Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2010

HIJAB…

Hijab adalah semua tanya yang mengemuka.

Hijab adalah semua ragu yang membayang.

Hijab adalah semua gundah yang menggulana.

Hijab adalah semua rupa yang terpandang mata.

Hijab adalah semua gaung yang terdengar telinga.

Hijab adalah semua kata yang terucap.

Hijab adalah semua huruf yang terangkai.

Hujab adalah semua angka yang terbilang.

Hijab adalah semua rasa yang tercipta.

Hijab adalah semua suka dan duka yang terasa.

Namun…

Saat semua tanya tak lagi terucap…

Saat semua ragu telah tersapu angin.

Saat semua gundah telah pergi.

Saat semua rupa telah sirna.

Saat semua gaung telah senyap.

Saat lidah tak lagi berucap kata dan bilangan.

Saat semua galau telah lenyap.

Saat itu sirnalah hijab…

Saat hijab telah sirna, anda akan terdiam.

Saat anda terdiam, anda akan dikuasai-Nya

Saat anda telah Dikuasai-Nya, barulah IMAN anda bisa MEMBENIH subur.



Salam

Deka

Read Full Post »

oleh Abu Sangkan pada 20 Agustus 2010 jam 20:56

Majelis Raboan,

Wahai kawan, malam ini engkau berada pada wilayah yang sama dengan Iblis dan Malaikat. Yaitu pada wilayah makrifat dan keimanan terhadap Tuhan. Namun makrifatmu masih pada tahapan angan-angan dan sangkaan atau dhan, bukan makrifat sesungguhnya. Bandingkan dengan makrifat dan keimanannya para iblis terhadap Allah. Mereka yang pertama kali diajak berbicara oleh Allah mengenai penciptaan manusia. Berarti mereka sangat akrab dengan tuhannya. Mereka sangat mengenal malaikat dengan sebenar-benarnya, karena mereka adalah sahabat-sahabat dalam berspiritual dan berketuhanan. Mereka sangat mengenal keadaan seluk beluk taman syurga dengan sebenarnya. Karena mereka pernah menjadi penghuninya bersama Adam dan Hawa. Mereka sangat tahu bahwa Allah adalah sumber kekuatan atas segala kekuatan. Oleh karena itu mereka selalu memohon pertolongan untuk menggoda manusia yang menjadi musuhnya. Mereka sangat percaya adanya hari kiyamat, sehingga mereka memohon ditangguhkan kematiannya sampai hari dibangkitkan nanti.

Kawan …. dimanakah kedudukanmu pada saat ini, masihkan kalian merasa lebih baik dari Iblis atas segala makrifatnya, atas segala kepercayaan kalian kepada Allah. Renungkan !! imanmu kepada Allah,imanmu terhadap adanya Malaikat, imanmu adanya syurga,imanmu adanya hari Kiyamat, masih pada tahapan percaya , bukan iman yang sebenarnya. Sehingga engkau disebut wajibul iman . Sedangkan keimanan Iblis mengetahui keadaan yang sebenarnya sehingga disebut ‘ainul iman serta isbatul Iman.

Dalam kondisi ini, malaikat dan iblis mulanya berada pada wilayah yang sama. Akan tetapi pada detik-detik hilangnya diri dan akalnya, Malaikat mulai menghilang dari frekwensi makrifat rendah menuju dimensi makrifat keruhanian yang lebih tinggi. Dan Iblis telah kehilangan sahabat karib dalam bermakrifat kepada Allah untuk selamanya. Karena iblis tidak mampu melampaui rahasia yang telah dilakukan oleh Malaikat. Malaikat mampu masuk dengan ketidak tahuannya, karena ia mendegarkan wejangan Allah, inni a’alamu maa la ta’lamuun.

