betul-betul nyata.

IB: Hanya nyerah caranya. Betul. Kibarkan bendera putih. Surender. Der…der. Lho kok bisa.

DEKa – ¥usDEKa: Kalau sudah begitu nggak ada yang bisa menolong kecuali saya hanya duduk mengharap Allah mengenalkan kembali diri-Nya kepada saya. Mas.. Saya nulis bagian ini sedang nangis nggak tahu kenapa?.:'(

IB: Entah berapa kali saya juga nangis. Malu untuk disebut. Tapi hanya merengek dan mohon diberi lagi ketenangan itu. Sempiiit rasanya. Gelisah. Resah. Neraka terasa di dada.

IB: Kita ternyata saling menjadi saksi.

IB: Membenarkan apa yg dirasa. Kembali ke tulisan awal saya. Kita saling menyaksikan.

IB: Dan kesaksian ini sangat kuat dan dalam.

DEKa – ¥usDEKa: Saksi yang menyaksikan Yang Ada…

IB: Betul.:) .

DEKa – ¥usDEKa: Serial Artikel ‘resonansi dua sahabat antar dua benua’ cukup banyak pembacanya mas.

IB: Ooh. Alhamdulillah. Hanya dengan saling mengabarkan maka menjadi resonansi. Saling menguatkan.

DEKa – ¥usDEKa: Kerjo lagi, he he he

IB: D

IB: Oooooooops….ha..ha..ha. Ayoooo. Siap.

Wassalam

Deka & IB

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

%d blogger menyukai ini: