Seorang teman saya (RD) dari Kutai Kalimantan, yang belum pernah bertemu muka dengan saya, tapi beberapa kali berkomunikasi dengan saya melalui telpon dan sms punya pengalaman menarik begini pada hari ini, tanggal 12 Januari 2011:
Jam 13:25: RD: “Maaf pak waktu mengambil air wudhu saja saya sudah mulai terisak-isak, apalagi dalam shalat. Isinya hanya tangisan saja, sampai saya membaca bacaan shalat dalam hati saja. Apalagi diluar shalat saya mudah sekali terharu pak. Saya tidak bisa melawan rasa itu pak. Apa yang harus saya lakukan pak?.
Jam 13:26: Deka: “lihatlah alam…”.
Jam 13:27: RD: “Alhamdulillah pak. Secepat kilat perubahannya”.
Jam 15:31: RD: “Alhamdulillah pak. Shalat ashar saya enak banget. Tidak ada isakan tangis. Yang ada hanya air mata menetes. Pokoknya Nikmat sekali pak. Susah saya menjelaskannya”.
Jam 15:36: Deka: “Ya itulah keadaan diatas rasa. Sekarang Mas RD jadi tahukan mana yang rasa dan mana yang aku. Sebelumnya aku berada dirasa, sehingga aku terjebak oleh rasa itu. Akan tetapi saat aku sadar alam yang maha luas, maka aku seperti keluar dari alam rasa. Yang ada adalah alam kehendak. Sekarang jadilah orang yang selalu bisa membaca kehendak Allah agar kita bisa dipakai oleh Allah sebagai alat-Nya Berkehendak”.
Jam 18:23: RD: “Assalamualaikum pak. Sehabis shalat maghrib yang nikmat betul tadi, saya dituntun untuk memikirkan bumi Allah yang sangat luas, (saya tidak tahu istilahnya pak), saya dilihatkan DIA Maha Luas. Lalu tiba-tiba TANPA saya REKAYASA, saya dialiri oleh daya kesabaran, syukur, iman, daya untuk membantu yatim, fakir, masjid, langgar, sedekah kekayaan. Saya tersenyum sendiri pak. Terus ada daya yang mendorong saya untuk menyampaikan semua tadi kepada pak deka bahwa saya punya Allah Yang Maha-Maha segala-galanya”.
Jam 18:28: Deka: “Alhamdulillah…, berarti kita satu rumah…”
Jam 18:30: RD: “Sangat cepat sekali pak. Saya merasakan semua permasalahan yang saya alami diangkat oleh Allah. Semua kegundahan & ketakutan, was-was disingkirkan dari dada saya”.
Jam 18:31: RD: “Saya dialiri daya untuk mengucapkan salam kepada bapak barusan saja”.
Jam 18:34: Deka: “Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh…”.
Jam 18:39: RD: “Pak deka, saya sekarang punya Allah. Tidak ada tuhan diseluruh alam ini, alam dunia dan akhirat, kecuali Alllaaaaaaaaaah saya pak. Yang Maha segalanya. Saya pingin semua orang tahu pak”.
Jam 18:45: Deka: “Sekarang tugas Mas RD sudah jelas. Kabarkanlah dan ajaklah orang lain untuk singgah dirumah Mas RD sekarang. Salam…”
Sudah sejak lama teman saya ini punya belasan anak yatim dirumahnya untuk dibiayai. Dan sebenarnya memberi makan anak yatim inilah wasilahnya untuk seperrti bisa mendapatkan pengajaran Allah dengan demikian mudahnya.
Selesai….