Wahai kawan ..kita telah lama berkumpul menjalani kemakrifatan dengan laku tirakat yang cukup lama.Hampir seluruh hidupmu tersita dalam dudukmu bermakrifat dengan segala macam permasalahan ruhanimu. Dan malam ini , saat detik-detik menentukan memasuki Sirrul Asraar sebagaimana para malaikat meninggalkan Iblis…….Rahasia didalam Rahasia …yang Iblis tidak akan mampu mengawalmu dalam makrifatmu !! Rahasianya telah kita ketahui bersama, iblis tetap tidak mampu menanggalkan dimensi dirinya yang sangat kuat. Padahal Allah telah memanggilnya untuk memasuki wilayah tertinggi dari makrifatnya. Wahai Iblis ……..masuklah kalian pada wilayah malaikat-Ku karena engkau telah berada dalam makrifat yang hakiki terhadap DIRIKU. Allah memberi wejangan terakhirnya kepada Iblis………tanggalkan pengetahuan rendahmu mengenai rencana-Ku dalam menciptakan Khalifah-Ku. Masuklah dalam Rahasia-Ku. Pengetahuanmu mengenai manusia hanya pada wilayah fisik, bukan pada Ruhnya yang tinggi, yang Aku ciptakan sebagai Rahasia pribadi-Ku. Kalian hanya mampu menduduki wilayah fisiknya, bukan Ruhnya yang berada dekat dengan Ruh-Ku. Yang engkau tidak akan mampu menaiki wilayah ini. Karena engkau terhalang oleh dirimu yang selalu mengagungkan diri . Dan engkau akan berhenti selamanya pada wilayahmu yang engkau anggap telah makrifat atas DIRIKU.

Kawan …kita juga telah bersusah payah sebagaimana iblis mengenal Allah, akankah kita akan terhalang sebagaimana mereka ? lihat lah para malaikat, mereka mampu memasuki yang lebih tinggi hanya dengan ketidaktahuannya, dengan ketidakfahamannya, dengan kepatuhannya atas apa yang dilakukan Tuhannya.

Lalu dengan apa kita mampu memasuki wilayah yang lebih tinggi ? ingatlah sejarah keberadaan diri kita dalam rahim ibu. Pada detik-detik Allah menyempurnakan penciptaan diri kita, ruh telah ditiupkan kedalam tubuh ini. Allah telah ridha atas keberadaan diri kita, namun Ridha Allah menunggu Ridha kedua orang Tuamu untuk merelakan keluar dari alam rahim yang bersih suci. Detik-detik ini berlaku pada tingkat kesucian ruhmu dalam makrifatmu, Allah telah meridhaimu dan menunggumu, namun beliau menunggu jawaban ridha ibumu yang dimuliakan Allah. ….lakukan dan doakan ibumu …sehingga Allah ridha ……sehingga engkau hilang dalam tarikan Allah yang sangat kuat tanpa hambatan ………irji’I ila rabbiki radhiayatan mardhiyyah …

Dan Iblispun mengadu kepada Allah : Rabbi fa bi ‘izzatika la ughwiyanahum ajmain illa ‘ibadaka minhumul mukhlashin ….wahai tuhanku …demi kekuasaan-Mu aku akan menggoda seluruh manusia, kecuali hamba-hamba-Mu yang berserah diri. ……selamat tinggal Iblis !! jangan engkau bersedih karena disana masih banyak manusia yang bermakrifat seperti makrifatmu, itulah kawan kalian.

Bersambung …….

Abu Sangkan

Read Full Post »

oleh Abu Sangkan

Wahai kawan yang sudah memahami keberadaan jiwa diatas nafsu, engkau pasti merasakan bahwa jiwamu hanya menjadi saksi keadaan hatimu yang gelisah maupun bahagia. Engkau benar-benar tenang yang sangat luar biasa, yang berbeda dengan tenang yang pernah engkau rasakan selama ini. Tenang dan bahagia yang selama ini masih berasal dari rekayasa pikiranmu sendiri dan terjadi oleh sebab akibat.

Ibarat seorang yang telah menentukan pilihannya terhadap team sepakbola kesayangannya. Jika ia memilih salah satunya, bisa dipastikan anda akan mendapatkan kemungkinan perasaan bahagia jika menang dan kesedihan yang luar biasa jika team anda kalah. Bahagia yang sejati adalah jika engkau tidak berpihak terhadap keduanya. Maka engkau telah memasuki wilayah yang bukan perasaan…engkau telah berada dalam hakikat jiwa. Yaitu jiwa yang tidak berada dalam perasaan akan berada dalam tuntunan Illahi yang sebenarnya. Cobalah anda perhatikan perasaan anda, mengapa ada sedih dan senang….kalau sedih..karena apa, kalau senang..karena apa ? ya… pasti oleh karena apa atau sesuatu !! itulah perasan hasil mindset anda !! bukan perasaan yang hakiki , itulah tipuan atau ghurur !!

