Ini adalah pesan BBM dari seorang sahabat saya malam tadi…
“deleted”
Oh ya, ada yang komentar antara tulisan mas Deka, saya dan mas “Ax” itu mirip dan sulit membedakan kalau tidak ada nama penulisnya. Rasanya sih. Kalau saya membaca tulisan mas Deka. Maka saya merasa seperti ingin menulis seperti itu. Atau itu adalah tulisan saya. Aneh tapi nyata. Kok saya merasa seolah menjadi bagian dari tulisan itu.
Pada saat membaca tulisan mas Deka tentang Restorasi Ruhani pertama kali. Rasanya saya belum mampu menangkap ruhnya tulisan itu. Malam ini saya baca kedua kali. Ternyata mengalirlah semua informasi di balik tulisan ini. Saya merasa jiwa saya telah berada disini.
Jiwa iman saya berbeda sekali dg sebelumnya. Sekali lagi tulisan ini seperti yang seharusnya ingin saya tuliskan. Memang seperti ini. Hanya masih ada hal yang belum saya fahami yaitu rahasia.
Namun membaca alam. Rasanya memang sering berbicara atau tepatnya mendengar perkataan guruh. Alam. Dan lainnya. Rasa. Bahkan kemarin telah masuk ke dalam diri saya puluhan jenis entitas rasa yaitu yang jenaka, yg takwa, yang pendiam dan banyak lagi. Mereka seperti ruh-ruh yang bicara. Dan tubuh saya mampu digunakan oleh mereka untuk mengungkapkan pesan. Aku hanya mengamati. Sadar. Mampu mengontrol. Menghentikan. Menghilangkan. Saya tidak mencari. Tidak menggali. Hanya mengamati apa kehendak Allah. Menerima atau menyediakan tubuh saya menjadi alatNya.
Detik demi detik selalu yang ada bahagia dan bahagia. Dengan sangat sederhana saya tahu kapan tali kepada Allah itu putus (spt dalam tulisan mas Deka). Yaitu saat rasa syurgawi itu hilang. Karena hari-hari yang saya lalui adalah terisi rasa syurgawi ini.
Proses menyambung kembali juga kadang mudah-mudah-sulit. Kadang perlu tahu dulu penyebabnya. Misalnya kesombongan seperti BBM saya sebelum ini. Ketika kesombongan setitik muncul, maka rasa syurgawi menghilang. Jiwa rasanya bagai ikan terlempar ke darat gelagapan. Itulah cara Allah menegur. Aku mampu membaca teguran. Setelah meminta maaf. Rasa syurgawi langsung kembali seketika. Byaar. Menakjubkan. Sungguh ajaib.
Wassalam
Mr. X
Saya sangat tercerahkan dengan tulisan2 anda, saya sendiri sdh 2 kali mengikuti kajian shalat khusuk yang disampaikan langsung oleh ust Abu Sangkan di Malang. pertemuan pertama sekitar 2 tahun lalu begitu terkesan, namun sayang tidak demikian dengan pertemuan kedua pada Ramadhan yang lalu, oleh sebab itu saya berharap dihelat lagi untuk yang ketiga kalinya. semoga Allah SWT mewujudkannya. namun sedikit lega dengan membaca blog anda rasanya sudah terwakili dan tersajikan semua pemikiran ust Abu. Teruslah berjuang dengan menebarkan pesan@ kebajikan dan kesabaran, semoga Allah SWT merahmati kita sekalian. amin