Sekarang , engkau berada diatas itu semua….ituah jiwa yang tenang !! jiwa yang murni yang juga dimiliki oleh Fir’aun…disaat Fir’aun ditenggelamkan ditengah laut..maka hati yang sombong hancur, nafsunya yang kuat menjadi lebur..tinggallah jiwa yang murni, yang akhirnya ia mampu berkata amantu birabbi Musa dan Harun !!! di dalam tubuh Fir’an ada kemurnian hakiki yang tidak pernah muncul jika badannya masih mendominasi jiwanya. Sekarang…tenggelamkan nafsu Fir’aunmu agar engkau mampu berkata secara murni :

“Amantu billahi Rabba ….”.

tanyakan kepada pelacur…apa kata jiwa murninya…ia pasti akan berkata “ aku telah melakukan kemaksyiatan terhadap Tuhanku”

tanyakan kepada jiwa para koruptor “ ya aku telah melakukan kebohongan dan pencurian uang rakyatku “.

Dan tanyakan pada jiwamu yang murni …siapakan dirimu yang sejati ??

Aku adalah Ruh Suci yang sekarang sedang dibangkitkan dengan penghacuran hawa nafsuku dengan berpuasa.

Akulah Ruh milik Allah yang akan selalu berbakti kepada Allah, yang tidak pernah menolak kebenaran yang diturunkan oleh Tuhanku.Maka Jiwamu akan dipanggil langsung oleh Allah dengan perkataan wahai jiwa yang tenang..kembalilah kepada Tuhanmu dengan Rela dan diridhai-Nya…..

dan sekarang rasakan ….relakan saja jiwa ditarik oleh Allah untuk kembali kepada-Nya. Jangan menolak dan jangan takut …itulah tempat engkau pulang, baik sekarang maupun nanti..mengapa harus menunggu dipaksa mati ….!!

Bersambung…..

Abu Sangkan

Read Full Post »

oleh Abu Sangkan

Apabila engkau merasakan kesulitan dengan perjalanan ruhani, puasa ini membantu anda untuk membuka kesulitan perjalanan ruhani anda. Karena saat puasa hawa nafsu agak sedikit mudah dikendalikan. Hawa nafsu anda sedang melemah akibat tidak diberi kesempatan untuk aktif. Rasakan ketika nafsumu melemah, apa yang harus anda lakukan ??. Diamlah ….Ruhmu akan berjalan mendesir dengan cepat menuju Tuhanmu !!

Sekarang anda paham mengapa kita harus berpuasa….itulah jalan ruhani….engkau diajarkan langsung oleh Allah…agar engkau mampu menemukan dirimu sehingga engkau mampu berada disisi Yang Maha Agung dengan sebenarnya. Bagi yang tidak paham, kata Nabi ia hanya berkutat dalam kelaparan dan kehausan yang dirasakan jasmaninya…..biarkan saja, jangan ikut-ikutan merasakan keluhan mereka yang tidak paham.

Lakukanlah…. menjadilah…. beradalah…. hilangkan rasa keberadaan badanmu… karena itu sumber nafsumu….lepaskan segera…karena ia begitu kuat berapologize…. Jangan hiraukan segala alasan, Terbanglahdengan cepat…. ibarat balon udara yang terlepas dari ikatan …. ibarat sebuah benang terangkat dari sebuah adonan tepung…. ibarat seorang waliyullah yang terpesona dengan wajah Allah…..yang jiwanya tidak terikat oleh nafsunya…. ia mati raganya…. ia mati nafsunya…. ia sadar bahwa dirinya yang sebenarnya bukan badannya …. ia adalah makhluk ruhani …. yang tidak pernah makan dan tidur, ia tidak memerlukan materi untuk mendapat kebahagiaan…ia adalah ruh yang bukan berbahan dasar dari tanah….ia adalah cahaya ilahy yang akan berbahagia jika mampu melepaskan hawa nafsu tubuhnya.

Berpuasalah….berarti engkau akan melepaskan kesadaran badanmu yang tersusun dari ion-ion yang berasal dari tanah. Orang mengatakan menahan hawa nafsu….nafsu adalah dorongan tanah untuk kembali kepada tanah maka ia mencintai benda-benda yang terbuat dari unsur tanah…..

Puasa adalah melepaskan segala dorongan Al hawa’ tubuh anda…berarti anda harus mati ing sajeroning urip..yaitu mematikan dorongan nafsu anda. Sekarang!! …..maka engkau akan menemukan diri yang tidak mati !! Yang tetap hidup disisi Tuhan……itulah Para Pejalan menuju Tuhan..fi sabilillah….

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalanAllah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya.(Al Baqarah,154)

Wahai para pejalan yang tidak ada henti-hentinya engkau berupaya menuju Tuhan dengan bersungguh-sungguh, pastiengkau berhasil !!

Hai manusia, Sesungguhnya kamu Telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya ( QS. Al Insyiqaaq:6)

Sekarang engkau paham, siapa yang menghalangi jiwamu untuk menuju Tuhan…….tubuh inilah yang harus diredam agar engkau menemukan kembali jalan kepulanganmu……ya huuu Allah …ya huuAllah……..kembalilah dengan tenang….

Duduklah dengan tenang, biarkan tubuh anda meluruh…biarkan ruhani anda menguasai tubuh anda…perhatikan tubuh anda…setelah anda duduk beberapa lama, coba anda rasakan ….reaksi dari tubuh anda akan terasa mulai penat, mulai gelisah ingin menyelesaikan dan mempercepat keluar dari duduk anda menghadap Tuhan….biarkan saja…jangan engkau hiraukan, karena itu nafsu yang berasal dari dorongan tubuh anda…terkadang tubuh anda mulai meminta untuk tidur….pertahankan jangan sekali-kali anda menurutinya…sebab ruhani anda akan terkalahkan lagi….jika anda berhasil mengalahkan dorongan tubuh anda….anda termasuk golongan orang yang memahami jalan ruhani….

Pada awalnya memang berat, tetapi kali ini saja kesempatan anda untuk berpuasa dengan sebenarnya. Jangan terkalahkan oleh dorongan (chartexis) id anda, jangan harap anda mampu memahami puasa jika anda masih belum mampu duduk dalam kesadaran ruhani yang berjalan tanpa ikatan jasmaniah. Praktekkan pada siang hari, terutama ketika menjelang maghrib…..maka malamnya anda akan memahami tentang I’tikaf, membaca Al qur’an, shalat tarawaih dan qiyamullail. Ingat !! berpuasa bukan dimalam hari, tetapi disiang hari…….hasilnya akan terasa dimalam hari …..

Bersambung …….!!

Abu Sangkan.

Read Full Post »

Oleh Abu Sangkan

Tadi malam Raboan kumpul para patrapist angkatan pertama. duduk dalam lingkaran halaqah. tidak lagi membicarakan siapa diri dan siapa Tuhan, tidak lagi bicara sifat , Af’al dan Zat Allah. kami duduk dalam aktivitas ruhani menerobos ikatan diri yang sangat kuat, menerobos kepalsuan perasaan dan pikiran. Ruhku mulai berjalan perlahan dengan bekal makrifatku, aku tinggalkan diri wadagku menjadi diri Cahaya tiupan ilahy yang masih bercampur kabut pekat akal nafsuku.kami tetap bersabar dan terus berjalan tanpa berhenti. dalam setiap wilayah kesadaranku masih ada dan itu masih bukan ! teruskan !! akalmu masih bermain, ilmumu masih terlibat !! apa yang kamu pelajari tidak ada disini, apa yang kamu pikirkan tidak ada disini. apa yang kamu perkirakan tidak ada disini.Maka hilangkan akal palsumu sebab akal tidak akan menangkap keadaan seperti dalam akalmu. ini baru awal kawan …keadaan seperti menjelang tidur diperlukan akal dan pikiranmu lenyap, maka engkau akan berada dalam mimpi, tapi bukan mimpi !! bersiaplah dengan sabar karena engkau akan berjumpa dengan-Nya. apa yang akan engkau lakukan ketika dihadapan-Nya ? apa tujuan kalian ? apa maksud kalian menemui Tuhan ? keadaan ini terasa hening akibat ruhmu telah keluar dari orbit tubuhmu….perasaan sedih dan senang tidak ada, rasa penat dan kantuk tidak ada, rasa cinta dan marah tidak ada..semua rasa tidak ada !! karena engkau telah meinggalkan wilayah rasa dalam dadamu…..tinggal selangkah lagi engkau berjalan…..berbisiklah kepada beliau sang Penguasa jagat raya…aku bersedia dikuasai sepenuhnya , aku bersedia dikuasai ! biarkan ruh kalian dalam kuasa-Nya dalam kehendak-Nya, dalam kemauan-Nya…lepaskan saja jangan terlibat sedikitpun..jangan takut !! engkau akan berada dalam kondisi jadz dzaab !! namun hanya sekejab …..

kawan …mari kita evaluasi mengapa hanya sekejab ? hafalkan kondisi ketika ruhmu hampir dalam kuasa-Nya. mulailah kembali dari pintu pelepasan Ruhmu….langsung saja berada dalam wilayah tersebut tanpa harus memulai dari awal perjalanan….. kali ini engkau harus lebih total dan membiarkan ruh mu dalam Kuasa tuhanmu..relakan saja…relakan saja..relakan saja…sampai ada bimbingan ruhani untuk memahami pengajaran ini…kali ini ruhmu masih belum kuat menerimanya..tapi biarkan saja…sampai tubuhmu berguncang keras…pertahankan saja ruhmu mengikatkan diri kepada Tuhan sekuat-kuatnya. jangan takut salah karena itu timbul dari keraguan pikiranmu sendiri..teruskan saja…sampai engkau berada dalam ghaibnya Ruhani menjadi nyata ….

Bersambung
ABU SANGKAN

Read Full Post »

Akhir Perjalanan…

• Sekarang cobalah anda amati kembali nafas anda untuk beberapa kali tarikan nafas.
• Sampai kemudian anda kembali menyadari bahwa:
• “ADA” yang menggerakkan nafas itu keluar dan masuk paru-paru anda.
• Anda sebenarnya hanya diam…
• Anda tidak bisa membuat nafas.

• Amatilah rasa didalam dada anda buat beberapa saat.
• Sampai kemudian anda kembali menyadari bahwa:
• “ADA” yang menarok rasa sukacita maupun dukacita didalam dada anda.
• Anda sebenarnya hanya diam…
• Anda tidak bisa membuat rasa.

• Amatilah pikiran dan tahu anda buat beberapa waktu.
• Sampai kemudian anda menyadari bahwa:
• “ADA” yang menarok pikiran dan tahu kedalam otak anda.
• “ADA” yang meletakkan rasa ingin kedalam dada anda
• “ADA” yang menarok rasa ingat kedalam dada anda.
• Anda sebenarnya hanya diam…
• Anda tidak bisa membuat pikiran dan tahu itu.
• Anda tidak bisa membuat rasa ingin dan rasa ingat itu.

• Amatilah “ADA” itu buat sejenak.
• Ada itu bukan nafasmu.
• Ada itu bukan rasamu.
• Ada itu bukan pikiranmu.
• Ada itu bukan tahumu.
• Ada itu bukan rasa inginmu.
• Ada itu bukan rasa ingatmu.
• Tapi ADA…

• ADA yang menggerakkan nafasmu…
• ADA yang menarok rasamu.
• ADA yang menarok pikiranmu.
• ADA yang menarok tahumu.
• ADA yang menarok rasa inginmu.
• ADA yang menarok rasa ingatmu.

• Sekarang dongakkan kepalamu kelangit.
• Tutup sajalah mata anda untuk beberapa saat.
• Dagumu tengadahkan keatas.
• Dadamu dibusungkan sehingga dadamu pun seperti lebih lapang dan luas.

• Buanglah nafasmu agak panjang keatas, kearah langit…
• Hhaaaahhhhh…
• Ulangilah beberapa kali sampai anda menyadari bahwa nafas anda itu ternyata bisa menenuhi ruang angkasa.
• Hhhaaahhhh…, hhhaaahhh…, haahhhhh….
• Sekarang….
• Seiring dengan keluarnya nafas anda, panggilah sebuah nama yang sangat mengetarkan…,
• Panggilah dengan agak panjang…, panggillah dengan lembut…
• Panggillah…
• Jangan ragu-ragu..

• Panggillah… ya Allaaaaaaaaah…
• Lembut sekali…
• Ya Allaaaaaaaah…, Ya Allaaaaaaah…, Ya Allaaaaaah…!.
• Lembut sekali…
• Panggillah nama Allah seperti itu untuk beberapa kali dengan sungguh-sungguh.
• Pasti anda sedang mengalami suasana direspon dan dijawab oleh Allah…
• Jangan takut…

• Angkatlah tangan anda seperti sedang berdo’a..
• Angkatlah lebih tinggi lagi, dan lebih tinggi lagi dengan perlahan.
• Hantarkan dengan niat anda bahwa “ADA” itu adalah milik Allah.
• Sampaikanlah:
• Semua ini adalah milik-Mu ya Allah…
• “ADA” ini adalah milik-Mu…

• Panggillah… ya Allaaaaaaaaah…
• Ya Allaaaaaaaah…, Ya Allaaaaaaah…, Ya Allaaaaaah…!.
• Ya Allaaaah, ya Rahmaan…., Ya Allaaaaaah…, Ya Rahmaaaan…
• Ikuti saja apa yang anda dapatkan saat itu, jangan anda lawan sedikitpun.
• Tetaplah panggil Ya Allaaaahhh, ya Rahmaan…., Ya Allaaaaaah…, Ya Rahmaaaan…
• Ikuti saja apa yang anda dapatkan saat itu, jangan anda lawan sedikitpun.
• Ikuti saja…
• Ikuti…
• Karena anda akan bertemu dengan suasana demi suasana…
• Anda akan masuk kedalam keadaan demi keadaan…
• -
• -
• -
• -

Hasil Yang Mencengangkan..

Pada saatnya…, dengan sangat pasti kesadaran anda hanya akan tertuju kepada Allah…
Kesadaran anda akan ditarik…, DERR
Kesadaran anda akan dituntun…, DERR

DERR…, anda akan disadarkan akan Sang Maha Tinggi.
DERR…, anda akan dituntun menuju Sang Tanpa Batas.
DERR…, anda akan ditarik kearah Sang Maha Besar.

“ADA” Sang Tanpa Batas…
“ADA” Sang Maha Meliputi…

Tidak ada rupa dan bentuk lagi yang akan menghentikan gerak kesadaran anda..
Tidak ada kata dan aksara lagi yang akan menghalangi gerak kesadaran anda…
Tidak ada nada dan irama lagi yang akan menghentikan gerak kesadaran anda…

Saat anda menyebut dan memangil nama Allah…
Maka kesadaran anda jadi utuh tanpa halangan…
Pikiran anda akan diam tak bergeming…

Anda akan sadar dengan penuh kepada Allah…
Anda akan bertemu dengan separuh lainnya dari kalimat syahadat…
Illa Allah…., Illa Allah…, illa Allah…

Sehingga syahadat andapun menjadi lengkap:
Laa ilaha illa Allah…, laa ilaha illallah…, laa ilaha illallah…

Karena memang anda sudah tidak punya siapa-siapa lagi, kecuali hanya Allah…
Anda tidak akan mau lagi menghentikan pikiran dan kesadaran anda dibenda-benda…
Saat menyebut nama Allah…, pikiran anda, kesadaran anda, tahu anda, rasa anda, ingin anda akan bermuara kepada Allah…, dzikir anda adalah kepada Allah…

Maka anda akan dipahamkan tentang sesuatu yang sudah ratusan tahun DILUPAKAN oleh umat manusia:

Oooh…, Ada Wujud Yang Maha Meliputi Segala Sesuatu.
Ohh…, Ada Dzat Yang Maha Meliputi Segala Sesuatu.
Huu…, Ada Sang MUHIITHUN…
“Innahu bikullisyai in muhiithun…”

Sehingga:
DERR…, Dzikir anda menjadi dzikir yang hidup.
DERR…, Dzikir anda menjadi dzikir yang utuh.
DERR…, Shalat anda menjadi shalat yang utuh.

DERR…, Aktifitas anda juga akan menjadi aktifitas yang utuh.
Aktifitas seorang hamba dihadapan Allah…

DERR…, Anda akan diberi TAHU oleh Allah.
Tentang apa-apa yang tidak anda ketahui…
Tentang apa-apa yang harus anda lakukan…
Sehingga tahu itu akan menjadi petamu dalam perjalananmu…
Tahu itu akan menjadi makrifatmu…

DERR…, Anda akan diberi RASA INGIN oleh Allah,
Sebagai tanda bahwa DIA mengizinkanmu untuk mewakili-Nya…
Bahwa DIA mempersilahkanmu untuk beraktifitas dalam hidupmu…

Anda akan diberi DAYA oleh Allah…, DERR…, DERR…, DERR…
Agar anda bisa menjalankan rasa ingin itu…
Agar anda bisa merealisasikan rasa ingin itu…
Semua itu anda lakukan hanya dengan “menumpang” pada daya itu…
Anda seperti “mengapung” bersama daya itu….
Daya itu akan membuat anda tidak capek dan tidak lelah…
Daya itu akan membuat anda tidak takut dan tidak khawatir…
Daya itu penuh muatan Kesukacitaan…

Namun…
Kadangkala daya itu juga mengantarkan anda menuju kesulitan hidup…
Kadang daya itu juga menumpangkan anda menuju penderitaan hidup…
Kadangkala daya itu juga mengapungkan anda menuju kesusahan hidup…

Akan tetapi….
Anda seperti terpisah dengan kesulitan, penderitaan, dan kesusahan itu.
Kesulitan, penderitaan, dam kesusahan itu tetap terjadi pada diri anda…
Anda seperti disiapkan untuk bisa menghadapi kesemuanya itu.
Anda dibuat siap…
Dalam kesulitan itu anehnya tidak ada kedukacitaan…
Dalam penderitaan itu anehnya tidak ada kepedihan…
Dalam kesusahan itu anehnya tidak ada keperihan…
Yang ada tetaplah kesukacitaan…, dan tentu saja RIDHA, IKHLAS…
Suasana tanpa protes dan tanpa penolakan…

Dan akhirnya… DERR..
Daya itu menuntun anda menuju SANG PUNYA DAYA
Sebab Daya itu berujung pada Sang Punya Daya.
Sebab Daya itu hanya sebentuk cover atas Sang Punya Daya…
Dibalik daya itulah Sang Punya Daya sedang menunggu anda…
Anda tinggal memanggil-Nya dengan santun…
Allah…, Allah…, Allah…
Andapun akan direspon oleh Allah…
DERR…, DERR…, DERR…

Lalu dalam keseharian anda akan selalu berkata:
Laa haula wala quwwata illa billah…
Anda mengakui tentang kesempurnaan ketidakberdayaan anda…
Anda akan bersaksi tentang kesempurnaan keberdayaan Allah…

Sehingga…, dari waktu ke waktu tiada lain yang bisa anda lakukan….
Dengan mengucap “Bismillahirrahmanirrahim”, Atas nama Allah, mewakili Allah, bersama Allah…, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang:

DERR…, Anda akan bekerja sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan berkarya sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan berbagi berkah dan rezki sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan memimpin sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan dipimpin sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan meneliti sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan belajar sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan mengajar dan mewejang sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan mengobati sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan menjadi suami sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan menjadi istri sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan menjadi orang tua sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan menjadi anak sebagai seorang hamba Allah.

DERR…, Anda akan mengasihi dan menyayangi sebagai seorang hamba Allah.
DERR…, Anda akan memarahi dan menghukumi sebagai seorang hamba Allah.

Ya…, anda semata-mata hanya seorang hamba Allah saja…, DERR
Hamba yang diliputi oleh Allah Yang Maha Meliputi…, DERR
Hamba yang panggil oleh Allah sebagai RUH-KU…, MIN RUHI…

Allahpun kemudia berkenan memanggil anda dengan Ya Ruhi…, DERR
Allahpun berkenan menyapa anda dengan Ya Ruhi…, DERR
Ya Ruhi…, Ya Ruhi…. Ya Ruhi…, DERR…

Dan andapun akan membalas sapaan itu dengan lembut.
Ya Ilahi…, Ya Ilahi…, Ya Ilahi…. DERR
Karena memang anda adalah Milik-Nya.

Sehingga andapun akan sering-sering bercengkrama dengan-Nya:
DERR…, anda akan duduk dalam ruang kesukacitaan yang tinggi…, Aflaha.
DERR…, anda akan duduk dalam ruang rukuk yang dalam…, warka’u.
DERR…, anda akan duduk dalam ruang sujud yang dalam…, wasjudu.
DERR…, akan akan duduk dalam ruang sembah yang khidmat…, wa’budu.
DERR…, anda akan duduk dalam ruang kedekatan yang amat sangat…, waqtarib.
DERR…, sesekali andapun akan dituntun-Nya untuk TIADA TOTAL.

Akhirnya anda akan menjadi orang yang SELESAI dengan Allah…
Anda akan melambaikan bendera putih kepada Allah..
Anda tidak akan pernah protes lagi kepada Allah…
Anda akan menyerah total kepada Allah…
Anda tinggal DERR…, DERR…, DERR…

Karena anda telah menjadi orang yang sudah percaya utuh kepada Allah…
Anda telah menjadi Mukminin…

Dan Allah juga sudah percaya penuh pula kepada anda..
Sebab Dia memang adalah Dzat Yang Maha Percaya, Al Mukmin…

Dengan sangat mengherankan, anda akan banyak bercerita tentang Allah…
Entah kenapa…, sedikit-sedikit anda akan berbicara tentang Allah…
Anda seakan ingin meneriakkan kepada semua orang tentang Allah…
Wahai semua, ada Allahku lho…
Wahai sahabat, ada Allahku lho…
Ada Allahku lho…
Anda akan menjadi orang yang begitu KASMARAN dengan Allah…

Secara otomatis anda juga akan banyak bercerita tentang Nabi Muhammad SAW…
Karena ilmu yang anda dapatkan saat ini adalah Warisan Beliau, dan warisan Nabi Ibrahim…

Subhanallah…., Walhamdulillah, wa Laa ilaha illallah, Wallahu Akbar…

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad…
Kama shallai ta‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim…
Wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad…
Kama barak ta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim…
Fil ‘alamina innaka hamiidum majiid…
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…

Ah…, masih adakah realitas Iman yang lebih indah dan lebih mesra dari ini…?
Entahlah…, saya sungguh tidak tahu…

Ternyata BERIMAN atau TIDAK BERIMAN kepada Allah itu sebenarnya sama mudahnya…
Mau pilih yang mana…?

Wallahu a’lam…

Selesai Artikel “Sebenarnya Sama Mudahnya”

Wassalam
Deka

Cilegon, 21 Juli 2010
Jl. Kabel No. 16.

Read Full Post »

Menjelang Penentuan…

Sekarang amatilah tempat berhentinya kesadaran anda saat anda menyebut nama Tuhan. Amatilah arah kesadaran anda saat anda menyebut nama Allah:

Ya Allah…, ya Allah…, ya Allah
Amatilah…, saat itu kesadaran anda terbawa pergi kemana.

Panggillah ya Tuhan…, ya Tuhan…, ya Tuhan
Amatilah…, saat itu kesadaran anda terhenti dimana…

Panggillah ya Ilahi…, ya Ilahi…, ya Ilahi…
Amatilah…, saat itu kesadaran ada terhenti pada wujud apa…

Kalau jawabannya:
• Bahwa saat itu kesadaran anda bergerak dan kemudian kembali terhenti ke gambar atau patung Yesus dengan berbagai ekspresi wajah, atau ke rosario, atau ke salib, atau ke patung bunda maria, dan atribut-atribut kekristenan lainnya, maka anda akan menjadi seorang yang beragama Kristen. Betapapun teguh dan kerasnya anda mengucapkan kata Allah atau Tuhan itu, maka KESADARAN anda akan tetap TERHENTI disemua gambar, patung, dan benda-benda itu. Semua pencapaian kesadaran, iman, pikiran, rasa, dan ritual anda akan tetap terhenti kembali di keatributan YESUS. Dzikir anda hanya terhenti sampai di gambar Yesus. Anda pasti akan mengatakan bahwa hanya agama kristen lah yang terbaik dan terbenar.

• Kalau saat itu kesadaran anda bergerak dan kemudian terhenti di patung-patung atau gambar-gambar makhluk dengan berbagai wajah yang menakutkan, maka boleh jadi saat itu anda sedang menjadi seorang beragama Hindu. Anda akan berpikiran bahwa hanya agama Hindu lah yang terbaik dan terbenar.

• Begitu juga kalau saat itu kesadaran anda kemudian berhenti dipatung Budha, maka saat itu anda sebenarnya adalah menjadi penganut agama Budha. Anda akan menyatakan bahwa agama Budha lah yang terbaik dan terbenar.

• Berhentinya kesadaran anda diberbagai tempat perhentian kesadararan lainnya juga bisa terjadi. Misalnya kesadaran anda terhenti digambar dewa-dewi, atau digambar corat-moret dengan berbagai bentuk, atau digambar orang-orang yang penuh dengan penderitaan, atau digambar-gambar cakra, atau dibentuk-bentuk artificial lainnya.

• Bahkan bagi umat islam, huruf Allah dalam bahasa arab atau Ka’bah sekalipun bisa menjadi penghalang dzikir kita kepada Dzat-Nya, Sang Pemilik Nama, Sang Pemilik Ka’bah. Kalau pikiran, kesadaran, dan pandangan kita terhenti dihuruf Allah atau bentuk Ka’bah itu, dampaknya akan sama saja.

• Semua keadaan tadi sebenarnya serupa dan sebangun. Bahwa saat itu pikiran anda, kesadaran anda, tahu anda, dan rasa anda, anda kembalikan, anda tautkan kepada sesuatu yang punya bentuk dan rupa. Walau dalam pengakuan anda, seringkali anda menyangkalnya, bahwa anda bukan menyembah benda-benda itu, namun pada hakekatnya anda tidak dapat berkilah sedikitpun bahwa pada hakekatnya pikiran, kesadaran, rasa, dan tahu anda berhenti dan berlabuh di benda-benda itu dalam setiap aktifitas anda. Dzikir anda utuh kepada bentuk-bentuk dan rupa-rupa itu. Dan disitu pulalah semua kebaikan dan kebenaran anda berlabuh.

Akibatnya anda akan dibuat sibuk untuk bercerita, untuk membahas, untuk berpolemik, untuk saling rebutan, untuk saling membantah, saling menghujat, saling meyakinkan tentang bentuk-bentuk dan rupa-rupa itu. Ramai sekali…, karena memang saat itu anda sedang berada diwilayah keramaian dan wilayah keriuhrendahan…

Apakah anda mau berhenti disini?…

Bersambung
Deka

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.871 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: